LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
PENDAPAT GUO YUN


__ADS_3

Di sebuah ruangan aula besar, yang merupakan ruang sidang istana Kerajaan Chu dahulu.


Di sana hadir belasan menteri dan Jendral setia Guo Yun yang tersisa.


Li Ba suami istri juga terlihat hadir di sana, mereka berdua duduk di kursi yang posisinya berada satu undakan anak tangga di bawah tempat duduk Guo Yun dan kedua istrinya, yang terlihat juga ikut hadir di sana.


Hanya kursi yang disediakan untuk Min Min yang terlihat kosong.


Di undakan tangga di bawah Li Ba, di sana hadir Zhong San sang perdana menteri Kerajaan Yue.


Dia berdiri di posisi sebelah kiri.


Di posisi yang sama juga terlihat Zhang Yun, yang juga berdiri di posisi sebelah kanan.


Zhong San mewakili seluruh pejabat sipil dan kementerian.


Sedangkan Zhang Yun, mewakili seluruh pejabat kemiliteran.


Posisi Zhong San adalah perdana menteri, sedangkan Zhang Yun menggantikan posisi ayahnya sebagai Panglima tertinggi Kerajaan Yue.


Sisanya yang lain mereka berdiri di posisi kanan kiri ruang sidang yang luas.


Guo Yun yang duduk di kursi kebesarannya, sempat melirik kearah posisi tempat duduk Min Min yang kosong.


Dia hanya menghela nafas panjang, tanpa berkomentar apapun.


Gongsun Li menyadari awan kesedihan yang menyelimuti wajah suaminya.


Dia juga ikut menghela nafas, berusaha menahan emosinya, agar tidak menimbulkan kehebohan di ruang sidang.


Si Si yang duduk di sebelah Gongsun Li, menepuk nepuk lembut punggung tangan Gongsun Li.


Seolah-olah ingin membantu menenangkan perasaan Gongsun Li.


Gongsun Li tersenyum dan mengangguk pelan kearah Si Si, dengan tatapan mata berterimakasih.


Guo Yun menyapukan pandangannya sejenak kesemua yang hadir dibawah sana.


Setelah itu dia berkata,


"Hari ini di mana kita semua bisa berkumpul kembali dengan selamat."


"Itu adalah suatu berkat kebahagiaan yang besar dari yang maha kuasa."


"Tapi di dalam suasana yang berbahagia ini, aku minta waktu sejenak kepada semuanya.."


"Mari kita bersama sama berdoa untuk arwah arwah, keluarga, sahabat, rekan, bawahan, hingga semua prajurit dan rakyat kita, yang telah gugur dalam perjuangannya mempertahankan tanah air kita.."


"Untuk itu marilah kita berdoa bersama sama."


Ucap Guo Yun sambil bangkit berdiri dari kursi kebesaran nya.


Pergerakan Guo Yun, segera di ikuti oleh semua yang hadir disana.

__ADS_1


Mereka semua bangkit berdiri dengan kepala tertunduk dan mata terpejam, perlahan-lahan mulai mengikuti Guo Yun berdoa untuk semua korban yang telah meninggal.


Beberapa saat kemudian setelah selesai berdoa.


Guo Yun pun kembali berkata,


"Hadirin semuanya, sebelum kita masuk ke acara, penghargaan jasa, dan pengangkatan jabatan untuk semua yang telah berjasa."


"Aku ingin hadirkan beberapa pimpinan tertinggi pasukan Qin, yang datang menyerang wilayah kekuasaan dengan maksud yang sangat tidak baik.."


"Untuk itu silahkan tolong segera hadirkan beberapa pimpinan itu kemari.."


Ucap Guo Yun sambil menoleh kearah Zhang Yun.


Zhang Yun mengangguk mengerti.


Dia segera memberi kode kepada pasukan pengawal istana, agar para tawanan yang sudah di persiapkan sebelumnya.


Agar bisa segera di hadirkan di tengah tengah ruang sidang tersebut.


Tak lama berselang iring iringan tawanan perang, terlihat di hadirkan di tempat tersebut.


Di bagian paling depan terlihat Perdana menteri Li Si, hadir dengan kedua kaki tangan terborgol.


Di belakangnya menyusul Meng Thian dan Meng Yu juga mengalami nasib serupa.


Di belakang Meng Thian, Meng Yu, terlihat Jendral Shin Jendral Cheng, Jendral Zhang Han juga mengalami nasib yang sama.


Berjalan menyusul di belakang dengan tangan kaki di pasangi borgol.


Ketiga orang senior dunia persilatan itu berjalan dengan langkah lesu dan kepala tertunduk.


Setelah mereka semuanya di hadirkan di tengah ruangan aula sidang utama.


Kemudian di paksa berlutut di hadapan semua orang, oleh pengawal pengawal istana.


Guo Yun kembali angkat bicara,


"Hadirin semuanya, tolong kalian satu persatu maju kedepan.."


"Berikan laporan kalian ke atasan kalian masing masing, mengenai pendapat, hukuman seperti apa yang pantas di berikan kepada mereka semua nya.."


"Silahkan saja.."


Ucap Guo Yun.


Zhong San dan Zhang Yun mengerti, mereka berdua segera bergerak menuruni undakan anak tangga, untuk menampung pendapat dari bawahan mereka semuanya.


Setelah masing masing berhasil mengumpulkan pendapat dari bawahan mereka.


Mereka berdua segera membawanya untuk di laporkan ke Li Ba, untuk di bawakan ke Guo Yun.


Guo Yun menerimanya, melihat nya sekilas.

__ADS_1


Lalu dia berkata,


"Adik Ba, kamu bacakan saja, apa pendapat terbanyak yang mereka usulkan.."


Li Ba mengangguk cepat, Li Ba kemudian membawa isi pendapat itu, untuk berkonsultasi sejenak dengan istrinya.


Karena di dalam sana, banyak tulisan yang tidak dia kenali.


Setelah itu dia baru membawanya menghadap kearah para tawanan dan berkata dengan suara lantang.


"Hasil pengumpulan pendapat adalah pertama Hukuman mati dengan lambat..,!"


"Menempati urutan kedua adalah hukuman mati penggal kepala..!'


"Menempati urutan ketiga adalah di permalukan di depan umum, sebelum menerima hukuman mati dengan cara di gantung di pintu gerbang kota..!"


"Itulah hasil pengumpulan pendapat..!"


"Untuk keputusan akhir nya, kita tunggu keputusan dari Raja Yue.!"


Ucap Li Ba tegas.


Perdana menteri Li Si terlihat terbelalak pucat, saat mendengar keputusan yang dibacakan oleh Li Ba.


Kini dia menatap kearah Guo Yun yang akan memutuskan nasibnya dengan tatapan mata penuh ketakutan dan terlihat putus asa.


Dari 3 usulan pendapat, semuanya adalah hukuman mati, Perdana menteri Li Si di dalam hati juga tahu, dia hari ini, pasti tidak akan pernah bisa lolos lagi dari kematian yang menanti nya.


Guo Yun bangkit berdiri dari kursi kebesaran nya.


Dia berjalan menuju ketengah ruangan, lalu menyapukan pandangannya kearah semua yang hadir di sana dan berkata,


"Aku punya satu ide, tapi keputusannya tetap mendengar kan pendapat kalian.."


"Bila kalian semua setuju, baru ide ini bisa di jalankan.."


"Bola sebaliknya, maka kita hanya akan menjalankan hukuman dengan pilihan suara terbanyak.."


Ucap Guo Yun tegas.


Guo Yun menyapukan pandangannya sebentar, lalu berkata,


"Begini semuanya aku punya pendapat sedikit berbeda untuk hukuman mereka ini.."


"Bila kita menghukum mereka semuanya dengan hukuman mati, itu memang setimpal, kebencian kita akan terpuaskan.."


"Tapi selain itu, apa yang kita dapatkan, ?"


"Semua orang di sekitar kita yang pergi, juga tidak akan pernah bisa kembali lagi.."


"Tapi bila kalian setuju dengan pendapat ku, selain tidak perlu repot menghukum mati mereka."


"Kita juga bisa dapatkan keuntungan lainnya, yaitu.."

__ADS_1


"Kita mungkin bisa memperoleh kembali Ibukota kerajaan kita yang lama."


"Selain itu, kita juga bisa menghindari membunuh begitu banyak tawanan perang pasukan Qin, yang hanya akan merepotkan dan menambah dosa kita semuanya.."


__ADS_2