LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
TANGISAN SANDIWARA'


__ADS_3

Li Si tidak sempat berpikir banyak karena waktu mendesak, dia lebih khawatir bila misi mereka gagal.


Rahasia terbuka, maka mampus lah dia dan nyawa seluruh keluarganya di tangan Ying Zheng yang keji dan sadis.


Sedangkan Zhao Guang dia juga tidak ambil perduli, yang penting dendam terbalas, tugas selesai.


Dia juga bisa jaga prinsip kesetiaan keadilan tindak menindas yang lemah seperti putri Ok Soo itu.


Sesaat kemudian mereka bertiga segera membawa Putri Ok Soo yang cantik pergi menghadap Ying Zheng.


Zhao Guang di kawal oleh Zhao Gao dan Li Si masuk kedalam perkemahan utama milik Ying Zheng.


Saat tiba di dalam kemah, mereka berempat setelah memberi salam ke Ying Zheng dengan berlutut.


Saat kembali berdiri setelah mendapat ijin dari Ying Zheng, Zhao Guang lah yang maju kedepan dan berkata,


"Yang Mulia ini adalah Pil abadi, dan ini adalah putri Ok Soo.."


"Sedangkan mayat Jendral khianat Meng Yu ada di luar sana, bila Yang Mulia menginginkan nya, hamba akan membawanya kemari."


Ucap Zhao Guang pura pura bodoh.


"Tidak perlu, tinggalkan saja putri Ok Soo dan pil itu di sini, kamu dan Li Si boleh keluar dari sini.."


"Biar Zhao kung kung saja yang tetap tinggal.."


Zhao Guang mengangguk lalu bergerak mundur, Li Si juga setelah memberi hormat dia ikut meninggalkan perkemahan tersebut.


Kini di dalam ruangan yang luas tersebut hanya tersisa putri Ok Soo yang berdiri ketakutan.


Dia seperti seekor domba muda sedang menjadi incaran seekor serigala kelaparan.


Putri Ok Soo terlihat berdiri dengan tubuh mengigil ketakutan, tidak berani mengangkat wajahnya, apalagi beradu tatap dengan mata Ying Zheng yang kalap.


Zhao Kung Kung mengerti keinginan tuannya, dia segera membimbing putri Ok Soo ke sebuah ranjang.


Lalu sepasang kaki dan tangan putri itu dia bantu pasangkan borgol.


Putri Ok Soo sempat mengelak sambil menggelengkan kepalanya, menolak untuk di borgol kedua kaki dan tangan nya.


Tapi Zhao Gao dengan bujukan dan ancaman, akhirnya berhasil membuat putri itu menyerah.


Setelah borgol kaki dan tangan nya terpasang, Zhao Gao segera memutar kerekan, menggulung tali rantai di kedua kaki dan tangan putri Ok Soo.


Hingga putri Ok Soo terjatuh terlentang diatas kasur dengan sepasang tangan dan kaki terpasang borgol terbuka lebar keempat arah.


Tanpa menghiraukan putri Ok Soo yang menangis dan berteriak serta memohon ampun.


Zhao Gao dengan gerakan santai melepaskan pakaian putri tersebut satu persatu hingga seluruh pakaiannya berterbangan di dalam ruangan tersebut.

__ADS_1


Tanpa menghiraukan putri Ok Soo yang meronta hingga pergelangan kaki dan tangan nya terluka lecet dan berdarah.


Zhao Gao tetap melaksanakan tugas nya dengan sikap tanpa perasaan bersalah sedikitpun.


Akhirnya Putri Ok Soo hanya bisa menangis sedih tanpa daya, membiarkan tubuhnya yang polos terbaring tak berdaya di sana.


Ying Zheng sambil menunggu dia sudah berulang kali menelan air liurnya sendiri, dengan nafsu yang semakin memuncak, melihat pemandangan yang sedang terjadi di hadapannya.


Zhao Gao setelah menunaikan tugasnya, dia menghampiri Ying Zheng dan berkata,


"Baginda sebaiknya pil abadi itu di minum dulu, karena Konon khasiat dari pil itu, selain memberikan umur tak berbatas.."


"Dia juga bisa membuat vitalitas seorang pria mencapai puncaknya.."


"Selain itu juga bisa memberikan kenikmatan tiada tara, saat baginda mencapai puncak nya dan menanamkan benih naga pada putri itu.."


Mendengar ucapan Zhao Gao yang luar biasa menarik, membuat Ying Zheng yang biasanya berhati hati dan banyak curiga.


Kini tanpa berpikir panjang dia langsung menelan dua butir obat itu sekaligus.


Ying Zheng sudah terlalu bernafsu hingga kehilangan kewaspadaannya, akibat godaan yang di tunjukkan oleh Putri Ok Soo lewat tindakan Zhao Gao tadi.


Zhao Gao setelah memastikan Ying Zheng sudah menelan obatnya, dia pura pura kaget dan berkata,


"Ahh Baginda kenapa kamu sekali telan dua itu bahaya.."


"Hamba takut.."


"Kamu cepat pergi, jangan ijinkan siapapun datang mengusik kesenangan ku.."


"Baik Yang Mulia,.."


Ucap Zhao Gao sambil berpura pura menggelengkan kepalanya tanda tak berdaya.


Setelah itu dia segera berlalu dari kemah Ying Zheng.


Setelah Zhao Gao pergi Ying Zheng dengan penuh semangat segera melepaskan seluruh pakaiannya.


Lalu dia segera menghampiri Putri Ok Soo yang terlihat ketakutan, hingga tidak berani membuka sepasang matanya saat Ying Zheng menghampirinya.


Saat Ying Zheng mulai menciumi lehernya dan ingin mencium mulutnya.


Dia segera menghindar dengan menggelengkan kepalanya ke kiri kekanan sambil menangis pilu.


Dia sebagai seorang.putri, benar benar merasa sangat di rendahkan dan di lecehkan oleh Ying Zheng .


Tapi dia tidak berdaya menghindar ataupun menolak nya.


Ying Zheng terus menciumi Putri Ok Soo dengan penuh nafsu, tapi di tengah jalan saat dia sudah bersiap melakukan nya.

__ADS_1


Tiba tiba Ying Zheng tubuhnya mengejang, dari mulutnya menyemburkan darah segar, membasahi wajah dan leher putri Ok Soo yang terbuka.


Sesaat kemudian tubuh Ying Zheng pun jatuh terkapar diatas dada putri Ok Soo, dalam posisi tengkurap, wajah miring kesamping dengan mata mendelik keatas.


Ying Zheng telah menghembuskan nafas terakhirnya, setelah racun yang di berikan oleh Zhao Gao bereaksi.


Zhao Gao yang mengintip dari celah celah lubang pintu masuk.


Setelah memastikan Ying Zheng telah tewas.


Beberapa saat kemudian dia baru masuk kedalam kemah.


Zhao Gao setelah masuk kedalam kemah, dia buru-buru mengurus jasad Ying Zheng, membantunya mengenakan kembali pakaiannya.


Dia juga membantu mengenakan kembali pakaian putri Ok Soo yang sedang pingsan, karena menghadapi ketakutan yang melampaui batas.


Setelah merapikan semua nya, Zhao Gao baru berteriak dan menangis keras meraung raung, penuh kesedihan.


"Yang Mulia telah wafat...!"


"Yang Mulia jangan pergi,...!"


"Jangan tinggalkan hamba tua mu ini..!"


"Hu..hu..hu..hu..!"


Yang Mulia telah wafat...!"


"Yang Mulia jangan pergi,...!"


"Jangan tinggalkan hamba tua mu ini..!"


"Hu..hu..hu..hu..!"


Yang Mulia telah wafat...!"


"Yang Mulia jangan pergi,...!"


"Jangan tinggalkan hamba tua mu ini..!"


"Hu..hu..hu..hu..!"


Ucap Zhao Gao sambil menangis dan berkata berulang ulang.


Segera sesaat kemudian, Li Si hadir di dalam sana, sambil membawa seorang tabib istana untuk memastikan nya.


Sejenak kemudian saat mendapatkan kepastian dari tabib tersebut, Ying Zheng sepenuhnya sudah pergi.


Li Si dan Zhao Gao adalah orang pertama yang menangis paling kencang dan paling kuat.

__ADS_1


Mereka berdua yang paling heboh dan histeris menangis nya, karena tangisan yang mereka lakukan, adalah tangisan yang ingin di tunjukkan ke orang lain, agar bisa di lihat dan di dengarkan.


__ADS_2