LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
BAI QI LI SIN DAN FAN SUI


__ADS_3

Lu Bu Wei tersenyum, lalu menoleh kearah paman Kai, siapkan kereta tambahan cepat..


"Siap tuan besar.."


ucap Paman Kai dengan sigap, lalu dia dengan langkah terburu-buru segera meninggalkan tempat tersebut.


"Saudara Yun mari kita ngobrol santai sambil minum teh di sana.."


ucap Lu Bu Wei, sambil mempersilahkan Guo Yun berjalan lebih dulu.


Guo Yun membalasnya dengan berkata,


"Silahkan perdana menteri, saya mengikut saja.."


Lu Bu Wei mengandeng tangan Guo Yun dengan akrab kemudian berkata,


"Kita sana sama saja kesana.."


Kedua orang itu Seorang muda dan seorang pria paruh baya, berjalan beriringan. Menghampiri sebuah kedai teh besar, yang terletak di pinggiran sungai.


Baru saja mereka hendak masuk kedalam kedai teh tersebut.


Lu Bu Wei yang bermata jeli dan berpendengaran tajam, menangkap ada barisan besar, sedang bergerak mendekati wilayah tepi sungai.


Dia menghentikan langkahnya dan menoleh kearah timur.


Guo Yun juga mendengar dan melihat nya, dia berdiri dengan tenang, mengamati di sebelah Lu Bu Wei tanpa berkomentar.


Tak lama kemudian dari arah timur, muncul barisan panjang pasukan sekitar 1000 personil, di pimpin oleh dua orang komandan pasukan berpakaian lengkap.


Kedua komandan pasukan itu sedikit terkejut, saat melihat di sana juga ada pasukan Qin yang sedang menjaga di tempat itu.


"Siapa yang datang cepat laporkan nama..!"


Bentak Jendral Bai Qi yang bertugas jaga di sana.


Kedua komandan yang baru saja tiba, melihat kehadiran Jendral Bai Qi di sana.


Wajah mereka langsung pias, mereka buru buru melompat turun dari atas punggung kuda.


Berlutut di hadapan Bai Qi dan berkata,


"Maaf Jendral Besar, hamba Seng Kun dan adik hamba Seng Kam, kami adalah komandan pasukan Jendral Li.."


"Kami tadi mendapatkan laporan dari tuan muda kami, Li Tek dan tuan muda Fan Heng, bahwa ditepi sungai Wei ada pemberontak yang harus di tangkap.."


"Makanya kami buru buru kemari..."


ucap kedua komandan sial itu dengan wajah takut takut.


'Dasar mahluk kurang ajar, buka mata telinga kalian baik baik..!"


"Di sini hadir perdana menteri Lu dan Jenderal besar penakluk Xiongnu, Jendral Guo Yun..!"


"Kalian berani bicara sembarangan,.. cepat enyah dari sini..! panggil Li Xin dan Fan Sui kemari..!"


bentak Bai Qi sambil menghadiahi seorang sekali tendangan di pundak mereka.

__ADS_1


Hingga kedua komandan bernasib sial itu jatuh jungkir balik kebelakang.


Begitu bangun, tanpa berani mengeluh, mereka langsung memungut topi baja mereka yang terlepas.


Lalu mereka buru-buru berlari meninggalkan tempat itu, tanpa berani menoleh lagi.


Bai Qi setelah mendengus kesal, dia sambil berjalan kedalam barisan, berkata,


"Buah jatuh tidak jauh dari pada pohonnya, ada bapak begitu, tidak heran anak pun begitu.."


"Dasar bedebah tak berguna, heran orang macam begitu masih terus di pakai.."


Bai Qi terlihat uring uringan sendiri, dia masih kesal dengan insiden barusan ini..


"Bai Qi kemarilah..ayo ikut kita minum teh redakan emosi mu. !"


ucap Lu Bu Wei, sambil melambaikan tangannya memanggil Bai Qi.


Bai Qi mengangguk dan membalas lambaian tangan Lu Bu Wei.


Dia mempercepat langkahnya bergabung dengan Lu Bu Wei dan Guo Yun.


Beberapa saat kemudian, terlihat ketiga orang itu mulai minum teh bersama, sambil mendengarkan cerita Guo Yun, tentang misinya bersama Meng Thian di barat.


"Agahai itu luar biasa sekali, aku jadi penasaran ingin bertemu dengan nya."


ucap Bai Qi yang terlihat penasaran.


Lu Bu Wei tersenyum dan berkata,


"Kalau itu kamu harus tunggu 3 tahun lagi, saat ini lebih baik kamu fokus tahlukkan Lian Po dari Zhao."


ucap Lu Bu Wei.


Bai Qi membanting cawan nya di atas meja hingga teh nya sedikit tumpah.


"Keparat pengecut yang selalu bersembunyi di dalam liang tikusnya itu, benar benar sangat mengesalkan.."


"Di cari dia menghilang, tidak di cari dia muncul menyerang, aku benar benar kehabisan akal di buatnya."


ucap Bai Qi kesal.


"Saudara Yun kamu paling banyak akal, bagaimana menurut mu..?"


tanya Bai Qi sambil menatap Guo Yun.


"Kalau itu kakak Bai harus mencari tahu karakter Lian Po, kebiasaannya, siapa musuhnya, siapa yang tidak menyukainya di istana.."


"Bagaimana hubungannya dengan rajanya, mungkin itu akan berguna.."


Bai Qi sambil tertawa memukul pahanya sendiri dan berkata,


"Ha..ha.. ha..! ini sama seperti kejadian Xiang Yan dari Chu..kenapa aku tidak berpikir kesana.."


"Dasar pikun, ha...ha..ha..ha..! terimakasih saudara Yun.."


ucap Bai Qi gembira.

__ADS_1


Tapi sesaat kemudian dia berkata,


"Saudara Yun, aku sungguh tidak pernah berharap, suatu hari kita harus berhadapan, di Medan perang."


Lu Bu Wei tersenyum dan berkata,


"Selama aku masih hidup, aku akan berusaha agar itu tidak akan pernah bakal terjadi ."


"Ayo kita minum.."


Mereka bertiga kembali bersulang dalam suasana santai.


Baru saja mereka meletakkan cawan di atas meja.


Terlihat ajudan Jendral Bai Qi,


tergesa-gesa menghampiri mereka bertiga.


Ajudan Bai Qi berlutut dengan kaki sebelah memberi hormat dan berkata,


"Lapor perdana menteri Lu Jendral Bai dan Jendral Guo.."


"Di depan sana ada Jendral Li Xin dan Koordinator menteri Fan Sui mohon menghadap."


"Manusia tak berguna itu akhirnya datang juga, biar aku pergi usir mereka."


ucap Bai Qi sambil ingin bangkit berdiri.


Tapi bahunya di tahan oleh Lu Bu Wei, dan Lu Bu Wei menoleh kearah ajudan Bai Qi dan berkata santai.


"Undang lah mereka kemari.."


Bai Qi mendengus kesal, lalu kembali duduk, dia memberi kode agar Ajudannya pergi melaksanakan permintaan Lu Bu Wei.


Guo Yun melihat hubungan Bai Qi sepertinya tidak begitu baik dengan kedua orang itu, diam diam dia mencatat nya dalam hati.


Tak lama berselang, datang lah prajurit tadi, membawa fan Sui dan Li Xin.


Di belakang mereka mengikuti Li Tek Li Pai, dan Fan Heng.


Sedangkan Fan Si dan Wang Yu tidak terlihat ikut hadir.


Guo Yun diam saja terus minum teh, pura pura tidak melihat kehadiran mereka.


Dia juga malas menegur maupun menyapa mereka.


"Salam hormat dari kami perdana menteri Li, hamba berdua datang membawa putra kami, untuk meminta maaf."


"Karena telah berbuat onar dan semena mena di muka umum.."


ucap Fan Sui sambil memberi hormat.


Bai Qi langsung tersenyum mengejek dan berkata,


"Nama besar keempat putra kalian ini, di kota Xian Yang ini, siapa yang tidak tahu..?"


"Ketenaran mereka dalam melanggar hukum negara Qin, juga bukan sekali dua terjadi.."

__ADS_1


"Kenapa baru kini meminta maaf .?"


Fan Sui dan Li Xin wajahnya langsung merah padam, diam diam mereka dalam hati mengutuk Bai Qi yang bermulut tajam dan tanpa ampun itu.


__ADS_2