
Setelah kematian Ying Zheng yang terjadi secara mendadak, Li Si dan Zhao Gao membuat dekrit palsu, mengangkat putra kedua Ying Zheng Hu Hai yang tidak berguna meneruskan jabatan, sebagai kaisar boneka.
Mereka juga membuat titah palsu, menghadiahi putra mahkota Fu Su yang lebih berkompeten dengan arak beracun.
Sedangkan Meng Thian dan pasukan nya yang melakukan perlawanan, pasukannya di hancurkan oleh pasukan Zhao Guang yang jauh lebih besar, sedangkan Meng Thian di tangkap oleh Zhao Guang.
Meng Thian kemudian di eksekusi dengan cara yang sama dengan putra mahkota Fu Su, yaitu di paksa minum arak beracun.
Sedangkan nasib putri Ok Soo sebagai saksi hidup, dia dan jasad Meng Yu di ikut sertakan menemani jasad Ying Zheng, di makamkan di pemakaman, yang khusus di siapkan Ying Zheng jauh jauh hari, bila suatu hari dia mati nanti .
Dalam makam tersebut sengaja di buatkan patung manusia hidup, kereta perang hingga patung kuda perang hidup.
Semua itu di buat untuk menemani Ying Zheng agar tidak kesepian di bawah sana.
Setelah upacara selesai, seluruh pelayan hingga gundik dan istri Ying Zheng, semuanya mengalami nasib sama seperti putri Ok Soo, di kurung hidup hidup di dalam makam yang maha luas.
Setelah pintu makam yang berat dan tebal itu di tutup, habislah peluang mereka semua untuk bisa keluar hidup hidup dari dalam makam tersebut.
Tapi ada satu hal yang terlewatkan oleh Li Si dan Zhao Gao.
Putri Ok Soo selain sudah diberikan makan paksa sebiji pil yang di jadikan kelinci percobaan oleh Zhao Gao.
Dia masih menyimpan sebutir pil yang lain, yang dia berikan ke Meng Yu begitu pintu makam tertutup.
Kehidupan mereka berdua akan terus berlanjut hingga muncul di cerita LEGENDA PENDEKAR API DAN ES
Setelah pemakaman selesai, Upacara pengangkatan kaisar baru Hu Hai segera di laksanakan.
Mulai saat itu, Kerajaan Qin yang besar, mulai di pimpin oleh kaisar boneka nya Zhao Gao dan perdana menteri Li Si.
Hu Hai sendiri setiap hari hanya tahu bersenang senang, semua kekuasaan dia serahkan penuh ke Zhao Gao dan Li Si.
Zhao Guang setelah semuanya beres, dia juga mengajukan diri pensiun dini dan menyerahkan seluruh kekuasaan militernya kembali ke Zhao Gao dan Li Si.
Meski Zhao Gao dan Li Si sedikit berkeberatan, mereka berdua tetap tidak berhasil membujuk Zhao Guang untuk membatalkan keputusan nya.
Setelah mengajukan pengunduran diri, Zhao Guang dengan langkah tenang kembali ke rumah kediaman nya yang besar.
Saat pulang rumah Zhao Guang seperti biasa langsung di sambut hangat oleh istrinya Li Meng Meng.
Saat mereka berdua makan bersama, Zhao Guang baru menceritakan keputusan nya mengundurkan diri dari jabatannya.
"Istri ku, hari ini aku sudah meletakkan jabatan ku, aku sudah jenuh dengan kehidupan di istana yang penuh persaingan..'
"Aku ingin kembali ke desa lama ku, untuk hidup tenang sebagai orang biasa.."
"Kamu bila tetap ingin tetap di Xian Yang, juga tidak apa-apa, daripada kamu ikut menderita hidup bersama ku di desa sana.."
__ADS_1
"Tanpa pelayan, tanpa kekayaan dan kekuasaan, kamu pasti juga tidak akan betah.."
Ucap Zhao Guang berterus terang kepada istrinya.
"Zhao Guang,..! apa maksudmu dengan kata kata itu..?"
"Katakan lah kamu berkata seperti itu, hanya karena ingin menjauh dari ku bukan ?"
"Karena dari awal kamu memang tidak pernah mencintai ku, juga tidak pernah rela menjadi suami ku kan..?"
"Bukankah begitu ? bila seperti itu kamu boleh pergi sekarang, aku membebaskan mu sebagai suami ku.."
"Tak perlu menggunakan alasan seperti itu.."
"Kamu juga tidak perlu berhenti dan pensiun dari jabatan mu.."
Ucap Li Meng Meng sambil membuang muka, mencoba menutupi airmata nya, yang jatuh bercucuran membasahi wajahnya
Zhao Guang menatap istrinya dengan lembut dan berkata,
"Kamu salah paham, semua yg ku katakan tadi adalah serius, bukan alasan.."
"Aku memang ingin pensiun dan kembali kedesa, bila kamu ingin turut serta menemani ku dalam suka dan duka, hidup sederhana di sana.."
"Tentu saja aku akan dengan senang hati membawa mu turut serta.."
"Seperti kamu yang juga selalu menerima dan mendukung ku selama ini.."
Ucap Zhao Guang sambil menggenggam tangan istrinya dengan lembut.
Perlakuan Zhao Guang yang di luar dugaan ini, membuat Li Meng Meng sangat terharu.
Dia tidak bisa lagi menahan diri untuk tidak menubruk kedalam pelukan suaminya untuk melepaskan beban himpitan perasaan dan emosi nya.
"Brakkkk..!"
Zhao Guang bagaikan di tubruk oleh seekor beruang, kursi yang dia duduki langsung patah hancur berantakan.
Bila bukan Zhao Guang yang memiliki kemampuan tinggi dan tubuh yang kuat.
Minimal di timpa oleh Li Neng Neng dengan berat satu kwintal lebih.
Zhao Guang pasti akan cedera, terkilir, atau bahkan bisa patah atau penyet dan tewas di tempat.
"Istri ku sabarlah jangan begini, aku sulit bernafas.."
Ucap Zhao Guang yang tertindih di bawah sana, sambil berusaha melepaskan diri dari himpitan tubuh istrinya.
__ADS_1
Li Meng Meng segera menyadari kecerobohan nya, dia segera berusaha bangkit berdiri dan berkata,
"Ehh maaf suami ku, aku terlalu terharu dan bersemangat, sehingga jadi begini.."
"Kamu tidak apa apa kan ? apa ada yang cedera..?"
Li Meng Meng berusaha bangkit menjauhi tubuh suaminya.
Lalu berusaha membantu suaminya bangun.
Zhao Guang sambil tersenyum menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tidak, tidak ada yang cedera sama sekali.."
"Aku baik baik saja, hanya sedikit sulit bernafas saja tadi.."
Sambil berbicara, Zhao Guang pun bangkit untuk duduk di atas.lantai yang penuh dengan potongan kursi patah.
"Maafkan aku ya sayang aku.."
Ucap Li Meng Meng malu malu.
Zhao Guang tersenyum dan berkata,
"Tidak apa apa, kamu sebaiknya pergilah bersiap siap, bawa saja yang bisa di bawa, tidak perlu banyak banyak secukupnya saja.."
"Malam ini juga aku ingin berangkat, meninggalkan tempat ini, setelah kita pergi mengunjungi dan pamitan dengan ayah mu."
Li Meng Meng mengangguk gembira, dia segera bangkit berdiri, lalu pergi bersiap siap.
Suasana haru mewarnai wajah Li Si dan Li Meng Meng, saat Li Meng Meng ditemani oleh Zhao Guang suaminya untuk datang berpamit dengan Li Si.
Li Si meski menyadari tekad dan keputusan menantunya itu sudah bulat, tapi dia masih berusaha membujuknya.
Tapi setelah beberapa saat berusaha, dia akhirnya menyerah, karena keputusan Zhao Guang itu sudah tidak bisa di ganggu gugat.
Putrinya sendiri juga sangat mendukung keputusan suaminya, sehingga mau tidak mau Li Si akhirnya mengalah juga, membiarkan mereka berdua pergi.
Setelah bertangis tangisan sejenak, saat perpisahan dengan ayahnya dan keluarga besarnya.
Li Meng Meng kembali tersenyum lagi, setelah mereka berdua keluar dari kota Xian Yang, dengan menggunakan seekor kereta kuda, yang memuat barang barang yang di bawa oleh Li Meng Meng.
Li Meng Meng memilih duduk manis di sebelah suami nya, yang kini merangkap menjadi kusir kereta mereka.
Setelah jauh meninggalkan Xian Yang, Zhao Guang baru memberikan pengakuan sejujurnya pada istrinya akan misinya dan nama aslinya.
Kini setelah semuanya beres, dia pun sudah membayar lunas semua hutang Budi nya pada kerajaan Yue.
__ADS_1
Kini dia ingin menjadi manusia bebas tidak terikat, yang tidak ingin memihak siapapun, baik Yue maupun Qin.