
Guo Yun butuh waktu seminggu lebih, merawat lukanya.
Dia baru bisa kembali pulih total seperti semula.
Seluruh lukanya sudah mengering hampir sembuh, tapi ada satu hal yang sangat menggangu pikirannya.
Yaitu Guo Yun sama sekali tidak ingat siapa dirinya, darimana asalnya, apa yang terjadi, mengapa dia bisa ada di tempat ini.
Keempat hal ini selalu menjadi pertanyaan dalam pikirannya, tapi tidak pernah ada jawaban nya.
Tepat di Minggu kedua, di mana seluruh lukanya telah pulih total.
Guo Yun mulai mencoba melakukan penelusuran.
Dia mencoba mencari jalan keluar, agar bisa meninggalkan tempat yang mengurungnya ini.
Hanya dengan cara keluar dari sini, dia baru bisa menemukan rahasia siapa dirinya, pikir Guo Yun penuh tekad.
Pertama tama Guo Yun mencoba menelusuri kemana aliran sungai itu perginya, setelah di tampung oleh kolam air terjun.
Guo Yun terus berjalan mengikuti aliran sungai itu, tapi sungai itu ternyata lewat celah celah di bawah sebuah tebing tinggi.
Guo Yun mencoba memeriksa kedalaman celah di tebing itu.
Tapi dia harus kecewa.
Celah itu sangat sempit , bahkan tangannya pun tidak bisa lewat.
Guo Yun masih belum putus asa, dia menyelam kedalam sungai, melakukan pemeriksaan sepanjang tebing, yang terendam aliran air sungai itu.
Tapi setelah hampir seharian melakukan pemeriksaan, akhirnya dia harus menyerah.
Hampir rata semua celah tebing itu, semua hanya bisa di lewati telapak tangan saja, bahkan ada yang telapak tangan pun tidak bisa lewat.
Guo Yun terpaksa menghentikan penelusuran nya di tempat itu, dengan sedikit kecewa.
Guo Yun menghabiskan malam itu dengan bermeditasi meningkatkan kekuatan tenaga saktinya.
Hingga pagi, Guo Yun baru mulai melakukan penelusuran pada dinding tebing, yang mengelilingi seluruh tempat itu.
Di balik hutan bambu, yang tertutup akar akar pohon, Guo Yun menemukan ada sebuah lubang gelap, mirip gua anjing.
Di katakan gua anjing, karena ukurannya, memang harus di masukin dengan cara merangkak.mirip seekor anjing.
Tapi Guo Yun tidak perduli, meski harus merayap sekalipun, dia harus menyelidikinya kedalam.
Dia tidak mau membuang peluang sedikit pun.
Guo Yun tetap merangkak masuk kedalam secara hati hati.
Ternyata dugaan Guo Yun tidak meleset, gua itu hanya luarnya saja yang kecil.
Di dalam cukup besar, bisa di gunakan oleh orang dewasa, untuk berdiri dengan bebas.
Guo Yun masuk kedalam gua melakukan pemeriksaan secara lebih detil bagian dalam gua.
Tapi akhirnya Guo Yun harus kembali merangkak keluar dari dalam gua, dengan di penuhi kekecewaan.
Guo Yun lalu kembali melakukan penelusuran kearah dinding tebing lainnya.
__ADS_1
Dia kembali menemukan puluhan gua besar kecil, tapi saat di telusuri kedalam semua sama saja.
Tetap tidak ada jalan keluarnya, hanya berupa gua kosong belaka.
Di penghujung tebing, Guo Yun kembali menemukan sebuah gua yang cukup besar setinggi 3 sampai 4 meter.
Dengan hati hati Guo Yun pun masuk kedalam gua tersebut.
Begitu masuk kedalam Gua, Guo Yun langsung merasa ada aura berbeda di sana.
Guo Yun merasa gerak geriknya seperti ada, yang sedang mengintainya.
Tak lama kemudian dari balik kegelapan, muncul dua titik cahaya merah.
Seperti dua lampu senter, yang sedang menyorot kearah Guo Yun.
Guo Yun yang merasa ada yang tidak beres, buru buru menotol kakinya keatas tanah didalam gua.
Lalu tubuhnya langsung terbang keluar, dari dalam Gua dengan kecepatan tinggi.
Tapi melihat dia terbang keluar, dua titik cahaya merah, bergerak dengan sangat cepat mengejarnya.
Setelah keluar dari dalam kegelapan, samar samar Guo Yun mulai bisa melihat bentuk asli mahluk itu.
Ternyata mahluk itu adalah seekor ular putih raksasa, yang memilki tanduk di tengah tengah kepalanya.
Tanduk tunggal runcing berulir, seperti tanduk binatang legenda Unicorn.
Ular itu mendesis marah, melakukan pengejaran hingga kepalanya keluar dari dalam Gua.
Guo Yun yang kini sudah tidak memilki pedang, secara sembarangan, dia menggunakan sebilah bambu untuk melindungi diri.
Guo Yun terus bergerak mundur menjauh, dengan ringan tubuhnya, berusaha menjauhi ular putih raksasa itu.
Dia terus bergerak melakukan pengejaran, hingga kearah air terjun.
Perlahan lahan seluruh tubuhnya yang panjang besar dan besar, mulai keluar dari dalam Gua.
Ular itu sambil mendesis marah membentangkan mulutnya lebar lebar, maju menyerang kearah Guo Yun.
Guo Yun bersyukur, dia mengambil keputusan memulihkan luka, baru melakukan pemeriksaan jalan keluar.
Bila tidak, dia pasti tidak akan mampu menyelamatkan diri, bila harus menghadapi ular raksasa, yang mungkin sudah jadi siluman.
Pantas saja, semua binatang kecuali ikan panca warna, tidak ada yang terlihat satupun yang muncul di tempat ini.
pikir Guo Yun dalam hati.
"Ssshhh...!"
Sambil berdesis marah, ular itu menyemburkan kabut asap hijau kearah Guo Yun, saat mulutnya sedang terpentang lebar ingin mencaplok Guo Yun.
"Wusss...!"
Guo Yun juga bergerak gesit, menghindar sambil menjauhi serangan mulut ular raksasa, dan kabut beracun nya.
Guo Yun melepaskan Tebasan Pedang Sapu Jagad, menggunakan bambu di tangannya.
"Wesss..!"
__ADS_1
"Blukkkk...!"
Sinar hijau melesat menghantam kulit ular putih yang tebal dan licin.
Serangan Guo Yun hanya menimbulkan luka gores kecil, mahluk itu yang berkulit tebal, mampu menahan serangan pamungkas yang Guo Yun lepaskan.
Melihat hal itu, Guo Yun menjadi kaget dan berlaku semakin waspada.
Dalam menghadapi mahluk berkulit tebal, dan tahan menghadapi serangannya itu.
Ular putih raksasa, tidak hanya tidak berhasil menemui sasaran, malah dia sedikit terpental dan tergores oleh serangan Guo Yun.
"Ssshhh...!"
Dia kembali berdesis lebih keras, dan terlihat semakin marah,. terhadap Guo Yun.
Dia langsung mempergencar menyerang Guo Yun, dia terus berusaha mencaplok Guo Yun kesana kemari.
Tapi hasilnya selalu nihil, karena dengan gerakan gesit, Guo Yun selalu mampu menghindari serangannya.
Guo Yun terus menerus melancarkan serangan, yang melukai tempat yang sama.
Sehingga lukanya semakin lama semakin lebar, darah mulai mengucur dari luka di tubuh ular tersebut.
Hal ini membuat ular itu semakin menggila dan sangat marah terhadap Guo Yun.
Dia bahkan mulai menggunakan ekornya menyabet kearah Guo Yun.
"Wussss..!"
"Brakkkk..!"
"Bresss..!"
Tebing dan batu karang, yang terkena hantaman ekornya, langsung pecah hancur berantakan.
Guo Yun yang terdorong oleh angin kibasan ekornya saja, tubuhnya langsung terpental menabrak sebatang pohon Pinus besar, hingga bergoyang goyang.
Guo Yun memanfaatkan daya pantul, untuk kembali menerjang kearah ular itu, dan kembali memberikan dua tebasan sapu jagad secara beruntun.
"Sreettt..!"
Sreettt..!"
Ular itu mulai meraung marah dan semakin kuat menerjang secara membabi buta kearah Guo Yun.
"Rrrrrrhhhh...!"
"Wussss..!"
"Bresss..!"
Bresss..!"
Bresss..!"
Ekornya juga ikut menyabet dan menyerang kearah Guo Yun tanpa henti.
Menghancurkan apapun yang di lewatinya.
__ADS_1
Sesekali dia akan menyemburkan kabut bisa hijaunya, untuk melumpuhkan Guo Yun.
Tanaman yang di lewati oleh kabut beracun itu langsung layu.