LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
SYARAT YANG DI AJUKAN


__ADS_3

Guo Yun setelah keluar dari dalam ruangan tersebut, dia langsung menghela nafas lega.


Lalu dia berjalan menuju paviliun kecil yang di bawah bangunan itu ada kolam ikan.


Di mana terlihat ikan ikan berukuran sebesar tangan berwarna emas merah dan putih berenang kesana kemari berseliweran bebas.


Guo Yun berdiri termenung diam di sana.


Saking larut dalam pikiran nya sendiri, ada langkah kaki halus menghampiri nya dari belakang dia tidak mendengarnya.


Baru saat tangan itu terulur ingin menyentuh bahunya, tiba tiba insting Guo Yun bereaksi.


Guo Yun langsung menangkap tangan yang hendak menyentuh bahunya.


Menariknya, secara mendadak, lalu membalikkan badan hendak menghadiahi pemilik tangan itu sebuah pukulan..


"Heiii..!"


teriak suara pemilik tangan itu kaget.


Tapi sesaat kemudian dia menatap Guo Yun yang berlindung di balik Topeng Emas dengan tatapan mata berani.


"Pukul saja, biar tuntas dan lengkap dosa mu..!"


bentak Pemilik tangan itu yang bukan lain adalah Min Min.


Guo Yun buru buru melepaskan cengkraman tangan nya dan menarik kembali telapak tangan nya yang hampir saja mengenai dahi Min Min.


"Heiii..!"


teriak Min Min kembali, dengan kaget.


Karena saat pegangan tangan Guo Yun di lepas, dia malah kehilangan keseimbangan dan terjatuh kearah belakang.


Di mana kolam ikan siap menyambut tubuhnya.


Tapi Guo Yun dengan sigap menangkap pinggangnya yang langsing.


Menariknya kembali, lalu membantunya berdiri dengan baik


"Maaf Min er aku tidak bermaksud.."


ucap Guo Yun canggung.


Dia memberi hormat dengan membungkukkan badannya dalam dalam dan melangkah mundur dua langkah kebelakang menjauh dari Min Min.


Min Min wajahnya menjadi merah saat teringat tadi Guo Yun menyelamatkan diri nya, dengan merangkul pinggang nya.


.


Untuk menutupi rasa malunya, dia langsung membentak Guo Yun dengan galak sambil berkacak pinggang.


"Hei topeng jelek,..apa kamu pikir dengan meminta maaf saja sudah cukup..!"


Guo Yun menggelengkan kepalanya dengan bingung dan berkata pelan,


"Apa yang Min er kehendaki untuk menebusnya katakan saja.."


"Aku tidak akan lari dari tanggung jawab.."


ucap Guo Yun tegas.


"Aku ingin kamu potong tangan dan leher mu, apa kamu rela..!?"


ucap Min Min sengaja ingin mempermainkan Guo Yun.

__ADS_1


Sebatang pedang merah muncul di tangan kanan Guo Yun, dengan gerakan cepat Guo Yun ingin menebas tangan kirinya.


"Hei tahan..!"


teriak Min Min kaget.


Guo Yun menghentikan gerakan pedang nya, satu cm lagi kebawah, tangan Guo Yun pasti terluka.


"Min er ada apa ?"


tanya Guo Yun sambil menatap heran kearah Min Min dengan heran dari balik topeng nya.


"Tidak apa-apa, aku hanya merasa hukuman itu terlalu murah bagi mu.."


ucap Min Min cepat.


"Lalu apa yang kamu inginkan..?"


ucap Guo Yun menatap heran kearah Min Min.


"Engghh entahlah, belum terpikir saat ini.."


"Nanti bila terpikir baru ku beri tahu.."


Guo Yun menyimpan kembali pedang nya, sambil menghela nafas panjang.


Guo Yun kini menatap Min Min dan berkata


"Baiklah semua terserah Min er saja "


Guo Yun memberi hormat sekali lagi, lalu dia hendak mundur dari sana.


"Hei Topeng Jelek tunggu,..kamu mau kemana..!?"


teriak Min Min sedikit panik melihat Guo Yun hendak pergi.


"Ya,..Min er ada pesan..?"


"Aku,..aku tidak ada, ayah yang menyuruh ku memanggil mu kedalam.."


ucap Min Min agak gugup dan asal ngarang, untuk menutupi rasa canggung nya.


Guo Yun mengangguk kemudian kembali membalikkan badannya hendak kembali ke ruang kerja Lu Bu Wei.


"Topeng jelek tunggu..!"


teriak Min Min kembali.


Guo Yun lagi lagi terpaksa menghentikan langkahnya.


"Kamu tidak boleh pergi, sebelum aku pergi ..!"


ucap Min Min cepat.


Lalu dia melangkah cepat melewati Guo Yun, beberapa langkah di depan dia kembali menghentikan langkahnya dan berkata,


"Aku akan kembali ke Xian Yang hari ini.."


"Jaga diri mu baik baik, jangan mati, ingat kamu masih punya hutang dengan ku.."


ucap Min Min tanpa menoleh.


Setelah itu dia baru mempercepat langkahnya meninggalkan Guo Yun yang sesaat berdiri mematung.


Menatap bayangan punggung gadis itu hingga menghilang dari hadapan nya.

__ADS_1


"Apa dia memperhatikan dan tertarik dengan ku..?"


tanya Guo Yun pada dirinya sendiri.


"Sudahlah Guo Yun kamu jangan berpikir yang tidak tidak, sekalipun ya, kalian tidak mungkin bisa bersama."


"Kamu adalah sumber petaka bagi wanita.."


ucap Guo Yun dalam hati, menepis pikirannya sendiri.


Guo Yun sambil menghela nafas panjang, dia kembali melanjutkan langkahnya menuju ruang kerja Lu Bu Wei.


"Yun er kamu kemarilah, coba kamu lihat, bagaimana cara kita bisa menahlukkan Kerajaan Wei.?"


ucap Lu Bu Wei bersemangat, begitu melihat Guo Yun melangkah masuk kedalam ruangan.


Guo Yun mendekat kemudian melihat kearah peta yang sedang di perhatikan oleh Lu Bu Wei.


Beberapa saat kemudian, Guo Yun berkata,


"Siapa yang akan menjadi panglima perang kerajaan Wei..?"


"Kelihatannya posisi ini akan jatuh ke tangan Pan Hong, putranya Pan Juan."


"Siapa pula Pan Juan, sehingga putranya bisa di percayai memegang posisi ini..?"


ucap Guo Yun pelan.


"Pan Juan adalah panglima perang kerajaan Wei yang sebelumnya.."


"Akibat kelicikannya, mencelakai Sun Bin dari Qi, akhir nya dia menuai karmanya tewas di tangan Sun Bin.."


ucap Lu Bu Wei menjelaskan nya.


Guo Yun mengangguk pelan, dan berkata,


"Paman aku perlu data Pan Juan, Pan Hong juga Raja Wei saat ini.."


Lu Bu Wei mengangguk dan berkata,


"Sebentar.."


Lalu dia berjalan menuju sebuah rak mengumpulkan setumpuk gulungan bambu dan beberapa buku.


Lalu semua dia bawa dan letakkan di depan Guo Yun dan berkata,


"Semua data termasuk letak geografis dan berbagai informasi di negara Wei, semua ada di sini."


Guo Yun mengangguk dan berkata,


"Aku akan meminjam dan membacanya di kemah ku."


"Paman satu hal lagi, bila ingin aku yang memimpin menahlukkan semua kerajaan daratan tengah.."


"Berjanjilah harus ikuti hukum militer dari ku, aku tidak akan mengijinkan seperti yang terjadi di Handan.."


"Bai Qi dan pasukannya, tidak boleh terlibat dalam misi ku, apapun alasannya.."


"Aku akan membentuk pasukan baru, untuk menggantikan pasukan Bai Qi.."


"Bila ada yang berani melakukan pelanggaran-pelanggaran hukum militer ku, ringan potong tangan, berat lima kuda memisahkan tubuh ."


ucap Guo Yun tegas tanpa ada tawar menawar.


Lu Bu Wei tanpa berkata apapun, dia menyodorkan Perintah militernya yang berbentuk token Naga emas ke Guo Yun dan berkata,

__ADS_1


"Aku percaya padamu Yun er, lakukan apapun yang kamu inginkan, tak perlu ijin dari ku atau pun dari Raja sekalipun.."


__ADS_2