
Lu Bu Wei menepuk pundak Guo Yun dengan lembut dan berkata,
"Ya sudah lupakan saja.."
"Lebih baik kita fokus langkah selanjutnya, menurut mu apa yang bisa kita lakukan selanjutnya..?"
tanya Lu Bu Wei sambil menatap Guo Yun.
"Lian Po,.. apakah paman ingin menargetnya hingga mati..?"
tanya Guo Yun pelan.
"Kalau bisa mengapa tidak, orang itu sangat berbahaya, sulit di lawan."
",Bila di biarkan dia bangkit kembali, itu sama saja kita melepas harimau kembali ke gunung.."
"Suatu hari, dia tetap akan kembali menyerang kita.."
ucap Lu Bu Wei mengemukakan pendapatnya.
Guo Yun mengangguk dan berkata,
"Kalau begitu baiklah, kita tidak bisa membunuhnya, biarkan atasannya yang membunuhnya.."
"Semua ini harus bergantung pada orang yang pintar bergosip dan jago memutar balik fakta.."
"Selain itu, bila di dukung dengan gosip dari mulut ke mulut, yang di sebarkan oleh mata mata paman di ibukota Handan.."
"Aku yakin Lian Po pasti tidak akan bisa merayakan ulang tahunnya, tahun depan nanti..'
ucap Guo Yun pelan.
Lu Bu Wei mengangguk, di dalam hati dia sudah tahu, siapa yang paling cocok menjalankan tugas ini.
Pilihannya jatuh pada Fan Sui, kepala koodinator menteri istana, paling jago gosip, paling jago memutar balik fakta.
Masalah sogokan harta, dia juga paling ahli, karena dia memilki bisnis pegadaian di mana mana.
itu hanya menunjukkan, dia adalah jagoan yang handal, dalam koleksi barang berharga dan barang antik.
Jadi pilih dia, adalah paling cocok, bila gagal Lu Bu Wei juga ada alasan, untuk menghilangkan batu pengganjal, yang sering menjadi batu sandungan baginya itu.
"Setelah berhasil dengan Lian Po apa langkah selanjutnya.."
tanya Lu Bu Wei, sangat yakin mampu menghabisi Lian Po.
Gou Yun tersenyum kecil.dan berkata,
"Kita harus segera mengambil Chang Ping Kuan.."
__ADS_1
"Secara bersamaan, kita akan bergerak dari dua arah dari Shangdang dan dari Qin Yang,.."
"Biar jendral Bai bergerak dari Qin Yang, sedangkan kita berangkat dari Shangdang.."
ucap Guo Yun memberi perincian rencana.
"Baiklah kalau begitu, sekarang kamu pergilah istirahat.."
"Besok pagi kita akan kembali ke Shangdang, menunggu hasil kerja mata mata ku dan Fan Sui.."
ucap Lu Bu Wei sambil tersenyum.
Guo Yun mengangguk dan berkata,
"Baiklah paman, kalau begitu aku permisi dulu ."
Guo Yun memberi hormat, lalu mengundurkan diri dari ruangan tersebut.
Setelah Guo Yun pergi, Lu Bu Wei berjalan menghampiri sebuah peta besar, yang tergantung di dinding.
Dia berdiri termenung menatap peta di hadapannya dan berkata dalam hati,
"Zhao Ji kamu tenang saja, aku pasti akan menjadikan dia, penguasa tunggal negeri ini.."
Lu Bu Wei menghela nafas panjang dan berkata pelan.
"Pemuda yang sangat berbakat dan mengerikan, dia bisa membantu ku menahlukkan negeri ini.."
"5 tahun aku dan Bai Qi berkutat dengan Lian Po, dia tidak.sampai satu tahun, bahkan tidak sampai 1/2 tahun, Lian Po akan segera di kirim nya kedalam liang kubur.."
"Benar benar pemuda yang sangat mengerikan.."
ucap Lu Bu Wei, ada rasa takut, waspada, tapi juga sekaligus, salut, bangga dan kagum, yang terlihat jelas di wajahnya, saat berbicara tentang Guo Yun.
Keesokan harinya, rombongan pasukan yang 300.000 personil sudah berangkat menuju Shangdang.
Sedangkan Bai Qi dan pasukannya dari Tong Kuan sudah bergerak menuju Qin Yang.
Fan Sui sendiri, beberapa hari kemudian, juga berangkat dari Sian Yang menuju ibukota Handan, dengan menyamar menjadi pedagang dan membawa banyak barang berharga.
Fan Sui tidak membawa pasukan, dia hanya di kawal oleh 7 orang wakil Chi Sa Men, dan beberapa perusahaan pengawalan ekspedisi yang di sewanya.
Untuk mengawalnya, menuju kota Handan, ibukota kerajaan Zhao.
Dia tahu tugas itu pasti datang dari Lu Bu Wei, seterunya itu.
Tapi dia tidak berdaya menolak, karena perintah turun dari Ying Zheng langsung.
Dia hanya bisa mengutuk Lu Bu Wei, secara diam diam di dalam hati.
__ADS_1
Dengan di kawal.oleh wakil ketua Chi Sa Men,.dia yakin nyawanya lebih terjamin di jalan.
Tapi kehadiran mereka, juga punya peran mengawasinya, sedikit saja ada tanda tanda tidak beres.
Mereka bertujuh yang bertugas sebagai spionnya Lu Bu Wei, tidak akan segan segan menghabisi dirinya.
Penggal dulu baru lapor, itu sudah biasa di Chi Sa Men, tak ada yang perlu di buat heran.
Dia juga jangan pernah bermimpi bisa menyogok mereka mengkhianati tuannya.
Karena itu tidak akan berhasil, Hukuman buat penghianat di Chi Sa Men, itu sangat mengerikan hingga sulit di bayangkan.
Mereka semua adalah kumpulan anak yatim yang di pungut oleh Lu Bu Wei.
Dari seribu orang anak, hanya akan ada satu yang hidup dan diangkat menjadi anggota Chi Sa Men.
Mereka di pelihara dari kecil, menjelang dewasa, mereka akan saling membantai, hingga tersisa satu yang terkuat.
Itu yang akan terpilih menjadi anggota Chi Sa Men.
Selain itu, mereka juga di perkenankan untuk menantang yang di atasnya.
Bila menang, mereka boleh menggantikan posisi atasannya, tentu saja setelah atasan mereka tewas di tangan mereka.
Rombongan Lu Bu Wei Guo Yun dan Liu Sa, akhirnya tiba di kota Shangdang.
Mereka semua bertahan di sana, tidak bergerak, menunggu kabar informasi dari hasil kerja Fan Sui baru bisa bergerak.
Fan Sui sendiri setelah tiba di kota Handan, dengan bantuan mata mata Lu Bu Wei di sana.
Dia berhasil menghubungi sejumlah menteri di dalam istana, dengan sogokan sana sini.
Dan penyebaran gosip gosip oleh mata mata Lu Bu Wei di masyarakat ibu kota.
Akhirnya Lian Po yang sedang bertugas bersama Li Mu bertahan di Chang Ping Kuan, di panggil kembali ke ibukota oleh raja Qian.
Setelah melalui persidangan sengit, yang di bantu mati matian oleh Li Mu dan beberapa menteri setia.
Lian Po yang tadinya akan di jatuhi hukuman arak beracun, berhasil di selamatkan oleh Li Mu dan kelompoknya.
Lian Po hanya di copot jabatannya dan di usir dari wilayah Zhao, secara tidak hormat.
Li Mu yang khawatir sahabatnya Lian Po di celakai orang di jalan.
Dia meminta bantuan Gongsun Li dan Si Si, mengawal Lian Po meninggalkan Handan.
Dengan demikian Lian Po di bawah pengawalan pasukan harimau hitam, yang di pimpin oleh Gongsun Li dan Si Si melakukan perjalanan cepat menuju Shoucun, ibukota negara Chu, yang kini menjadi daerah kekuasaan Wu Yue.
Sesuai perkiraan Li Mu, baru saja rombongan pasukan harimau hitam di bawah pimpinan Gongsun Li dan Si Si, yang sedang mengawal Lian Po, keluar dari perbatasan wilayah Zhao.
__ADS_1
Di mana mereka baru saja tiba di tepi sungai Kuning.
Mereka langsung di sergap oleh pasukan Qin di bawah pimpinan Fan Sui dan ke 7 wakil Chi Sa Men.