LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
HARI KASIH SAYANG


__ADS_3

"Min Min hanya tuhan dan langit yang tahu, betapa aku juga sangat menginginkan nya.."


"Tapi sebelum aku pasti dan yakin racun ku tidak akan mencelakai mu.."


"Aku tidak bisa.."


Min Min maju memegangi wajah Guo Yun dan berkata,


"Tapi aku rela, meski hanya sehari ataupun hanya sejam saja.."


"Asal itu bisa menyembuhkan mu, dan kita bisa bersama.."


"Meski harus mati sekalipun aku tidak akan menyesal.."


ucap Min Min serius.


Guo Yun memegang dagu Min Min yang runcing dan berkulit halus.


"Min Min aku tahu kamu rela dan tidak menyesal, aku paham dan percaya itu.."


"Tapi pernahkah kamu bayangkan, setelah kamu pergi nanti.."


"Bagaimana aku akan menjalani hidup ku seorang diri, dengan di penuhi rasa sesal dan bersalah.."


"Coba situasinya di balik, aku yang pergi demi kamu.."


"Apakah kamu bisa menjalaninya, melanjutkan kehidupan mu dengan mencari kebahagiaan dari orang lain untuk menggantikan posisi ku di hati mu.."


"Mungkin kamu bisa, tapi aku.."


ucapan Guo Yun terpotong oleh bibir Min Min yang langsung menutupi bibirnya.


Min Min memberikan ciuman lembut dan panjang dengan air mata bercucuran membasahi pipinya.


Sesaat kemudian dia baru melepaskan ciumannya, sambil menggelengkan kepalanya, dia menatap Guo Yun dengan serius dan berkata,


"Kamu tidak bisa, aku pun lebih tidak bisa.."


"Aku bisa pastikan aku pasti akan gila karena nya, bila itu terjadi.."


Guo Yun sangat terharu mendengar ucapan Min Min, sehingga dia tidak kuasa menahan diri.


Untuk menarik Min Min masuk kedalam pelukannya.


"Aku berjanji pada mu, setelah ini semua selesai.."


"Aku pasti akan menemani mu kembali ke lembah hantu, kita akan hidup bersama selamanya disana.."


"Meninggalkan semua yang di perebutkan di dunia ramai ini.."


"Nama harta kekuasaan, semua itu tidak lah penting, asalkan ada kamu di sisi ku selama nya.."


"Bagi ku itu sudah lebih dari cukup.."


ucap Guo Yun sambil memeluk dan membelai kepala Min Min dengan lembut.


Min Min mengigit bibir nya sendiri, berusaha menahan suara Isak harunya.


Dia mengangguk cepat dan membalas memeluk Guo Yun dengan melingkarkan sepasang tangannya di belakang leher Guo Yun.


Beberapa saat kemudian, mereka berdua yang sama-sama terbawa perasaan, kembali saling berciuman dengan lebih hangat dan mesra.


Hingga Guo Yun kembali merasakan ada hawa aneh kembali bergolak.


Dia buru buru melepaskan diri, mundur menjauh.

__ADS_1


Sambil membuang wajahnya kesamping dengan nafas memburu.


Guo Yun berkata,


"Min Min kurasa cukup, bila di teruskan akan mendatangkan petaka.."


"Ayo kita keluar dari sini pergi jalan-jalan.."


Min min tersenyum mengerti dan menganggukkan kepalanya.


Dia maju menggandeng tangan Guo Yun mengajaknya meninggalkan kamar mereka.


Guo Yun tidak menolaknya, mereka berdua saling bergenggaman tangan, berjalan keluar dari penginapan.


"Yun Ke ke kita pergi ke toko obat dulu, obat mu sudah habis oleh ku.."


"Kita harus beli gantinya.."


ucap Min Min mengingatkan.


Guo Yun mengangguk, lalu dia menggandeng tangan Min Min menyeberangi jalan.


Masuk kedalam sebuah toko obat yang letaknya tidak terlalu jauh dari penginapan mereka.


"Paman saya ingin menebus obat ini ada, ? perincian lengkapnya ada di sini.."


tanya Guo Yun kepada pemilik Toko obat tersebut.


Pria paruh baya itu, menerima kertas rincian obat dari Guo Yun, membacanya sebentar.


Lalu berkata,


"Ada,..harap tunggu sebentar anak muda.."


Guo Yun mengangguk sambil tersenyum ramah.


Setelah selesai dia pun berkata,


"Obat obat ini bahannya agak sulit dan mahal.."


"Apa kamu yakin akan menebusnya..?"


Guo Yun mengangguk dan berkata,


"Berapa semua nya..?"


"Sepuluh Tael perak.."


ucap pemilik toko itu.


"Apa tidak bisa kurang..?"


tanya Guo Yun tenang.


"Untuk mu 8 Tael saja lah.."


ucap pria itu sambil membungkus obat tersebut dan mengembalikan kertas perincian obat Guo Yun.


Guo Yun meletakkan delapan Tael perak di atas meja.


Setelah itu dia mengambil obat itu, menyimpannya kedalam Cincinnya.


"Sayang obat di Luo Yang sangat murah, kemaren obat ini aku beli di handan perlu 15 Tael perak.."


ucap Guo Yun sambil menggandeng tangan Min Min meninggalkan toko tersebut.

__ADS_1


Min Min saat melihat ekspresi wajah pemilik toko yang terlihat penuh sesal dan kecewa.


Sambil menahan tawa,.dia berkata,


"Mungkin bahan obatnya harganya sudah naik, cuma dia belum tahu.."


"Kita yang beruntung.."


"Gleekk.."


ucapan nakal Min Min membuat pemilik toko itu, tidak bisa menahan diri untuk menelan ludahnya sendiri hingga berbunyi keras.


Setelah keluar dan berjalan meninggalkan toko tersebut, terlihat pemilik toko sibuk mengecek stok dan melihat daftar harga dasar obat obatan yang di belinya dengan wajah kusut dan panik.


Sedangkan di luar sana terlihat Guo Yun dan Min Min saling pandang, kemudian mereka berdua dengan kompak sama sama tertawa hingga terpingkal-pingkal.


Sesaat kemudian Min Min baru berkata,


"Yun ke ke kamu serius beli di handan 15 Tael..?"


Guo Yun sambil menahan tawa berkata,


"Ya nggak lah, aku beli disana 10 Tael perak hampir samalah dengan di sini.."


"Cuma beda potongan harga saja.."


ucap Guo Yun sambil tersenyum.


Min Min sambil menahan senyum menarik tangan Guo Yun meninggalkan tempat itu.


"Yun Ke ke nakal, pemilik toko itu malam ini pasti tidak bisa makan dan tidur dengan nyenyak..'


ucap Min Min.


"Siap suruh dia begitu sombongnya, pake bilang obat ini mahal kita serius tidak menebusnya.."


"Mentang mentang lihat pakaian kita seperti orang gunung.."


ucap Guo Yun sambil menahan senyum.


Min Min dengan gemas mencubit hidung Guo Yun dan berkata,


"Ayo kejar tangkap aku.."


Setelah itu dia sambil tertawa berlari menjauh dari Guo Yun.


Guo Yun sambil tersenyum berlari kecil mengejar, sekaligus menjaga agar tidak terjadi sesuatu dengan Min Min yang periang dan nakal.


Mereka berdua berlarian kejar kejaran hingga tiba di tepi sungai.


Guo Yun berhasil menangkap pinggang Min Min merangkulnya dengan erat .


Mengangkatnya sambil berputar-putar, sehingga Min Min berteriak kaget dan tertawa gembira.


Sesaat kemudian mereka berdua sudah duduk diatas sebuah perahu.


Membiarkan tukang perahu, membawa mereka bergerak pelan menuju ketengah kebagian tengah sungai.


Saat tiba di tengah sungai, ada beberapa perahu kecil lainnya yang mendekat.


Ada yang menjual makanan minuman dan berbagai penganan. kecil.


Guo Yun membelinya untuk di nikmati dengan santai bersama Min Min.


"Kakak tampan, kakak cantik, hari ini hari kasih sayang, belilah bunga ku sebagai ungkapan kasih sayang.."

__ADS_1


ucap seorang bocah cilik perempuan yang mendayung perahu menjajakan bunga segar.


__ADS_2