LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
MULAI MENCARI JALAN KELUAR


__ADS_3

"Benarkah, Yun Ke ke tidak sedang membohongi ku, agar aku senang kan..?"


tanya Min Min sambil menengadah menatap wajah Guo Yun dari bawah.


Guo Yun tersenyum, dia menunduk ingin mencium bibir Min Min yang menggemaskan.


Tapi Min Min melengos kesamping menghindar nya, dan berkata,


"Jawab dulu, jangan mengalihkan perhatian.. dengan cara itu, aku tidak mau.."


Guo Yun sambil tersenyum sabar berkata,


"Tentu saja benar, kapan aku pernah berbohong pada mu.."


"Bila tidak percaya biar aku bersumpah, bila aku mendustai mu, biar aku mati tanpa kubur.."


"Hei kenapa bicara sembarangan, aku tidak mau itu..tarik kembali sumpah nya..!"


teriak Min Min panik, sambil bangkit duduk, dan memegang wajah Guo Yun dengan lembut.


Guo Yun menariknya kembali berbaring dalam pangkuannya dan berbisik,


"Sudah di ucapkan, tak mungkin di tarik kembali.."


Lalu Guo Yun mendaratkan ciuman nya dengan lembut, Min Min membalasnya penuh kerinduan.


Selama beberapa bulan ini, mereka berdua sudah puasa cukup lama.


Sebelum Guo Yun memulai latihan hal ini sudah terjadi, tepatnya sejak Guo Yun ingatannya pulih.


Setiap kali mereka ingin mencari.kemesraan ke tahap yang lebih serius.


Di tengah jalan, Guo Yun pasti akan menghentikan nya, dan meminta maaf dengan berbagai alasan tidak jelas.


Kemudian terpotong dengan situasi Guo Yun berlatih ilmu baru nya.


Puasa mereka menjadi semakin lama, kini di saat Guo Yun selesai berlatih.


Momen kemesraan muncul, tentu saja Min Min yang sudah sangat rindu dan haus belaian kasih sayang Guo Yun.


Langsung menumpahkan seluruh hasrat dan geloranya yang mengebu gebu kepada Guo Yun.


Guo Yun yang terbawa oleh godaan Min Min yang dahsyat, dia juga tidak bisa menahan diri untuk melayaninya.


Mereka dengan cepat langsing larut dalam ciuman penuh nafsu yang mengebu gebu.


Guo Yun sudah menggendong Min Min kedalam gua, untuk menuntaskan hasrat mereka berdua.


Pakaian mereka berdua sudah berserakan di atas lantai, dalam keadaan polos tubuh mereka berdua telah menyatu.


Dengan bibir terus saling memangut tanpa henti.


Seluruh tubuh Min Min sudah bergetar hebat, tidak sanggup menahan ledakan gelora nafsunya.

__ADS_1


Di sela sela Rin tih an, Min Min dengan suara tertahan berkata,


"Yun ke ke,.. sekarang..aku tidak tahan lagi.."


Guo Yun mengangguk, sambil mengalihkan ciuman nya ke bagian leher Min Min.


Guo Yun segera melakukan tugas yang di perintahkan oleh ratunya.


Tapi setelah menunggu beberapa saat tidak ada reaksi, hanya ada helaan nafas dari Guo Yun, di dekat telinga nya.


Min Min kembali membuka matanya, dia terlihat termenung kecewa.


Lalu mendorong tubuh Guo Yun kesamping.


Lalu dia berbaring memunggungi Guo Yun, menarik selimut yang berasal dari jubah luar Guo Yun menutupi tubuhnya yang putih mulus.


Dalam posisi tidur miring memunggungi Guo Yun, Min Min menutupi mulutnya, membiarkan airmatanya, setitik demi setitik terus mengalir membasahi kain.penutup bantalan kayu tempat tidurnya.


Min Min menangis dalam diam dengan bahu gemetaran.


Guo Yun tentu saja tahu hal itu, di awalnya ingin menyentuh bahu Min Min.


Tapi akhirnya dia menarik kembali tangannya, kembali berbaring terlentang menatap kearah langit langit gua.


Guo Yun sadar menjelaskan apapun tidak ada gunanya, dia hanya akan membuat Min Min semakin kecewa sedih dan merasa terhina, tidak berarti di depan matanya.


Semua ini salahnya, dirinya lah sumber masalah, dia tidak mampu memberikan kebahagiaan yang di inginkan oleh Min Min wajar Min Min kecewa dengan nya.


Guo Yun sebenarnya tahu dengan jelas sumber permasalahannya, tapi dia memang tidak punya cara mengatasinya.


Setelah apa yang terjadi antara dia dan Si Si, dia sudah menyimpan rasa bersalah yang selalu menghantuinya.


Kini di tambah dengan Min Min, beban rasa bersalahnya semakin berat.


Akhirnya berujung dengan gangguan pada bagian rudalnya yang jadi terganggu dan sulit berfungsi dengan benar, saat hendak di gunakan.


Rudalnya menjadi cakue dingin yang loyo, tidak dapat di gunakan saat di butuhkan.


Tidak berfungsi seperti sebelum sebelumnya saat dia masih amnesia dulu.


Tentu saja hal ini, menjadi pukulan berat bagi Min Min maupun Guo Yun sendiri.."


Hingga fajar menyingsing Guo Yun hanya terdiam menatap langit langit gua.


Hampir semalam suntuk, dia tidak bisa tidur sama sekali.


Hanya Min Min yang tertidur pulas, setelah kelelahan menangis dalam diam.


Saat terdengar suara kicau burung memasuki Gua, perlahan-lahan Min Min membuka kembali matanya.


Kini emosinya sudah mereda, tidak seperti semalam lagi.


Perlahan-lahan Min Min membalikkan badannya menatap ke arah Guo Yun.

__ADS_1


Melihat Guo Yun terlihat berbaring diam termenung menatap langit langit.


Timbul rasa empati dan kasihan Min Min melihat keadaan Guo Yun.


Perasaan wanitanya, membuat dia memilih menekan egonya, merubah rasa ego menjadi kasih sayang dan pengertian.


Min Min bergeser berbaring di dada Guo Yun dan berkata,


"Sudahlah jangan terlalu di pikirkan, aku tidak apa-apa.."


"Aku mengerti, itu bukan halangan bagi ku untuk tetap mencintai mu.."


ucap Min Min lembut penuh pengertian.


Bila Min Min menamparnya memukulnya, memaki maki dirinya.


Justru Guo Yun akan merasa lebih ringan dan nyaman.


Tapi kini mendapatkan perlakuan sebaliknya, tanpa bisa di cegah, saat sepasang mata Guo Yun mengerjap pelan.


Dua butir air bening mengalir runtuh kebawah.


Guo Yun memeluk tubuh Min Min dengan erat dan berkata pelan.


"Maafkan aku sayang, ini semua salah ku ."


"Aku tidak bisa melepaskan rasa bersalah ku padanya, sehingga aku jadinya, selalu mengecewakan sekaligus menyakiti perasaan mu.."


ucap Guo Yun penuh sesal dan terlihat sangat tertekan.


Min Min tersenyum sedih, membelai dada suaminya dengan lembut dan berkata,


"Sudahlah jangan menyalahkan diri lagi, dalam hal ini tiada siapa yang benar dan salah.."


"Aku sepenuhnya memahami nya, aku hanya sedikit iri padanya.."


"Tapi sudahlah lupakan saja, lebih baik kita fokus mencari lagi jalan keluar dari tempat ini.."


ucap Min Min berusaha menenangkan Guo Yun.


Guo Yun mengangguk pelan sambil menghela nafas panjang, dia kini jadi semakin merasa s


bersalah dengan Min Min.


Dia tanpa sengaja, sedikit demi sedikit mulai melanggar janjinya sendiri.


"Baiklah kita mandi saja menyegarkan diri, setelah itu aku akan menyelidiki dasar telaga.."


"Terutama ikan pelangi yang setelah menghilang tidak pernah muncul lagi."


"Bila mahluk itu bisa datang dan pergi, berarti seharusnya ada tempat lain, yang bisa membawa kita keluar dari sini..'


ucap Guo Yun kembali bersemangat.

__ADS_1


Min Min pun mengangguk dan berusaha tersenyum senormal mungkin menutupi rasa cemas di hatinya.


__ADS_2