
Li Si yang mengawasi situasi perang di bawah sana, dia melihat barisan pasukan harimau hitam di bagian belakang, sudah berhasil di hancurkan.
Barisan depan dan tengah kini telah bercampur aduk dengan pasukan nya, dalam perang terbuka yang campur aduk.
Dia buru buru mengibarkan bendera agar pasukan diatas kapal, segera mendarat ke tepi sungai, untuk membantu melakukan serangan.
Pasukan di atas kapal yang sudah kehilangan perannya, setelah perang di darat sana sudah bercampur aduk.
Melihat kode dari perdana menteri Li Si, para komandan pasukan tanpa berpikir dua kali.
Segera mengatur barisan mereka, menggunakan perahu perahu kecil, bergerak cepat untuk mendarat kearah tepi sungai.
Si Si dalam pertempuran nya melihat hal itu, dia segera memerintahkan beberapa komandan pasukan nya, untuk membawa orang, pergi melepaskan anak panah, menghujani pasukan Qin, yang sedang bergerak mendekati tepian sungai dengan menggunakan perahu.
"Kalian bertiga, segera bawa 10.000 personil, hujani mereka dengan panah Cross bow..!"
"Jangan biarkan mereka mendarat,..!"
"Cepat..! cepat..! cepat..!"
teriak Si Si, sambil bergerak menangkis dan menghabisi pasukan Qin yang mendekatinya.
"Baik Yang Mulia..!"
Jawab tiga komandan bawahan Si Si cepat.
Mereka buru buru membawa 10.000 personil pasukan mereka, bergerak menuju tepi sungai.
Lalu mereka menghujani pasukan Qin yang berada di atas perahu kecil.
"Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..!"
"Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..!"
"Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..!"
"Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..!"
"Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..!"
Panah panah dari crosbow di lepaskan mengincar awak perahu.
Serangan mereka dengan mudah menewaskan para awak perahu.
Satu perahu kecil diisi hampir 15 personil pasukan Qin.
Jangankan bergerak membalas serangan dengan anak panah.
Untuk sekedar bergerak pun mereka sulit.
Keadaan demikian membuat mereka menjadi sasaran empuk pasukan harimau hitam.
Pasukan harimau hitam di tepian sungai sana, dengan mudah menghabisi pasukan Qin yang menumpuk dalam perahu mereka.
Komandan pasukan Qin yang melihat bawahan mereka banyak yang di bantai.
Dia segera mengirimkan barisan pasukan kloter kedua, di mana satu perahu hanya diisi 7 sampai delapan pemanah.
Dengan cara ini mereka bisa bergerak memberikan serangan balasan kearah tepi sungai.
Membantu melindungi sisa sisa rekan mereka agar bisa mendarat dengan aman.
Karena pihak Qin menang jumlah pasukan, akhirnya satu persatu perahu yang penuh sesak manusia itu.
__ADS_1
Berhasil mendarat, begitu mulai berhasil mendarat keadaan menjadi tidak terkendali.
Mereka langsung bergerak menyerang dengan brutal, menerjang kearah pasukan harimau hitam.
Keadaan ini membuat pasukan harimau hitam harus membagi pasukan mereka untuk menahan serangan dari arah darat.
Perang terbuka di tepi sungai pun terjadi.
Kondisi ini membuat pihak Qin yang berhasil mendarat semakin lama semakin banyak dan tak terkendali.
Akhirnya pasukan harimau hitam yang bertugas memberikan serangan panah.
Semuanya beralih melakukan perang terbuka dengan membentuk formasi 10 personil.
Menghadapi kedatangan pasukan Qin yang seperti air tumpah ruah tiada habis habisnya di bantai.
Zhang Yi yang melihat situasi kurang menguntungkan bagi pihak mereka.
Dia segera memutar cambuknya, berusaha membongkar barisan pengepung Qin, agar dia bisa
mendekati Si Si.
Gerakan cambuk Zhang Yi, yang dahsyat dan meledak ledak, akhirnya berhasil membuka kepungan dirinya dan kepungan yang mengurung Si Si.
Kini dia bisa beradu punggung dengan Si Si saling membantu berusaha menerobos kepungan pasukan Qin yang semakin banyak dan terus bertambah.
Zhang Yi menggunakan cambuknya melakukan serangan jarak jauh, Si Si menggunakan sepasang pedang nya untuk menyerang siapa saja yang berani mendekati mereka.
Dengan cara kerja sama ini akhirnya mereka berdua berhasil keluar dari kepungan.
Salah satu Jendral Qin yang mengawasi situasi itu, segera berteriak,
"Perketat pengepungan..!"
"Jangan sampai lolos...!!"
teriak nya memberi komando.
Zhang Yi bergerak cepat menghajar siapa saja yang menghalangi jalannya.
Dia berusaha menghampiri Jendral yang sedang memberi komando itu.
Saat Jendral yang sedang sibuk mengatur barisan pengepungan masuk dalam jangkauan cambuknya.
"Siuuttt..!"
Cambuk Zhang Yi bergerak cepat melilit leher Jendral itu.
Sekali sentak, Jendral itu langsung tewas dengan leher terjerat cambuk berduri.
Tubuhnya terbang dari atas punggung tunggangan nya.
Zhang Yi memutar mutar tubuh itu untuk memukul mundur pasukan Qin.
Tubuh itu di jadikan sebagai tameng untuk memukul mundur pengepungnya.
Si Si juga terus bergerak mengiringi pergerakan Jendral tua itu yang terus menghampiri kuda tunggangan Jendral yang kini sudah tewas, dengan tubuh hancur tapi masih terlilit di ujung cambuk Zhang Yi.
Dalam satu kesempatan sambil memukul mundur pengepung terakhirnya.
Zhang Yi tiba tiba mencengkram kerah baju Si Si, lalu Si Si yang kaget langsung dia lemparkan ke atas punggung kuda tunggangan nya.
"Suiiitttt..!"
__ADS_1
Tubuh Si Si melayang cepat duduk tepat diatas punggung kuda tersebut.
"Cetar,.! Cetar..!"
"Hieeehh..!"
Cambuk Zhang Yi tepat melecut sepasang bokong kuda yang di tunggangi Si Si.
Kuda itu meringkik kesakitan, lalu langsung menerjang cepat berlari menabrak apapun yang menghalangi pergerakannya.
"Jendral Zhang,..apa yang kamu lakukan..!?"
teriak Si Si kaget sambil memegangi tali kekang kudanya erat erat, agar tidak terpelanting dari atas punggung tunggangan nya.
Zhang Yi tersenyum dan berkata,
"Yang Mulia, yang tua ini akan melindungi dan mengantar mu keluar dari sini dengan selamat seutuh nya .!"
"Demi membalas Budi dari Yang Mulia tuan ku Guo Yun...!"
"Tolong sampaikan salam hormat kami bertiga padanya..!"
"Sampai jumpa..!"
"Cetar...! cetar..!"
Cambuk Zhang Yi kembali melecut pantat tunggangan Si Si.
Sehingga kuda tersebut kembali melesat kedepan menerobos kepungan seperti kesetanan.
Zhang Yi di belakang sana tanpa memperdulikan barisan pasukan Qin yang menyerangnya.
Dia terus membuka jalan menghancurkan pasukan Qin yang menghalangi pergerakan kuda Si Si meninggalkan tempat tersebut.
Si Si yang melihat keadaan Zhang Yi, dia hanya bisa mengigit bibirnya sendiri mengeraskan hati dengan airmata bercucuran, dia terus memacu kudanya meninggalkan tempat itu secepat mungkin.
Dia sangat cerdas, dia paham dengan maksud Zhang Yi yang mengorbankan diri demi keselamatan nya.
Dia tidak boleh mengecewakan harapan Jendral senior, yang memilih mengorbankan nyawa demi keselamatan nya itu.
Dia tidak boleh biarkan pengorbanan itu menjadi sia sia.
Dia harus selamat agar Jendral tua itu bisa pergi dengan tenang.
Setelah berhasil membantu Si Si kabur meninggalkan tempat itu.
Zhang Yi melepaskan tawa gembiranya.
"Ha..ha..ha..ha..!"
"Keparat majulah..!!"
Bentak Zhang Yi sambil terus memutar cambuknya menghabisi pasukan Qin yang terus berdatangan mengepungnya.
Seluruh tubuh Zhang Yi terlihat penuh luka bersimbah darah.
Tapi dia terus melakukan perlawanan dengan gigih seperti orang gila yang terus tertawa keras.
Pasukan Qin yang melakukan pengepungan sampai gentar dan bergerak gerak mundur menjauh.
"Serrrrrrr..!"
Sebatang anak panah melesat cepat melewati kepungan, menancap tepat di dada kanan Zhang Yi.
__ADS_1
"Creebbbb..!!"