LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
JAWABAN LI KUI YANG MENGEJUTKAN


__ADS_3

Kakek Huang adalah orang berpengalaman, sekali dengar dia pun langsung paham, meski Guo Yun telah sengaja menyamarkan nya.


Tapi dia sudah hampir bisa menebak jalan ceritanya, dia juga paham apa yang sedang Guo Yun khawatirkan.


Jadi sambil tersenyum tenang, kakek Huang berkata,


"Yun er kamu tidak perlu khawatir, karena masalah ini yang tua ini akan pergi mencari guru mu Zhuangzi, membuat masalah di Ling San."


"Kamu tenang saja, yang tua ini belum pikun dan belum lupa akan janji ku dulu di depan guru mu.."


"Sekarang aku akan ungkapkan apa yang aku tangkap dari cerita mu tadi..."


"Coba kamu bantu menilai apa cocok, seperti apa yang aku tangkap dari cerita mu tadi..."


Guo Yun mengangguk pelan.


"Dalam hal ini,. pasti semua bermula dari cucu ku di kirim oleh si tua itu, untuk dididik di Su Yuan bersama murid murid biasa lainnya, betul..?"


Guo Yun mengangguk pelan, menanggapi ucapan kakek Huang.


Sambil tersenyum kakek Huang melanjutkan berkata,


"Bila tebakan ku tidak salah, pasti karena sikap cucu ku yang tidak mau mengalah, karena terbiasa di manja, tanpa sengaja telah menyinggung putra putri pejabat di penting di Xu Yuan benar ?"


Guo Yun kembali menganggukkan kepalanya.


Kakek Huang kembali meneruskan tebakannya dan berkata,


"Karena merasa ada yang membeking dirinya, para anak pejabat itu, kemudian menindas cucu ku, dan secara kebetulan di lihat oleh Ba er benar..?"


"Lalu karena tidak terima dan emosi, Ba er melukai semua orang itu, termasuk pejabat pejabat itu, sehingga di hukum oleh guru mu benar seperti itu..?"


Guo Yun diam diam harus akui, kejelian kakek Huang, dalam membuat analisa masalah.


Guo Yun sambil menghela nafas panjang, dia kembali harus menganggukkan kepalanya, membenarkan ucapan kakek Huang.


"Ya sudahlah, karena sudah terikat janji, aku juga tidak mungkin kesana membuat keributan."


"Tapi dalam hal ini, sedikit banyak tua Bangka itu tidak bisa lepas dari kesalahan.."


"Sebagai pemilik harusnya dia tetap meluangkan waktu pergi awasi kinerja bawahannya, agar tidak arogan dan semena mena.."


"Bukan menghabiskan waktu berkutat dengan caturnya, yang tidak pernah ada kemajuan itu.."


ucap Kakek Huang sedikit kurang puas dengan sahabat nya itu.


"Satu lagi, tidak seharusnya dia cuma menghukum Li Ba,.dan membiarkan kedua pejabatnya bebas.."


"Yun er kamu katakan pada guru mu itu, katakan padanya, karena janji aku tidak akan membuat perhitungan di Ling San."


"Tapi bila kedua pejabat itu bertemu dengan ku di luar Ling San dan Su Yuan, aku pasti akan memberi pengajaran pada mereka."


"Bila guru mu tidak puas, dia boleh mencari ku untuk berdebat.."

__ADS_1


ucap kakek Huang serius dan tegas.


Dia terlihat tenang dan tidak terbawa emosi sedikitpun saat berbicara.


Hal ini membuat Guo Yun semakin kagum dan tunduk terhadap kakek di hadapannya ini.


Yang dia bicarakan adalah murni mencari.keadilan bukanlah balas dendam.


Sian Sian yang sempat cemas kakeknya akan membuat keributan di Ling San, yang semakin mempersulit Li Ba.


Akhirnya dia bisa bernafas lega, setelah mendengar keputusan dari kakeknya.


Kakek Huang bertepuk tangan di udara beberapa kali.


Tak lama kemudian, beberapa orang pelayan satu persatu mulai berdatangan, untuk menyajikan berbagai macam dan jenis hidangan di atas meja.


Kebanyakan dari hidangan itu adalah hidangan hasil laut, berbahan dasar seperti udang cumi kepiting ikan.


"Ayo kita bersantap jangan sungkan,.."


ucap kakek Huang ramah.


Dia menoleh kearah cucunya dan berkata,


"Ini capit kepiting kupas kesukaan mu, ini udang goreng tepung nya, ayo di makan.."


"Makasih kek,.."


ucap Sian Sian sedikit terharu, sepasang matanya kembali berkaca kaca.


"Semua salah kakek, kakek tidak menyangka kamu akan mengalami penindasan di sana."


"Sudah kamu jangan terlalu bersedih lagi, kakek bersumpah kedepannya tidak akan biarkan siapapun menindas mu lagi.."


"Kamu tidak perlu khawatir, kedepannya kakek yang akan melatih mu dengan ilmu warisan keluarga kita.."


"Jadi kamu bisa menjaga diri, bila kakek sedang tidak berada di sisi mu."


Sian Sian mengangguk kecil, dia tidak berkata apa-apa.


Dengan kepala tertunduk, dia mencoba menghabiskan makanan yang ada di mangkuknya.


Tapi baru dua suapan, nafsu makannya mendadak hilang, saat dia teringat dengan Li Ba, yang sedang menjalankan hukuman demi dirinya.


Sian Sian memaksa diri menghabiskan sisa makanannya.


Setelah selesai, dia mengangkat kepalanya, menatap kearah Guo Yun dan Li Kui, lalu berkata,


"Kakak Yun,.. kakak Kui..terimakasih kalian telah bersusah mengantar ku pulang kemari."


"Budi besar kakak berdua, Sian Sian hanya bisa menyimpannya di sini.."


ucap Sian Sian sambil menunjuk dadanya sendiri.

__ADS_1


Guo Yun dan Li Kui hanya mengangguk kecil dan berkata,


"Tidak perlu sungkan Sian er, itu bukan masalah.."


Sian Sian menatap kearah Guo Yun dan berkata,


"Kakak Yun,.. Sian Sian masih ada permohonan lain.."


"Katakan saja Sian er tak perlu sungkan.."


ucap Guo Yun sambil tersenyum


"Kakak Yun,.. Sian Sian minta tolong bantu perhatikan kakak Ba, juga tolong bantu katakan padanya, Sian Sian akan selalu menunggu kedatangannya di sini.."


"Kakek,..kakak berdua,.. kalian silahkan teruskan, maaf Sian Sian pamit permisi dulu."


ucap Sian Sian sopan, sambil berdiri dan mengangguk kecil ke mereka bertiga.


Setelah dia pun membalikkan badannya berjalan pergi meninggalkan taman tersebut.


",Maafkan sikapnya, suasana hatinya sedang kacau.."


"Ayo kita teruskan makannya, jangan hiraukan dia, satu dua hari lagi juga akan sembuh sendiri.."


ucap kakek Huang mencoba menenangkan kedua tamunya.


Guo Yun dan Li Kui yang cukup lama bergaul dengan Sian Sian, mereka juga tidak terlalu heran.


Mereka udah sering melihat Sian Sian bersikap seperti itu.


Terkadang bila sedang kumat, bisa sampai dua hari, dia memilih diam tidak bicara.


Mereka berdua biasanya, lebih memilih pura pura tidak tahu, bila menghadapi situasi Sian Sian, yang sedang kumat.


Kedua orang itu mengangguk, lalu mereka melanjutkan makan minum mengobrol santai bersama kakek Huang.


"Habis dari sini, apa rencana kalian berdua selanjutnya..?"


tanya Kakek Huang santai sambil mengupas kulit udang.


"Aku akan langsung kembali ke Ling San, memberikan laporan ke guru .."


ucap Guo Yun cepat.


"Kamu gimana Kui.er,..?"


tanya Kakek Huang sambil menoleh kearah Li Kui.


"Aku akan mengantar kakak Yun, hingga kembali ke Ling San, setelah itu..aku harus kembali ke pulau neraka.."


Mendengar di sebutnya nama pulau itu, kakek Huang langsung menghentikan makannya.


Dia menatap kearah Li Kui dengan kaget dan berkata,

__ADS_1


"Kui er buat apa kamu pergi ke pulau neraka itu..?"


"Apa kamu tidak tahu seberapa bahayanya pulau itu.?"


__ADS_2