LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
TIGA LO SA DAN SETITIK MERAH KEMBALI MUNCUL


__ADS_3

Pengawal...!"


teriak Jendral Liang tanpa memperdulikan nasib Xiong Pa.


Dia dan keempat rekannya langsung mencabut pedang mereka masing-masing.


Pintu ruangan terbuka, pasukan pengawal segera masuk mengepung Guo Yun dan Ling Tong.


Kelima Jendral itu, setelah pasukan masuk, mereka segera bergerak mundur kearah belakang pengawal mereka.


Xiong Pa yang tertawan seketika pias wajahnya, dia tidak bisa berkata apa-apa.


Semua yang di katakan oleh jenderal Liang sangat tepat, karena aturan mainnya memang seperti itu.


Bila mau di salahkan, dia kini hanya bisa salahkan nasibnya yang sial, hingga bisa terjatuh kedalam tangan Guo Yun.


Guo Yun tidak menyangka ada perubahan seperti ini, dia awalnya mengira dengan menyandera Xiong Pa.


Semua akan menjadi mudah, semua sudah berada dalam genggamannya.


Tapi terjadi kejadian tak terduga ini, Guo Yun terpaksa merubah siasat.


Guo Yun menganggukkan kepalanya sebagai kode ke Ling Tong untuk menjalankan tugas nya.


Tanpa banyak bicara, sepasang pedang Ling Tong langsung menggunting leher Xiong Pa..


"Arggghhh...!"


terdengar jeritan ngeri Xiong Pa, sebelum kepalanya menggelinding di atas tanah.


"Blukkkkk..!"


Di susul dengan bunyi tubuhnya tumbang keatas tanah.


Guo Yun setelah memberi kode ke Ling Tong, dia pun batuk dua kali dan berteriak,


"Serang...!! habisi semuanya..!!"


Dari balik pintu rahasia dari dua sisi muncul pasukan Harimau Hitam.


Dibawah pimpinan Zhou Tai.


Mereka menerjang keluar dengan ganas langsung memberikan serangan anak panah dan tombak terbang, kearah pasukan pengawal yang mengepung tempat itu.


Perang pun pecah antar kedua belah pihak, saling serang dengan sengit.


Tapi para pengawal itu bukan lawan pasukan harimau hitam, satu persatu, mereka roboh di bantai oleh pasukan harimau hitam.


Karena ruangan yang terbatas, perang pelan pelan berpindah kearah halaman depan.


Sedangkan Guo Yun, di ikuti oleh Ling Tong dan Zhou Tai.


Mereka bertiga terbang melewati kepala barisan pasukan Chu.


Mereka bertiga melakukan pengejaran kearah kelima Jendral pasukan Chu.


Guo Yun menghadapi tiga orang sekaligus Jendral Liang, Kwa dan Su..


Sedangkan Zhou Tai menghadapi jendral Liu, Ling Tong menghadapi Jendral Low.


Setelah perang pecah, ternyata Ke 5 jendral itu memiliki kemampuan cukup tinggi.


Mereka rata rata berada di tingkatan Pendekar Awan.


Sehingga baik Jendral Liu maupun jendral Low, mereka terlihat mampu mengimbangi permainan pedang Ling Tong dan permainan Tombak Zhou Tai.

__ADS_1


Guo Yun sendiri sebenarnya bisa melayani ketiga orang itu dengan santai.


Tapi saat melihat pasukan Chu, yang terus berdatangan dari empat penjuru, memenuhi halaman istana.


Guo Yun sadar bila bertempur dalam jangka waktu panjang, dia dan pasukannya yang cuma 2000 personil.


Mau menahan 50.000 itu akan sulit bagi Pasukannya.


Berpikir sampai di sana,


Guo Yun memutuskan, harus secepat nya menyelesaikan pertarungan tersebut.


Untuk itu Guo Yun tidak mau bersikap tanggung tanggung.


Guo Yun langsung melepaskan tebasan pedang Pemusnah jurus ketiganya.


Tebasan pedang sapu jagad yang sangat dahsyat dan mengerikan langsung melesat kedepan


"Ceeeeessss...!"


Sebuah garis melengkung berwarna biru, melesat bagaikan petir melewati tubuh Jendral Liang Kwa dan Su.


"Trangggg,...!"


"Trangggg,...!"


"Trangggg,...!"


"Crasssh,...!"


Crasssh,...!"


Crasssh,...!"


Sebelum sempat menjerit tubuh mereka bertiga , berikut pedang mereka, yang di gunakan untuk menangkis.


Guo Yun tenaga sakti nya kini sudah berhasil menembus 2600 lingkaran, hasil latihan keras tanpa putus nya, selama sebulan ini di ruang rahasia .


Sehingga kini dia bisa memainkan ketiga jurus pedang pemusnah itu dengan bebas.


Tanpa perlu khawatir dirinya terluka.


Setelah memberikan tebasan yang menewaskan ketiga lawannya.


Guo Yun memberikan beberapa tebasan menyapu ratusan ribu pasukan kearah pasukan Chu


Begitu jurus di lepaskan, potongan tubuh pasukan Chu langsung berhamburan.


Kepungan mereka mengendor, hal ini membuat pasukan Harimau hitam yang kalah jumlah, bisa sedikit bernafas lega.


Melihat pasukan Chu mulai jauh berkurang, Guo Yun kini terbang mengincar Jendral Liu, yang sedang berhadapan dengan Zhou Tai.


Satu Tebasan pedang pemusnah kehidupan, yang mengeluarkan cahaya biru melengkung.


Cukup membuat Jendral Liu terkapar di atas lantai, dalam kondisi tubuh terbelah dua.


Selesai dari sana, Guo Yun kini berpindah kearah Ling Tong dan Jendral Low, yang sedang bertarung sengit.


Kedatangan Guo Yun yang kembali melepaskan Tebasan Pedang pemusnah kehidupan.


Kembali memakan korban, tubuh Jendral Low langsung terbelah, menyusul rekan rekannya yang sudah tewas duluan.


Guo Yun, Ling Tong dan Zhou Tai kini bergerak membantu pasukan mereka, memukul mundur pasukan Chu, yang sudah kehilangan pimpinannya itu.


Sambil terus memberikan tekanan, Guo Yun berkata,

__ADS_1


"Semua atasan kalian sudah tewas..!"


"Menyerahlah bila tidak mau mati sia sia..!"


"Ha..ha..ha..ha...!"


terdengar suara tertawa keras muncul dari balik kerumunan pasukan Chu


Dari tengah tengah kerumunan pasukan, yang kini menyibak ke kiri dan ke kanan.


Terlihat 4 orang berjalan keluar dari dalam barisan.


Mereka langsung mengepung Guo Yun, di tengah tengah.


"Hei bocah licik, hari ini lawan mu adalah kami, bersiaplah mengantar nyawa..!"


"Pasukan dengar perintah,..! cepat ringkus mereka..semuanya cepat..!"


teriak San Lo Sa memberi perintah.


Pasukan Chu semangatnya pulih kembali, mereka segera merapatkan barisan.


Kemudian berusaha kembali memberikan perlawanan sengit, mengandalkan kemenangan dalam hal jumlah.


Kedua belah pihak kembali saling serang dengan sengit.


Ling Tong dan Zhou Tai terus berusaha memimpin pasukan mereka, menghadapi serangan pasukan Chu yang nekad.


Di tempat lain, Guo Yun yang sedang di kepung oleh pemuda baju hitam dan tiga Lo Sa.


Guo Yun menunjuk kearah mereka berempat dengan heran dan berkata,


"Kalian bukankah sudah pergi..!?"


"Kamu si tikus licik menyebalkan, bila tidak menggunakan umpan, bagaimana kamu bisa keluar dari sarang.."


"Hari ini kamu jangan harap bisa lolos lagi."


ucap San Lo Sa sambil tertawa mengejek.


Guo Yun tersenyum tenang dan berkata,


"Baiklah,.. bila itu yang kalian inginkan boleh saja, silahkan maju.."


Belum selesai ucapan Guo Yun sebatang besi hitam runcing sudah menusuk kearah leher Guo Yun.


"Tringgg..!"


Pedang dan besi baja hitam bertemu di udara, menimbulkan suara memekakkan telinga, dan bunga api berpijar kemana mana.


"Wusss..!"


Wusss..!"


San Lo Sa dan Er Lo Sa, ikut menyerang dari arah belakang, dengan menggunakan sepasang tapak mereka.


San Lo Sa menyerang dengan Tapak tangan bercahaya biru.


Sedangkan Er Lo Sa menyerang dengan Tapak bercahaya merah.


Ta Lo Sa tidak menyerang, dia hanya mengamati pergerakan Guo Yun dan mengimbangi mengikutinya saja.


Guo Yun selepas menangkis serangan dari setitik darah daratan tengah.


Dia harus segera menghindar dari kedua serangan berbahaya, yang datang dari arah belakang.

__ADS_1


Dengan langkah ajaib, di mana tubuh Guo Yun bertiarap kedepan sejajar tanah.


Dia berhasil menghindari serangan San Lo Sa dan Er Lo Sa.


__ADS_2