
Raja Chan Yu menunggu hingga semua orang pergi dari sana.
Dia baru berkata,
"Agahai duduk lah kemari.."
"Katakan pada ku, bagaimana pendapat mu tentang perang ini..?"
Agahai mengangguk, lalu dia mengambil tempat duduk di samping Raja Chan Yu dan berkata,
"Jendral Meng Thian adalah jendral hebat, kita sudah lama mengenalnya.."
"Juga sering berhadapan dengan nya.'
"Tapi menurut ku, yang paling perlu di waspadai, adalah pasukan Harimau Hitam yang berjumlah kecil itu.."
"Secara logika saja, bila mereka tidak memiliki keahlian dan kelebihan khusus, akankah raja Qin mengirim mereka kemari..?"
"Akankah mereka berani mati datang ke sini melawan kita, yang pasukannya secara total tidak kalah dengan negara Qin."
"Mungkin masih lebih di atas mereka."
"Hanya saja dalam perang jumlah jelas bukan tolak ukur mutlak suatu kemenangan, karena kita adalah ahli bertempur secara terbuka."
"Sedangkan mereka adalah ahli bertempur secara bersembunyi sembunyi, sambil bermain siasat.."
ucap Agahai mengemukakan pendapat pribadinya.
Raja Chan Yu mengangguk dan berkata,
"Baiklah aku mengerti, kalau begitu kamu segera sampaikan ke Mobi, agar berhati hati dan jangan anggap remeh pasukan kecil itu."
"Mau dengar syukur tidak mau dengar lebih baik, bila tidak mau dengar, kamu aku beri wewenang khusus mengawasi pasukan kecil itu.."
"Bila ada hal buruk terjadi gunakan ini, untuk menarik mundur dan melindungi pasukan besar kita agar bisa kembali dengan selamat."
ucap Raja Chan Yu sambil memberikan sebuah bendera kecil berwarna hitam kepada Agahai.
Agahai segera berlutut menerima bendera itu dengan penuh khidmat, kedua tangannya menerima nya, diatas kepala, dengan posisi kepala tertunduk kebawah.
"Saya Agahai bersumpah akan menggunakan jiwa ku untuk menjalankan tugas ini dengan baik.."
"Saya tidak akan mengecewakan harapan dari Yang Mulia Chan Yu.'
"Agahai putra ku bangunlah tak perlu banyak peradatan, di sini hanya ada kita berdua.."
ucap Raja Chan Yu dengan mata sedikit berkaca-kaca.
Raja Chan Yu, lalu membantu Agahai untuk bangkit duduk di sampingnya.
Agahai sebenarnya adalah anak di luar nikah Raja Chan Yu, dengan seorang gadis pelayan, yang masih terhitung seorang budak, yang di belinya dari rumah budak.
__ADS_1
Untuk menghindari kemarahan permaisurinya, yang bisa berakibat buruk pada terpecahnya kekuatan kerajaan Xiongnu.
Juga demi keselamatan gadis pelayan itu dan putra yang dalam kandungannya.
Gadis itu dia ungsikan dan di sembunyikan di pedalaman Mongolia.
Dengan segala perjuangan nya sendiri, gadis itu berhasil membesarkan Agahai.
Setelah Agahai dewasa, dia tumbuh menjadi pemuda gagah yang memilki kekuatan dan kemampuan di luar lumrah manusia.
Di tambah dengan nasib beruntungnya, menerima pelatihan dari beberapa orang pertapa sakti di pegunungan Altai.
Agahai berubah menjadi seperti seekor harimau yang tumbuh sayap.
Agahai kemudian terjun ke militer, mengabdi pada ayah kandungnya sendiri Raja Chan Yu.
Seiring dengan semakin cemerlangnya karir Agahai,.ayah anak ini akhirnya bertemu.
Melihat kalung yang tergantung di leher Agahai, raja Chan Yu, secara pribadi memanggilnya untuk berbicara berdua.
Di sinilah akhirnya terkuak identitas Agahai yang sebenarnya, di mana selama ini memang sengaja di rahasiakan oleh ibunya, demi keselamatan putra satu satunya ini.
Pertemuan mengharukan ayah dan anak itu, akhirnya membuat mereka kembali di persatu kan, setelah sekian tahun mereka harus hidup berpisah.
Bakat dan kemampuan Agahai yang besar, membuat raja Chan Yu extra memperhatikan dan menyayangi putranya ini.
Tapi karena terkendala oleh adat istiadat dan kepentingan tahta dan negara.
Dengan status yang sama dan sejajar dengan putra putrinya yang lain.
Oleh karena nya Agahai hanya bisa menempati posisi sebagai jendral termuda.
Di luar, hubungan mereka adalah raja dan bawahan, baru bila sedang berdua, mereka bisa berhubungan sebagai ayah dan anak.
Untuk sementara waktu hanya bisa seperti itu, Tapi Raja Chan Yu diam diam sudah mengatur strategi.
Agar kelak Agahai bisa memegang seluruh kekuasaan tampuk militer ditangan nya.
Bila waktunya tiba, raja Chan Yu baru akan membuka identitas nya dan menobatkan nya sebagai raja langsung menggantikan dirinya.
Dengan kekuatan militer di tangan tentu tidak akan ada yang berani menantang nya.
Apalagi bila Agahai mengukir banyak prestasi, mendapatkan dukungan dari rakyat, maka lengkaplah sudah.
Hitung hitung itu adalah balasan yang bisa di berikan oleh nya, untuk menebus kasih sayangnya sebagai seorang ayah, yang tidak pernah bisa di rasakan oleh putranya selama sekian puluh tahun.
Agahai duduk di samping ayahnya dengan kepala tertunduk, dia sudah terbiasa menganggap orang tua didepan nya ini sebagai rajanya.
Jadi dalam situasi apapun, dia hanya bisa menyimpan perasaan dan keinginan nya dalam dalam.
Tidak pernah berani dia tunjukkan meski mereka hanya berdua.
__ADS_1
"Putra ku ingat selamatkan pasukannya, bukan pimpinan nya, Mobi Dursam Durham, mereka semua adalah pendukung sanak saudara ibu tiri mu.."
"Mangga dan Tuli mereka baru adalah orang mu.."
"Pilihlah orang yang mendukung mu, untuk menempati posisi penting mereka."
"Kelak semua akan bermanfaat untuk mu.."
"Hanya itu yang bisa di lakukan oleh ayah mu yang tak berguna ini untuk mu nak.."
ucap Raja Chan Yu dengan sepasang mata basah sambil menepuk pundak Agahai.
"Yang Mulia tidak boleh berkata begitu, Agahai tidak pernah sekalipun berpikir seperti itu, apalagi menyalahkan yang mulia.."
ucap Agahai pelan.
Raja Chan Yu mengangguk dan berkata,
"Baiklah anak ku yang baik,.. sekarang kembali lah ketempat mu.."
"Kita jangan terlalu lama berduaan di sini, sehingga menimbulkan kecurigaan yang lainnya.."
ucap Raja Chan Yu serius.
Agahai memberi hormat dan berkata,
"Baik yang mulia, kalau begitu Agahai pamit permisi dulu, untuk melakukan persiapan.."
Raja Chan Yu mengangguk dan berkata,
"Pergilah putra ku, berhati-hati lah..'
Raja Chan Yu menatap kepergian putranya dengan perasaan bercampur aduk.
"Melani terimakasih kamu telah memberikan aku seorang putra terbaik.."
"Kau maafkanlah aku, hari di mana putra mu naik tahta, itu jua lah hari di mana kamu akan kembali lagi ke sisi ku.."
ucap Raja Chan Yu sambil duduk termenung seorang diri penuh kesepian.
Di tempat lain di benteng pertahanan kota Yong, terlihat penjagaan telah di perketat.
Kewaspadaan di tingkatkan, semua pasukan keluarga Meng terlihat dalam kondisi siaga penuh.
Kondisi berbeda justru di temukan di perkemahan pasukan harimau hitam.
Mereka terlihat santai dan bebas, mereka bebas melakukan apapun kecuali minum judi dan bikin onar, serta berkeliaran di luar kamp militer.
Di luar itu mereka bebas bersantai, tapi meski begitu sebagian dari mereka tetap memilih bermeditasi mengolah ilmu pernafasan, seperti yang pernah diajarkan oleh Guo Yun buat mereka.
Seminggu mereka berada di benteng kota Yong, semua pesanan perlengkapan mereka telah sampai dan sudah di bagikan dan diterima secara merata.
__ADS_1