
Pria itu meletakkan tumpukan kayu kering itu di samping mejanya, dan sedikit berteriak,
"Aciong kamu masih mau dagang tidak !? tidur aja kerjanya..!"
Dari suara teguran itu, Guo Yun memperkirakan hubungan pria ini dan si brewok tentu cukup akrab.
Bila tidak, dia tidak mungkin berkata seperti itu, yang hanya akan memancing emosi si brewok tadi.
Benar saja dugaan Guo Yun mereka saling kenal, tak lama setelah si tukang kayu berteriak.
Si brewok sambil tertawa keluar dari bilik nya dan berkata,
"Kak Mi,.ada angin apa membawa mu kemari, kamu gak mungkin datang hanya karena ingin menjenguk adik mu ini. kan..?"
"Tentu saja angin buruk,..kamu gak tahu negara Han yang kecil itu, kini sudah berdiri sendiri.."
"Sedangkan kita yang jauh lebih besar negara nya, malah hidup seperti tikus begini.."
"Sungguh sungguh mengesalkan dan menyedihkan.."
ucap si tukang kayu sambil menghela nafas, dan melepaskan topi yang menutupi wajahnya.
Meski dari dahi hingga ke pipinya, kini ada sebuah bekas luka parut.
Guo Yun tetap masih ingat dan mengenalinya.
Dia lah Jendral Mi , jendral keamanan kota, yang bekerja sama dengan Jendral Xie, yang menjadi pelindung keamanan ibukota dan istana.
Sedangkan si brewok, kini Guo Yun pun mulai mengenalinya sebagai Jendral Ciong, yang bertugas menjaga keamanan tembok kota Shang Qiu.
Guo Yun sangat girang, dengan di temukan kedua orang teman lama ini.
Tentu semua teka teki dan informasi tentang kota ini, akan menjadi lancar.
Guo Yun sambil tersenyum lebar berdiri dari kursinya, dia maju menghampiri kedua orang itu dan berkata,
"Kakak berdua, apa sudah lupa dengan ku..?"
Kedua orang itu dengan heran menatap Guo Yun.
Mereka merasa seperti kenal tapi juga lupa.
Di saat mereka sedang bingung Guo Yun pun sambil tersenyum berkata,
"Jendral Ciong bagaimana burung mu, apa masih aman di sana..'
Mendengar ucapan Guo Yun, kedua orang itu pun langsung teringat, mereka menatap Guo Yun dengan tak percaya dan berkata.
"Ehh kamu tuan muda Yun..benar ?"
"Tuan muda masih hidup ? bukannya negara Lu sudah tiada ?"
tanya Jendral Mi dengan penasaran.
Guo Yun tersenyum, dia memegang bahu kedua orang itu dan berkata,
"Ayo duduklah, mari kita bicara dengan santai saja.."
"Sebelum aku menceritakan tentang diri ku, sebaiknya kalian yang bercerita pada ku kondisi tempat ini.."
"Karena ini menyangkut harapan kalian, yang tentu ingin negara ini bisa bangkit kembali. "
__ADS_1
Kedua orang itu menghela nafas panjang, mereka berdua sempat saling pandang, lalu kembali menghela nafas berat.
"Begini saudara Yun, raja kerajaan ini, sebelum di ambil alih oleh negara Chu adalah Raja Xiang.."
"Dia adalah adik dari putra mahkota, yang kita tangkap dulu."
"Karena lebih cakap dan lebih bijak, dia lah yang dipilih oleh Raja Xian dari Lu sebagai raja Song,.."
"Semua berjalan lancar, hingga tentara Chu datang menyeberangi sungai kuning.."
"Salahnya raja kami yang terlalu bijak itu, dia tidak bersedia mendengarkan nasehat kami."
"Agar melancarkan serangan ke pasukan Chu, yang sedang menyeberangi sungai, sebelum mereka berhasil mendarat dari sisi timur kota."
"Akhirnya setelah mereka mendarat dan mendapatkan posisi baik, semua sudah terlambat.."
"Pasukan kami berhasil di kalahkan, mereka akhirnya berhasil menebus pertahanan kota dan merebut istana.."
"Raja Xiang dan seluruh keluarganya yang tertangkap, semua di eksekusi oleh penguasa Chu, yang bernama Xiong Pa.
"Dia merupakan keponakan raja Kaolie dari Chu."
"Apa ada yang lolos di antara keturunan raja Xiang..?"
tanya Guo Yun sedikit cemas.
Karena bila habis tak bersisa, tentu akan sulit menggalang kekuatan, agar Song bisa bangkit kembali.
Tanpa dukungan Han dan Song, Lu akan sulit bangkit bertahan di antara negara negara besar itu.
"Ada pangeran Cheng, berhasil meloloskan diri di bantu Jendral Xie.."
Guo Yun menatap Jendral Mi dan berkata,
"Lalu di mana mereka berdua..?"
Sambil tertawa Jendral Ciong berkata,
"Bisa kemana lagi si anjing Xie itu, dia setengah hidup nya jaga istana lihat cewek cantik.."
"Tentu saja kini karirnya di lanjut dengan menjaga rumah bordir, di sana dia tetap bisa lihat cewek sampai puas.."
Guo Yun menahan senyum menanggapi Jendral Ciong, yang kalau bicara tidak bisa ngerem itu.
"Lalu pangeran Cheng sendiri ada di mana..?"
tanya Guo Yun tidak sabar.
"Bisa kemana lagi, tentu ikut Si Axie dirumah bordir itulah bersembunyi, sebagai pemain alat musik.."
ucap Jendral Ciong polos.
Guo Yun mengangguk lega dan berkata,
"Baguslah masih ada harapan, setidaknya tidak habis semua.."
"Ohh ya Jendral San ada di mana..?"
tanya Guo Yun sambil menatap Jendral Mi dan Jendral Ciong.
Jendral Mi sambil menghela nafas panjang dia berkata,
__ADS_1
"Dia menolak menyerah, bahkan meludahi wajah Xiong Pa saat tertawan.."
"Jadi dia di eksekusi dengan di gantung di depan gerbang kota, jasadnya di biarkan di makan burung pemakan bangkai..."
ucap Jendral Mi menjelaskan dengan wajah sedih.
Guo Yun menghela nafas panjang, sulit berkata-kata.
Itu memang hak sebagai pemenang perang dan resiko bagi yang kalah perang.
Menang jadi raja kalah jadi tawanan itu adalah hal biasa.
Tidak ada yang bisa di salahkan dalam hal ini.
Beberapa saat kemudian, Guo Yun baru menatap kedua jendral di depan nya dan berkata,
"Selemah lemahnya negara Song, aku memperkirakan, setidaknya Song ada pasukan 100.000 orang bukan..?"
Jendral Ciong dan Jendral Mi mengangguk dan berkata,
"Lebih kurang memang ada segitu."
"Di mana mereka semua sekarang ? apa sudah di bumi hangus oleh pasukan Chu semua..?"
tanya Guo Yun ingin tahu.
Jendral Mi menghela nafas panjang dan berkata,
"Lebih dari 30.000 tewas, lebih kurang 20.000 melarikan diri.."
"Sisanya 50.000 kini menjadi tawanan perang, di kurung di camp penampungan, ujung tembok kota sebelah Utara sana.."
ucap Jendral Mi menjelaskan.
Guo Yun mengangguk dan berkata,
"Kenapa kota ini, masyarakat nya seperti takut berbicara, tentang kerajaan baru maupun kerajaan lama, ada sebabnya..?"
"Ohh itu adalah titah dari Xiong Pa, barang siapa yang berani berbicara tentang kerajaan lama dan baru, bila terdengar, akan di eksekusi beserta keluarganya."
"Sudah ada beberapa orang yang mengalami hal tersebut.
Sehingga kini rakyat tidak ada lagi yang berani berbicara sembarangan di luar sana.."
ucap Jendral Mi menjelaskan.
Guo Yun mengangguk kemudian berkata,
kalian tahu berapa kekuatan pasukan Xiong Pa di sini..?"
Jendral Mi menghela nafas panjang dan berkata,
"Menurut perkiraan ku, setidaknya tidak akan kurang dari 150.000 personil.."
"Ada begitu banyak, mengapa aku tidak melihatnya sama sekali..sewaktu memasuki kota ini hingga sekarang.?"
tanya Guo Yun heran.
"Sebagian di balik tembok itu, sebagian lagi ada di camp militer sebelah Utara sana, tidak jauh dari camp tawanan perang pasukan Song."
ucap Jendral Mi menjelaskan.
__ADS_1