
Guo Yun tertawa lebar dan berkata,
"Korek keluar jangan, tapi kalau buka kancingnya tidak apa apa..?"
Gongsun Li mempelototi Guo Yun, tapi sesaat kemudian dia pun tidak bisa menahan diri untuk tersenyum dan berkata,
"Dasar ceriwis, tidak tahu malu, aku tidak mau pedulikan kamu lagi.."
'Lebih baik aku pergi panggil orang membereskan meja.."
Ucap Gongsun Li sambil bangkit berdiri ingin meninggalkan tempat itu.
"Heiii,.."
Jeritnya kaget.
Karena Guo Yun sudah menariknya masuk kedalam pangkuannya, mendaratkan ciuman lembutnya, ******* bibir Gongsun Li.
Gongsun Li yang awalnya kaget akhirnya terdiam.pasrah.
Menikmati buaian kasih sayang yang di berikan oleh suaminya.
Beberapa saat berlalu, saat Guo Yun mulai beralih pindah ke lehernya.
Gongsun Li pun mengingatkan dengan pelan,
"Yun ke ke, ingat luka mu.. jangan membuatnya semakin parah aku tidak mau itu.."
"Kita semua masih membutuhkan mu.."
Ucap Gongsun Li sambil berusaha menahan diri, agar tetap berpikiran waras.
Guo Yun seperti tersadarkan, dia buru buru menghentikan kegilaan nya, yang terbawa suasana.
"Kamu benar sayang, untung kami mengingatkan.."
"Bila tidak aku malah mencelakai mu.."
"Apa maksud mu ?"
Tanya Gongsun Li heran.
Guo Yun menceritakan situasi kondisinya dulu saat mengalami keracunan yang sama.
Setelah mendengar keseluruhan cerita dari Guo Yun.
Gongsun Li pun berkata,
"Berarti Min Min mungkin bisa membantu mu menetralisir racun itu.."
"Biar aku pergi panggil dia menemani mu.."
Ucap Gongsun Li sambil buru buru ingin bangkit dari pangkuan Guo Yun.
Tapi Guo Yun menahannya dan berkata,
"Tidak sayang, sekali ini berbeda kondisinya.."
"Ini adalah racun 5 kali lipat, bila sedikit saja ada kesalahan, aku bisa mencelakainya.."
"Tidak sayang, aku mana bisa melakukan hal itu padanya.."
Ucap Guo Yun serius.
"Tapi itu adalah jalan satu satunya, layak di coba."
"Sayangnya aku tidak punya kemampuan itu, bila tidak aku pasti akan mencobanya apapun itu resikonya.."
Ucap Gongsun Li sambil menatap Guo Yun dengan serius.
__ADS_1
Guo Yun menghela nafas panjang, sambil menggelengkan kepalanya.
Dia berkata pelan,
"Aku mencintai kalian bertiga melebihi nyawa ku sendiri, menurut mu apa mungkin akan melakukan hal yang meresikokan nyawa kalian..?'
"Jawabannya adalah tidak sampai kapan pun, anak anak boleh kehilangan aku.."
"Tapi mereka tidak boleh kehilangan kalian ibu mereka..'
Ucap Guo Yun serius.
Gongsun Li menghela nafas panjang dan berkata,
"Lalu bila kita tidak mencoba jalan itu, menurut mu apa ada jalan lainnya..?"
Guo Yun menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tidak ada, semua kemampuan ku, hanya bisa mengunci racun itu, mencegahnya menjalar kemana mana.."
"Tapi itu tidak akan bertahan lama, setelah tenaga sakti ku habis.."
"Saat itulah racun itu akan mengganas menggerogoti tubuh ku ." Ucap Guo Yun pelan.
"Menurut Yun ke ke, Yun ke ke mampu bertahan berapa lama..?"
Tanya Gongsun Li sedih.
Guo Yun menghela nafas panjang dan berkata,
"Mungkin 3 bulan, mungkin kurang dari itu.."
Gongsun Li dengan sedih memeluk kepala Guo Yun kedalam pelukannya.
Sambil kembali terisak dia berkata,
"Baiklah apapun itu, kita nikmati saja kebersamaan ini.."
Beberapa waktu berlalu dalam keheningan Guo Yun akhirnya berkata pelan,
"Sayang aku harus kembali keranjang, untuk menstabilkan kondisi ku.."
"Aku mulai merasa sedikit lelah dan sesak.."
Ucap Guo Yun yang wajahnya mulai kembali pucat dan sedikit berkeringat dingin.
Gongsun Li dengan kaget segera berdiri dari pangkuan Guo Yun.
Dia segera membantu Guo Yun untuk kembali keranjang nya.
Saat kembali keranjangnya sebelum dia melanjutkan untuk berlatih.
Guo Yun dengan tangan sedikit gemetar, memberikan sebuah liontin batu giok hijau kecil, dan berkata.
"Li Er tolong berikan barang yang paling berharga ini untuk Ling Er.."
"Dan patung ukir ini, kamu wakili lah aku menyimpannya."
Gongsun Li menerimanya,.dia mengangguk pelan.
Sehingga airmata yang menggantung di pipinya, langsung jatuh menetes membasahi liontin giok hijau, yang berada di dalam telapak tangannya.
"Yun ke ke ku.masih.memyimpan nya.."
Ucap Gongsun Li terharu.
Guo Yun tersenyum lembut dan berkata,
"Ini adalah tanda cinta pertama dari mu, kecuali aku hampir mati.."
__ADS_1
"Aku baru akan melepaskan nya, bila tidak selamanya aku pasti akan menyimpan nya dengan baik.."
"Sedangkan patung ukir itu, aku pergi juga tidak bisa membawanya.."
"Jadi biarlah aku ukir kenangan dia di hati ku saja.."
Ucap Guo Yun pelan.
Sebelum kemudian dia memejamkan sepasang matanya, membiarkan dua air bening menggantung di pipinya.
Gongsun Li dengan lembut menciumi pipi Guo Yun, membersihkan air bening yang asin itu dengan bibirnya.
Sesaat kemudian melihat Guo Yun sudah kembali duduk bersila dengan mata terpejam.
Gongsun Li pun bergerak keluar dari kamar Guo Yun, pergi mencari pelayan, untuk membersihkan meja makan di dalam kamar Guo Yun.
Tidak lama kemudian Gongsun Li kembali kedalam kamar Guo Yun duduk menemani Guo Yun.
Hingga para pelayan itu menyelesaikan tugas mereka, Gongsun Li baru meninggalkan kamar Guo Yun.
Menjelang malam, Min Min lah yang hadir membawa masakan yang sudah di siapkan oleh Gongsun Li khusus untuk Guo Yun.
Karena Guo Yun selama ini, memang hanya suka dengan masakan nya saja.
Di waktu yang tidak banyak lagi ini, mereka bertiga ingin memberikan yang terbaik buat Guo Yun.
Dengan memenuhi semua harapan dan keinginan Guo Yun.
Guo Yun yang tahu Min Min lah yang datang, dia segera menghentikan latihannya.
Membuka sepasang matanya menatap kearah Min Min dengan lembut dan berkata,
"Min er kemarilah, selama ini kamu terlalu sibuk dengan beban anak anak.."
"Kemarilah kamu temani aku duduk dan mengobrol."
Min Min menatap Guo Yun dengan sedih dan berkata,
"Bagaimana bila aku bantu
Yun ke ke, makan dulu..?"
Guo Yun tersenyum dan berkata,
"Tidak perlu, kamu taruh di meja sana saja.."
"Kita bisa makan minum mengobrol sambil makan di sana.."
"Aku masih mampu makan minum sendiri dan berjalan kesana aku masih bisa.."
Ucap Guo Yun pelan.
Sambil bicara, Guo Yun pun bergerak turun dari pembaringannya.
Dia dengan langkah pelan seorang diri berjalan menuju meja makan.
Min Min buru buru meletakkan makanan diatas meja.
Lalu dia kembali untuk membantu membimbing tangan Guo Yun untuk berjalan menuju meja.
Guo Yun tersenyum, dia .malah merangkul pundak Min Min dan berkata,
"Begini saja, dengan begini aku serasa kita berdua masih di jurang dulu.."
"Saat kaki ku sedang patah, kamulah yang tiap hari membantu ku belajar berjalan.."
Min Min menahan senyum sedihnya dan berkata,
"Kamu masih ingat, ? ku kira kamu sudah lupa."
__ADS_1
"Setelah aku lebih banyak menghabiskan waktu menjaga anak anak..'"
Ucap Min Min sedikit protes.