LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
PERSIAPAN GUO YUN DAN MENG THIAN


__ADS_3

"Kami mengerti Yang Mulia.."


ucap Hanif dan Temusa hampir bersamaan.


Setelah kedua orang itu meninggalkan kemah, Raja Chan Yu duduk termenung memperhatikan peta wilayah He Xi.


Dia kini hanya bisa menunggu laporan informasi dan laporan dari Erdogan, berapa jumlah kapal yang di dapatnya.


Chan Yu yang terus berpikir, tiba tiba menepuk pahanya sendiri dengan keras dan berkata,


"Benar seperti itu, kenapa aku tidak terpikir sebelumnya.."


"Ini yang namanya menggunakan Taktik jitu lawan, untuk menghabisi lawan.."


"Ya begitu seharusnya begitu.."


ucap Chan Yu penuh semangat.


Sementara itu di kapal yang menampung Guo Yun dan barisannya, menjelang pagi.


Akhirnya mereka sampai di lokasi yang menjadi pusat pangkalan markas pasukan keluarga Meng


Kapal rombongan Guo Yun, terus bergerak menuju sebuah teluk, di mana terlihat kapal kapal perang pasukan Qin, di sembunyikan di sana berbaris dengan rapi.


Di pinggiran sungai terlihat perkemahan besar pasukan keluarga Meng.


Saat kapal mereka merapat, Guo Yun baru menghentikan meditasi penyembuhan organ dalam nya.


Zhou Tai Ling Tong dan Zhang Yi dengan setia dan wajah menunjukkan kecemasan, mereka duduk mendampingi Guo Yun.


Melihat Guo Yun membuka matanya kembali, mereka bertiga pun menghela nafas lega.


Zhang Yi buru buru bertanya,


"Tuan muda gimana keadaan mu..?"


Guo Yun tersenyum dan berkata,


"Sudah agak lumayan, ayo kita pergi temui panglima Meng.."


"Tuan muda dan Ling Tong saja duluan, kami nanti menyusul.."


"Kami mau awasi tahanan dan perbekalan dulu.."


ucap Zhang Yi.


Zhou Tai mengangguk menyetujui pendapat Zhang Yi.


Guo Yun mengangguk dan berkata,


"Baiklah kalau begitu, aku dan kak Ling Tong duluan.."


"Sampai ketemu nanti.."


Zhang Yi dan Zhou Tai melambaikan tangan dan berkata,


"Siap tuan muda.."


Guo Yun dan Ling Tong bergerak menuruni kapal.


Lalu mereka bergerak menuju perkemahan Panglima Meng Thian.

__ADS_1


Di dalam kemah Panglima Meng Thian dan adiknya Meng Yu terlihat sedang berdiskusi, bagaimana cara mereka akan menghadapi pasukan Xiongnu di atas sungai nanti.


Begitu melihat Guo Yun dan Ling Tong tiba, Meng Thian dan adiknya buru buru menghentikan diskusinya.


Mereka langsung menghampiri Guo Yun dan Ling Tong.


"Saudara Yun, wajah mu terlihat kurang sehat ? apa kamu mengalami sesuatu saat berhadapan dengan lawan ?"


tanya Meng Thian curiga dan agak cemas melihat keadaan Guo Yun.


Guo Yun menghela nafas panjang dan berkata,


"Pihak Xiongnu memilki seorang Jendral, yang selain sakti juga pandai ilmu strategi militer.."


"Aku rasa 9 dari 10, pasti dia yang menyebabkan Jendral Meng Yu mengalami kekalahan tragis.."


Meng Yu mengangguk dan berkata,


"Ya,..dia Agahai,..dia masih muda, tapi kemampuan nya sangat tinggi, terutama sepasang Cakra nya sangatlah berbahaya.."


Guo Yun mengangguk membenarkan pendapat Meng Yu..


Meng Thian menatap Guo Yun dan berkata,


"Apa dia juga yang melukai saudara Yun..?"


Guo Yun mengangguk dan berkata,


"Benar panglima Meng, kami sempat 3 kali berhadapan, yang terakhir ya ini hasilnya.."


"Tapi dia juga tidak lebih baik dari tuan muda,.. kemungkinan besar dalam pertempuran kedepan, dia tidak bakal bisa ikut lagi.."


"Jadi Saudara Yun berhasil melukainya..?"


ucap Meng Yu sambil menatap Guo Yun dengan penuh kagum..


Ling Tong sambil tertawa berkata,


"Bukan hanya di kalahkan, tapi dia juga berulang kali di permainkan."


"Coba coba ceritakan kakak Ling, aku kok jadi penasaran.."


ucap Meng Yu penasaran.


Guo Yun hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum, menanggapi cerita Ling Tong, yang terkesan di lebih lebihkan, dengan bumbu bumbu penyedap rasa nya.


Tapi Meng Yu justru terlihat sangat antusias mendengarkan nya


Meng Thian sendiri hanya dengar sekilas saja, lalu dia bertanya ke Guo Yun .


"Dengan terluka nya Agahai, lalu kira kira, siapa pemimpin Pasukan Xiongnu berikutnya ?"


"Apakah jatuh ke Mangga atau Tuli ?"


tanya Meng Thian sambil menatap Guo Yun dengan serius.


Guo Yun menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Mangga dan Tuli tidak mungkin bisa memimpin lagi, mereka kini dalam perjalanan menemui raja neraka.."


"Maksud saudara Yun, kedua Jendral besar itu juga sudah tewas di tangan mu..?"

__ADS_1


"Lalu kekuatan pasukan Xiongnu kini, sebenarnya tinggal berapa banyak lagi..?"


Guo Yun mengangguk dan berkata,


"Benar Jendral Meng, mereka berdua sudah tewas, mereka sudah bukan masalah lagi.."


"Aku tebak gantinya Agahai, ada kemungkinan raja Chan Yu pribadi.."


"Sedangkan sisa pasukan nya aku kurang tahu pasti, kemungkinan antara 300.000 hingga 350.000.."


"Masih sebanyak itu, bila mereka datang kemari, apa sungai ini tidak penuh di buat kapal mereka..?"


ucap Meng Thian dengan sedikit kaget.


Guo Yun menghela nafas panjang dan berkata,


"Pada intinya pasukan mereka memang sangat banyak dan sulit di tahlukkan, bila hanya mengandalkan pasukan keluarga Meng itu adalah hal yang mustahil."


"Aku yakin perdana menteri pasti menyadari hal itu, hanya saja dengan posisi Qin saat ini."


"Di mana Qin di kepung oleh Chu Wei dan Zhao, perdana menteri memang tidak punya pilihan, untuk membantu mengirim pasukan lebih kemari.."


"Jadi perdana menteri hanya bisa berharap kita berhasil mukul mundur atau menahan mereka, itu juga sudah hebat.."


Meng Thian mengangguk setuju atas pendapat Guo Yun.


"Lalu kira kira apa langkah kita selanjutnya ?"


tanya Meng Thian sambil menatap Guo Yun.


"Aku berencana menghadapi mereka di sungai, dengan pasukan ku cukup.."


ucap Guo Yun yakin..


"Ahh,.. adik Yun, kamu jangan bercanda, kami ikut sekalipun kita masih kalah jumlah beberapa kali lipat.."


"Bagaimana mungkin kamu dan pasukan mu, yang hanya beberapa ribu orang itu, ingin melawan mereka.."


"Ini sana saja bunuh diri,.apalagi dengan kondisi mu yang sedang terluka begini.."


ucap Meng Thian sulit percaya.


Guo Yun tersenyum dan berkata,


"Panglima Meng tenang saja, aku pasti punya cara untuk menghadapi mereka."


"Percayalah mereka tidak akan bisa membawa 350.000 pasukan mereka, untuk menyerang kita diatas sungai."


"Kalaupun mereka menghendakinya, juga tidak akan ada kapal yang bisa memuat begitu banyak pasukan yang mereka bawa."


"Aku menebak paling banyak, kemungkinan mereka hanya akan bisa membawa 100.000 pasukan datang menyerang, mungkin kurang dari itu.."


"Kini yang aku khawatirkan justru bukan di sini,.aku khawatir mereka dalam waktu dekat akan menyerang kota Yong."


"Bila mereka berhasil, meski kita menang di sini pun semua akan jadi percuma.."


"Jadi saran ku, panglima Meng dan Jendral Yu segeralah pimpin pasukan keluarga Meng, untuk memperkuat di sini, sini, sini, dan sini dengan barisan pendam."


ucap Guo Yun sambil menunjuk peta dan memberikan petunjuk jebakan apa yang perlu di siapkan.


Panglima Meng Thian memperhatikan dengan seksama arahan arahan Guo Yun, sambil mengangguk anggukan kepala nya , tanda setuju dengan pendapat Guo Yun.

__ADS_1


__ADS_2