
Guo Yun tidak benar benar meninggalkan perpustakaan, dia hanya kembali ketempat duduknya.
Melanjutkan membaca sambil menunggu pagi.
Saat pagi menyingsing, matahari mulai masuk menyinari meja tempat Guo Yun membaca.
Guo Yun pun meniup padam lampu minyak di hadapannya, lalu dia bangkit berdiri untuk menguletkan badannya.
"Adik Yun kamu masih disini ? terimakasih ya bajunya.."
ucap sebuah suara lembut dari belakang Guo Yun.
Guo Yun memutar kepalanya menoleh kebelakang, sambil tersenyum, dia berkata.
"Kakak Li sudah bangun, baguslah kalau begitu aku permisi dulu kak.."
Saat Guo Yun bersiap melangkah pergi, terdengar suara lembut Gongsun Li kembali memanggilnya.
"Adik Yun tunggu sebentar."
Guo Yun menghentikan langkahnya, lalu membalikkan badannya, menatap Gongsun Li dan berkata,
"Ya kakak Li..ada apa ?"
"Ini baju mu.."
ucap Gongsun Li sambil memberikan pakaian luar Guo Yun yang terlipat rapi.
Guo Yun sambil tersenyum lembut menerimanya, kemudian langsung dia kenakan kembali.
"Adik Yun apakah Giok ini, semalam kamu yang membantu ku memperbaikinya?,,.. terimakasih ya adik Yun.."
ucap Gongsun Li sambil menunjukkan giok, yang ada di telapak tangannya.
Guo Yun mengangguk dan berkata,
"Bukan masalah kak, tak perlu berterimakasih.."
"Maaf kak, kita ngobrol lain kali lagi, Guo Yun harus pergi bantu menyelesaikan tugas bersama Li Ba.."
Gongsun Li mengangguk kecil,
Lalu berkata,
"Pergilah,.. aku juga akan tinggalkan tempat ini sebentar lagi.."
Guo Yun membalas dengan lambaian tangan, lalu dia memutar badannya, berlari cepat meninggalkan tempat tersebut.
Gongsun Li melihat tumpukan buku di meja, dia membantu Guo Yun mengembalikan buku itu, satu persatu kembali ketempatnya.
Setelah itu, dia baru melangkah meninggalkan tempat itu.
Guo Yun sendiri begitu kembali ke pondok, melihat Li Ba masih tidur dengan pulas.
Guo Yun pun melangkah maju menepuk pipi Li Ba dan berkata,
"Adik Ba,..adik Ba,..ayo bangun,.. kita masih ada kerjaan..!"
"Li Ba perlahan-lahan membuka matanya, sambil menatap Guo Yun dengan wajah bingung, dia berkata,
"Ka,.. kakak Yun ke..kemana saja, sedari ke..kemaren tidak pu..pulang.."
"Ohh aku di perpustakaan baca buku, keasikan jadi lupa pulang..?"
__ADS_1
"Tapi selama aku tidak ada, tidak ada masalah kan ?"
"Guru tidak mencari ku kan..?"
Li Ba menggeleng cepat dan berkata,
"Tidak,.. tidak ada.."
"Baguslah kalau tidak ada, ayo bangun jangan malas, pekerjaan masih banyak menunggu kita.."
"Ba,..baik kak.."
ucap Li Ba sambil melompat turun dari tempat tidurnya.
Mereka berdua berjalan bersama menuju hutan, di sepanjang perjalanan Li Ba terlihat agak sedikit gelisah
Tiba-tiba dia menghentikan langkahnya dan berkata,
"Ti..tidak be..benar, aku harus cerita ke kakak..!"
"Ada apa adik Ba ?"
"Kamu mau cerita apa ?"
tanya Guo Yun di liputi rasa heran, selama mereka kenal, Li Ba tidak pernah bersikap aneh seperti ini.
Guo Yun menatap Li Ba penuh tanda tanya,
"Ke kemaren,..sa.saat Ka...kak tidak ada, aku menyaksikan si Keparat itu, ribut mu..mulut de.. dengan ka..kakak Li.."
ucap Li Ba polos.
"Mereka pasangan kekasih, ribut ribu kecil itu biasa, nanti juga baik kan lagi."
ucap Guo Yun mencoba bersikap tenang..
Di dalam hati, Guo Yun sudah bisa mengaitkan, hubungan antara Gongsun Li, yang menangis di perpustakaan semalam, dengan cerita Li Ba barusan.
Semua itu pasti saling berhubungan dan berkaitan langsung, pikir Guo Yun dalam hati.
Li Ba terlihat diam sesaat, sebelum akhirnya kembali berkata,
"Ta,..tapi kak.. Keparat itu ju..juga menyebut nyebut nama kakak dalam per.. pertengkaran mereka.."
"Di,..dia bah..bahkan mendorong kakak Li Sam.. sampai terjatuh.."
"Bu,..bukan cu.. cuma itu..dia bah.. bahkan hampir menampari Ka..kakak Li bi..bila aku ti..tidak keburu mun..muncul."
ucap Li Ba menambahkan.
Mendengar hal itu, Guo Yun mengerutkan keningnya.
Tapi dia tidak berkata apa-apa, selain memberi kode agar mereka melanjutkan perjalanan.
Guo Yun meski merasa kesal, tapi dia berusaha meredam emosinya.
Dia hanya bisa mengingatkan dirinya, bahwa hal ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan dirinya.
Dia harus tahu, bila dia ikut campur, urusan akan semakin runyam.
Dia hanya akan menyulitkan posisi Gongsun Li, memperburuk keadaan saja.
Guo Yun melampiaskan kekesalannya dengan bekerja memotong kayu, menimba air.
__ADS_1
Dengan cara itu perlahan-lahan emosinya pun mulai tenang kembali.
Tapi saat dia sedang menyusun kayu bakar di dapur, sayup-sayup dia kembali mendengar suara pertengkaran di belakang dapur sana.
Dengan berindap indap, Guo Yun melangkah mendekati tempat asal suara pertengkaran.
Saat tiba di pintu belakang dapur, Guo Yun pun mendengar suara bentakan Ching Ke, dan suara tangis Gongsun Li yang memilukan hati.
"Kamu ini benar murahan, kemaren kamu gulang galung dengan dia di kemah kota Xia, kamu bilang kamu merawat lukanya, karena dia terluka demi menolong mu..!"
"Ok, aku ngerti.."
"Lalu kalian naik satu kuda berdua, kamu bilang kamu tidak bisa naik kuda, dan menyalahkan aku yang tidak datang menjemput mu..!"
"Aku masih coba paham.."
"Tapi sekarang kamu menghabiskan waktu semalaman berduaan di perpustakaan, kamu mau bilang apalagi..!?"
"Kamu ini punya rasa malu gak sih .!?"
"Sudahlah kamu pergilah jauh jauh, aku malas melihat wajah mu itu.."
ucap Ching ke kesal.
Lalu dia membalikkan badannya hendak meninggalkan tempat itu.
Tapi Gongsun Li sambil menangis memegang tangan nya dan berkata,
"Semua tidak seperti yang kakak Ching bayangkan, kakak harus dengarkan penjelasan ku dulu .."
"Sudahlah simpan airmata mu, aku bosan melihatnya, minggirlah aku mau pergi berlatih."
ucap Ching ke sambil mengibaskan tangannya.
Gongsun Li yang terdorong mundur kehilangan keseimbangan, diapun terjatuh dengan kepala membentur sudut meja.
Darah pun langsung mengucur bercampur dengan air mata nya.
Melihat hal itu, Guo Yun sudah tidak bisa menahan diri lagi.
Hatinya sangat sakit melihat Gongsun Li di perlakukan semena mena seperti itu.
Guo Yun langsung berlari menghampiri Gongsun Li, dia buru buru menotok beberapa jalan darah Gongsun Li, untuk membantu menghentikan pendarahan di keningnya.
Kemudian dia membantu menaburkan obat luka di kening Gongsun Li.
Dengan menggunakan sobekan lengan bajunya, Guo Yun dengan gerakan cepat membantu membalut luka di kening Gongsun Li.
Sedangkan Ching ke dengan wajah penuh emosi, tanpa memperdulikan keadaan Gongsun Li.
Dia langsung pergi meninggalkan tempat itu, tanpa memperdulikan kehadiran Guo Yun di sana.
"Terimakasih adik Yun.."
ucap Gongsun Li pelan, sambil menghapus airmatanya, yang masih bercucuran membasahi wajahnya.
Guo Yun menghela nafas panjang dan berkata,
"Ini salah ku, akulah yang membuat kakak Li jadi seperti ini.."
"Kakak Li tenanglah di sini, aku akan pergi menjelaskan semua padanya."
tanpa menunggu jawaban dan panggilan dari Gongsun Li, yang mencoba menghentikannya.
__ADS_1
Guo Yun telah melesat mengejar kearah kepergian Ching Ke.