
"Pang De kamu cepat tulis surat kabarin Yang Mulia di Shoucun agar segera mengirim bantuan kemari."
"Beritahu juga tentang panglima perang Xiong Nu Attila yang memilki kesaktian tinggi.."
ucap Han Wei memberi petunjuk sambil berlindung di balik tembok .
Pang De mengangguk dan memberi hormat, lalu dengan tubuh sedikit membungkuk.
Dia segera bergerak meninggalkan tempat itu.
Attila di bawah sana setelah berteriak beberapa kali tidak ada reaksi.
Dia segera memberi kode agar pasukan nya bergerak maju, mendekati benteng pertahanan Han Gu Guan.
Pasukan Attila bergerak dalam barisan yang rapi dan rapat, dengan derap langkah, yang menggetarkan seluruh arena pertempuran.
Hingga pasukan harimau hitam diatas tembok dan di balik pintu gerbang pun, bisa merasakan getaran hentakan langkah kaki mereka.
Han Wei memberi kode agar pasukan nya bersiap siap, melepaskan anak panah kearah pasukan Xiongnu.
Saat memasuki jarak tembak, Han Wei pun memberi kode dengan tangan nya.
Melihat kode dari Han Wei serentak pasukan harimau hitam yang terlatih.
Melepaskan panah mereka kearah pasukan Xiongnu di bawah sana.
Pasukan Xiongnu bergerak dalam barisan, yang tertutup rapat oleh Tameng ditangan mereka.
Panah panah pasukan harimau hitam, tidak berhasil menembus pertahanan mereka.
Sebagian lain pasukan Xiongnu yang bersembunyi di balik Tameng rekan mereka.
Setiap habis mereka menerima hujan anak panah.
Mereka juga akan membalas dengan melepaskan anak panah beramai ramai keatas tembok kota.
Panah panah beterbangan bagaikan hujan memenuhi udara, sebelum jatuh mengincar kearah pasukan harimau hitam diatas tembok sana.
Untungnya seluruh pasukan harimau hitam mengenakan seragam anti senjata tajam.
Seragam khusus pasukan harimau hitam, berhasil melindungi mereka dengan baik.
Sehingga mereka masih berhasil bertahan, hanya beberapa orang sial, yang terluka parah, karena mata atau lubang telinga tertembus anak panah.
Hanya bagian itu saja, yang belum mampu di buatkan pelindung oleh Guo Yun.
Dulunya bagian leher sempat rawan senjata lawan, tapi setelah di desain ulang.
Kini bagian leher yang tertutup oleh pelindung, tidak bisa di tembus lagi.
Attila terus memberi instruksi ke pasukan nya, agar terus bergerak maju dan membalas menyerang keatas tembok.
Setelah pasukan nya bergerak hingga tiba di tepi parit lebar di depan tembok Han Gu Kuan.
Attila sendiri, yang tidak bisa tersentuh oleh anak panah, karena seluruh tubuhnya terlindung oleh energi, yang mengeluarkan cahaya biru transparan.
Dia kini seorang diri mulai bergerak menuju pintu gerbang utama Han Gu Kuan.
Dengan sekali lompatan besar, tubuh Attila langsung melayang keatas tembok menara.
Anak panah berhamburan di lepaskan untuk menghadang nya.
Tapi semua itu tidak membawa pengaruh apapun.
Tubuhnya yang tinggi besar tetap melayang keatas dan berhasil mendarat ringan di atas tembok menara.
Begitu dia mendarat, puluhan batang tombak langsung datang menyambutnya.
Dengan satu dorongan telapak tangan ringan kedepan, puluhan batang tombak beserta pemilik nya.
Semua langsung berubah menjadi patung es tidak mampu bergerak.
Attila dengan dorongan ringan berikutnya, langsung membuat patung manusia beku itu.
Tumbang jatuh keatas tanah hingga hancur berkeping-keping.
Setelah menghancurkan barisan yang menghadang nya.
Attila kini melesat kearah gulungan rantai besi, yang digunakan untuk menaik turunkan, jembatan besi di depan pintu gerbang Han Gu Kuan.
Puluhan pasukan harimau hitam langsung bergerak menghadang Attila.
Tapi lagi lagi, Attila mendorong kan sepasang tangannya kedepan.
"Wushhh..!"
Pasukan Harimau Hitam langsung berubah menjadi patung es seperti sebelumnya.
Sebelum kemudian hancur pecah berkeping keping, seperti gelas kaca yang pecah berantakan.
Tapi pasukan harimau hitam adalah pasukan khusus yang tidak takut mati.
Mereka bergerak dengan sangat teratur dan rapi, satu lapis roboh lapis lain datang menggantikan nya.
Dari berbagai sisi lain mereka juga bergerak membantu melakukan serangan.
Attila terpaksa terhenti di sana, belum mampu maju lebih jauh lagi.
Dia terkepung seperti seekor belalang raksasa di kepung ratusan ribu ekor semut kecil.
Semut semut kecil tidak takut mati itu, seperti sedang menanti belalang itu kelelahan untuk di jatuhkan.
Tapi itu adalah harapan terakhir pasukan harimau hitam, tapi pada kenyataannya, berbeda jauh dari harapan.
Attila tidak pernah merasa letih ataupun lelah sedikitpun, dia masih terus melakukan perlawanan dengan santai.
Tanpa berhenti, dia terus menerus melepaskan pukulan beku nya kesegala arah.
Menghalau pergerakan para pengepungnya.
Han Wei yang melihat keadaan ini, dia mulai khawatir.
Tapi saat ini dia juga tidak punya akal lain, selain terus mengandalkan jumlah banyak menghadang Attila.
Agar tidak sampai berhasil menurunkan jembatan besi, karena apabila hal itu terjadi.
Pasukan Xiongnu berhasil menyeberangi parit, menggedor pintu gerbang depan gelondongan balok besar.
Kondisi Han Gu Kuan akan jatuh kedalam bahaya, yang tidak kecil.
Bila pintu gerbang sampai jebol habislah mereka semuanya.
Alamat kiamat bagi dirinya dan pasukannya tidak akan terhindar kan lagi.
Han Wei terus memberi kode menambah jumlah pasukan pengepung.
Dia juga memberi kode agar pasukan regu senjata rahasia jarak jauh mulai membantu menyerang Attila.
"Doorrrr,..! Doorrrr,..! Doorrrr,..!"
"Doorrrr,..! Doorrrr,..! Doorrrr,..!"
"Doorrrr,..! Doorrrr,..! Doorrrr,..!"
"Doorrrr,..! Doorrrr,..! Doorrrr,..!"
Suara senjata mengelegar seperti suara petir, memenuhi bagian atas menara pintu gerbang Han Gu Kuan.
Attila sedikit di kaget kan oleh kekuatan senjata tersebut, beberapa amunisi senjata itu berhasil menembus pertahanan nya.
Pundak kanannya dan pipinya, serta lengannya tergores oleh amunisi yang di lepaskan kearahnya.
Tapi luka itu tidak lama, sedetik kemudian, semua luka itu terlihat tertutup oleh lapisan es tipis.
Saat lapisan es tipis mencair, luka itu pun sudah pulih, bahkan bekasnya pun tidak terlihat lagi.
Kini Attila lebih hati hati, dia meningkatkan kekuatan energi pelindung tubuh nya.
Sehingga serangan senjata rahasia berikut nya pun kandas, tidak mampu menyentuhnya lagi.
Sebaliknya pukulan cahaya biru transparan yang Attila lepaskan dari jarak jauh.
berhasil membuat moncong senjata rahasia, hingga pemilik senjata membeku di sana.
Kemudian hancur berkeping-keping seperti.pecahan kaca kristal.
Situasi kembali seperti semula, pihak pasukan harimau hitam tetap berada di pihak terdesak.
Mereka hanya bisa berkorban nyawa, mengandalkan jumlah banyak berusaha menahannya.
Saat matahari hampir tenggelam, cuaca mulai remang remang, mayat pasukan harimau hitam yang hancur berkeping keping berserakan di mana mana.
Attila akhirnya menghentikan pergerakannya, dia melayang turun, meninggalkan puncak menara sambil meninggalkan suara tawa kerasnya.
"Ha..ha...ha...ha...ha...!"
"Dasar dungu..!"
"Kita sambung besok lagi...!"
__ADS_1
Setelah berada di antara pasukan nya, Attila pun memimpin pasukan nya meninggalkan tempat tersebut.
Han Wei diatas menara bersama 3 Jendral nya yang tersisa, terlihat begitu sedih melihat keadaan bawahan mereka yang gugur dalam pertempuran yang berat sebelah itu.
Han Wei di dalam hati hanya berharap agar Guo Yun dan pasukannya bisa segera tiba di sana membantunya.
Attila sendiri tidak membuat kemah, dia memimpin pasukan nya, mundur beristirahat di balik benteng pertahanan Tong Kuan.
Karena mereka adalah sekutu, Meng Thian maupun Meng Yu, tidak menghalanginya.
Mereka membiarkan Attila dan pasukannya bebas menentukan area yang mereka inginkan untuk mendirikan kemah.
Dengan membuat kemah di balik gerbang pertahanan Tong Kuan.
Attila dan pasukannya menang posisi, mereka bisa beristirahat dengan tenang tak perlu khawatir Han Wei dan pasukan harimau hitam nya.
Tengah malam datang memberikan mereka serangan kejutan.
Han Wei yang mendapat laporan dari mata matanya, bahwa Attila dan pasukan Xiongnu nya beristirahat di kemah, yang di bangun di balik tembok pertahanan Tong Kuan.
Dia hanya bisa menghela nafas kecewa, dia kagum dengan kecerdikan Attila dalam memimpin pasukan.
Sangat rapi tidak meninggalkan celah, Han Wei dan ketiga Jendral nya, malam itu mengadakan pertemuan merundingkan hingga larut malam.
Cara yang akan mereka lakukan, untuk menahan serangan Attila dan pasukan nya besok.
Keesokan paginya, begitu matahari terbit Attila dan pasukannya sudah kembali mengepung Han Gu Kuan.
Seperti yang di lakukan nya kemaren, Attila kembali melayang keatas menara, diatas pintu gerbang.
Dia masih saja berusaha untuk menghancurkan roda yang di gunakan untuk menahan, agar jembatan besi tidak di turunkan kebawah.
Pertempuran sengit kembali berlangsung, pasukan harimau hitam sambil bertahan.
Kini mereka membalas menyerang Attila dengan lemparan jala berlapis lapis yang di pasangi mata kail.
Selain itu mereka juga menyerang dengan tombak terbang untuk mencoba membelenggu kaki tangan Attila.
Dengan cara ini, mereka untuk sementara waktu berhasil menahan keganasan Attila.
Meski masih banyak korban berjatuhan, jala robek, tapi setidaknya korban berjatuhan bisa di redam, tidak sampai sebanyak kemaren.
Pertempuran di pihak pasukan Xiongnu dan pasukan harimau hitam masih berlangsung dengan seru.
Attila yang tertahan, membuat pasukan Xiongnu mengalami kerugian tidak sedikit.
Mereka kalah posisi, ada di bawah, serapi apapun mereka bertahan.
Mereka tetap saja lebih lemah, apalagi saat pasukan harimau hitam mulai menggunakan senjata gendewa raksasa yang di tarik oleh beberapa orang, dengan mata anak panah raksasa seperti ukuran tombak.
Saat di lepaskan, panah panah raksasa itu berhasil membongkar pertahanan pasukan tameng Xiongnu.
Begitu pertahanan tameng mereka terbongkar, pasukan Xiongnu yang tidak mengenakan seragam seperti pasukan harimau hitam.
Mereka menjadi sasaran empuk panah panah pasukan harimau hitam yang di lepaskan dari atas tembok benteng.
Pertempuran hari kedua berlangsung sengit, di hari kedua keadaan berbalik.
Pihak pasukan Xiongnu lah yang lebih banyak jatuh korban.
Sebagian besar gugur dan terluka oleh senjata anak panah.
Para komandan dan Jendral pasukan Xiong Nu, terpaksa menarik mundur pasukan mereka, menjauh dari jangkauan tembakan anak panah dari pasukan harimau hitam.
Di tempat lain Ratu Camelia yang memimpin sebagian pasukannya menempuh jalur sungai kuning, melalui pelabuhan Xin Feng.
Langsung menuju pelabuhan Meng Jin, pelabuhan yang langsung menembus ke kota Luo Yang, tanpa melewati pertahanan tembok Han Gu Kuan dan Hu Lao Kuan.
Mereka terjebak oleh peledak pendam yang ditanam di sekitar sungai pelabuhan Meng Jin.
Sebagian besar perahu mereka berhasil di tenggelam kan, sisa nya Ratu Camelia yang melihat situasi kondisi tidak menguntungkan.
Dia terpaksa menarik mundur pasukannya untuk kembali lagi ke pelabuhan Xin Feng.
Attila yang bertempur seorang diri di atas menara, di bawah kepungan pasukan harimau hitam.
Saat melihat kode tanda, bahwa Ratu Camelia dan pasukan yang di pimpin nya mengambil jalur sungai mengalami kegagalan.
Dia menjadi sangat tidak tenang, mengkhawatirkan keselamatan sang Ratu.
Jadi Attila menjelang sore sebelum matahari terbenam, sudah meninggal kan puncak menara.
Memimpin pasukan nya mundur menjauhi Han Gu Guan,. mereka langsung bergerak menuju pelabuhan Xin Feng.
Attila baru merasa tenang, saat bertemu dengan Ratu Camelia dan sisa pasukan nya, yang sedang meninggalkan pelabuhan Xin Feng dengan tujuan Tong Kuan.
"Camelia kamu tidak apa-apa..?"
Ratu Camelia tersenyum lembut dan berkata,
"Aku tidak apa-apa, hanya pasukan yang aku bawa mengalami kerugian tidak ringan.."
Saat mengucapkan itu, Camelia terlihat agak sedih dan kecewa.
Attila menepuk pundak Tunangan nya dengan lembut dan berkata,
"Dalam perang menang kalah itu biasa, yang penting sudah maksimal.."
"Sisanya tidak usah terlalu di pikirkan.."
"Aku hari ini juga mengalami kekalahan yang tidak ringan.."
"Pasukan tameng ku, berhasil mereka hancurkan dengan menggunakan panah panah berukuran besar."
"Sehingga kerugian di pihak kita juga tidak kecil.."
ucap Attila berusaha menyemangati tunangannya, agar tidak terlalu merasa bersalah.
Camelia akhirnya bisa kembali tersenyum, mereka berdua mengendarai kuda mereka beriringan sambil ngobrol ringan terus bergerak kembali ke Tong Kuan.
Ratu Camelia dan Attila bersama sama memimpin pasukan mereka kembali menuju Tong Kuan.
Untuk melakukan perencanaan ulang, serangan berikutnya di hari ketiga.
Sedangkan di tempat lain, Han Wei dan ketiga Jendral nya justru terlihat bisa lebih bernafas lega.
Saat mendapat laporan dari pelabuhan Meng Jin, bahwa pasukan pendam mereka di sana, berhasil memukul mundur pasukan Ratu Camelia, yang hendak melakukan serangan secara diam diam.
Mereka di hari kedua menuai sukses lumayan besar, boleh dibilang mereka di hari kedua unggul di dua tempat.
Baik di Meng Jin maupun di Han Gu Kuan sendiri.
Di tempat lain Guo Yun yang sedang menunggu di Shoucun, pagi itu saat dia sedang bersantai bersama kedua istrinya.
Tiba-tiba seorang pengawal datang menghadap dan berkata,
"Maaf Yang Mulia, ada berita cepat, yang di bawa merpati pos dari Kota Luo Yang."
Guo Yun sambil mengerutkan keningnya,
"Dia berkata, mana ? bawa kemari cepat.."
Pengawal itu buru buru memberikan sebuah tabung kecil ke Guo Yun dengan penuh hormat.
Guo Yun menerimanya, lalu dengan buru buru dia membuka penutup tabung kecil itu.
Mengeluarkan isinya, membacanya bersama kedua istrinya.
Selesai membaca Guo Yun pun berkata,
"Li Er tolong bantu balas ke Han Wei, paling lama hari keempat aku akan tiba di sana.."
"Minta dia bertahan sebisanya, aku akan secepatnya tiba di sana.."
Gongsun Li mengangguk, dia segera pergi menyiapkan surat balasannya.
Tak lama kemudian Gongsun Li sudah kembali dengan sebuah tabung kecil yang tersegel rapi.
Guo Yun menerimanya dari Gongsun Li, lalu dia menyerahkan pada pengawal di hadapannya.
"Segera kirimkan kembali balasan surat kami.."
"Setelah itu kamu minta Zhang Yi dan Ling Tong bersiap menyertai ku berangkat menuju Shoucun sore ini juga.."
ucap Guo Yun cepat.
"Siap Yang Mulia.."
jawab pengawal itu memberi hormat kemudian buru buru mundur dari sana.
Guo Yun menatap kearah kedua istrinya, dan berkata,
"Kalian mau ikut, atau kembali ke Guiji.."
"Omong kosong, tentu saja kami ikut.."
ucap Gongsun Li sambil bersungut-sungut.
Guo Yun tersenyum lebar dan berkata,
__ADS_1
"Kalau begitu, kalian bersiap siap lah, sore ini kita berangkat.."
"Aku pergi beritahu adik Ba dulu.."
ucap Guo Yun, sambil bergerak meninggalkan tempat peristirahatan itu.
Gongsun Li dan Si Si mengangguk cepat, mereka berdua juga terlihat kembali kekamar mereka untuk berbenah dan bersiap siap.
Guo Yun saat tiba di kediaman Li Ba, langsung di sambut oleh Sian Sian.
"Kakak Yun ada apa pagi pagi malah kemari..?"
tanya Sian Sian sambil tersenyum riang.
"Adik Ba ada..?"
Sian Sian sambil menahan tawa berkata,
"Pemalas itu semalam minum terlalu banyak, sampai sekarang belum bangun.."
Guo Yun menggeleng pelan dan berkata,
"Biar aku pergi melihatnya, kebetulan ada yang ingin aku rundingkan dengan nya..'
Sian Sian tersenyum dan berkata,
"Baik kak, kalau begitu aku pergi siapkan sarapan buat kalian.."
"Terimakasih Sian Sian jadi merepotkan..'
"Tidak apa apa kak, gak repot hanya sekalian saja.."
ucap Sian Sian sambil tersenyum.
Setelah itu dia langsung berlalu dari sana.
Dia tidak perlu mengantar Guo Yun ke kamarnya dan Li Ba, karena Guo Yun tahu di mana letak kamar mereka.
Saat Guo Yun masuk kedalam kamar Li Ba, Guo Yun langsung melihat adik kedua nya yang bertubuh tinggi besar penuh otot.
Tidur tengkurap tanpa mengenakan pakaian atas, kakinya yang sebelah di biarkan menggantung di atas lantai, sedangkan yang satunya lagi masih tertahan diatas ranjang tertutup selimut.
Guo Yun sambil menahan senyum menggelengkan kepalanya, lalu dia duduk di samping Li Ba.
"Adik Ba bangun...! sudah siang..! aku ada tugas untuk mu.."
ucap Guo Yun sambil menepuk nepuk wajah Li Ba.
Tapi Li Ba hanya menanggapinya dengan lenguhan kecil.
"Dasar kerbau,.."
ucap Guo Yun sambil menahan senyum.
Lalu dia menghisap teko air minum diatas meja ketangan nya.
Teko kecil diatas meja tiba tiba melayang kedalam tangan Guo Yun.
Guo Yun sambil tersenyum menyiramkan air di dalam teko kearah wajah' Li Ba.
Sehingga Li Ba langsung gelagapan terbangun dari tidur lelapnya.
"Siapa berani...!"
bentak Li Ba marah.
Tapi saat bangun melihat Guo Yun disana, dia tidak jadi meneruskan kata katanya.
Sambil tersenyum canggung dia berkata,
"Ehh Kakak ada perlu apa kemari mencari ku pagi pagi..?"
Guo Yun mengulurkan tangannya kearah gantungan handuk didekat baskom cuci muka.
Handuk kecil itu langsung terbang masuk kedalam tangan Guo Yun,
"Ini bersihkan wajah mu, ganti baju mu.."
ucap Guo Yun sambil memberikan handuk kecil itu ke Li Ba.
"Aku tunggu di luar, ada masalah penting yang ingin ku rundingkan.."
ucap Guo Yun cepat.
Setelah itu dia pun melangkah keluar dari dalam kamar Li Ba.
Tak lama kemudian Li Ba sudah keluar dari kamar nya, dia langsung menghampiri Guo Yun, yang sedang duduk santai di ruang tengah, di temani Sian Sian yang sudah menyiapkan sarapan pagi untuk nya.
Li Ba mengambil tempat duduk di sebelah Sian Sian dan berkata,
"Kakak ada masalah apa ? kakak tidak mungkin datang kemari hanya sekedar numpang sarapan atau ganggu tidur ku kan ?"
Guo Yun tersenyum tenang, dia sudah biasa dengan sikap adik keduanya yang selalu berterus terang apa yang ada dipikirannya.
Guo Yun tiba tiba mengeluarkan sebuah buku untuk di berikan ke hadapan Li Ba dan berkata,
"Ini daftar buku, yang berisi nama pejabat kita, yang terlibat masalah korup, dan masalah yang hampir membuat kita kehilangan, sebagian besar wilayah perbatasan kita..'
Li Ba memegang buku itu, dia saling pandang dengan Sian Sian sejenak.
Begitu mendapat anggukan kepala dari istrinya.
Li Ba baru mengambil dan membuka buku itu untuk di lihat daftar nama yang ada di dalam.
Li Ba dan Sian Sian yang melihat halaman depan mereka biasa saja, tapi saat memasuki bagian tengah dan akhir sepasang mata mereka terbelalak tak percaya.
Li Ba yang tidak bisa menahan diri, akhirnya menatap Guo Yun dan berkata,
"Kakak Yang benar saja, di sana juga ada nama Zhong San, Zhang Yi, Ling Tong dan Zhou Tai.."
"Apa ini buku bisa di percaya..?"
tanya Li Ba sambil menatap Guo Yun dengan tatapan sulit percaya.
Guo Yun tersenyum pahit dan berkata,
"Sayangnya aku harus katakan ya, meski aku juga sulit dan berat untuk percaya."
"Tapi bukti saksi semua sudah lengkap.. mereka tidak bisa lepas dari masalah ini.."
ucap Guo Yun yang tiba-tiba terlihat lelah dan kurang bersemangat.
"Lalu bagaimana kakak akan menangani hal ini..?"
tanya Sian Sian sedikit penasaran.
Guo Yun menghela nafas panjang dan berkata,
"Tadinya aku ingin setelah masalah 5 kota perbatasan beres, kembali ke Guiji, aku akan menemui mereka dan mengingatkan mereka.."
"Kedepannya bila kembali terulang aku terpaksa jalankan sesuai hukum berlaku.."
"Aku juga akan bentuk biro rahasia, yang berisi pemuda pemuda berbakat, untuk aku latih sebagai penindak pejabat yang berkasus seperti ini.."
"Mereka akan mengumpulkan bukti informasi untuk di laporkan, bila sudah lengkap dan jelas.."
"Aku akan tugaskan mereka untuk eksekusi pejabat kita, secara rahasia.."
ucap Guo Yun dengan wajah yang terlihat sedih dan serba salah.
"Lalu kenapa kini kakak beritahukan hal ini pada kami, apa hubungannya dengan kami..?"
tanya Sian Sian heran, sedangkan suaminya hanya mengangguk, sambil menatap kearah Guo Yun menunggu jawaban.
"Di Luo Yang ada masalah, Han Wei dan pasukannya dalam bahaya.."
"Ratu Camelia mengandalkan tunangannya yang memilki kesaktian tinggi, melakukan serangan ke Han Gu Kuan.."
"Aku harus segera kesana, aku tidak tahu seberapa lama Han Wei dan pasukannya bisa bertahan.."
"Jadi secepatnya aku harus berangkat kesana, bersama Li er dan Si Si..'
"Sedangkan masalah ini aku juga tidak bisa menundanya lagi."
"Jadi masalah ini, aku hanya bisa minta tolong ke kalian berdua untuk membantu ku menanganinya.."
ucap Guo Yun serius.
Li Ba menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Kalau merekrut pasukan rahasia dan melatihnya aku bisa, itu bukan masalah.."
"Tapi kalau menyampaikan informasi, aku takut salah kak.."
"Kakak kan tahu, bila aku gugup akan jadi gagap dan belepotan bicaranya.."
Guo Yun tersenyum dan berkata,
"Makanya aku minta Sian Sian menemani mu, biar Sian Sian yang bicara."
__ADS_1
"Kamu cukup menemani dan mendukung ucapan nya saja."