
Tidak tahu berapa lama larut dalam latihan tanpa hasil akhir nya, Min Min pun kembali kedalam Gua.
Dia terlihat dengan gembira menunjukkan berbagai jenis dedaunan yang berhasil dia kumpulkan.
"Yun ke ke daunnya sudah ketemu, tapi bagaimana mengolahnya,? kita tidak punya wadah untuk merebus dedaunan ini.."
ucap Min Min sambil menatap Guo Yun dengan wajah bingung.
Guo Yun tersenyum sabar dan berkata,
"Min Min kamu carikan di batang kayu dari cabang pohon, berbentuk seperti ini.."
"Agar aku bisa keluar dari gua ini, melihat situasi di luar sana, untuk menemukan benda yang kita butuhkan.."
ucap Guo Yun menjelaskan sambil memberikan coretan di atas tanah.
Min Min mengangguk ngerti, dan berkata,
"Besok aku akan membantu menemukan tongkat seperti ini.."
"Tapi untuk pengobatan saat ini bagaimana..?"
tanya Min Min masih bingung.
Guo Yun tersenyum dan berkata,
"Mana yang harus di makan mana yang buat di tempelkan ke luka.."
Min Min dengan cepat membantu memisahkan nya.
Lalu dia menunjuk kearah kumpulan dedaunan yang di bagi jadi beberapa kelompok.
"Yang ini untuk di tempelkan ke luka, yang ini untuk di minum sebelum luka di obati..dan yang terakhir ini, buat di makan setelah luka di obati.."
ucap Min Min menjelaskan sambil memberi petunjuk ke Guo Yun.
Guo Yun mengangguk mengerti, dia lalu meraup tumpukan dedaunan yang nanti akan di gunakan untuk menutupi lukanya.
Guo Yun memasukkan semuanya kedalam mulutnya mengunyahnya hingga hancur, setelah itu dia meletakkan nya di atas batu.
Saat Guo Yun sedang mengunyah daun daun itu.
Min Min yang melihat ekspresi wajah Guo Yun, dia ikut mengernyitkan alisnya.
Seolah olah ikut merasakan pahit dan getir nya dedaunan yang sedang di kunyah oleh Guo Yun.
Setelah selesai Guo Yun meletakkannya di atas potongan kain dari lengan bajunya, yang dia sobek.
Setelah semua tumpukan daun untuk ditempelkan di lukanya siap.
Guo Yun kini mengambil dedaunan yang harus dia makan selama proses pengobatan.
__ADS_1
Ini adalah semacam dedaunan yang mengandung khasiat anti sakit, yang akan membuat Guo Yun tidak sadarkan diri selama proses pengobatan.
Guo Yun pun meraup nya, tanpa pikir panjang langsung dia kunyah terus di telan.
Tapi sekali ini, berbeda dengan sebelumnya, daun daun yang ini meski masih ada rasa sepetnya.
Tapi yang ini jauh lebih bisa di makan, daun daun yang ini, selain terasa lebih wangi dan segar di mulut, juga ada rasa manis manisnya.
Tapi beberapa saat Guo Yun mengunyah dan memakan dedaunan tersebut.
Guo Yun merasa tubuhnya seperti melayang layang dan mati rasa.
Dia merasa tubuhnya sangat rileks dan nyaman, beberapa detik kemudian Guo Yun sudah tidak sadarkan diri.
Dia terlihat seperti orang tertidur sangat pulas, bahkan langit runtuh sekalipun, dia tidak akan pernah bangun kembali.
Setelah memastikan Guo Yun sudah sepenuhnya tidak sadarkan diri.
Min Min mulai mencoba memperbaiki dengan hati hati posisi tulang kaki Guo Yun yang patah.
Juga membenarkan posisi tempurung lututnya yang retak dan terlepas dari sambungan nya
Untungnya Min Min sejak kecil sudah sering belajar ilmu pengobatan dari Kakeknya.
Setelah berpisah dengan kakeknya ikut dengan Lu Bu Wei, di istana, dia sering ikut dengan tabib dewa istana Xu Fu mengobati orang, juga mempelajari berbagai cara dan tehnik pengobatan.
Sehingga meski dalam hal ilmu beladiri, Min Min termasuk biasa.
Tapi dalam tehnik pengobatan dia justru mengalami kemajuan yang sangat baik.
Pengobatan terus berlangsung semalam suntuk hingga matahari naik tinggi.
Pengobatan tersebut baru selesai, Min Min terlihat sangat kelelahan.
Wajahnya agak pucat, seluruh tubuhnya basah keringat.
Rambutnya juga agak berantakan, sepasang matanya yang indah terlihat ada garis lingkaran hitam di bawah nya.
Min Min saking lelahnya, tanpa sempat menunggu Guo Yun sadar.
Dia sudah tertidur tidak jauh dari Guo Yun terbaring.
Guo Yun saat sadar, dia mendapati Min Min sedang tertidur pulas di sisinya.
Saat mencoba untuk bangun, Guo Yun merasa kedua kakinya kini jauh lebih nyaman, tidak merasakan sakit yang berdenyut denyut lagi.
Saat Guo Yun mencoba untuk bangun melihat nya.
Guo Yun sedikit kaget melihat keadaan kakinya yang terlihat sudah normal kembali, terikat potongan kayu dengan sangat rapi.
Tidak lagi terlihat ada tulang yang menonjol keluar menembus daging dan kulit di pahanya.
__ADS_1
Guo Yun menatap kearah Min Min dengan penuh rasa terimakasih.
Di lubuk hati terdalam Guo Yun sangat kagum dengan kemampuan ilmu pengobatan Min Min.
Ternyata di balik semua kekurangannya, ternyata dalam hal inilah Min Min sangat unggul, pikir Guo Yun dalam hati, sambil menatap wajah Min Min dengan penuh kagum.
Dalam keadaan mata terpejam, Min Min berkata pelan sambil tersenyum,
"Sudah puas belum lihat nya, kalau sudah puas, ayo baringlah.."
"Temani aku tidur, setelah makan daun daun itu,.."
"Yun ke ke belum boleh banyak bergerak dulu, nanti sambungan nya kalau bergeser akan lebih rumit mengobatinya.."
ucap Min Min dengan mata terpejam.
Guo Yun mengikuti anjuran Min Min semua dedaunan itu dia kunyah habis dan menelannya hingga tanpa sisa.
Setelah itu dia pun ikut berbaring disebelah Min Min.
Sebelum memejamkan matanya Guo Yun menatap kearah Min Min dengan mesra.
"Min Min tidak tahu kenapa, semakin lama kita bersama."
"Aku merasa semakin terseret kedalam pusaran cinta mu, semakin lama semakin dalam."
"Hingga aku tidak mampu untuk keluar kembali.."
gumam Guo Yun dalam hati, sambil diam diam menatap Min Min dengan penuh rasa cinta.
Min Min sambil tersenyum berkata,
"Yun ke ke bila kamu tidak segera pejamkan mata, aku pasti akan menerkam mu."
Guo Yun tersenyum lebar mendengar candaan gadis nakal itu.
Tapi dia menurutinya juga, ikut memejamkan matanya dan mencoba untuk merilekskan dirinya.
Perlahan-lahan kedua nya kembali tertidur pulas.
Menjelang sore saat Guo Yun membuka kembali matanya.
Dia melihat Min Min sudah tidak berada di sisinya.
Guo Yun hanya menemukan umbi yang sudah matang, sudah di kupas tinggal di makan dan dedaunan obat untuk nya.
Guo Yun segera menghabiskan semua nya, agar jerih payah Min Min tidak ada yang tersisa sia kan.
Tidak lama kemudian, dia sudah mendengar suara senandung riang Min Min.
Melompat lompat riang memasuki gua, sambil memutar mutar dua tongkat di tangan kanan kirinya.
__ADS_1
Seperti pimpinan pasukan kabaret.
"Ini Yun Ke ke tongkatnya sudah jadi, tapi sebaiknya tunggulah seminggu baru di gunakan.."