
Guo Yun berlari kesana kemari di tepi pantai seperti orang ling lung.
Dia sangat cemas dan panik memikirkan kemana perginya Sian Sian.
"Li Kui kita harus mencarinya, bagaimana pun caranya, kita harus menemukan nya.!"
ucap Guo Yun sambil menatap Li Kui dengan serius.
Li Kui juga bingung tidak tahu harus bagaimana, dia hanya bisa menganggukkan kepalanya.
Guo Yun mulai mencari cari di sekitar sana, untungnya tempat itu sepi, sehingga tapak kaki mudah di jumpai.
Guo Yun yang menemui tapak kaki kecil Sian er di sekitar sana, Guo Yun segera menelusuri kemana perginya tapak kaki itu.
Sambil menelusuri tapak kaki itu, Guo Yun terus berdoa dalam hati, agar Sian er cepat di temukan, dan jangan sampai terjadi sesuatu dengan gadis kecil itu.
Bila tidak Guo Yun benar benar tidak tahu bagaimana caranya, akan menjelaskan kepada Li Ba saudaranya.
"Li Ba telah mempercayakan gadis kecil itu padanya, bila sampai terjadi sesuatu, bagaimana dia akan mempertanggungjawabkan nya kepada Li Ba dan kakek Huang."
gumam Guo Yun dalam hati.
Baru memikirkannya, kepalanya sudah terasa sakit dan pusing, apalagi saat harus menghadapi nya, pikir Guo Yun dalam hati.
"Harusnya aku membawanya ikut, tidak meninggalkannya seorang diri di sini.."
ucap Guo Yun yang merasa bersalah dan menyesal.
"Jangan terlalu merasa bersalah kak Yun, kondisi ini emang serba salah.."
"Hutan itu begitu banyak binatang beracun dan sarat bahaya, membawa Sian er juga kurang tepat.."
"Paling aman memang dia tidak ikut, tapi siapa sangka malah begini.."
ucap Li Kui mencoba mengurangi rasa bersalah Guo Yun.
Sambil ngobrol, mereka berdua terus menelusuri jejak kaki kecil Sian er.
Dari jejak kakinya, terlihat Sian er menuju pinggiran hutan, yang terletak di balik sebuah batu.
Guo Yun kembali berteriak,
"Sian er,..!"
"Sian er,..!"
"Kamu di mana..!?"
tapi sebagai jawaban hanya ada gema suara Guo Yun sendiri.
Saat tiba di balik batu, Guo Yun dan Li Kui saling pandang.
Mereka menemukan jejak kaki kacau balau di sana.
__ADS_1
Ada beberapa tapak kaki orang dewasa, juga tapak kaki Sian er disana, semua terlihat bercampur aduk.
Tanpa menunggu aba aba, Guo Yun langsung menerjang masuk kedalam hutan, mengikuti jejak kaki tersebut.
Li Kui mengikutinya dari belakang, untungnya tanah di dalam hutan itu agak becek, sehingga terlihat jelas tapak kaki manusia dewasanya.
Dari sini dan seterusnya tidak terlihat lagi tapak kaki Sian er, yang terlihat hanya ada beberapa tapak kaki orang dewasa.
Dari sini Guo Yun dan Li Kui sudah bisa menduga, kemungkinan besar Sian er kebelet, tidak tahu mau buang air besar atau kecil.
Tapi dia malah di culik orang orang ini.
"Kelihatannya, mereka telah memanggul Sian er masuk kedalam hutan.."
ucap Li Kui mengemukakan dugaannya.
Guo Yun mengangguk dan berkata,
"Pasti seperti itu, bila di lihat dari jejak kaki Sian er, yang tidak terlihat lagi, kemungkinan besar, ya seperti itu."
Mereka berdua bergerak secepatnya mengikuti telapak kaki diatas tanah itu.
Telapak kaki itu membawa mereka berdua menuju sebuah jalan setapak, yang terus menanjak keatas.
Guo Yun memperkirakan jalan ini kemungkinan membawa mereka menuju hutan di lereng gunung hitam.
Semakin keatas jejak semakin kabur, karena jalanan mulai penuh bebatuan.
Tapi di saat mereka tiba di sebuah jalan yang terbagi dua arah, disaat Guo Yun dan Li Kui, sedang bingung menentukan arah.
Guo Yun berjongkok memungutnya, kemudian dia sambil tersenyum menunjukkan kepada Li Kui dan berkata,
"Sian er sangat cerdik, ini adalah bagian dari untaian kalung mutiaranya."
"ayo kita lewat sebelah sini.."
ucap Guo Yun penuh semangat.
Li Kui mengangguk dan buru buru mengikuti Guo Yun bergerak kedepan.
Guo Yun tidak bisa bergerak cepat, karena Li Kui belum menguasai ilmu ringan tubuh.
Saat melihat nafas Li Kui mulai memburu, wajahnya juga terlihat pucat.
Pergerakannya semakin melambat, Guo Yun yang sudah mulai tidak sabar, dia pun berkata.
"Saudara Kui, lebih baik aku menggendong mu saja, agar bisa lebih cepat.."
"Mana bisa begitu kakak ?,..biarlah aku di sini saja beristirahat sebentar.."
"Nanti aku baru menyusul, bila nafas ku sudah teratur."
Guo Yun menggelengkan kepalanya dan berkata,
__ADS_1
"Kamu lupa dengan kejadian Sian er, ? nanti bila Sian er ketemu.."
"Terus giliran kamu yang hilang, bukannya jadi tambah repot..?"
"Ayo sudah naik saja, jangan membantah.."
"Kita tidak punya waktu banyak, untuk berbantahan.."
ucap Guo Yun serius.
Li Kui dengan setengah terpaksa, akhirnya naik juga ke punggung Guo Yun.
Dia sebenarnya merasa sangat tidak enak hati menjadi beban Guo Yun, tapi mau gimana lagi.
Niat ada, tenaga gak mencukupi, lebih baik seperti ini, daripada nanti semakin repot.
Bagi Guo Yun hal ini bukan masalah, sebenarnya bila dari awal seperti ini, dia malah lebih suka.
Hanya saja mempertimbangkan perasaan Li Kui, Guo Yun tidak tega langsung menawarkan diri menggendongnya.
Lagipula belum tentu Li Kui mau dan bersedia menerima niat baiknya.
Setelah Li Kui dalam pondongan nya, Guo Yun melesat seperti anak panah.
Dia baru berhenti bila ada mutiara yang di temukan nya.
Selagi Guo Yun sedang bergerak cepat, tiba-tiba dari atas bergerak turun kabut berwarna kuning, bergulung gulung menuju kearahnya.
Guo Yun menyadari itu kemungkinan adalah kabut beracun.
"Saudara Kui ayo cepat kita tiarap sejajar dengan tanah, sebisa mungkin tahan nafas mu.."
ucap Guo Yun sambil menurunkan Li Kui.
Li Kui mengangguk cepat, dia buru-buru mengikuti Guo Yun tiarap diatas tanah.
Dengan tiarap sejajar di atas tanah, kabut itu melayang lewat di atas mereka.
Setelah kabut itu berlalu, Guo Yun kembali memondong Li Kui di punggung, lalu kembali melanjutkan perjalanan nya.
Setelah melewati beberapa kali gangguan kabut beracun, yang turun dari atas puncak gunung.
Akhirnya Guo Yun menemukan titik cahaya api, dari titik cahaya tersebut.
Guo Yun yakin, pasti di sanalah kelompok penculik Sian er berada.
Guo Yun melesat lebih cepat lagi menuju pusat cahaya, saat tiba di lokasi.
Sambil bersembunyi di balik rerumputan tinggi, Guo Yun dan Li Kui melakukan pengamatan secara diam diam.
Guo Yun menemukan itu adalah sebuah perkampungan kecil, yang di huni manusia berambut keriting berkulit gelap..
Guo Yun menemukan di tengah tengah lapangan, yang menjadi halaman pondok pondok sederhana.
__ADS_1
Terdapat sebuah api unggun besar, yang di jaga oleh beberapa lali laki bersenjata tombak dan panah.
Sisanya penduduk kampung itu sebagian besar adalah wanita dan anak anak.