
Guo Yun mengangguk pelan, lalu meneruskan langkahnya.
Kasir pemilik penginapan dan pelayan pelayan di sana sedikit heran.
Kemarin datang Min Min masih baik baik saja begitu ceria, kenapa hari ini saat meninggalkan penginapan,.dia jadi terlihat seperti orang tertidur.
Meski heran dan penasaran, tapi melihat ekspresi wajah Guo Yun dan kedua gadis lainnya seperti itu.
Tidak ada yang berani pergi bertanya, hal yang bukan urusan mereka.
Mereka hanya melepaskan kepergian Guo Yun dengan tatapan mata heran.
Seperti sewaktu datang, sewaktu pergi pun Guo Yun tidak ambil pusing dengan lingkungan sekitar.
Tempaan sikap sewaktu menjadi Topeng Emas, sedikit banyak mempengaruhi sikap Guo Yun yang terkadang masih terbawa.
Guo Yun membaringkan tubuh Min Min di dalam kereta, tak lama kemudian terlihat dia duduk di kawal Gongsun Li dan Si Si di sisi kiri kanan bergerak meninggalkan kota Shoucun, mengambil jalan kearah selatan.
Saat keluar dari gerbang kota Shoucun, Si Si melepaskan tanda ke udara.
Sebagai kode agar pasukan mereka, mundur kembali ke Wu Yue.
Guo Yun sendiri terus memacu kereta kudanya mengambil jalan secepatnya menuju kearah selatan.
Berdasarkan tata letak sungai yang melewati hutan daerah selatan tempat tinggal masa kecilnya.
Guo Yun memperkirakan letak pondok impian nya bersama Min Min ada kemungkinan tidak jauh dari tempat tinggal masa kecilnya.
Mengikuti patokan tersebut, Guo Yun terus menggerakkan kereta nya menuju selatan.
Setelah menempuh perjalanan dua hari, mereka akhirnya tiba di tepi sungai Yang Tze.
Guo Yun dan kedua istrinya, awalnya sempat heran dengan jasad Min Min yang tidak kaku, tidak dingin tetap hangat seperti orang tidur.
Juga tetap mengeluarkan wangi bunga bercampur akar tanaman obat.
Tapi setelah menempuh perjalanan hingga tepi sungai Yang Tze, mereka tidak heran lagi.
Guo Yun beranggapan mungkin ini ada hubungannya dengan tubuh Min Min yang sejak kecil oleh kakeknya sudah di rendam berbagai obat anti racun.
Sehingga tubuh Min Min jadi kebal terhadap semua jenis racun.
Hal ini diperkuat dengan pesan Min Min yang ngotot tidak mau di makam.
Ingin di dudukkan di kursi santai, berarti Min Min sudah tahu keadaan nya sendiri..
__ADS_1
Anggapan ini lah yang membuat Guo Yun dan yang lainnya, tidak lagi heran dan aneh dengan keadaan Min Min.
Dari tepi sungai Yang Tze, Guo Yun menyewa sebuah perahu ukuran sedang, bergerak menuju tempat yang di inginkan oleh Min Min.
Di hari keempat akhirnya Guo Yun dan rombongannya, tiba juga di tempat yang mereka tuju.
"Min Min kita sudah pulang,..ayo kita kembali kerumah kita.."
ucap Guo Yun pelan, sambil berusaha tersenyum.
Gongsun Li dan Si Si yang memperhatikan nya dari samping, sudah tidak bisa menahan diri untuk tidak menitikkan air mata.
Keduanya menutupi mulut mereka, agar suara Isak tangis mereka tidak terdengar keluar.
Suasana haru dan menyedihkan, mewarnai Guo Yun saat mengangkat tubuh Min Min kedalam gendongannya.
Membawanya meninggalkan perahu, mendarat di tepi sungai.
Lalu menggendongnya masuk kedalam pondok impiannya bersama Min Min.
Pondok dan keadaan di dalam rumah dan di luar rumah terlihat tidak ada perubahan, semua masih tetap sama, seperti saat Guo Yun dan Min Min pergi meninggalkannya.
Kini Yang berbeda hanya suasana nya saja, dahulu mereka berdua jelas sangat bahagia.
Guo Yun sepanjang perjalanan, hingga tiba di kursi yang sesuai dengan pesan Min Min.
Dia terus berusaha tersenyum dan menahan perasaan nya yang hancur berkeping-keping.
Tapi saat dia berhasil mendudukkan Min Min di sana, lalu menggunakan mantelnya menyelimuti hampir seluruh tubuh Min Min, mulai dari leher hingga ke ujung kakinya.
Guo Yun sudah tidak bisa menahan diri untuk jatuh berlutut di sisi kursi Min Min menangis sedih.
Melepaskan semua perasaan dukanya yang di tahan tahan nya selama ini.
Gongsun Li dan Si Si memutuskan tidak ikut masuk, mereka berdua memilih berdiri di tepi sungai.
Menikmati keindahan alam, dan ketenangan batin, hingga Bidara sejuk yang menenangkan perasaan mereka yang ikut terbawa oleh kesedihan yang di alami oleh Guo Yun.
Meski baru saling mengenal, tapi mereka cukup menyukai sikap dan perilaku Min Min.
Mereka juga kagum dengan perasaan cinta Min Min terhadap Guo Yun yang tidak kalah dengan perasaan mereka sendiri.
Mereka benar benar tidak menyangka semua akan berakhir secepat ini.
Menjelang matahari terbenam Guo Yun baru menghentikan tangisannya.
__ADS_1
Sambil berusaha tersenyum, Guo Yun membelai dan membenahkan anak rambut Min Min yang jatuh menutupi wajahnya yang terlihat tersenyum tenang.
Guo Yun memberikan sebuah ciuman di kening di kedua pipi dan ditutup dengan sebuah ciuman lembut dan hangat di bibir Min Min.
Setelah itu dia berbisik di dekat telinga Min Min,
"Kamu beristirahatlah dengan tenang, aku berjanji suatu hari nanti, pasti akan kembali kemari menemani mu."
Selesai berkata, sambil memaksakan diri tersenyum, Guo Yun menatap wajah Min Min lekat lekat.
Seolah ingin menjadikan tatapan terakhir ini, sebagai kenangan terakhir nya, tentang Min Min.
Beberapa saat menatap Min Min dengan lembut dan mesra.
Akhirnya Guo Yun tidak bisa menahan diri untuk kembali menunduk.
Memberikan sebuah ciuman panjang dan hangat di bibir Min Min yang indah dan menawan itu.
Setelah menyelesaikan ciuman terakhirnya yang penuh dengan Isak sedu sedan, tidak rela kehilangan Min Min.
Guo Yun akhirnya berlari meninggalkan kamar kenangan mereka.
Dia terus berlari sambil menutupi mulutnya sendiri mencegah suara tangisannya tidak terdengar keluar.
Tapi airmata nya yang mengalir deras tanpa henti sudah tidak bisa di cegah lagi.
Mengalir bagaikan bendungan yang jebol tanggulnya.
Akhirnya Guo Yun terduduk lesu di ujung anak tangga menuju pondok kediaman nya.
Sepasang matanya yang basah terlihat menatap kosong kearah awan senja yang berwarna lembayung, di mana matahari mulai tenggelam ke peraduan nya.
Guo Yun duduk termenung hingga Si Si dan Gongsun Li berdiri di hadapannya, menatap dirinya dengan prihatin, sedih dan cemas.
Guo Yun pun akhirnya tersadar, dia boleh sedih dan terluka.
Tapi tidak seharusnya dia membawa bawa Gongsun Li dan Si Si ikut ikutan cemas dan bersedih karena nya.
Guo Yun akhirnya bangkit berdiri, lalu melompat ringan kehadapan kedua istrinya.
Dia meraih mereka berdua masuk kedalam pelukannya dan berkata,
"Ayo kita tinggalkan tempat ini, aku akan membawa kalian mengunjungi kedua orang tua ku.."
"Sebagai menantunya, sudah seharusnya kalian pergi memberi salam hormat kalian pada mereka."
__ADS_1