LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
LI THIAN SIN SI GOLOK NAGA BIRU.


__ADS_3

10 Li dari Chang Ping Kuan, di sebuah bukit yang tertutup pohon bunga Mei Hua, yang sedang bermekaran.


Pagi itu di sebuah kemah besar terlihat Lu Bu Wei, si topeng Emas, Liu Sha dan 5 jendral kepercayaan Lu Bu Wei.


Mereka semua sedang berdiri mengelilingi sebuah meja, yang diatasnya terlihat ada miniatur peta lokasi Chang Ping Kuan dan sekitarnya.


Lengkap dengan bendera bendera kecil, yang tertancap di atas miniatur.


Untuk menunjukkan kekuatan Zhao Qin dan Yue.


Selagi mereka sedang asik berdiskusi, seorang pengawal penjaga pintu kedalam kemah, pengawal itu terlihat masuk kedalam, dengan langkah terburu buru.


Dia langsung menghampiri Lu Bu Wei, setelah tiba di hadapan Lu Bu Wei, dengan tubuh membungkuk, kedua tangan dia angkat kehadapan Lu Bu Wei, menyerahkan dua buah tabung kecil.


Dia berkata,


"Perdana menteri,. ada laporan darurat yang baru saja masuk di bawa burung merpati.."


Lu Bu Wei menerima kedua tabung tersebut dan berkata,


"Terimakasih, kembalilah ketempat mu.."


"Siap laksanakan.."


jawab prajurit pengawal itu cepat.


Setelah itu dia pun mengundurkan diri dari ruangan tersebut.


Lu Bu Wei membuka satu persatu tabung di tangan nya mengeluarkan secarik kertas, membaca isinya.


Tabung pertama dia terlihat tersenyum lebar, lalu menyerahkan kertas itu ke si topeng emas untuk melihatnya.


Si topeng emas membaca surat itu, yang melaporkan kondisi di Qin Yang.


Di mana Jendral Bai Qi sudah berhasil menahlukkan nya, kini Jendral Bai Qi juga sudah tiba, dan sedang berkemah di sebelah timur laut, 10 Li dari kota Chang Ping Kuan.


Posisi yang berseberangan dengan mereka, yang berada di barat daya kota Chang Ping Kuan.


Mereka tinggal menunggu perintah, kapan akan bergerak menyerang dari dua arah.


Selesai membaca si topeng emas, hendak mengembalikan kertas informasi itu ke Lu Bu Wei.


Tapi begitu melihat ekspresi Lu Bu Wei, saat dia sedang membaca informasi yang kedua.


Si topeng emas merasa pasti ada yang tidak beres dengan laporan surat kedua itu.


Jadi dengan hati hati Guo Yun bertanya,


"Ada masalah paman Lu ?"


Lu Bu Wei tersenyum pahit menyerahkan surat di tangannya ke Guo Yun dan berkata,

__ADS_1


"Dia lolos lagi, kini dari kolam dia malah pindah ke laut, kita akan semakin sulit melenyapkan nya.."


"Mungkin ini yang di katakan takdir.."


Guo Yun menerima dan membaca isi surat tersebut, lalu dia mengembalikan lagi ke Lu Bu Wei, surat yang datang dari Raja Ying Zheng itu.


Guo Yun menatap Lu Bu Wei dan berkata,


", Sekarang bagaimana ? apa ada perubahan rencana..?"


"Rencana masih tetap, tapi aku tidak akan ikut dengan mu menyerang Chang Ping Kuan."


"Aku akan berangkat ketempat Bai Qi sekarang.."


"Urusan Chang Ping Kuan dan Li Mu, terpaksa paman serahkan pada mu sepenuhnya.."


"Bila ada masalah, kabari saja lewat merpati pos.."


Tanpa di jelaskan Guo Yun pun mengerti, pasti Lu Bu Wei ingin pergi mencegat datang nya bala bantuan dari Yue.


Lu Bu Wei ingin menutup jalan kedua jendral wanita cantik itu, agar tidak bisa kembali bergabung dengan Li Mu di Chang Ping Kuan.


Ini adalah suatu tindakan cerdik, yang membantu memberinya, peluang untuk menahlukkan Li Mu.


Tanpa gangguan bantuan dari Yue, tapi tidak tahu kenapa, Guo Yun justru merasa hati nya tidak tenang, dan sedikit mencemaskan kedua jendral cantik, yang sangat menarik perhatiannya itu.


"Guo Yun kamu ini petaka bagi wanita, masih berani berpikir yang tidak tidak.."


"Jangan lagi berpikir yang tidak tidak,.."


batin Guo Yun dalam hati, memaki maki perasaan nya yang aneh itu, dan selama ini belum pernah terjadi.


Dia juga tidak mengerti, dia sudah banyak bertemu wanita, bahkan terhadap Kim Bwee dan ke enam wanita penari itu.


Dia hanya sepenuhnya di pengaruhi oleh nafsu dan hawa aneh di dalam tubuhnya.


Tidak ada rasa khawatir cemas atau ada perasaan aneh, seperti terhadap kedua jendral wanita, yang tidak dia kenal itu.


Setelah pikirannya lebih tenang dan kembali bisa fokus.


Kini Guo Yun lah yang memimpin dan membuat perencanaan, untuk menahlukkan Chang Ping Kuan.


Sedangkan Lu Bu Wei dan Liu Sha langsung berangkat meninggalkan barak, mereka langsung menuju timur laut untuk bergabung dengan Bai Qi.


Lu Bu Wei memang sengaja, sebisa mungkin mencegah Guo Yun, berbenturan dengan pihak Yue.


Terutama Gongsun Li dan Si Si, agar tidak sampai terjadi perubahan tak terduga, yang mengacaukan rencana matangnya.


Kini masih terlalu dini, membiarkan Guo Yun bertemu dan bentrok secara langsung dengan mereka.


"Kaburnya Lian Po lewat pelabuhan Xin Cheng, meski Lu Bu Wei tidak menunjukkan sikap apapun.

__ADS_1


Tapi di dalam hati, dia curiga, semua itu akibat Guo Yun bersikap lunak terhadap kedua istrinya itu.


Dengan kemampuan Guo Yun, yang telah mencapai tahapan Dewa Abadi.


Mustahil hanya dengan beberapa peledak, akan menyulitkan nya, dia selalu merasa ada yang tidak beres di sana.


Hal itu memperkuat keyakinan Lu Bu Wei, untuk mengambil keputusan, sebisa mungkin menjauhkan pertemuan mereka saat ini..


Hari itu hampir seharian, hanya di habiskan oleh Guo Yun dan kelima Jendral itu fokus berunding dan mengatur siasat.


Baru pada keesokan paginya terlihat si topeng emas sendirian memimpin 100.000 pasukan, mendekati gerbang utama Chang Ping Kuan.


Kelima Jendral yang ikut berunding dengan nya di kemah Lu Bu Wei


Satupun tidak ada yang terlihat, hadir di sana.


Saat jaraknya tinggal satu Li dari Chang Ping Kuan.


Si topeng emas mengangkat tinju nya keatas, sebagai kode agar pasukan nya berhenti.


Pasukan si Topeng Emas pun dengan tertib berhenti mengikuti kode darinya.


Si Topeng Emas sendirian menggerakkan kudanya mendekati gerbang pintu Chang Ping Kuan.


Gerakan Guo Yun terhenti saat ada tiga batang anak panah menancap, di depan langkah kaki kuda nya.


Panah di lepaskan oleh seorang Jendral bertubuh tinggi besar, berpakaian seragam perang berwarna hijau.


Dengan ukiran Naga dan Harimau menghias bagian dada dan bagian punggungnya.


Dia adalah Jendral Li Thian Sin, anak angkat panglima angkatan bersenjata Zhao, Li Mu.


Dia memilki skill berperang komplit, semua jenis senjata tidak ada yang tidak di kuasainya.


Tapi senjata andalannya adalah panah dan sebuah golok panjang, yang berukir Naga Biru.


"Berhenti,..! kamu siapa !?"


"Lekas lekas lapor,..!"


Si Topeng emas diam saja, tidak menanggapinya, dia hanya menatap tajam kearah Li Thian Sin.


Lalu memberinya kode agar turun menghadapi nya.


Melihat sikap Si topeng Emas yang arogan.


Li Thian Sin pun terpancing emosinya.


Dia adalah jendral yang belum pernah terkalahkan, dalam berbagai duel selama ini.


Dia bahkan beberapa kali berduel dengan Bai Qi yang selalu berakhir seri.

__ADS_1


__ADS_2