
"Bangsat,.. lepaskan ayah ku..!"
"Ada apa ke saya saja,..! jangan libatkan dia..!"
"Masih terhitung pria kah kamu, melakukan tindakan memalukan seperti itu..!?"
Bentak Liu Qin Lung emosi, sepasang matanya melotot merah kearah Meng Da penuh nafsu membunuh.
Tapi pedang di kalungkan di leher ayahnya, yang kedua tangannya terikat kebelakang.
Di depan Meng Da masih menghadang 4 pengawal berbaju putih.
Sehebat apapun kemampuannya, Liu Qin Lung sadar dia tidak mungkin bisa menolong ayahnya.
Salah salah bila dia sembarangan bergerak, bukan mustahil, mereka akan menghabisi nyawa ayahnya.
"Ha..ha..ha..ha..!"
"Pria atau bukan itu urusan ku dan istri ku, tidak ada hubungannya dengan mu.."
"Saat ini yang paling penting adalah kamu, mau jadi anak berbakti atau anak durhaka..?"
"Semua pilihan ada pada mu..!"
"Bila pintar, buang senjata mu, berlutut menyerahlah.."
"Bila tidak,.. He..He..He.. kamu boleh mencobanya..!"
ucap Meng Da sambil tertawa dingin.
Dia sengaja menarik sedikit pedang tajam yang menempel kuat di leher Liu Lau Puo.
"Ahhh..!"
desis Liu Lau Puo menahan nyeri, darah mulai mengalir dari lehernya, membasahi pedang yang menempel erat di leher.
"Jangan,.. ! hentikan,..!"
teriak Liu Qin Lung cemas.
Tanpa banyak berpikir dia langsung melempar tombak dan pedangnya ke depan kaki Meng Da.
"Trangggg..! Trangggg..!"
Terdengar bunyi senjata berkerontangan, saat Liu Qin Lung melemparkan senjata miliknya.
"Brukkk..!"
Liu Qin Lung menjatuhkan diri berlutut di hadapan Meng Da, dengan menyodorkan kedua tangannya kedepan dan berkata,
"Baiklah aku menyerah, ! lepaskan ayah ku..!"
Meng Da memberi kode pada bawahan nya,
"Cepat ringkus dia..!"
"Gunakan tali akar dewa, jangan sampai terlepas..!"
Keempat pengawal itu mengangguk tenang, mereka menyimpan pedang mereka.
Lalu mengeluarkan seutas tali berwarna hijau kecoklatan, dengan gerakan cepat mereka mengikat kedua tangan Liu Qin Lung.
Setelah itu mereka tarik keatas hingga kedua tangannya yang terikat melewati belakang kepala nya.
__ADS_1
Tali itu ditarik menyambung mengikat hingga melingkari leher dan pinggang nya, kemudian menurun terikat ke kedua pergelangan kaki Liu Qin Lung.
Setelah itu leher Liu Qin Lung dan kedua tangannya masih di pasangi penjepit kayu yang di rantai dan gembok.
Kedua kakinya juga di pasangi rantai besi.
Sehingga Liu Qin Lung hanya bisa melangkah pendek, bisa bergerak tapi kurang leluasa.
Setelah semuanya beres, Meng Da pun kembali berkata,
"Seret dan masukkan kedalam penjara.."
"Dua hari lagi mereka berdua akan menjalani eksekusi di sini.."
ucap Meng Da sambil tertawa dingin.
Liu Qin Lung menatap kearah Meng Da dan yang lainnya dengan geram dan berkata,
"Saat aku bebas,..! itu adalah hari terakhir kalian melihat matahari.."
"Ha..ha..ha..!"
"Takut,..! ih serem..! aku sungguh sungguh takut dengan ancaman mu Jendral..!"
ucap Meng Da sambil berpura-pura bergidik.
Lalu dia sengaja mendekatkan wajahnya, kemudahan dengan gerakan kuat, dia menggunakan helm kepalanya yang keras menyeruduk wajah Liu Qin Lung.
Hingga hidung dan bibir Liu Qin Lung bonyok mengalirkan darah.
"Duakkk..!"
"Bagaimana..? ayo balas,..? buktikan ancaman mu, jangan cuma bisa melotot saja..!!"
"Pei..!"
Bentak Meng Da dari ekspresi takut menjadi tertawa, tertawa menjadi bengis tanpa perasaan, lalu meludahi wajah Liu Qin Lung yang bonyok dengan air ludahnya yang kental dan lengket.
Sejenak kemudian dia bergerak mundur dan berkata,
"Pengawal seret dan buang mereka berdua ketahanan militer..!"
"Berikan layanan terbaik, tapi jangan sampai mampus."
"Mereka berdua masih berguna.."
ucap Meng Da sambil tersenyum mengejek.
Beberapa prajurit segera maju kedepan menyeret Liu Qin Lung dan Liu Lau Puo pergi dari tempat itu.
Setelah mereka pergi, Meng Yu memberi kode, agar kedua adik misannya ikut dengan nya masuk kembali kedalam tenda
"Awasi mereka berdua dengan baik, aku ingin menggunakan mereka, untuk memancing dua sundal yang bersembunyi di atas bukit itu ."
"Satu hari mereka tidak di bereskan, aku tidak akan bisa tenang maju menyerang kedepan.."
ucap Meng Yu serius, mengingatkan kedua adik misannya.
"Kakak kenapa begitu repot, ? biar aku bawa pasukan menyerang keatas kan beres..?"
Ucap Meng Li sambil menatap kearah Meng Yu.
Meng Yu menggelengkan kepalanya dan berkata,
__ADS_1
"Musuh di gelap, kita di terang, bila kita menyerang yang rugi adalah kita.."
"Lagi pula di jalan sempit dan terjal, menanjak lagi, bila mereka menyerang kita bertahan, posisi tidak baik ada di kita.."
"Paling tepat adalah biarkan tikus keluar dari sarangnya, kita jadi kucing mengepung dan mempermainkan nya, itu baru seru.."
Meng Da dan Meng Li mengangguk setuju.
"Kakak memang yang paling teliti, baiklah kita ikut saja.."
ucap Meng Li sambil memberi tanda jempol kearah Meng Yu.
Meng Yu tersenyum dan berkata,
"Masih banyak film bagus di belakang menunggu kalian menikmatinya pelan pelan.."
"Saat ini yang terpenting adalah kalian berdua selalu bersiaga, awasi pergerakan dari atas bukit dan jaga kedua tahanan dengan baik.."
"Jangan pernah biarkan mereka lolos bila sudah tiba..."
ucap Meng Yu sambil tersenyum penuh kemenangan.
Ucapan nya langsung di sambut baik kedua adik misannya, setelah memberi hormat mereka segera meninggalkan tenda, pergi menjalankan tugas mereka masing masing.
Sebaliknya di tempat terpisah, di tenda Gongsun Li, dia dan Si Si terlihat sedang mendengarkan laporan dari bawahannya, tentang keributan yang terjadi di perkemahan di bawah sana.
Begitu mendengar berita itu, Gongsun Li dan Si Si segera bergegas menuju tempat pengintaian.
Mereka berdua mengawasi dari atas bukit batu yang tersembunyi.
Melihat Liu Qin Lung di keroyok dan terlihat terdesak hebat.
Gongsun Li ingin bergerak, tapi bahunya di tahan oleh Si Si.
"Kenapa adik,..? ini kesempatan kita mendapatkan jendral harimau, kenapa kamu menahan ku..?"
ucap Gongsun Li heran.
Si Si menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Menolong kita pasti akan menolongnya, tapi bukan saat ini.."
"Sekarang bukan waktu yang tepat, kita harus bersabar.."
"Mereka sengaja lakukan itu, mengorbankan Liu Qin Lung, tentu bukan tanpa alasan.."
"Meng Yu adalah adiknya Meng Thian, dia adalah seorang jendral harimau juga, dia tidak mungkin melakukan tindakan bodoh menggunakan emosi semata.."
"Bila kita turun sekarang, kita lah yang kemungkinan besar masuk kedalam jebakan mereka.."
"Tapi adik kondisi Liu Qin Lung dan ayahnya sedang kritis, bagaimana bila mereka benar benar menghabisinya..?"
tanya Gongsun Li ragu.
Si Si tersenyum dan berkata,
"Itu kakak lihatlah sendiri.."
Gongsun Li kembali melihat kearah arena, situasi berbeda kini terjadi.
Kini Liu Qin Lung dengan tombaknya berhasil melukai dan memukul mundur para pengepungnya.
"Benar benar Jendral harimau,.. memiliki nya, adalah kebanggaan dan keberuntungan Yue.."
__ADS_1
ucap Gongsun Li penuh kagum.