LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
PERASAAN GONGSUN LI


__ADS_3

Pelayan bernama Siau Cui itu, langsung menciut ketakutan tidak berani bersuara lagi.


Gongsun Li terlalu polos, dia bukan Guo Yun.


Dia mana bisa menyadari aksi akting sandiwara, yang sudah di setting dengan baik oleh Ying Zheng.


Dengan sikap sedikit malas, dia bangun dari posisinya, berjalan duduk di hadapan meja.


Menunggu kedua pelayan itu memindahkan sup di dalam tempatnya yang tertutup rapat, kesebuah mangkok, di hadapannya.


Begitu dituang kedalam mangkuk, wangi sup itu langsung menyebar keseluruh ruangan.


Bau obat tidak lagi tercium, yang ada adalah wangi rempah dan bunga.


Gongsun Li juga tidak tahu bahan apa, yang di masukkan, sehingga sup yang harusnya berbau obat ginseng


Bisa berubah menjadi begini wangi, dengan penasaran.


Dia mencicipinya, sesendok demi sesendok, akhirnya habis satu mangkok sup itu tanpa terasa.


Setelah sup habis, kedua pelayan itu buru buru membereskan nya lalu hendak pergi dari sana.


"Tunggu sebentar.."


panggil Gongsun Li.


Kedua pelayan itu langsung menghentikan langkahnya, pelayan pertama langsung menjawab,


"Ya Nona Gongsun, ada yang bisa kami bantu.?"


"Panggil tuan kalian kemari, aku ingin bicara dengannya.."


ucap Gongsun Li tegas.


"Baik Nona Gongsun, kami akan segera menyampaikan nya."


ucap pelayan pertama cepat.


Lalu dia bersama pelayan kedua segera meninggalkan kamar tersebut.


Tidak perlu menunggu lama, Ying Zheng sudah datang ke kamar tersebut.


Karena pintu terbuka, dia pun langsung masuk kedalam dan berkata,


"Ya Nona Gongsun.."


"Duduklah.."


ucap Gongsun Li tegas.


Ying Zheng mengambil tempat duduk, dia duduk di hadapan Gongsun Li.


Menatap kearah gadis itu penuh perhatian.


Gongsun Li balas menatap nya dan berkata,


"Sebenarnya apa yang kamu inginkan dan harapkan dari ku..?"


"Mengapa terus berusaha baik dengan ku .?"


Ying Zheng menatap Gongsun Li dan berkata,


"Aku menyukai mu, aku sangat menyukai mu, kurasa aku sudah jatuh cinta padamu.."


"Aku bukan ingin membaik mu, tapi hanya ingin kamu sembuh pulih seperti semula.."


"Hidup dengan gembira dan bahagia itu sudah cukup.."


Gongsun Li menghela nafas panjang dan berkata,


"Ying Zheng kamu harus tahu, aku selamanya tidak akan pernah bisa membalas perasaan mu.."


"Karena hati dan perasaan ku sudah ku serahkan padanya.."


"Meski dia mengkhianati dan menyakiti perasaan mu..?"


tanya Ying Zheng sambil menatap tajam penuh selidik.

__ADS_1


Gongsun Li membalas menatapnya dengan tegas, dia mengangguk dan berkata,


"Benar, meski apapun yang dia lakukan pada ku, perasaan ku padanya selamanya tidak akan pernah berubah.."


Ying Zheng menghela nafas panjang dan berkata,


"Mengapa kamu begitu naif bodoh dan keras kepala, apa kamu akan bahagia dengan bersikap begitu..?"


Gongsun Li tersenyum sedih menoleh kearah lain, menghapus dua butir airmatanya yang runtuh dan berkata,


"Kalau itu urusan ku, tidak perlu kamu mengkhawatirkan nya.."


"Bodoh atau naif, tanya saja pada diri mu kamu akan tahu, bila kamu mengerti akan arti cinta.."


"Ku beritahukan pada mu, cinta terkadang manis terkadang sangat pahit, dan kini aku sudah merasakannya.."


"Mulai besok tak perlu lagi mengirim sup kemari lagi.."


"Cukup makan sehari tiga kali, itu sudah lebih dari cukup.."


"Aku juga tidak akan lama, paling lama 3 hari lagi, aku akan pergi dari sini.."


"Maaf aku sudah lelah, mau istirahat.."


"Silahkan.."


Ying Zheng mengangguk dan berkata,


"Itu adalah hak mu, mau pergi kapan pun, aku tidak akan melarang mu..asalkan tubuh mu sehat.."


"Sup ginseng, aku akan tetap kirim sampai kamu sehat total.."


"Sehari 3 kali makan itu sudah pasti.."


"Minum atau tidak, makan atau tidak, itu hak mu, pelayan yang tidak bisa menjalankan tugas dengan baik.."


"Itu hak ku menghukumnya,.."


"Permisi.."


"Kamu berani mengancam ku, dengan mereka..?!"


bentak Gongsun Li marah.


Ying Zheng tidak perduli dengan teriakan Gongsun Li.


Dia tetap melangkah, lalu tanpa menoleh dia berkata,


"Bila tidak suka, kamu boleh membunuh ku..."


"Kau jangan berani menguji ku..!"


"Singgg..!"


bentak Gongsun Li sambil mencabut belatinya dan melesat menyusul Ying Zheng.


Tiba-tiba Ying Zheng membalikkan badannya dan dengan nekad, dia maju mendekati Gongsun Li dan berkata,


"Lakukanlah agar semuanya tuntas."


Gongsun Li yang teringat dengan kejadian Guo Yun kemarin.


Dengan panik, dia terburu-buru mengalihkan sabetan belatinya kearah pintu kamar.


"Brakkkk,..!"


pintu kamar terbelah dua, terkena sabetan belatinya yang super tajam.


Ying Zheng tidak bergeming, dia sambil menatap Gongsun Li, kembali melangkah maju.


Adalah Gongsun Li yang terpaksa dengan gugup melangkah mundur.


Selangkah demi selangkah, Ying Zheng terus bergerak maju, sedangkan Gongsun Li terpaksa melangkah mundur, hingga dia terjatuh terduduk diatas kasurnya.


"Kamu mau apa..!?'


bentak Gongsun Li kaget.

__ADS_1


Tanpa memperdulikan Gongsun Li, Ying Zheng terus membungkuk mendekati Gongsun Li.


"Heiii,..pergi kamu bajingan..!"


bentak Gongsun Li semakin panik, dia sudah hampir menghujamkan belati di tangan nya.


Bila Ying Zheng berani mencoba berbuat yang bukan bukan, tadi dia kaget dan panik.


Hanya semata. akibat trauma dan menyesal dengan apa yang dia lakukan secara tidak sengaja, pada Guo Yun suaminya.


Kini setelah sadar, Ying Zheng bukan Guo Yun, bukan suaminya.


Tentu bila berani berbuat kelewatan, dia juga tidak akan bersungkan dengan nya.


Ying Zheng tidak memperdulikan nya, dia terus membungkuk, lalu mengambil jubah merah Gongsun Li.


Membantu memakaikannya dan berkata,


"Pintu rusak, di luar sedang turun salju, tubuh mu belum pulih, pakai ini dulu.."


"Sambil menunggu pintu di perbaiki.."


"Permisi.."


ucap Ying Zheng, kemudian dia kembali berdiri, membalikkan badannya, lalu berjalan meninggalkan Gongsun Li yang duduk terdiam disana, tidak tahu harus bersikap apa.


Selain wajahnya terlihat merah, malu karena salah duga dan berpikir terlalu jauh.


Tapi dia bisa menghela nafas lega jadinya.


Sebelum Ying Zheng pergi, Gongsun Li sempat melihat kedua telapak tangan Ying Zheng yang di perban.


Perasaan terdalam nya sedikit tersentuh oleh kebaikan Ying Zheng padanya.


Sangat mudah di tebak, telapak tangan Ying Zheng terluka, pasti karena memasak sup ginseng untuknya.


"Plakkkk..!"


Gongsun Li tiba tiba menampar wajahnya sendiri dan berkata sendiri.


"Gongsun Li sadarlah kamu, jangan terpancing..dia sedang memainkan sandiwara,.. melukai diri untuk menarik perhatian mu.."


"Kamu sudah punya suami.."


"Kamu baru saja melukai suami mu, tidak tahu nasibnya sekarang gimana..?"


"Kamu malah.."


"Plakkkk..!"


sekali lagi Gongsun Li menampar wajahnya sendiri.


"Mereka bukan orang baik, sadarlah kamu.."


gumam Gongsun Li mengingatkan dirinya sendiri.


Lalu dia merebahkan diri nya keatas kasur, menutupi kepalanya dengan selimut, mencoba memejamkan matanya untuk tidur.


Tapi dia sulit tidur, karena dia hari ini sudah terlalu banyak tidur.


Gongsun mencoba bangkit untuk duduk bermeditasi , tapi pikirannya tidak bisa fokus.


Karena wajah Guo Yun yang terluka olehnya, dan sentuhan lembut Guo Yun di bahu nya, saat dia menikamnya.


Semua terus terbayang jelas di depan matanya.


Gongsun Li tidak sanggup meneruskan meditasi nya, akhirnya dia turun dari ranjangnya.


Berjalan keluar dari dalam kamar nya, iseng iseng dia berjalan seorang diri, di taman depan kamarnya.


Gongsun Li menatap kearah bulan yang bersinar terang, menerangi bunga bunga salju putih, seperti kapas putih yang beterbangan di udara.


"Yun ke ke, tahukah kamu betapa aku sebenarnya sangat merindukanmu..?"


"Tapi mengapa kamu begitu tega menorehkan luka itu pada hati ku..?"


ucap Gongsun Li sambil menghela nafas sedih

__ADS_1


__ADS_2