
Tombak tajam Gongsun Li langsung teracung menusuk kearah Guo Yun.
Guo Yun tidak berusaha menghindarinya, dia terus maju berusaha menjangkau pundak Gongsun Li.
Sehingga tanpa sengaja, Gongsun Li yang tadinya hanya ingin memaksa Guo Yun mundur menjauhi nya.
Agar Guo Yun jangan pernah berani menyentuhnya.
Secara tidak sengaja, dia malah membuat dada Guo Yun tertikam oleh mata tombaknya.
Gongsun Li terbelalak kaget, ada rasa menyesal dan bersalah di matanya.
Dia benar-benar tidak pernah menyangka, akan ada insiden seperti itu.
Guo Yun membelai pundak istrinya dengan lembut, sambil tersenyum setengah meringis, dia berkata,
"Ini semua salah ku, aku pantas menerimanya, ini bukan salahnya juga bukan salah mu.."
"Aku sangat mencintai kalian berdua."
Gongsun Li yang tadinya ingin maju memeluk Guo Yun, dan meminta maaf, tapi dia terlalu kaget sehingga telat satu langkah.
Si Si lebih cepat tiba, dan menjangkau Guo Yun, kedalam pelukannya.
"Yun ke ke,,..,! teriak Si Si kaget.
Dia langsung maju menahan tubuh Guo Yun, yang bersimbah darah, memeluknya dan berkata dengan penuh emosi.
"Dia sangat mencintai mu,.. tidak pernah sedetik pun, dia melupakan mu meski sedang bersama ku..!"
"Mengapa,..!? mengapa..!? kamu begitu tega..!"
"Bila kamu belum puas, bunuh saja kami berdua sekarang..!"
teriak Si Si terbawa emosi.
Gongsun Li yang tadinya merasa menyesal dan terkejut.
Dengan cemas, ingin maju merangkul Guo Yun, tapi kenyataannya dia terlambat.
Kini melihat kemunculan Si Si sedang memeluk suaminya, dia kembali teringat ucapan Lu Bu Wei sebelumnya, hatinya langsung menjadi panas.
Dengan kesal, dia langsung mencabut tombak nya dari dada Guo Yun, lalu hendak menggunakan tangannya yang lain untuk mendorong Si Si menjauh darinya.
Tapi tindakan Gongsun Li yang melukai Guo Yun, memicu kemarahan Li Ba, yang dari awal sudah tidak begitu respek dengan nya
Karena dia yang paling tahu, bagaimana gadis ini dulu memperlakukan perasaan kakaknya.
Sehingga baru saja tangan Gongsun Li bergerak, Li Ba sudah muncul di sana menyambutnya.
"Duaarrr...!"
Tapak petir yang mengandung tenaga dalam 2800 lingkaran langsung meledak.
Membuat Gongsun Li, yang tidak siap langsung terpental bagaikan layang layang putus.
Jangankan tidak siap, meski siap sekalipun, dia tidak akan sanggup menyambut tapak petir Li Ba yang dahsyat.
Guo Yun yang setengah sadar dalam pelukan Si Si, sangat kaget dan langsung berteriak.
"Jangan adik Ba...Ahhh...!"
Guo Yun yang terlalu kaget malah pingsan tidak sadarkan diri.
Di saat Gongsun Li terpental dan menyemburkan darah dari mulutnya.
__ADS_1
Lu Bu Wei terbang keluar menyambutnya, dan berkata,
"Hentikan,..! kalian kelewatan..!"
"Bila tak menghargainya, juga tak perlu seperti ini..!"
"Biar aku yang bawa pergi dia dari sini..!"
Bentak Lu Bu Wei pura pura marah agar suasana semakin keruh.
Dia menggendong tubuh Gongsun Li yang pingsan, lalu ingin membawanya pergi dari sana.
Tentu saja Li Ba, Li Kui dan yang lainnya tidak biarkan hal itu.
Mereka hanya tahu Gongsun Li adalah milik saudara mereka.
Mana boleh di bawa pergi begitu saja oleh orang lain.
Apapun yang terjadi, mereka harus membantu Guo Yun merebutnya kembali.
Li Ba langsung melesat kearah Lu Bu Wei, dengan tapak petir nya dan berteriak..
"Kembalikan dia bajingan..!"
Sedangkan Li Kui ikut maju menyerang dengan tenaga inti neraka, menyusul Li Kui dari belakang.
Lu Bu Wei melempar tubuh Gongsun Li, yang pingsan ke Chi Sa anak buah kepercayaan nya.
"Bawa dia pergi...!"
Cho Sa adalah 7 manusia berpakaian hitam, mengenakan topeng setan 7 warna.
Salah satu dari mereka menyambut tubuh Gongsun Li, kemudian melesat meninggalkan tempat itu.
Cu Cu dan Sian Sian, tentu tidak tinggal diam, mereka langsung melesat melakukan pengejaran.
Tapi gerakan mereka di tahan oleh dua orang Chi Sa, yang bergerak paling belakang.
Dua orang manusia bertopeng setan berwarna hitam dan putih itu, masing masing melepaskan dua rangkum pukulan yang mendatangkan pusaran angin, menyambut kedatangan Cu Cu dan Sian Sian.
"Boommm..!"
Baik Chu Chu maupun Sian Sian kedua gadis itu terdorong mundur, oleh kekuatan yang sangat kuat.
Mereka berdua untuk mematahkan daya dorong itu, harus berjumplitan di udara sebanyak 5 kali.
Baru bisa mendarat di atas tanah dengan tubuh terhuyung-huyung kebelakang.
Untungnya ke 2 orang bertopeng setan itu, tidak punya niat membunuh Sian Sian dan Cu Cu.
Mereka hanya memukul mundur Cu Cu dan Sian Sian.
Setelah memukul mundur Sian Sian dan Cu Cu, mereka segera berlari pergi dari sana, menyusul kelima rekannya, yang sudah lebih dulu menghilang dari sana.
Saat keadaan Cu Cu dan Sian Sian sudah stabil, bayangan manusia topeng setan itu, sudah tidak terlihat sama sekali.
Mereka tidak berani melakukan pengejaran, sehingga hanya bisa mundur, pergi membantu Si Si mengurus Guo Yun yang terluka.
Di tempat lain,.Lu Bu Wei dengan tenang menyambut pukulan tapak Petir, Li Ba yang mengandung tenaga 2800 lingkaran.
"Blaarrrr...!"
Lu Bu Wei tidak bergeming,. saat benturan terjadi.
Dia malah dengan tenang kembali menyambut pukulan inti neraka Li Kui, yang jauh lebih mengerikan, mengandung sekitar 3000 lingkaran tenaga dalam.
__ADS_1
"Plakkkk.."
"Boommm,..! Boommm,.!"
Boommm,..! Boommm,.!"
Boommm,..! Boommm,.!"
Boommm,..! Boommm,.!"
Begitu kedua telapak tangan mereka bertemu diudara, seperti orang sedang bertepuk tangan.
Ledakan beruntun langsung terjadi di sekitar arena pertemuan kedua tenaga itu.
Setelah ledakan berhenti, suasana kembali hening dan tenang.
Lu Bu Wei sudah tidak terlihat di sana.
Di lokasi hanya terlihat Li Ba dan Li Kui terduduk diatas tanah, sambil memuntahkan darah segar.
Wajah mereka berdua terlihat pucat pasi.
Cu Cu dan Sian Sian terlihat mendampingi di sisi suami mereka masing-masing, dengan wajah cemas.
Sedangkan Guo Yun di sana, sedang di bantu di obati luka nya oleh Biksuni bertangan tunggal.
Biksuni tua itu sudah menutup beberapa jalan darah di sekitar dada dan punggung Guo Yun, untuk membantu menghentikan pendarahan.
Selain itu dia juga sudah memberikan beberapa pil luka dalam kedalam mulut Guo Yun.
Sehingga keadaan Guo Yun sudah mulai lebih stabil, pendarahan pun sudah mulai berhenti.
Nafasnya sudah kembali lebih teratur.
Hanya Guo Yun masih belum sadarkan diri, dia seperti orang sedang tertidur lelap.
Tapi dia tidak pernah berhenti mengigau,
Guo Yun terus bergumam dengan suara lemah.
"Li Mei kamu jangan pergi.."
"Jangan tinggalkan aku,.. maafkan aku.."
"Si Si..kamu juga jangan pergi..jangan tinggalkan aku.."
"Aku tidak bisa hidup tanpa kalian berdua.."
"Maafkan lah aku, tapi aku benar-benar sangat mencintai kalian berdua.."
Si Si terus mengangguk dengan air mata bercucuran, dan membalas menggenggam tangan Guo Yun dengan erat.
Zhang Yi memimpin pasukannya membangun kemah dan pertahanan di tempat tersebut.
Guo Yun di bantu di pindahkan dengan tandu ke kemah utama nya.
Sedangkan Li Ba dan Li Kui tetap duduk bermeditasi memulihkan luka dalam mereka di sana.
Cu Cu dan Sian Sian dengan setia menemani suami mereka masing-masing di sana.
Zhang Yi yang kasihan dengan mereka, meminta anak buah nya, menyediakan payung dan mantel baju dingin buat mereka.
Karena salju kembali turun, memenuhi seluruh lokasi itu, dengan bunga salju yang dingin bertebaran di udara.
Belum lagi saat angin dingin berhembus, itu akan seperti membekukan tulang dan aliran darah
__ADS_1