LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
KECURIGAAN MIN MIN


__ADS_3

"Benar yang mulia.."


Jawab Zhao Gao cepat.


Ying Zheng kembali tersenyum sadis dan berkata,


"Gunakan jasa kelompok bunga matahari, suruh mereka menyamar menjadi perampok."


"Habisi keluarga itu, jangan ada sisa.."


"Siap Yang Mulia.."


jawab Zhao Gao cepat.


Setelah Ying Zheng memberi tanda agar dia boleh pergi.


Zhao Gao setelah memberi hormat dia segera bergerak cepat pergi menjalankan tugas dari Ying Zheng.


Beberapa saat setelah Zhao Gao pergi, bergantian Musashi yang datang menghadap.


Ying Zheng terlibat obrolan serius dengan Musashi dengan cara berbisik-bisik.


Beberapa waktu kemudian, terlihat Musashi keluar dari dalam ruangan tersebut dengan langkah sedikit terburu buru.


Wajah Musashi tetap terlihat dingin, tanpa ekspresi apapun yang tergambar di wajahnya.


Beberapa Minggu kemudian di kediaman Zhang Yi terlihat kesibukan dan kepanikan yang luar biasa.


Para pelayan terlihat hilir mudik keluar masuk kamar Zhang Yi dan istrinya Siao Tie.


Bagi mereka yang keluar dari dalam kamar tersebut, mereka terlihat keluar dari sana, dengan langkah terburu-buru.


Di tangan mereka terlihat membawa baskom yang berisi air dan handuk bercampur darah segar.


Sedangkan bagi yang masuk kedalam, ditangan mereka membawa baskom berisi air panas, dan handuk bersih, yang masih mengeluarkan uap panas dari dalam baskom tersebut.


Sedangkan di dalam kamar Zhang Yi, terlihat Siao Tie terus berteriak kesakitan sambil memegangi perutnya yang besar.


Zhang Yi terlihat duduk tidak jauh dari sana dengan wajah pucat pasi, sepasang mata nya jelas terlihat sangat sedih, tapi juga tak berdaya.


Dia hanya bisa berulang kali menghela nafas berat, sepasang tangannya terus saling meremas.


Menunjukkan kecemasan dan kekhawatiran yang melanda hati dan pikirannya.


Meski mulutnya tidak berkata sepatah katapun, tapi dari gerak geriknya jelas menunjukkan dirinya sangat khawatir.


Seorang tabib tua, terlihat sedang berusaha memeriksa dan memberikan pertolongan pada istri Zhang Yi yang terlihat sangat menderita.


Seorang nenek tua yang di undang untuk membantu proses kelahiran anak.


Dia terlihat berada di celah diantara kedua paha Xiao Tie yang sedikit di tekuk dalam posisi terbuka lebar.


Wajah nenek tua itu terlihat bersimbah peluh, sesekali.dia menggunakan lengan baju untuk menghapus keringat, yang membanjir membasahi wajah dan leher nya .


Sepasang tangannya terlihat bersimbah darah, saat tangan terangkat keatas.

__ADS_1


"Ahhhhhh...sakit...Yi ke ke...suami ku..aku tidak tahan lagi..sakit..!"


terdengar suara teriakan dan rintihan kesakitan Siao Tie secara berulang-ulang.


Suara teriakan Siao Tie, membuat Zhang Yi merasa hati nya sedang diremas remas, jantungnya sedang di betot.


Rasa sakit yang dia derita tidak kalah hebat di bandingkan yang di alami oleh Xiao Tie.


Beberapa waktu kemudian terdengar suara teriakan pengawal penjaga kediaman Zhang Yi.


"Yang mulia Ratu Gongsun Li tiba..!"


"Yang Mulia selir Si Si dan Min Min tiba...!"


"Yang Mulia Li Ba dan istrinya tiba..!"


Mendengar laporan tersebut dengan lesu, Zhang Yi bangkit berdiri, lalu berjalan kearah pintu kamar, untuk menyambut kedatangan atasannya, yang datang mengunjunginya.


"Yang Mulia Ratu terimalah salam hormat hambat.."


"Semoga Yang Mulia panjang umur dan sehat selalu..'


ucap Zhang Yi ingin menjatuhkan diri berlutut, untuk memberi hormat kepada rombongan tersebut.


Tapi tindakan nya langsung di cegah oleh Gongsun Li,


"Tidak usah banyak peradatan, Paman Zhang.."


"Katakan apa yang sebenarnya terjadi, mengapa bisa muncul masalah ini..?"


"Bukannya seharusnya jadwalnya bulan depan..?"


Zhang Yi berkata,


"Ayo kita bicara di ruang kerja ku saja, agar tidak menganggu konsentrasi tabib Mo dan bibi Lao yang sedang fokus menyelamatkan Siao Tie..dan bayi kami.."


Sebelum mereka sempat menjawab, Zhang Yi sudah berjalan lebih dulu menuju ruangan baca nya.


Gongsun Li dan rombongannya terpaksa mengikuti langkah Zhang Yi meninggalkan tempat itu.


Menuju kamar baca Zhang Yi yang letaknya, tidak terlalu jauh dari kamar Zhang Yi dan Siao Tie.


"Silahkan duduk Yang Mulia semuanya, maaf Zhang Yi tidak bisa memberikan sambutan selayaknya.."


ucap Zhang Yi merendah.


"Tidak apa-apa Zhang Yi, tak perlu sungkan, katakan saja apa yang sebenarnya terjadi dengan istri mu..?"


ucap Gongsun Li sambil menatap kearah Zhang Yi dengan tatapan mata prihatin.


"Hamba juga kurang tahu yang mulia, semalam saat mau tidur dia tiba tiba mengeluh perutnya sakit.."


"Aku segera undang tabib dan bibi yang biasanya menangani proses kelahiran."


"Menurut tabib istri ku kemungkinan masuk angin saja.."

__ADS_1


"Aku di berikan resep obat untuk ditebus ke toko obat, di masak sesuai petunjuk resep, untuk di minumkan ke istri ku.."


"Sedangkan menurut bibi yang menangani proses kelahiran, katanya kandungan istri ku masih terlalu dini, belum waktunya.."


"Mungkin akibat kelelahan saja, istirahat yang cukup akan pulih dengan sendirinya "


"Setelah bibi yang membantu proses melahirkan pulang, obat selesai di masak.."


"Aku membantunya minum obat itu, awalnya semuanya baik baik saja."


"Keadaan nya membaik, tapi saat menjelang tengah malam dia kesakitan hebat, dan mengalami pendarahan yang sangat banyak."


"Karena khawatir, aku segera mengundang tabib Mo tabib istana kemari, tapi setelah di tangani, keadaan nya belum ada perubahan malah semakin parah.."


"Bibi yang mengurus proses kelahiran juga bingung, karena bayi belum ada tanda tanda akan keluar.."


ucap Zhang Yi menjelaskan dengan wajah sedih bercampur khawatir.


"Apa ada kemungkinan istri mu keracunan makanan..?"


tanya Min Min ingin tahu.


"Tabib sudah memeriksa sisa makanan kami semalam, tapi di sana tidak ditemukan racun.."


ucap Zhang Yi bingung.


"Coba antar aku ke dapur, biar aku periksa ulang.."


ucap Min Min penasaran.


Zhang Yi mengangguk dan berkata,


"Baik Yang Mulia,.. mari lewat sini,"


Zhang Yi langsung melangkah meninggalkan ruang baca nya, menuju dapur keluarganya.


Rombongan Gongsun Li mengikuti di belakangnya, kini Min Min yang berjalan paling depan mendampingi Zhang Yi.


Karena hanya dia yang mengerti ilmu pengobatan.


"Paman Zhang kita harus cepat, setelah ini aku masih harus segera memeriksa kondisi istri paman, jangan sampai terlambat penanganan.."


Zhang Yi mengangguk mereka segera berlari kecil menuju dapur keluarga Zhang Yi, yang terletak di bagian paling ujung belakang tempat tinggal mereka.


Setiba di sana, Min Min terlihat sibuk memeriksa bekas makanan Zhang Yi dan istrinya semalam, yang memang sengaja, Zhang Yi perintahkan agar tidak di buang, meski semalam dan tadi pagi sudah di periksa oleh tabib, yang menangani penyakit istrinya.


Min Min menggunakan jarum perak memeriksa setiap jenis masakan dengan teliti.


Sesaat kemudian dia berkata,


"Selain masakan ini, nyonya Siao Tie makan atau minum apalagi, sebelum dia mengalami sakit perut..?"


Zhang Yi terdiam sejenak dan berkata,


"Dia cuma makan lengkeng kegemarannya dan minum air putih saja.."

__ADS_1


"Aku sendiri juga ikut makan tapi tidak apa-apa.."


ucap Zhang Yi bingung.


__ADS_2