
"Bagaimana dengan kondisi luka luka yang di deritanya ? apa sudah sembuh total semuanya..?"
tanya Li Ba masih tetap mencemaskan keadaan Sian Sian.
"Kamu tenang saja, aku sudah membantu mengobatinya.."
"Keadaan nya sangat baik, justru keadaan mu sendiri lah yang ku lihat sangat mengkhawatirkan.."
ucap Guo Yun sampai mengernyitkan alisnya dan buru buru mengalihkan pandangannya.
Tidak kuat melihat luka luka yang di derita oleh Li Ba.
Luka luka di punggung Li Ba memang terlihat sangat mengerikan.
Ada yang Balur biru menghitam bengkak di dalam nya penuh darah beku.
Ada juga yang Balur hitam bengkaknya pecah mengeluarkan darah hitam bercampur darah merah menetes netes jatuh keatas lantai yang penuh dengan percikan dan genangan darah.
Sebagian lagi ada luka yang hitam gosong dan luka yang sudah mengering kemudian pecah lagi.
Tapi yang membuat Guo Yun sangat kagum adalah Li Ba terlihat santai menerima semua hukuman itu.
Tidak ada keluhan ataupun penyesalan dalam menjalani hukuman tersebut.
Li Ba malah menanggapinya dengan tersenyum atas kekhawatiran Guo Yun terhadap lukanya.
"Tiga bulan sudah berlalu, aku sudah terbiasa kak, tak ada yang perlu di khawatirkan.."
"Tinggal 9 bulan lagi, setelah itu aku akan bebas sepenuhnya, kita bisa melanjutkan pertukangan kita yang tertunda. "
ucap Li Ba menatap Guo Yun penuh semangat.
Guo Yun menghela nafas panjang kemudian berkata,
"Adik Ba, aku datang kemari selain menjenguk mu juga sekalian ingin berpamit dengan mu.."
"Berpamit emangnya kakak' mau kemana ? ada urusan apa ?"
tanya Li Ba kaget.
Guo Yun tidak berani beradu tatap dengan Li Ba, dia merasa tidak enak hati.
Dia pernah berjanji akan menemani Li Ba menjalani hukuman.
Dia juga sudah berjanji pada Sian Sian akan menemani menjaga dan mengawasi Li Ba untuk nya.
Tapi kini kenyataannya, baru saja kembali dia sudah mau pergi lagi meninggalkan Li Ba.
Melihat sikap Guo Yun yang canggung dan seperti serba salah, Li Ba pun berkata,
"Kakak Yun apa yang terjadi ? ceritakanlah jangan terlalu banyak berpikir."
Sekali lagi Guo Yun menarik nafas dan menghela nya, baru dia mulai bicara.
"Adik Ba, tadi saat aku kembali, Lai Fu di bawah sana menyampaikan bahwa."
"3 hari yang lalu kakak Ching Ke ada datang kemari mencari ku.."
"Apa yang di inginkan si kura kura bangsat itu, hingga datang kemari..?"
"Bukankah dia seharusnya berbahagia bersama kakak Li, setelah kita pergi.."
ucap Li Ba masih merasa kurang puas dengan Ching Ke, yang menjadi penyebab mereka berdua terusir dari Mo Zi Su Yuan, sebelum tamat menimba ilmu.
"Adik Ba kamu jangan salah paham dan berpikir negatif duluan.."
"Kakak Ching sudah jauh berubah, dia sudah tidak seperti dulu lagi..'
"Kali ini dia datang karena di minta oleh kakak Li, untuk menyampaikan surat kepada ku."
"Bisa surat apa,? paling paling mereka meminta mu untuk pergi menempuh bahaya demi mereka, benar tidak ?"
ucap Li Ba sedikit sinis.
Guo Yun menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tidak adik Ba, di dalam surat itu justru di katakan, agar aku tidak perlu khawatir dengan nya.."
"Katanya dia Zhong Yu dan kakak Ching kini sudah bergabung dengan pasukan Qin di bawah pimpinan pangeran Ying Zheng."
"Keadaan mereka sangat baik.."
"Baguslah bila memang mereka baik baik saja, jadi kakak bisa fokus berlatih mematangkan ilmu kakak di sini.."
ucap Li Ba sambil tersenyum sinis.
"Buat apa kakak capek-capek kesana ? hanya untuk melihat mereka berpacaran dan menambah nyeri hati..?"
ucap Li Ba menambahkan.
__ADS_1
"Adik Ba kenyataan nya tidaklah sesederhana seperti yang di katakan dalam surat itu."
"Kakak Ching datang kemari selain untuk memberikan surat, dia juga menyampaikan pesan Lisan.."
"Dia mengatakan pasukan Chu sudah bergerak melenyapkan Yue, Han dan Song yang pernah kita tahlukkan dulu."
"Kini pasukan Chu sedang bergerak, dia berencana menahlukkan Lu sebagai target berikutnya.."
" Negara Lu meminta Qin negara sekutunya agar datang membantunya.."
"Qin merespon cukup positif, mereka langsung mengirim pangeran Ying Zheng dan rombongan pasukan terbaiknya, menyeberangi sungai Yang Tze, untuk datang membantu.."
"Sayang nya, mereka semua kini terkurung oleh pasukan Chu di lembah tepi sungai Huai."
'Maju tidak bisa mundur juga tidak mungkin.."
"Aku menebak Zhong Yu kakak Li dan kakak Ching, mereka semua pasti di utus kesana oleh raja Xian, untuk memberikan bantuan.."
"Tapi kedatangan mereka, justru membuat mereka bertiga ikut terkepung di sana.."
"Jadi aku menyimpulkan bahwa, mereka sedang tidak baik baik saja, baik kakak Li dan rombongan pasukan Qin, maupun negara Lu, mereka sedang berada dalam situasi kritis.
",Benarkan tebakan ku tadi, mereka tentu ada perlunya baru datang mencari kakak .?"
ucap Li Ba sambil tersenyum mengejek.
"Adik Ba meski bukan demi mereka, demi negara Lu dan pangeran Ji Ao, aku juga tetap harus pergi membantunya.."
"Bila pasukan Qin yang terkepung di lembah sungai Huai di hancurkan oleh barisan pasukan Chu "
"Otomatis negara Lu akan jatuh dalam bahaya.."
"Apa kamu lupa bagaimana baiknya perlakuan pangeran Ji Ao kepada kita, apa kamu tega melihatnya hancur tanpa datang membantu sedikitpun ?"
tanya Guo Yun sambil menatap Li Ba dengan serius.
"Kakak Yun benar kita harus segera pergi membantu,"
"Kakak Yun tolong beritahukan kepada guru Zhuangzi, agar mengijinkan ku menyertai mu."
"Biar aku menebus dosa dengan membawa jasa pulang.. yang akan membanggakan nama Su Yuan kita.."
ucap Li Ba penuh semangat
Guo Yun menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Maaf adik Ba, hal ini sudah ku bicarakan dengan guru, tapi guru menolaknya.."
ucap Guo Yun serius.
"Mengapa kak ?"
tanya Li Ba dengan suara sedikit bergetar.
"Mengapa tidak biarkan aku ikut, bukankah kita sudah bersumpah.."
"Ada senang nikmati bersama, ada susah kita tanggung bersama, meski tidak bisa lahir di tanggal bulan tahun yang sama, tapi kita berharap bisa mati di tanggal bulan tahun yang sama.."
"Apa kakak sudah lupa..?"
tanya Li Ba terlihat kurang puas.
Guo Yun menatap Li Ba dengan serius dan berkata,
"Adik Ba percayalah ini demi kebaikan mu, juga demi kebaikan kita bersama. "
"Dengan kondisi mu seperti saat ini, membawa mu sama saja mendorong mu ke pintu kematian.."
"Untuk itu aku tidak sanggup melakukannya.."
"Lebih baik kamu di Ling San jalani hukuman, pulihkan luka mu, sambil berlatih, bila sudah pulih sepenuhnya kita baru akan kembali berjuang bersama.."
Li Ba menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Kakak Yun luka kecil seperti ini mana ada pengaruh nya buat ku, percayalah aku masih kuat.."
Selesai berkata, Li Ba langsung menarik tali rantai hingga berderak derak dan hampir copot dari dinding ruangan.
"Adik Ba tahan..!
Bentak Guo Yun.
Sehingga Li Ba terpaksa menghentikan tindakannya.
"Adik Ba, kamu jangan lupa dan terlalu memaksakan diri dengan kondisi mu saat ini."
"Bila terjadi sesuatu pada mu di sana, demi sumpah kita..apa kamu mau melihat aku mati menyusul mu di sana..!?"
tanya Guo Yun dengan suara keras.
__ADS_1
Mendengar ucapan Guo Yun, Li Ba jadi tertegun, dia buru buru menggelengkan kepalanya dengan keras.
Melihat Li Ba mulai tenang, Guo Yun pun berkata,
"Adik Ba dengarkan kakak, kamu harus sembuh dulu dan lebih rajin berlatih."
"Kita jangan mau kalah dengan adik ketiga kita, yang kini juga sedang sibuk berlatih di pulau neraka.."
"Akan terlihat memalukan, bila sebagai kakak kita kalah darinya.."
Li Ba menatap Guo Yun dengan heran dan bertanya,
"Kakak siapa adik ketiga kita itu ?"
"Maaf kakak lupa memberitahu mu, Li Kui tukang perahu kita dulu itu, kini dia adalah saudara angkat kita.."
"Dia kini adalah saudara ketiga kita.."
Li Ba tersenyum lebar dan berkata dengan gembira dan penuh antusias.
"Kakak Yun aku sungguh tidak sabar lagi menanti hari di mana, kita bertiga bisa berkumpul dan berjuang lagi bersama sama.."
"Kakak Yun apakah adik ketiga ada kemungkinan bisa mengalahkan kita berdua ?"
tanya Li Ba antusias..
Guo Yun menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Aku tidak tahu pasti, tapi itu ada kemungkinan besar bisa.."
"Kok bisa kak,.. jadi penasaran aku.."
"Bukankah Li Kui setahu aku, bahkan pendekar besi pun belum tentu termasuk, bagaimana mungkin dalam waktu singkat bisa mengalahkan kita..?"
ucap Li Ba penasaran.
Guo Yun sambil tersenyum berkata,
"Tidak ada yang tidak mungkin, kamu belum tahu siapa istri dan mertua nya.."
"Aku katakan pada mu, mertuanya adik Kui itu kemampuan nya sangat tinggi."
"Baru istrinya saja, aku sendiri belum tentu sanggup menandinginya."
"Aku memperkirakan mertua adik Kui, ada kemungkinan berada ditahap manusia surga atau bahkan mungkin lebih aku kurang paham.."
"Tapi yang jelas kemampuan mertua adik Kui masih diatas guru Zhuangzi..dan kakek Huang.."
"Di dunia ini yang mampu mengalahkan mereka dewasa ini mungkin hanya Gui Zi Sian Seng..dari Lembah hantu.."
ucap Guo Yun menjelaskan dengan serius.
Mendengar penjelasan Guo Yun, Li Ba jadi tertegun dan menelan liurnya sendiri yang hampir tumpah.
Sesaat kemudian dia baru berkata,
"Kalau begitu kakak benar, aku harus mempercepat masa hukuman.."
"Agar bisa cepat cepat mengejar ketertinggalan ku.."
"Baiklah kak, kakak pergilah sekarang aku sudah mengerti.."
"Hati hati di jalan cepat pergi cepat pulang,.. sampai jumpa.."
ucap Li Ba lalu dia memejamkan matanya dan menundukkan kepalanya.
Li Ba tidak ingin kesedihan nya terlihat oleh Guo Yun.
Guo Yun menghela nafas panjang, lalu dia melayang ringan keatas memeluk dan menepuk pundak Li Ba.
Menciumi kepala Li Ba dan berbisik,
"Jaga dirimu baik-baik adik Ba, kakak pergi dulu.."
Setelah berkata, Guo Yun melepaskan pelukannya, kemudian dia melesat menuju kearah pintu keluar.
"Kakak,..!"
"Ingat harus pulang dengan selamat, jangan kecewakan penantian ku..!"
teriak Li Ba.
Saat Guo Yun hampir meninggalkan ruangan nya.
Guo Yun menghentikan langkahnya, berbalik menoleh kearah Li Ba, sambil tersenyum penuh haru, Guo Yun menganggukkan kepalanya.
Setelah itu dia langsung keluar dari dalam ruangan kamar hukuman, sebelum menutup kembali pintu nya.
Guo Yun menatap kearah petugas bertubuh tinggi besar dan menggunakan topeng itu.
__ADS_1
Guo Yun menganggukkan kepalanya sebagai kode agar algojo tersebut bisa kembali jalankan tugasnya.