
"Lalu di mana kusir kereta nya..?"
tanya Guo Yun tanpa menjawab.
"Kusir sudah pulang jalan kaki, katanya upahnya besar, kereta yang di gunakan untuk tarik mayat sudah tidak bisa di gunakan lagi.."
"Bisa bawa aura sial bagi pemiliknya.."
"Jadi dia sengaja tinggalkan buat kita.."
ucap Zhang Yi menjelaskan apa yang di dengarnya dari kusir kereta.
Guo Yun mengangguk dan berkata,
"Ayo kita kembali saja ke kemah kita dulu.. untuk mengatur ulang rencana.."
Zhang Yi mengangguk patuh dan tidak banyak bertanya lagi.
Dia terlalu paham dengan sifat tuanya, bila tuannya tidak bersedia bercerita di tanyakan pun akan percuma.
Sepanjang perjalanan, Guo Yun memilih duduk bersemedi di dalam kereta bersama mayat pangeran Ji Ao, yang sudah membujur kaku.
Mayat Pangeran Ji Ao sudah di oleskan semacam minyak pengawet mayat, sehingga bisa bertahan beberapa hari sebelum nantinya membusuk.
Tidak perlu waktu lama Guo Yun sudah berkumpul kembali dengan beberapa ajudannya dalam kemah utama.
Guo Yun menatap kearah semua yang hadir di sana, kemudian dia
menghela nafas panjang dan berkata dengan wajah sedih.
"Misi kali ini telah gagal, kita bahkan telah kehilangan Yang Mulia Ji Ao dalam misi kali ini..'
"Di Paviliun bunga hijau kami di hadang oleh 4 pembunuh bayaran, meski aku berhasil lolos.."
"Tapi pangeran justru tidak..'
"Adalah ketidakmampuan ku dalam melindunginya, sehingga hal ini terjadi.."
ucap Guo Yun lesu, di penuhi rasa bersalah yang mendalam.
Semua yang hadir diam, dengan kepala tertunduk, tidak ada yang bertanya maupun berkomentar.
"Kak Zhang tolong bantu pemakaman yang mulia Ji Ao, kita terpaksa hanya bisa lakukan di tempat ini.."
"Kita masih banyak pekerjaan, nanti kita saat pulang, kita bawa papan pusaranya saja, untuk di serahkan ke istrinya.."
Zhang Yi maju memberi hormat dan berkata,
"Siap laksanakan tuan muda.."
"Han Wei, Ying Wu, Ling Tong, Zhou Tai dengar perintah."
ucap Guo Yun sambil menatap mereka berempat.
"Siap tuan muda, kami terima perintah.."
ucap mereka berempat kompak.
"Kalian berempat menyamar jadi orang biasa.. berbaur lah cari informasi sebanyak banyaknya.."
"Agar kita bisa memecah kebuntuan misi kita di sini.."
__ADS_1
ucap Guo Yun memberi perintah.
"Baik tuan muda, kami siap jalankan perintah.."
setelah memberi hormat, mereka berlima pun mengundurkan diri dari hadapan Guo Yun.
Setelah mereka pergi ruangan kembali sepi, kini hanya tertinggal Guo Yun duduk termenung seorang diri.
Beberapa saat kemudian, Guo Yun dengan wajah lesu dan terlihat sangat lelah, dia mencoba berbaring di tempat tidurnya.
Setelah beberapa kali menghela nafas panjang, Guo Yun pun memejamkan matanya, mencoba untuk tidur.
Agar bisa melepaskan sejenak semua beban pikiran nya, atas berbagai peristiwa tidak terduga yang terjadi.
Menjelang sore Guo Yun di temani Zhang Yi, berlutut di hadapan makam baru pangeran Ji Ao, yang sudah di kebumikan.
"Yang Mulia Pangeran Ji, maafkan hamba yang tidak mampu melindungi pangeran dengan baik.."
"Hamba benar benar tidak pernah menyangka, sebelum hamba berhasil mewujudkan janji hamba, untuk mengembalikan kejayaan negara Lu.."
"Pangeran telah pergi duluan, ini adalah salah hamba.."
ucap Guo Yun tertunduk sedih.
Guo Yun bersujud memberi hormat tiga kali, dengan menempelkan keringnya di atas tanah.
Lalu dia kembali berkata dengan penuh tekad.
"Tapi pangeran jangan khawatir, hamba berjanji akan mewujudkan semua cita cita, dan harapan pangeran, untuk membangkitkan kejayaan negara Lu.."
"Selain itu, suatu hari nanti hamba pasti akan membawa kepala Keparat itu, untuk menyembahyangi pangeran di sini..'
ucap Guo Yun sambil menatap kearah makam pangeran Ji Ao dengan sedih.
Zhang Yi menepuk bahu Guo Yun dan berkata,
"Tuan muda jangan terlalu bersedih dan menyalahkan diri, pangeran pasti mengerti akan kesulitan mu.."
'Harap jaga kondisi tuan, jangan terlalu berlarut larut, orang pergi tidak mungkin kembali.."
"Jadi lebih baik tuan relakan saja kepergian pangeran Ji, biarkan dia tenang di sana.."
ucap Zhang Yi sambil menepuk nepuk bahu Guo Yun.
Guo Yun menghela nafas panjang mengangguk kecil menanggapi ucapan Zhang Yi.
Lalu dia bangkit berdiri, memberi hormat sekali lagi, lalu melangkah pelan meninggalkan tempat itu kembali ke kemahnya.
Zhang Yi pun mengikuti Guo Yun berjalan meninggalkan tempat itu.
Saat tiba di dalam kemah, Zhang Yi pun berkata,
"Siapa sebenarnya 4 pembunuh bayaran, yang ingin membunuh tuan muda dan pangeran Ji di Shang Qiu kemaren..?"
Guo Yun duduk termenung di kursinya dan berkata,
"Aku tidak tahu siapa mereka, aku juga tidak kenal dengan mereka.."
"Aku menebak mereka mungkin di utus oleh Xiang Yan, untuk membalas ku, atas kematian orang kepercayaan nya, yang ku bunuh di Xin Cheng kemaren."
"Dari mereka berempat aku hanya tahu, salah satu dari mereka memilki julukan setitik merah dari daratan tengah.."
__ADS_1
"Kemampuan nya sangat tinggi, terakhir kali kami bertemu, kami masing-masing harus puas dengan hasil seri."
"Sedangkan 3 orang lainnya, aku sangat yakin, mereka bahkan mungkin lebih hebat dari si titik merah.."
Zhang Yi mengangguk dan berkata,
"Saat tuan muda dan pangeran Ji pergi dari penginapan, di penginapan sendiri juga terjadi kejadian heboh.."
"Aku rasa kejadian di penginapan, tentu ada kaitan, yang erat dengan mereka berempat.."
Guo Yun menatap Zhang Yi dan berkata,
"Emangnya sepeninggal kami penginapan ada kejadian apa ?"
Zhang Yi menghela nafas dan berkata,
"Pemilik penginapan kita di temukan tewas dengan leher berlubang.
"Sedangkan Asam dan istri muda pemilik penginapan, mereka berdua menghilang tanpa jejak.."
Guo Yun mengangguk dan berkata,
"Kamu benar, pemilik penginapan memang tewas di tangan si titik merah.."
"Cara kematian nya sama persis dengan pangeran Ji, yang di tusuk dengan bambu runcing tepat di.tenggorokan.."
ucap Guo Yun membenarkan dugaan Zhang Yi.
"Tuan muda setelah kejadian kemaren, apa rencana mu untuk menahlukkan Shang Qiu.?"
Guo Yun menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Belum tahu, semua tergantung dengan informasi yang berhasil di kumpulkan oleh mereka berempat.."
"Siapa tahu ada informasi mukjizat yang bisa membantu kita, mengalahkan musuh yang bersembunyi di balik tembok istana .."
"Kita tidak bisa berperang secara terbuka, karena di sana ada pembunuh bayaran yang mendukung mereka.."
"Jadi satu satunya cara, adalah kita harus bisa mencari cara menahlukkan Xiong Pa dan jendral Jendral nya, yang bersembunyi di balik tembok istana.."
"Tanpa menggerakkan keempat orang itu.."
Zhang Yi mengangguk dan berkata,
"Baiklah kita tunggu saja laporan dari mereka..'
"Tuan muda belum makan dari siang, bagaimana bila aku pergi minta bagian dapur menyiapkan makan malam, buat tuan muda..?"
tanya Zhang Yi hati hati.
Guo Yun mengangguk dan berkata,
"Kamu pesan saja ke mereka untuk mengurusnya.."
"Kamu sendiri juga pasti sudah letih, pergilah istirahat.."
Zhang Yi mengangguk dan memberi hormat, lalu mengundurkan diri dari sana.
Sepeninggal Zhang Yi, Guo Yun pun memilih duduk diam bersemedi.
Dia berusaha memulihkan luka dalamnya, yang di dapat nya saat melawan si titik merah.
__ADS_1