LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
MENGUNJUGI PERKEMAHAN PASUKAN ZHANG YUN


__ADS_3

Guo Yun buru buru menyela nya, "Kakek Meng Yun putra kami baik baik saja."


"Dia ada di ibukota Gui Ji.."


"Kek kedatangan kami sebenarnya ada keperluan serius, yang membutuhkan bantuan kakek.."


Ucap Guo Yun langsung ke inti masalah, untuk membelokkan pembicaraan, yang akan membuat Min Min semakin kesal dengan nya.


Kakek Kui Yi Sien Seng mengangguk dan berkata,


"Oh jadi cucu ku namanya Meng Yun.."


"He He..He..!"


"Nama yang sangat bagus.."


"Aku jadi rindu dengan anak itu, bila ada waktu jangan lupa bawa dia kemari.."


Ucap Kakek Kui Yi Sien Seng serius.


Guo Yun mengangguk dan berkata,


"Itu pasti, tapi saat ini kerajinan Yue sedang sibuk, kami dalam waktu dekat belum ada waktu itu, Harap kakek bisa memaklumi nya.."


Kui Yi Sian Seng menatap Guo Yun dan berkata


"Kalian berdua duduklah dulu, ceritakan saja pelan pelan, ada masalah apa yang memberatkan kalian.."


"Sehingga harus jauh jauh datang kemari..?"


Guo Yun langsung menceritakan secara singkat masalah wabah yang menyerang beberapa kota di bawah kekuasaan Yue.


Kui Yi Sien Seng mendengarkan nya dengan sabar hingga selesai, baru berkata,


"Baiklah Yun er, aku akan turun tangan membantu mu.."


"Tapi Min Min sedang hamil muda, demi keselamatan nya dan cicit ku.."


"Sebaiknya dia tetap tinggal di sini, sampai kita kembali.."


Min Min menggelengkan kepalanya kurang setuju.


Tapi Guo Yun justru berkata,


"Min Min ucapan kakek benar, kamu sebaiknya di sini saja.."


"Setelah masalah wabah selesai, aku dan kakek baru kembali kemari untuk menjemputmu.."


"Lalu kita bisa pulang sama sama.."


Min Min terdiam sejenak, tiba tiba dia berkata,


"Yun ke ke bagaimana bila aku menunggu di rumah yang tadi itu saja..?"


Guo Yun terdiam sejenak, sebenarnya tempat ini akan jauh lebih aman buat Min Min.


Tapi dia tahu pasti, bila dia menolaknya.


Min Min pasti akan ngotot minta ikut.


Setelah berpikir Guo Yun akhirnya berkata,

__ADS_1


"Baiklah,.. kamu boleh tinggal di sana.."


"Tapi jangan pergi jauh jauh dari sana, takutnya ketemu orang jahat.."


Ucap Guo Yun serius.


Min Min mengangguk cepat sambil tersenyum lebar.


Kui Yi Sien Seng hanya bisa menggelengkan kepalanya, dia juga sadar, mereka tidak akan bisa mencegah Min Min, bila dia menghendakinya seperti itu.


Tanpa berkomentar apapun, Kui Yi Sien Seng segera pergi meminta bawahan nya menyiapkan segala sesuatu yang di perlukan.


Setelah itu dia dengan di temani oleh Guo Yun Min Min dan seorang pelayan kepercayaannya.


Mereka berempat segera meninggalkan lembah hantu, dengan menggunakan perahu milik Guo Yun.


Saat tiba di rumah kenangan Min Min dan Guo Yun.


Kui Yi Sien Seng langsung berpesan pada pelayannya.


"A Mei,.. kamu bantu pindahkan semua barang ini kedalam pondok sana.."


"Kamu bantu dan jagalah Min Min baik baik.."


"Bila ada yang datang menganggu, gunakan ini untuk mengusir ataupun menahan mereka.."


"Jadi kalian punya waktu melarikan diri dan kembali bersembunyi di lembah hantu ."


Ucap Kui Yi Sien Seng mengingatkan.


"Baik Ku Cu,.. A Mei akan mengingatnya, Ku Cu tenanglah.."


Ucap pelayan itu sambil menerima sebatang suling kecil dari Kui Yi Sien Seng.


Kemudian dia bawa ke dalam pondok semuanya.


A Mei bekerja dengan gesit dan cepat tanpa perlu di ingatkan.


Melihat hal ini, Guo Yun menjadi jauh lebih tenang.


Dia dari Kui Yi Sien Seng kembali melanjutkan perjalanan mereka meninggalkan tempat itu.


Mereka berdua langsung bergerak cepat menggunakan kuda Guo Yun dan Min Min, langsung berangkat menuju dermaga Wu Hu.


Setelah melakukan perjalanan cepat keesokan paginya, Guo Yun dan Kui Yi Sien Seng akhirnya tiba juga di dermaga Wu Hu.


Seluruh akses jalan keluar masuk kota Wu Hu di jaga ketat oleh sisa pasukan harimau hitam yang sehat.


Sebelum mendekati para penjaga, Kui Yi Sien Seng menggunakan sarung tangan dan kain penutup hidung dan mulut di wajahnya.


Dia juga memberikan barang yang sama ke Guo Yun agar di kenakan.


Setelah itu mereka baru bergerak menghampiri pasukan penjaga.


Salah satu pasukan penjaga, begitu melihat Guo Yun dan Kui Yi Sien Seng , yang wajahnya separuhnya tertutup.


Dia segera maju menegur dan memberikan informasi.


"Siapa kalian berdua..!?"


"Akses Jalan ini asedang di tutup, kota di dalam sana ada wabah berbahaya.."

__ADS_1


"Saya harap kalian putar balik arah saja.."


Guo Yun tidak banyak bertele tele, dia mengeluarkan sebuah plat hitam, lalu dia tunjukkan kearah petugas yang berjaga di sana.


"Apa aku sudah boleh masuk..!?"


Tanya Guo Yun santai.


Petugas yang berjaga di sana, begitu melihat plakat yang Guo Yun tunjukkan.


Mereka semuanya dengan kaget segera menjatuhkan diri berlutut di hadapan Guo Yun.


"Salam hormat kami Yang Mulia, semoga Yang Mulia panjang umur dan sehat selalu.."


"Maafkan kami yang tidak mengenali Yang Mulia, sehingga bersikap kurang sopan..'


Ucap kepala komandan jaga dengan kepala tertunduk.


Guo Yun mengangguk pelan dan berkata,


"Bukan masalah, kalian semua berdirilah.."


"Aku hanya perlu satu orang, untuk mengantar ku ke kemah Jendral Zhang.."


"Sisanya boleh kembali lanjutkan penjagaan kalian.."


"Biar saya saja yang mengantarnya.."


Ucap kepala komandan jaga cepat


Dia segera maju untuk menuntun kuda Guo Yun dan kuda kakek Kui Yi Sien Seng .


Komandan itu dengan cepat menuntun kuda tunggangan Guo Yun dan kakek Kui Yi Sien Seng, langsung memasuki wilayah terlarang.


Saat memasuki kamp militer yang di dirikan di luar kawasan dermaga Wu Hu.


Hati Guo Yun terenyuh melihat pasukannya yang jatuh sakit, mereka semua terlihat terbaring di sana sini.


Dan hanya menerima pengobatan seadanya, karena kurangnya tenda.


Hanya prajurit yang sakitnya benar benar patah yang mendapatkan perawatan di dalam tenda.


Sedangkan yang sakitnya lebih ringan, mereka terpaksa berbaring di lapangan terbuka.


Dengan perawatan makanan dan obat obatan seadanya..


Selain yang terbaring sakit di mana mana.


Guo Yun juga melihat kesibukan, sebentar sebentar ada prajurit yang menggotong tandu yang tertutup kain putih.


Di bawa ke suatu tempat yang agak jauh, lalu sosok yang ada di tandu di turunkan.


Dengan cara di lempar kearah tumpukan mayat yang menguning di sana.


Melihat pemandangan seperti itu, Guo Yun pun menghela nafas sedih.


Komandan pasukan itu seperti mengerti apa yang menjadi beban pikiran Guo Yun.


Dia segera berkata,


"Mayat mayat itu, sore hari baru akan di bakar, agar virusnya tidak menular kemana mana.."

__ADS_1


"300.000 pasukan kita kini yang sehat tidak sampai 50.000 yang mati 100.000, sisanya sedang dalam keadaan mengkhawatirkan.."


__ADS_2