LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
KEMARAHAN DAN KESEDIHAN


__ADS_3

"Siapa kamu mengapa kamu bisa ada disini..!?"


bentak salah satu penjaga berwajah pucat tinggi kurus, kelihatannya dia adalah pimpinan dari ketiga rekannya.


Li Ba menatap mereka berempat dengan wajah polos dan berkata,


"Aku dari atas sana, ini tanda pengenal ku, nama ku Li Ba.."


"Aku mau bertemu Huang Sian Sian ?"


ucap Li Ba sambil menunjukkan plakat hitamnya.


Keempat orang itu terkejut, mereka segera memberi hormat kearah Li Ba.


Si muka pucat dengan penuh hormat berkata,


"Kakak nama ku Sun Te, panggil saja saya Ate.."


"Mari saya antar.."


ucap Ate dengan penuh hormat.


Li Ba hanya tersenyum bodoh sambil menganggukkan kepalanya.


Dia segera mengikuti Ate yang membawanya melewati pintu samping, mengambil jalan memutar, menuju halaman belakang Su Yuan.


Saat tiba di halaman belakang Ate berkata,


"Orang yang kakak Ba cari, ada di belakang sana, dia bekerja sebagai juru masak di bagian dapur."


"Aku tidak antar,.. kakak silahkan saja.."


ucap Ate sambil memberi hormat kearah Li Ba.


"Terimakasih banyak saudara Ate."


ucap Li Ba sambil membalas penghormatan Ate.


Sementara Ate bergerak kembali ke posnya, Li Ba melanjutkan langkahnya mendekati bangunan dapur.


Di mana terlihat asap mengebul ngebul dari cerobong asap, yang terletak di bagian belakang atap dapur.


Saat mendekati dapur, Li Ba mendengar suara jerit tertahan dan Isak tangis pilu dari arah belakang dapur sana.


Juga terdengar suara bentakan ejekan dan suara tertawa dari beberapa orang lainnya.


Li Ba yang merasa perasaannya sangat tidak tenang, dia segera mempercepat langkahnya menuju tempat asal suara itu.


Saat tiba di tempat asal suara, Li Ba mendapati ternyata tempat asal suara berasal dari gudang tempat penyimpanan kayu bakar.


Li Ba saat tiba di sana, dengan mata kepala sendiri dia melihat seorang gadis tanggung, sedang tengkurap di atas lantai.


Sepasang tangan kakinya sedang di pegangi oleh 4 orang wanita yang usianya jauh lebih tua darinya.


Dua yang lainnya, yang satu memegang rotan di tangannya sedang memukuli punggung gadis itu.

__ADS_1


Hingga terlihat Balur Balur merah biru, darah membeku, dan darah merah yang mengalir dari luka di punggungnya yang pecah.


Tidak sampai di sana, seorang gadis lain dengan kejam, sedang meneteskan lilin panas di sepasang bo kong gadis tanggung itu, yang celananya di pelo rotin kebawah.


Suara jerit tertahan dan tangisan yang Li Ba dengar sebelumnya, semua berasal dari gadis tanggung yang sedang di siksa itulah.


Gadis tanggung yang sedang di siksa itu, sambil menangis dan merintih menahan rasa sakit


Dia mengangkat kepalanya melihat.krarah Li Ba, untuk melihat siapa yang baru saja datang ketempat itu.


Saat sepasang mata mereka bentrok, tangis gadis itupun pecah, dengan suara terputus putus, dia berkata,


"Kakak Ba,.. tolong ..aku..!"


Setelah itu, gadis itupun langsung pingsan tidak sadarkan diri.


Li Ba yang melihat semua kejadian itu sangat kaget, hingga suaranya sulit keluar.


Hingga dia kesulitan untuk menegur orang orang biadab itu.


Sesaat Li Ba berdiri bengong di sana, dengan tubuh gemetar menahan amarahnya yang meluap-luap.


Puncaknya adalah gadis tanggung itu, setelah memanggil namanya kemudian pingsan.


Meledak lah amarah Li Ba, dengan mengeluarkan teriakan menggetarkan.


"Arggghh,..!"


"Mampuslah kalian semua..!"


Seberkas petir biru menyambar tubuh ke 6 gadis muda, yang tadi sedang menyiksa Sian Sian.


Ke 6 gadis muda itu langsung terpental keluar dari dapur.


Saat tubuh mereka terjatuh keatas tanah, tubuh ke 6 gadis muda itu sudah gosong seperti habis tersambar petir.


Tidak ada satupun di antara ke 6 gadis itu yang masih bernyawa.


Sementara Li Ba sedang menangis sedih, memeluk Sian Sian yang pingsan tidak sadarkan diri.


Ada seorang gadis muda lainnya, diam diam melarikan diri dari tempat tersebut.


Dia lah otak dari semua peristiwa ini, dia adalah Wei Wei, putri tunggalnya guru Song, yang menduduki jabatan bagian hukum di Su Yuan.


Dia dari awal Sian Sian datang kesana, dia sudah sangat tidak menyukai Sian Sian.


Dia selalu mencari cara untuk menindas dan menghina Sian Sian.


Awal permusuhan mereka karena Sian Sian tidak bersedia menurutinya.


Sian Sian yang tadinya memiliki tabiat keras kepala dan manja.


Tidak bersedia mengalah dengan nya.


Mereka berdua bahkan terlibat bersaing memperebutkan sumberdaya.

__ADS_1


Hingga terjadi perkelahian, yang di menangkan oleh Sian Sian.


Hal inilah yang membuat Wei Wei dendam dan selalu mencari masalah dengan Sian Sian.


Sian Sian yang tidak memiliki pelindung, tidak seperti Wei Wei yang selalu di lindungi oleh ayahnya dan kepala sekolah Su Yuan Guru Ping.


Akhirnya dia hanya bisa menerima nasib di siksa dan ditindas oleh Wei Wei, yang semakin hari semakin kelewatan.


Hari ini Sian Sian kembali mendapatkan siksaan dengan tuduhan, sengaja meracuni makanan Wei Wei, sehingga membuatnya malu di depan umum.


Wei Wei sendiri tidak tahu telah salah makan apa, sehingga saat latihan pagi bersama, tiba-tiba perutnya terasa mules,.


Karena tidak sanggup menahannya lagi, Wei Wei berencana secara diam diam, dia ingin buang angin, tapi yang keluar justru suara nyaring dan cairan kuning.


Hal ini tentu saja membuat dirinya di tertawai oleh semua orang dan menjadi bahan olok-olok.


Tak terima dengan hal itu, dia lalu melimpahkan semua kesalahan ke Sian Sian yang bertugas di dapur.


Makanya dia bersama teman temannya mendatangi dapur mencari dan menyiksa Sian Sian.


"Mengapa jadi seperti ini,..!?"


"Maafkan kakak Sian er, kakak yang salah,.. kakak tidak menjaga mu dengan baik.."


ucap Li Ba sedih, sambil berusaha memperbaiki celana Sian Sian yang melorot kebawah.


Di saat itulah Wei Wei datang membawa dua orang pemuda kembar bernama Da Wu.dan Siao Wu.


Kedua pemuda ini adalah putra nya kepal sekolah Su Yuan guru Ping.


Guru Ping dan Guru Song berteman baik, otomatis hubungan Wei Wei dan Wu bersaudara, juga sangat dekat.


Wei Wei yang tadi melihat Li Ba memilki kekuatan mengerikan, dan sepertinya kenal dekat dengan musuh bebuyutannya.


Wei Wei langsung pergi mencari bala bantuan, untuk datang membantunya menghadapi Li Ba.


Karena dia tidak berhasil menemukan ayahnya dan Guru Ping, dia hanya menemukan Wu bersaudara.


Jadi kedua orang inilah yang di ajaknya kemari.


"Hei bajingan apa yang sedang kamu lakukan, dengan celana adik Sian..!?"


tegur Da Wu marah, karena salah paham dengan maksud baik Li Ba.


Li Ba yang tadinya, hendak memberikan penjelasan, tapi saat melihat orang yang menegurnya datang bersama Wei Wei.


Emosi Li Ba langsung naik.


Meski tadi dia belum sempat menghajar Wei Wei.


Tapi tadi dia sempat melihat Wei Wei ikut hadir di sana, saat penyiksaan berlangsung.


Selain itu dia juga sempat mendengar suara Wei Wei membentak bentak.Sian Sian, sebelum dia tiba di lokasi kejadian.


Jadi Li Ba menebak 90% Wei Wei pasti berhubungan dengan masalah yang di alami Sian Sian.

__ADS_1


__ADS_2