LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
HUANG TAO CU


__ADS_3

Zhang Yi mengangguk pelan, mengikuti Li Ba meninggalkan tempat itu.


"Paman Zhang, paman tenang saja, kami pasti akan membantu mu menemukan pelakunya.."


ucap Gongsun Li mencoba memberikan semangat ke Zhang Yi.


Zhang Yi menanggapinya dengan anggukan kepala dan tersenyum hambar.


Gongsun Li Li Ba Si Si dan Sian Sian saling pandang.


Mereka berempat paham maksud senyum Zhang Yi itu.


Apa gunanya pelaku ditemukan, bahkan di cincang hingga jadi cacahan daging juga, tidak akan bisa mengembalikan nyawa anak dan istrinya, yang telah pergi untuk selama-lamanya.


Mereka menangkap sikap pesimis putus asa dan kehilangan semangat pada diri pria paruh baya itu.


Tapi mereka semua paham dan memakluminya, mereka hanya bisa berharap Jenderal tua ini bisa cepat pulih, tidak terlalu lama berlarut larut dalam kesedihannya.


Karena kerajaan Yue, masih sangat membutuhkan jendral tua yang penuh pengalaman itu, untuk melatih dan membimbing pasukan kerajaan Yue.


Mereka mengantar Zhang Yi hingga keruangan peristirahatan nya.


Mereka pun pamit kembali ke istana.


Baru di hari ketiga mereka kembali datang untuk melayat, sekaligus mengikuti prosesi mengantar jenazah Siao Tie dan putranya hingga ke pemakaman dan di makamkan.


Perubahan besar terjadi pada Zhang Yi yang biasanya terlihat jauh lebih muda dari usianya sehat dan segar penuh semangat.


Kini dia terlihat jauh lebih tua, ringkih, kurang bersemangat, seperti bukan dirinya yang dulu lagi.


Untungnya ada Zhang Yun dan istrinya, yang dengan setia selalu menemani dan menghibur ayahnya itu.


Selesai acara prosesi pemakaman, rombongan Gongsun Li dan rombongan Zhang Yi, yang ditemani oleh Zhang Yun putranya dan anak menantunya.


Mereka langsung menuju penjara militer, di mana pelaku yang meracuni istri Zhang Yi di tahan.


Tapi sampai di penjara, mereka harus kecewa, karena pelaku tersebut sudah bunuh diri.


Investigasi pun terputus sampai di situ saja.


Karena pelaku sebagai saksi utama, telah tiada.


Tidak bisa lagi di korek keterangan dari nya.


"Apa yang terjadi ? mengapa dua bisa sampai bunuh diri ? bukankah kalian semua di tugaskan untuk menjaga nya dengan ketat..?"


tanya Gongsun Li kurang puas.


Lima orang penjaga penjara langsung menjatuhkan diri berlutut dan berkata,


"Maaf Yang Mulia Ratu, pelaku mengatakan dia sakit perut ingin buang air besar..."


"Kami mengantarnya ke kamar mandi dan sudah menjaganya dengan ketat.."


"Bahkan kakinya yang di rantai, ujung rantainya terhubung ke kami.."


"Tapi siapa sangka, dia menceburkan kepalanya ke lubang kakus.."


"Dia lebih memilih membunuh diri dengan menenggelamkan kepalanya kedalam kotoran.."

__ADS_1


ucap ke 5 petugas penjara itu, menjelaskan secara bergantian.


Zhang Yi sambil tersenyum hambar berkata,


"Yang Mulia Ratu, mereka sudah menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.."


"Kejadian ini di luar prediksi siapapun, kesalahan tidak terletak pada mereka.."


"Harap Ratu tidak menyalahkan dan menghukum mereka.."


"Sebenarnya tanpa perlu di cari sekalipun kita semua juga tahu.."


"Kejadian ini pasti berhubungan dengan pihak Qin, Ying Zheng.."


"Siao Tie telah menghianatinya, menyebabkan rencananya yang sudah tersusun rapi gagal total.."


"Tentu saja dia tidak akan mengampuninya.."


ucap Zhang Yi sambil tersenyum hambar.


Sesaat kemudian dia menoleh kearah keponakannya dan berkata,


"Target berikut nya mungkin adalah kamu Zhong San, kamu sebaiknya berhati hatilah.."


"Biar nanti Ling Tong mengatur barisan pendam untuk menjaga keamanan di rumah mu..'


ucap Zhang Yi sambil menatap kearah Zhong San dengan penuh kekhawatiran.


"Terimakasih Paman.."


ucap Zhong San penuh hormat.


Setelah itu dia kembali menoleh kearah Gongsun Li dan berkata,


"Yang Mulia Ratu, yang tua ini agak sedikit lelah.."


"Maaf bila hamba harus pamit duluan.."


ucap Zhang Yi sambil memberi hormat kesemuanya.


"Baiklah paman Zhang, silahkan duluan saja.."


ucap Gongsun Li mengijinkan Zhang Yi mundur duluan dari sana.


Zhang Yi pun melangkah pergi dari tempat itu dengan wajah lesu dan kurang bersemangat.


Zhang Yun dan istrinya, setelah memberi hormat, mereka berdua juga segera menyusul, menemani ayah mereka meninggalkan bangunan penjara militer.


Setelah Zhang Yi pergi, Gongsun Li Si Si Sian Sian dan Li Ba, diikuti oleh Zhong San Ling Tong dan Zhou Tai.


Mereka juga terlihat meninggalkan gedung penjara tersebut.


Tapi baru saja mereka tiba di halaman depan bangunan penjara.


Terlihat Paman Liu dan Kasim Cao menunggu di sana dengan wajah panik.


"Apa yang terjadi ?"


tanya Zhong San heran melihat pengurus rumahnya sampai kemari mencarinya.

__ADS_1


"Tuan telah terjadi sesuatu di kediaman nyonya tua dan nyonya muda.."


ucap Paman Liu gugup.


"Paman Liu tak perlu panik,. katakan saja apa yang telah terjadi..?"


"Tuan ada laporan dari tetangga di kediaman nyonya tua.."


"Semalam telah terjadi perampokan dan pembunuhan di sana.."


ucap Paman Liu pelan.


"Apa...? Ba... bagaimana dengan keadaan ibu ku dan adik ku..?"


tanya Zhong San yang kini berbalik panik dan kaget.


"Maaf tuan,.. Nyonya tua dan nyonya muda beserta seluruh penghuni di sana, semuanya tewas tidak ada satupun yang lolos dari pembantaian keji dan sadis itu.."


"Menurut laporan dari pihak keamanan, itu adalah kasus perampokan, karena semua harta benda di kediaman itu semua di kuras oleh perampok perampok keji itu..'


ucap Paman Liu menjelaskan.


"Ibu,...adik...!"


teriak Zhong San panik, dia langsung berlari meninggalkan tempat itu.


Bahkan dia lupa berpamit pada yang lain nya, karena terlalu cemas panik dan kaget mendengar laporan tersebut.


Gongsun Li tidak terlalu mempermasalahkan sikap Zhong San, dia bisa memaklumi nya, begitu pula dengan yang lain nya.


Dia kini justru menatap kearah Kasim Cao dengan heran dan langsung bertanya pada Kasim itu,


"Cao Kung Kung,.. ada ada apa kamu kemari ?"


"Apa ada sesuatu yang terjadi di istana..?"


tanya Gongsun Li dengan alis berkerut.


Kasim Cao memberi hormat kesemuanya, baru berkata dengan tubuh setengah membungkuk.


"Maaf Yang Mulia Ratu, di depan halaman istana ada rombongan yang membawa sebuah kereta.."


"Di dalam kereta memuat sebuah peti mati yang berisi jenazah seorang kakek tua.."


"Menurut yang mengantar, jenazah itu adalah jenazah Huang Tao Cu dari Pulau Peng Lai di.laut timur'.."


"Pembawa pesan sekaligus pimpinan rombongan itu bernama Cia Sun, atau biasa di panggil kakek Cia, katanya dia adalah kepala pelayan Huang Tao Cu itu.."


Mendengar penjelasan Kasim Cao, wajah Sian Sian terlihat pucat pasi, sepasang matanya terlihat terbelalak tak percaya.


Tubuhnya gemetaran hampir roboh, bila tidak di tahan Li Ba suaminya tentu dia telah jatuh terduduk di atas tanah.


Belum sempat Gongsun Li berkata, langsung terdengar suara teriakan histeris dari Sian Sian.


"Kakek...! kakek...! kakek...!"


Lalu terlihat Sian Sian melesat cepat meninggalkan tempat itu.


Li Ba juga berkelebat cepat menyusul istrinya dengan khawatir.

__ADS_1


__ADS_2