
Gongsun yang termenung sedih, bergumam sendiri, sambil menatap kebawah tebing.
"Yun ke ke maafkan aku, aku lah penyebab semua ini.."
"Aku lah yang telah mencelakai mu."
"Sejak kamu mengenal ku..aku selalu membawa masalah, yang tiada henti buat mu.."
"Aku benar benar wanita pembawa sial, yang telah mencelakai suami ku sendiri.."
"Aku pantas mati, biarlah aku kebawah sana menemani mu.."
ucap Gongsun putus asa, sambil memejamkan matanya.
Dia hendak membiarkan dirinya terbang jatuh ke bawah tebing menyusul Guo Yun.
Untung dengan sigap Si Si memeluk pinggangnya dan menariknya mundur menjauhi tebing.
Karena terburu-buru, posisi Si Si tidak stabil, sehingga mereka berdua jatuh tumpang tindih menjauhi pinggiran tebing merah.
"Apa yang sedang kakak lakukan,..!?"
"Sadarlah kak,..! itu adalah tindakan yang sangat gegabah dan tidak tepat..!"
Bentak Si Si berusaha menyadarkan Gongsun Li, yang ingin mengambil jalan pintas.
Tapi saat melihat Gongsun Li hanya duduk termenung dengan air mata bercucuran.
Si Si menjadi tidak sampai hati terus memarahinya.
Dengan lembut Si Si menyentuh pundak Gongsun Li dan berkata,
"Kakak maafkan ucapan ku tadi, tapi ku mohon, kakak berpikirlah lebih jernih.."
"Jangan pernah berpikir untuk menyakiti diri kakak lagi.."
"Jangan membuat dia bersedih dan pergi dengan tidak tenang.."
"Masih banyak hal yang bisa kakak lakukan untuk mewujudkan keinginannya.."
"Seperti kembali ke Yue meneruskan cita citanya, sekaligus membalaskan dendam nya."
ucap Si Si panjang lebar mencoba menyadarkan Gongsun Li.
Gongsun Li mengangguk kecil, sambil menghapus airmatanya yang tidak berhenti bercucuran.
"Yun ke ke,.. kau maafkanlah aku, kembalilah,.. jangan tinggalkan kami seperti ini.."
ucap Gongsun Li bercucuran air mata.
Gongsun Li menatap Si Si, lalu dia memegang kedua tangan Si Si dengan lembut dan berkata,
"Si Si seharusnya aku jangan pernah muncul di Shoucun, seharusnya aku merelakan kalian berdua hidup berbahagia ."
"Kamulah yang paling tepat mendampinginya, kamu sangat pengertian dan lembut."
"Kamu jauh lebih baik dan lebih baik segala dari ku, dia sudah benar memilih mu menjadi pendampingnya.."
ucap Gongsun Li sambil menatap kearah Si Si dengan penuh penyesalan.
Si Si tersenyum sedih menatap Gongsun Li dan berkata,
"Li cie cie salah, bila berpikir seperti itu.."
"Aku selamanya tidak akan pernah mampu menandingi posisi Li cie cie di hatinya.."
"Orangnya bersama ku, tapi hatinya ada bersama Li cie cie."
"Hampir setiap malam, bila sudah tidur, yang di panggil nya pasti nama Li cie cie.."
"Dia selalu meminta maaf dan menyatakan penyesalannya dalam tidur.."
"Dia hidup dalam tekanan dan penyesalan, atas semua terjadi di antara kami.."
__ADS_1
Si Si menceritakan semua yang terjadi, antara dirinya dan Guo Yun, dengan jujur sejelas jelasnya, tanpa ada yang di tutupi sedikitpun dari Gongsun Li.
Di penghujung cerita, dia berkata,
"Aku sudah mencoba berulang kali, untuk menjauhinya.."
"Tapi aku tetap kalah oleh keegoisan ku, aku selalu saja kalah oleh keinginan ku yang selalu kembali muncul di sisinya.."
"Saat dia meminta ku untuk mendampinginya, aku pun tak bisa menolaknya.."
"Seandainya aku bisa lebih tegas pada perasaan ku, tentu semua tragedi ini tak perlu terjadi.."
ucap Si Si penuh penyesalan dan sangat sedih.
Gongsun Li maju memeluk Si Si dan berkata,
"Andai saja aku mau bersabar, mendengar kan penjelasan kalian.."
"Aku tidak akan terjatuh dalam perangkap si Lu Bu Wei yang licik itu.."
"Tentunya Lu Bu Wei, tidak akan punya peluang mencelakai Yun ke ke .."
"Yun ke ke juga tidak akan...hu..hu..hu..hu..!"
Gongsun Li sudah tidak bisa menahan diri menangis tersedu-sedu, sambil memeluk Si Si.
Akhirnya kedua gadis cantik itu, sama sama melepaskan semua tangisan kesedihan mereka.
Masing masing terkenang masa masa kenangan manis dan indah bersama Guo Yun.
Membuat tangisan mereka menjadi semakin pilu dan menyedihkan.
Setelah puas melepaskan beban kesedihan mereka, kedua gadis itu terlihat duduk di tepi tebing.
Melihat kearah sungai kuning, yang mengalir deras di bawah sana tanpa perasaan.
Seolah-olah apapun yang terjatuh kesana, pasti akan diseretnya tanpa ampun.
Gongsun Li menghela nafas panjang dan berkata,
Si Si menoleh kearah Gongsun Li dan berkata,
"Aku juga sering berpikir seperti itu, tapi harapan dan cita cita Yun ke ke masih menunggu kita pulang mengurusnya.."
"Bila kita semua pergi menyusulnya, bukannya cita cita dia selama ini jadi sia sia..?"
"Lagipula ini terlalu enak bagi mereka yang mencelakainya.."
"Tanpa Yun ke ke, kita memang mustahil bisa mengalahkan mereka."
"Tapi setidaknya kita bisa gagalkan rencana mereka dan membuat mereka kecewa dan kesal.."
"Itu juga terhitung suatu pembalasan.."
ucap Si Si penuh semangat.
Gongsun Li mengangguk dan berkata,
"Kamu benar adik Si Si, aku masih punya kitab perang rahasia langit.."
"Mari kita pelajari sama sama, aku yakin pasti akan membawa manfaat untuk kita saat perang nanti.."
"Adik Si Si sebelum kita kembali ke Wu Yue, aku ingin turun kebawah sana menyelidikinya sekali lagi.."
"Bila tidak menemukan apa apa, aku ingin mengajak mu ke gua putus cinta, kita bisa berlatih di sana."
"Bila sudah kuat, kita baru kembali ke Wu Yue, bergabung dengan mereka berjuang melawan Qin.."
"Kita nanti akan rebut wilayah Chu dari nya, aku mau lihat dia bisa apa ?"
ucap Gongsun Li mulai bangkit semangatnya.
Si Si mengangguk dan berkata,
__ADS_1
"Aku yakin kita bisa kak, nanti aku akan buatkan senjata ini, untuk di gunakan pasukan harimau hitam.."
"Aku jamin mereka pasti akan tahu rasa.."
ucap Si Si sambil menunjukkan senjata rahasianya.
"Apa itu ?"
tanya Gongsun Li heran.
Cara kerjanya mudah sekali kak, cukup arahkan ujungnya ke target, buka kuncinya, tekan tombol ini, seperti ini...
"Dorrrr..!"
terdengar letusan keras, memenuhi sekitar sana, dari ujung senjata terlihat keluar asap tipis
Sedangkan batang pohon Pinus yang menjadi target, kini berlubang cukup dalam, dan dari lubang itu keluar asap tipis.
"Hei benda ini hebat sekali, tanpa perlu berlatih puluhan tahun, semua orang mampu menggunakan nya.."
ucap Gongsun Li kagum.
Si Si mengangguk bangga, tapi sesat kemudian dia berkata,
"Tapi senjata ini tidak akan berguna, bila ketemu pendekar kelas langit, seperti Chi Sa, Lu Bu Wei, Li Ba dan istri nya, Li Kui juga istrinya, dan Li cie cie tentunya.
Gongsun Li tersenyum memegang bahu Si Si dan berkata,
"Aku bisa, aku yakin kamu juga akan bisa, bila sudah berlatih di gua putus cinta.."
"Aku yakin itu.."
"Sekarang aku mau coba turun dulu ke bawah sana, bila ada hal mencurigakan teriak saja, aku akan kembali keatas ."
ucap Gongsun Li berpesan.
Si Si mengangguk dan berkata,
"Aku sebaiknya bersembunyi di balik hutan sana, biar tidak menarik perhatian."
Gongsun Li mengangguk dan berkata,
"Itu boleh juga, buat jaga jaga, siapa tahu mereka mengejar kemari.."
Si Si mengangguk, lalu dia berjalan kearah hutan Pinus dan menghilang kebalik pohon itu
Sedangkan Gongsun Li dengan ilmu cecak nya, dia merayap turun kebawah tebing
Untuk melakukan pencarian, keberadaan Guo Yun.
Tapi hingga matahari naik tinggi, dia tidak menemukan hasil apapun selain sebuah patahan pedang yang tergeletak di bawah cekungan tebing.
Gongsun Li akhirnya hanya bisa membawa patahan pedang walet emas, naik kembali keatas tebing.
"Aku hanya menemukan potongan ini di bawah sana.."
ucap Gongsun Li sedih.
Dia berdiri di hadapan Si Si, yang menatap potongan pedang itu dengan sepasang mata berkaca kaca.
"Kita bawa pulang dan kuburkan saja di istana tempat kelahiran Yun ke ke.."
ucap Si Si sedih.
Gongsun Li mengangguk dan menyerahkan ke Si Si untuk di simpan.
Kini mereka berdua semakin yakin, Guo Yun pasti sudah di celakai lawan dan tenggelam di bawah sana.
Sambil menghela nafas sedih, kedua wanita cantik itu, terlihat berjalan dengan kepala tertunduk lesu, menghampiri kuda mereka yang sedang merumput di dalam hutan.
Si Si yang tadi menyembunyikan dan mengikat tali kekang kuda mereka disana.
Beberapa waktu kemudian, terlihat kedua wanita itu meninggalkan tebing merah.
__ADS_1
Mereka bergerak menuju selatan, menuju gunung Ba Gong.