LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
BERSIAP KEMBALI KE ISTANA.


__ADS_3

Guo Yun diam tidak bergeming,


dia tidak lagi menghindar.


Melainkan memasang kuda kuda, bersiaga menyambut serangan bayangan iblis yang datang.


Di hadapan Guo Yun muncul sebuah perisai cahaya berbentuk Pat Kwa, segi delapan, yang mengeluarkan cahaya merah dan biru.


Pat Kwa segi delapan itu bergerak berputar semakin lama semakin cepat.


Hingga mirip pusaran air raksasa, siap menelan apapun yang berani datang mendekat.


Bayangan Iblis bertangan 6 berwajah tiga, yang datang menyerang Guo Yun.


Segera terhisap lenyap kedalam pusaran perisai Pat Kwa.


Iblis itu terlihat berusaha meronta ronta.


Tapi tubuh raksasa nya, terus terhisap kedalam pusaran.


Hingga akhirnya yang tersisa hanyalah tangannya yang menyembul keluar dari balik pusaran cahaya merah biru.


Tapi hanya sebentar saja, sebelum akhirnya lenyap tak berbekas.


Lingkaran perisai Pat Kwa masih terus berputar, bedanya adalah pusaran nya kini semakin besar.


Setelah menelan kekuatan Iblis bertangan 6 berwajah tiga tadi.


Kwee Lun yang sedang melayang di udara, dengan seluruh tubuh di selimuti oleh cahaya merah.


Dia mulai mengerahkan tingkatan yang jauh lebih kuat lagi, setelah jurus kedua nya.


Berhasil Guo Yun hancurkan, dia membentuk tujuh bayangan golok merah, berputar di sekelilingnya.


Sebelum kemudian dia satukan menjadi satu.


Langit diatas sana yang gelap, tiba tiba diterangi oleh Cahaya petir yang sangat kuat dan besar.


Melesat turun kebawah, menyatu dengan bayangan golok merah.


Petir itu terus menyambar kearah ujung mata golok yang runcing.


Ledakan petir berulang kali,terus menyatu kedalam bayangan golok merah.


Hal itu terus berulang hingga terhitung 81 satu kali sambaran.


Akhirnya ujung golok merah membentuk sebuah bola petir raksasa, yang mengeluarkan sengatan listrik kecil di sekelilingnya, dan mengeluarkan cahaya yang menyilaukan mata.


Setelah sambaran petir sirna, tergantikan dengan sebuah bola petir raksasa.


"Hyaaaaaat...!!"


Dengan suara teriakan keras, Kwee Lun dari dalam lingkaran cahaya merah.


Mengayunkan Golok Iblis nya, kearah Guo Yun.


Bola listrik raksasa terlihat melesat kedepan menuju titik tengah pusaran.


"Wusssss...!"


Setelah bola petir raksasa di lesatkan kedepan.


Kwee Lun sendiri juga meluncur bersama golok iblis nya, menyusul dari belakang.


Tubuh Kwee Lun yang terbungkus cahaya merah, bergerak bagaikan meteor menembus atmosfer bumi.

__ADS_1


Cahaya api menyala nyala membungkus lapisan Cahya merah, yang membungkus tubuh Kwee Lun.


"Boooommm..!"


Terjadi ledakan dahsyat, dari kekuatan bola petir yang terhisap kedalam titik tengah arus pusaran.


Ledakan dahsyat itu mementalkan segalanya yang ada di sekitarnya.


Termasuk tubuh Guo Yun pun terlihat ikut terpental mundur tak terkendali.


Akibat ledakan dahsyat yang mengguncang seluruh tempat itu.


Tapi ledakan itu tidak berdampak pada Kwee Lun yang terus meluncur menyusul di belakang bola petir yang meledak.


Cahaya merah pelindung, di tambah dengan api menyala nyala, berhasil meredam daya tolak ledakan.


Kwee Lun terlihat terus meluncur, menyatu bersama Golok Iblis nya.


Bergerak cepat menerjang kearah Guo Yun.


Kedatangan serangan dahsyat yang sangat cepat dan serba mendadak, di luar prediksi.


Membuat Guo Yun tidak punya pilihan lain, selain menggunakan sepasang telapak tangannya.


Untuk menjepit erat mata Golok Iblis yang hampir saja menusuk dada kirinya.


Hanya selisih 10 Cun saja, Golok Iblis itu, pasti akan menyentuh dada kirinya, lalu menembus jantung.


Guo Yun terseret mundur belasan langkah kebelakang, imbas dari daya dorong serangan Golok Iblis Kwee Lun.


"Hyaaahhh...!"


Guo Yun mengeluarkan bentakan keras, sambil menancapkan kaki kanannya kebelakang.


Sedangkan kaki kirinya Guo Yun tekuk kedepan setengah berjongkok, membuat pertahanan.


Daya dorong Golok Iblis terhenti di udara, tubuh Kwee Lun juga ikut tergantung di udara.


"Krreekkk..!"


"Krreekkk..!"


"Krreekkk..!"


"Krreekkk..!"


"Pyaaarrr...!"


Golok Iblis akhirnya berhasil di paksa hancur berkeping-keping, oleh jepitan kekuatan dahsyat sepasang telapak tangan Guo Yun yang mengeluarkan cahaya merah biru.


Pecahan golok membalik semua kearah Kwee Lun, di sertai dengan cahaya biru merah melesat dari kedua telapak tangan Guo Yun.


Tepat menghantam kearah sepasang tangan Kwee Lun, yang sedang memegang gagang golok.


"Blaaarrr...!"


Tubuh Kwee Lun terpental kebelakang bagaikan layang layang putus.


Sepasang tangannya hancur meledak di udara.


Sebelum tubuh Kwee Lun sempat mendarat diatas tanah.


Guo Yun tubuhnya tiba tiba menghilang, saat muncul lagi.


Dia sudah tepat berada di hadapan Kwee Lun.

__ADS_1


Dengan sepasang telapak tangan, yang mengeluarkan cahaya biru merah, satu menghantam Dan Tian.


Lainnya menghantam Titik Pai Hui Xue, yaitu titik yang terletak di ubun ubun kepala Kwee Lun yang botak.


Kedua titik itu satu adalah pusat penyimpanan energi murni.


Satu lagi adalah titik pusat kontrol seluruh aliran udara dan peredaran darah di dalam tubuh.


Kwee Lun yang terkena dua titik rawan itu, langsung jatuh berlutut di atas tanah.


"Argghh..!!"


Teriak Kwee Lun meraung kesakitan atas luka luka parah yang di alaminya.


Kini kondisinya lebih baik mati daripada hidup itu sendiri.


Tapi justru itu yang dia rasakan, dia tidak mati masih tetap hidup hanya lumpuh saja.


Kwee Lun yang terlihat amat sangat menyedihkan, selain terus meraung raung kesakitan.


Dia sudah tidak bisa berbuat hal lain.


Guo Yun melayang ringan, mendarat di hadapan Kwee Lun.


"Berbekas kasihlah bocah, tolong selesaikan hidup ku.."


Ucap Kwee Lun dengan wajah sedih penuh penyesalan.


Guo Yun menghela nafas panjang dan berkata,


"Di antara kita tidak ada permusuhan dan dendam."


"Kamu bisa seperti ini, itu adalah resiko pilihan pekerjaan mu sendiri."


"Kamu tidak bisa menyalahkan siapapun, selain pilihan diri mu sendiri."


Ucap Guo Yun.


Lalu dia membalikkan badannya, melayang pergi meninggalkan tempat, yang terlihat kacau balau itu.


Guo Yun saat memasuki kota Shoucun, dia langsung di sambut oleh barisan pasukan harimau hitam, yang berbaris rapi di kanan kiri jalan.


Di balik pintu gerbang kota Shoucun, terlihat seluruh keluarga, ditemani oleh seluruh bawahan kepercayaan Guo Yun berpangkat jenderal keatas.


Mereka semua terlihat berlutut di sana, menyambut kedatangan Guo Yun.


Seluruh rakyat kota Shoucun, di kejauhan sana, semuanya terlihat berkerumun, bergerombol.


Mereka semua menatap dengan penuh kagum kearah Guo Yun.


Sambil berbisik bisik memuji junjungan yang mereka hormati itu.


"Kalian semua nya, berdirilah jangan banyak peradatan."


"Ayo kita segera kembali ke istana, untuk melakukan pembicaraan strategi kita kedepannya.."


Ucap Guo Yun sambil memberi kode, agar semuanya kembali bangkit berdiri.


"Yang Mulia panjang umur, sehat dan sejahtera selalu..!"


Ucap semua yang berlutut secara kompak.


Sebelum mereka semuanya bangkit berdiri di hadapan Guo Yun.


Saat Guo Yun melangkah kedepan, mereka segera bergerak kesamping kiri kanan, untuk memberi jalan ke Guo Yun.

__ADS_1


__ADS_2