
Setelah mendengar suara langkah kaki Guo Yun menjauh, seolah olah telah membawa separuh jiwanya pergi.
Si Si sambil tersenyum sedih bergumam,
"Yun ke ke, kamu boleh melupakan ku, tapi aku tidak akan pernah melupakan mu.."
"Kamu pria pertama juga terakhir dalam hidupku.."
"Si Si bersumpah hidup sebagai wanita mu, mati pun Si Si akan menjadi hantu mu.."
Sambil bergumam Si Si menarik tuas lain, lalu dia keluar dari balik ranjang nya.
Begitu Si Si keluar,, dia langsung pergi mencari mucikari Mama Liu untuk membantunya mengurus jasad Pangeran Ji Ao.
Sedangkan di tempat lain, Guo Yun dengan perasaan kacau balau.
Terus berjalan melalui sebuah lorong bawah tanah yang panjang dan berkelok-kelok.
Hingga akhirnya Guo Yun menemukan ujung dari lorong tersebut, tertutup oleh sebuah tembok besar.
Tidak jauh dari sana ada sebuah tuas rahasia, dengan menarik tuas tersebut, tembok pun berderak.
Kemudian terbuka lebar secara otomatis.
Guo Yun mencoba mengintip keluar.
Ternyata dia ada di luar tembok kota yang sepi, tertutup semak belukar dan pepohonan yang tumbuh di sekitar sana.
Setelah memastikan di luar sana aman, tidak ada yang melihatnya.
Guo Yun perlahan-lahan keluar dari dalam persembunyian nya.
Begitu Guo Yun keluar, tembok berderak, lalu menutup kembali secara otomatis.
Di dalam hati Guo Yun sedikit heran, siapa Zhao Si Si sebenarnya.?
Mengapa dia bisa punya tempat persembunyian rahasia, ? yang bisa menembus dari dalam kota sampai keluar dari tembok kota seperti ini ?
Lorong bawah tanah yang begitu panjang bukan hal sederhana, yang bisa di bangun sembarangan oleh orang biasa.
Selain itu, Si Si juga memilki senjata rahasia yang aneh, hampir belum pernah dia lihat sama sekali.
Meski banyak keheranan yang mengundang penasaran, Guo Yun sudah tidak mungkin mencari tahu dari Si Si lagi.
Karena setelah apa yang terjadi semalam di antara mereka.
Si Si sudah melarang keras, dirinya untuk menemui dirinya lagi.
Teringat hal itu, sambil melanjutkan langkahnya, Guo Yun tidak bisa menahan diri untuk tidak menghela nafas sedih.
Keluar dari balik rerimbunan semak belukar di luar tembok, Guo Yun mengedarkan pandangannya.
Begitu terlihat bukit pohon Pinus, Guo Yun pun meneruskan langkahnya menuju bukit tersebut.
Baru beberapa langkah Guo Yun keluar dari balik rerimbunan semak belukar.
__ADS_1
Tiba-tiba terdengar suara sedingin es menegurnya dari atas tembok kota,
"Di sini kamu rupanya,..!"
"Hari ini jangan harap kamu bisa pergi dari tempat ini hidup hidup.."
Sesosok tubuh berpakaian hitam, melayang turun dari atas tembok.
Melewati diatas kepala Guo Yun lalu dia mendarat ringan menghadang di depan Guo Yun.
Dia lah pemuda yang selalu membawa pedang bambu runcing sebagai senjatanya.
Dia menatap kearah Guo Yun tanpa ekspresi, hanya sepasang matanya yang mengeluarkan sinar mencorong penuh nafsu membunuh yang terlihat jelas.
Begitu mendarat tanpa berkata-kata, kakinya menotol ringan diatas tanah.
Pedang bambu runcing nya langsung diarahkan kedepan.
Dia langsung melayang ringan, menusukkan bambu ditangannya kearah leher Guo Yun.
Melihat orang ini cuma datang sendirian, tidak terlihat 3 temannya yang lain.
Guo Yun menjadi lega, dengan gesit Guo Yun mengeluarkan pedangnya menangkis serangan pemuda itu.
"Takkk,..!"
Pedang bambu berhasil di tangkis Guo Yun, tapi pedang bambu tidak terpental.
Dengan memainkan pergelangan tangannya pedang bambu bertukar arah.
Guo Yun terpaksa memainkan langkah ajaib, tubuhnya berputar setengah lingkaran.
Menghindari serangan, lalu balas menusuk lawannya dengan ilmu pedang Cui Mo Cien Fa.
Pedang Guo Yun di getarkan hingga menjadi belasan bayangan menyerang tubuh pemuda baju hitam itu.
"Wusss..!"
Pemuda itu menghilang dari posisinya, saat serangan Guo Yun tiba.
Pemuda itu setelah menghilang, dia muncul dari posisi atas.
Dia melakukan tusukan dari atas kebawah, secara tegak lurus mengincar ubun ubun kepala Guo Yun.
Serangan itu datang begitu cepat, hingga Guo Yun harus menjatuhkan diri bergulingan di atas tanah.
Sebelum kemudian melenting berdiri sambil memberikan beberapa tusukan keatas dan kesamping.
Mencegah musuh datang menyerang nya.
Pemuda baju hitam terbang mengejar kearah Guo Yun, tapi dia tidak memberi serangan.
Dia hanya mengikutinya saja, begitu tusukan pedang Guo Yun sudah di lepaskan untuk melindungi diri.
Sebelum Guo Yun sempat mendarat, dia kembali melakukan tusukan lurus kedepan kembali mengincar leher Guo Yun.
__ADS_1
Guo Yun sangat kaget dengan serangan si pemuda baju hitam yang sederhana tapi mematikan.
Guo Yun menebaskan pedangnya keatas tanah,
"Crakkkk,..!"
Memanfaatkan daya tolak serangannya, Guo Yun terbang melenting lebih tinggi.
Untuk menghindari serangan ujung bambu runcing, yang di lepaskan oleh pemuda itu.
Dengan cara itu Guo Yun selain bisa menghindar dari udara, dia bisa melepaskan tebasan pedang pemusnah jurus pertama,
"Pedang menyapu ratusan ribu pasukan.."
Melihat hawa pedang kebiruan yang melesat kearah nya.
Pemuda baju hitam, melakukan lompatan tinggi keatas, sehingga serangan Guo Yun lewat beberapa centi meter di bawah kakinya.
Begitu serangan Guo Yun lewat, dan menghancurkan apapun yang dilewatinya.
Pemuda baju hitam yang sedang melesat keatas, lalu bergerak menukik kebawah melakukan serangan balasan.
Pedang bambu nya kembali datang mengejar kearah kening Guo Yun, tepat diantara kedua sambungan alisnya.
Serangan itu begitu cepat, hingga angin serangannya tidak terdengar, tahu tahu ujung bambu runcing sudah muncul di depan mata.
Guo Yun sekali ini sambil melangkah mundur, dia menggunakan pedangnya.
Menempel di batang bambu runcing pemuda itu, lalu dengan tenaga saktinya, dia membuat senjata mereka menempel.
Guo Yun membuat gerakan berputar-putar, sambil menarik batang runcing itu mengikuti arah gerakan pedangnya.
Pedang bambu runcing terseret kedepan, begitupula dengan si pemuda baju hitam.
Guo Yun tiba tiba memiringkan pedang nya bergesekan dengan batang bambu runcing.
Pedang Guo Yun meluncur cepat ingin menebas telapak tangan pemuda baju hitam itu, yang sedang memegang bambu runcing.
Pemuda itu dengan sigap melepaskan pegangannya pada bambu runcingnya.
Dia menyambutnya dengan tangan lain, lalu berusaha mengancam Guo Yun dengan tusukan bambu runcing kearah dada kiri Guo Yun.
Bila dada kiri Guo Yun sampai terkena tusukan nya, maka riwayat Guo Yun pasti tamat.
Guo Yun memiringkan sedikit tubuhnya, sehingga tusukan tersebut lewat di sampingnya.
Dengan cepat Guo Yun merubah pedang nya yang mengincar tangan Lawannya.
Kini berubah menjadi tusukan kearah perut dada dan leher secara bersamaan dengan gerakan lentur dan cepat.
Untuk ini si pemuda baju hitam membuang diri kesamping.
Dia menutupi pergerakannya, dengan sebuah tendangan balasan yang tersembunyi di balik mantel hitamnya.
"Deesss.."
__ADS_1
Tendangan tersebut tertahan oleh kaki Guo Yun.