LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
SAMA SAMA MERASA BERSALAH


__ADS_3

Telapak tangan Guo Yun menempel dengan telapak tangan si kontet.


"Ahhhh,..!"


Guo Yun menjerit kaget, saat telapak tangan nya, yang berbenturan dengan telapak tangan si kontet menempel erat di sana.


Tidak mampu di lepaskan sama sekali, sedangkan tenaga sakti nya merembes tak terkontrol terhisap ke tubuh Si kontet.


Bagaimana pun Guo Yun meronta, telapak tangannya tidak mampu di lepaskan.


Bahkan tenaga saktinya semakin kuat terhisap berpindah ke si kontet.


Si kontet terlihat menyunggingkan senyum mengejek.


Dalam keadaan panik, otak Guo Yun cepat bekerja, tangannya yang bebas membentuk dua jari di gerakkan menusuk kearah mata si kontet.


Sedangkan kakinya yang lainnya meluncur deras kearah bagian se Lang kang an si kontet.


"Plakkk...!"


"Dessss..!"


Serangan dua jari Guo Yun kini tertangkap oleh telapak tangan si kontet.


Sedangkan tendangan kaki nya tepat sasaran, tapi Si kontet bukannya kesakitan.


Malah Guo Yun nya yang terbelalak kaget, kakinya menempel di sana, sama persis seperti serangan pertama dan keduanya.


Dari kedua tangan dan sebelah kaki Guo Yun yang menempel di tubuh si kontet, kini menghambur keluar tenaga sakti Guo Yun yang semakin banyak dan tak terkontrol.


Guo Yun terbelalak pucat, tak berdaya, dalam sekejab saja, setengah dari kekuatan Guo Yun yang baru pulih sudah berpindah masuk kedalam tubuh si kontet.


Ini benar benar mengerikan, Guo Yun bagaikan capung yang terperangkap oleh sarang laba laba.


Semakin meronta semakin cepat habis tenaganya, tidak melawan pun, tenaga nya terus mengalir bagaikan air, yang sedang mencari dataran yang lebih rendah, yang akan menampungnya menjadi satu wadah.


Min Min yang sudah terlepas dari cengkraman tangan si kontet.


Melihat ada sesuatu yang tidak beres dengan Guo Yun.


Dia terlihat panik ingin membantu tapi tidak tahu bagaimana caranya.


Akhirnya dia dengan nekat memberikan tamparan dan tendangan secara sembarang ke tubuh si kontet.


"Plakkkk..!"


"Plakkkk..!"


"Plakkkk..!"


"Dessss,..!'


"Dessss,..!'


"Dessss,..!'


"Aihhhhh..!"

__ADS_1


Teriak Min Min kaget tubuhnya terpental dan jatuh terjengkang kebelakang.


Dia terpental oleh daya dorong pukulannya sendiri, tubuh si kontet seperti bola karet yang terisi angin hingga penuh.


Sangat keras dan alot, apapun yang dipukulkan dengan sekuat tenaga akan membalik.


Bila pukulan nya mengandung tenaga sakti, maka akan terhisap, bila pukulannya adalah tenaga kasar maka akan di pentalkan kembali.


Sama seperti yang di alami oleh Min Min barusan.


Min Min meringis sambil bersungut sungut menahan nyeri di bagian kepala belakang, yang membentur tanah dengan keras.


"Min Min kamu tidak apa-apa..?"


tanya Guo Yun khawatir.


Padahal dirinya sendiri sedang dalam masalah besar.


Min Min menggelengkan kepalanya, sambil menahan rasa nyeri dan pusing di kepala nya.


Min Min yang menggunakan tangannya mengusap usap kepalanya yang sedikit benjol.


Tanpa sadar dia malah menyentuk tusuk rambut di kepalanya.


Min Min menatap kearah tubuh Si kontet dan Guo Yun secara bergantian.


Min Min melihat tubuh Si kontet terus mengembung seperti bola yang penuh dengan angin.


Sedangkan di pihak Guo Yun, terlihat semakin mengempis sedikit demi sedikit seperti sebuah bola bocor.


Melihat hal itu Min Min mencabut tusuk kondenya menunjukkan kearah Guo Yun.


Melihat kode dari Guo Yun, Min Min langsung berlari secepat mungkin lalu menusukkan tusuk kondenya kearah leher si kontet.


Di saat bersamaan Guo Yun mendorongkan seluruh kekuatannya, hingga habis masuk kedalam tubuh si kontet.


Si kontet terlihat kaget, tapi dia tidak kuasa untuk menghentikan ataupun mengalihkan tenaga Guo Yun.


"Creppp..!"


"Werrrrr..!"


Tubuh si kontet melesat terbang tak beraturan menabrak kemana mana.


Dia seperti balon bocor yang beterbangan, sambil mengeluarkan bunyi angin, yang berasal dari tempat bocor, yaitu di bagian lehernya yang di tusuk oleh tusuk konde Min Min.


Guo Yun jatuh terkapar lemas dengan nafas kembang kempis.


Sedangkan Min Min jatuh terduduk diatas tanah karena kaget oleh pergerakan tubuh si kontet yang tidak beraturan.


Guo Yun berusaha bangun untuk duduk, dia mengisi kembali tenaganya yang hilang dengan menghimpun hawa inti sari langit dan bumi tanpa batas masuk kedalam tubuhnya.


Berusaha secepatnya memulihkan kondisi.


Tubuh si kontet yang terpental kesana kemari menghancurkan apa pun yang di lewati nya.


Akhirnya dia jatuh tergeletak diatas tanah, dalam keadaan pingsan tidak sadarkan diri.

__ADS_1


Guo Yun yang sambil mengumpulkan hawa, dia berkata dengan suara lemah.


"Min Min cepat ikat dia, selagi.dia masih pingsan dengan rantai ku."


"Ayo cepat, sebelum dia bangun."


ucap Guo Yun yang kini hanya bisa mengandalkan Min Min membantunya.


Guo Yun langsung mengeluarkan rantai dan gemboknya, diatas tanah.


Min Min tanpa menunda waktu, dia buru buru berusaha membawa rantai itu lalu melilitkan nya, ditubuh si kontet membelenggunya, dari leher hingga ke kaki.


Lalu dia menyelesaikan pekerjaan nya, dengan memasang gembok mengunci sambungan rantai.


Sehingga kini tubuh si cebol yang belum sadarkan diri tergeletak kaku tidak bisa di gerakkan.


Melihat hal ini Guo Yun pun tersenyum lega, dia kembali memejamkan matanya.


Bermeditasi untuk memulihkan kekuatannya yang hilang.


Thian Ti Sen Kung dengan cepat mengisi kembali tenaga sakti Guo Yun yang hilang.


Saat si kontet sadar, dia hanya bisa berteriak teriak dengan bahasa tidak jelas, bergulingan kesana kemari.


Tapi dia tetap tidak mampu melepaskan diri, setelah kelelahan dan tetap tidak merubah keadaan.


Dia pun akhirnya hanya bisa terkapar pasrah, dengan sepasang mata melotot lebar kearah Min Min, dengan penuh kebencian.


Dia sangat kesal dengan Min Min karena Min Min lah yang merusak semuanya.


Min Min yang menusuknya,.dia pun yakin pasti Min Min lah yang mengikatnya seperti saat ini


Guo Yun tidak mungkin bisa melakukan nya, karena kondisi tidak memungkinkan untuk itu.


Min Min yang kesal terus di pelototi si cebol, Min Min balas membentaknya.


"Apa kamu pelotot pelotot,..!"


"Min Min meraup segenggam tanah dan melemparkannya kearah S i kontet yang sedang teriak teriak dan mempelototi dirinya.


Si cebol otomatis gelagapan, matanya kemasukan pasir, mulutnya yang terbuka karena sedang ngoceh tidak jelas juga ikut kemasukan pasir tanah tanah.


Si kontet langsung muntah muntah dengan airmata bercucuran.


Dia tidak bisa membuka matanya, karena setiap ingin di buka, dia merasa matanya perih dan sakit luar biasa.


"Yun ke ke kamu tidak apa-apa ?"


"Maafkan Min Min ya ? Min Min terlalu keras kepala, tidak mendengarkan larangan Yun ke ke.."


"Min Min hampir saja mencelakai kita semua disini.."


ucap Min Min sambil menatap Guo Yun penuh sesal.


Guo Yun membuka matanya, menghentikan latihannya.


Dia menarik Min Min kedalam pelukannya dan berkata,

__ADS_1


"Tidak Min Min ini semua salah ku.."


__ADS_2