
Kim Ju Seon meringis menahan nyeri di bagian telapak kakinya yang terasa kiut miut.
Tadinya dia masih meremehkan kemampuan bela diri orang Han yang di anggap nya lemah.
Kini dia baru merasakan pil pahitnya, dia baru menyadari ternyata dia terlalu memandang tinggi kemampuannya sendiri.
Baru Liu Qin Lung seorang bawahan tak di kenal dari kerajaan Yue.
Dia sudah kerepotan seperti saat ini.
Bagaimana bila yang datang adalah rajanya sendiri, si Topeng Emas yang selalu membuat nya penasaran itu.
Liu Qin Lung yang berhasil memukul mundur Kim Ju Seon, sekaligus merampas gendewa dan pedangnya, yang tersangkut di tombak nya.
Dia pun menatap tajam kearah Kim Ju Seon dan berkata,
"Bagaimana kamu ingin lanjutkan dengan tangan kosong atau bagaimana..?"
"Bila tidak, segeralah enyah dari sini bersama pasukan mu.."
"Jangan gali lubang kubur di sini.."
Ucap Liu Qin Lung dingin.
Kim Ju Seon tentu saja gengsi bila harus mundur seperti ini.
Dia menggoyang goyang kan tumit kakinya yang masih terasa nyeri sejenak.
Setelah itu sambil berteriak keras,
"Hyaaaaaat..!"
Dia langsung berlari cepat, menerjang kearah Liu Qin Lung.
Melayangkan kedua kakinya, secara bergantian menyerang kearah Liu Qin Lung.
Liu Qin Lung menggunakan kedua tangannya untuk menangkis tendangan dahsyat itu sambil bergerak mundur.
"Plakkkk..!" Plakkkk..!" Plakkkk..!"
"Plakkkk..!" Plakkkk..!" Plakkkk..!"
"Plakkkk..!" Plakkkk..!" Plakkkk..!"
Hingga kesempatan yang di tunggu nya tiba.
Di mana setelah melontarkan sejumlah tendangan dari samping kiri kanan secara bergantian.
Kim Ju Seon melakukan gerakan tubuh melayang di udara sambil melakukan gerakan berputar di udara.
Kemudian melepaskan sebuah tendangan keras kearah belakang, menerjang kearah Liu Qin Lung.
Saat itulah, Liu Qin Lung tidak lagi mundur, melainkan dia memasang kuda kuda.
Kaki kanan di tancapkan kebelakang sebagai penahan, kaki kiri di bagian depan sedikit di tekuk.
Tinju kanannya yang mengeluarkan cahaya hijau, tepat dia lepaskan kedepan menyambut datangnya telapak kaki Kim Ju Seon.
"Blaaarrr...!!"
Terdengar suara ledakan keras, seperti suara petir mengelegar, saat tinju kanan Liu Qin Lung bertemu dengan tapak kaki Kim Ju Seon.
"Arggghhh..!!"
__ADS_1
Pertemuan itu langsung di susul dengan suara teriakan keras, Kim Ju Seon yang tubuhnya terlihat terpental kebelakang.
Saat mendarat lagi keatas tanah, Kim Ju Seon terlihat sulit berdiri tegak.
Kakinya yang berbenturan dengan tinju Liu Qin Lung.
Terlihat menggantung lemas di samping kakinya yang lain, tanpa mampu menapak tanah.
Dari ekspresi wajah nya Kim Ju Seon, jelas terlihat sangat menderita.
Rasa nyeri luar biasa, menyelimuti kaki kanannya yang menggantung lemas di udara.
Seluruh tulang kaki kanannya mulai dari tapak kaki hingga ke pangkal paha, telah di remukkan tulangnya oleh tinju Liu Qin Lung.
Wajah Kim Ju Seon pucat pasi, keringat sebesar besar jagung membasahi wajahnya.
Liu Qin Lung dengan wajah dingin berkata,
"Bagaimana masih mau di lanjut..?"
Kim Ju Seon bukannya tidak mau menjawab, tapi saat ini dia benar benar tidak bisa menjawab.
Karena dia harus berusaha mati matian agar tidak berteriak, setelah kakinya di buat remuk sedemikian rupa oleh Liu Qin Lung.
Li Si dari jauh sudah tahu, hasil dari pertandingan tersebut.
Dia segera berkata,
"Kirim orang untuk jemput Jendral Kim kembali.."
"Sekaligus, siapapun yang ingin menggantikan Jenderal Kim boleh maju.."
Beberapa bawahan Jendral Kim segera berlari maju kedepan, untuk membantu memapahnya kembali ke dalam barisan pasukan besar.
Liu Qin Lung hanya berdiri diam tidak melarangnya.
Lawan sudah kalah dia tidak berniat menghabisinya, bagi Liu Qin Lung karir Kim Ju Seon sudah tamat.
Kedepannya dia sudah tidak mungkin bisa aktif di militer lagi.
Kini di depan Liu Qin Lung hadir Nuhaci dan Temulin, yang mengepungnya dari dua arah.
Nuhaci bersenjatakan sebatang golok dan tameng di tangan.
Sedangkan Temulin, dia bersenjatakan sebatang pedang bengkok yang panjang dan sangat tajam.
Liu Qin Lung terlihat bersikap tenang menghadapi kepungan dua Jendral Qin itu.
"Laporkan nama kalian, bila ingin berduel dengan ku.."
Ucap Liu Qin Lung sambil menyambar tombak yang berdiri di sampingnya.
Memutarnya beberapa kali mengelilingi tubuh nya, Liu Qin Lung pun membentuk kuda kuda pertahanan.
Dengan tombak di silangkan dan kaki sedikit ditekuk.
"Aku Nuhaci..!"
"Aku Temulin.."
"Hyaaaaaat..!"
Hyaaaaaat..!"
__ADS_1
Teriak kedua Jendral itu bergerak dari kiri kanan menerjang kearah Liu Qin Lung dengan tebasan golok mereka.
Liu Qin Lung segera memutar tombaknya, untuk menangkis serangan golok yang datang dari dua arah, sambil membalasnya dengan tusukan mata tombaknya.
"Tranggg.! Trangggg.!" Trangggg.!"
"Suiiitttt..!" Suiiitttt..!" Suiiitttt..!"
"Trakkk..!" Trakkk..!" Trakkk..!"
Nuhaci menggunakan tamengnya untuk menangkis serangan tombak dari Liu Qin Lung.
Sedangkan Temulin, dia harus melompat mundur menjauh, untuk menghindari serangan tombak dari Liu Qin Lung.
Pertarungan yang awalnya terlihat seru dan berimbang, karena Nuhaci dan Temulin terus menggunakan golok mereka mengepung Liu Qin Lung.
Tapi perlahan-lahan semuanya
berubah, begitu Liu Qin Lung mulai meningkatkan kekuatan tangkisan tombak nya, yang selalu berhasil memukul mundur kedua pengepungnya itu.
Tameng Nuhaci berturut turut menerima tiga kali pukulan keras tombak Liu Qin Lung.
Pada hantaman yang keempat kalinya,
"Brakkkk..!"
Tameng di tangan Nuhaci terbelah dua, di hajar oleh hantaman tombak Liu Qin Lung.
Nuhaci terpaksa membuang sisa potongan tamengnya yang tidak berguna lagi.
Dia terlihat mengibas ngibaskan tangan kirinya yang memegang tameng tadi, untuk menghilangkan rasa nyeri dan kebas di lengannya tersebut.
Setelah nya, dia segera memutar goloknya, bersiap siap untuk melanjutkan pertempuran kerjasama satu lawan dua.
Dalam gebrakan berikutnya, Nuhaci dan Temulin tidak lagi mau menggunakan golok mereka untuk menangkis bila tidak sedang terpaksa
Mereka hanya bergerak lincah menghindar sambil terus menjaga jarak sedekat mungkin dengan Liu Qin Lung.
Agar mereka bisa terhindar dari serangan tombak Liu Qin Lung yang panjang.
Selain itu, mereka juga bisa membalasnya dengan melakukan serangan balik dari jarak dekat,
Mengandalkan golok di tangan mereka, dengan lebih cepat dan efektif.
Dengan cara ini, secara bergantian, mereka berhasil menyarangkan golok mereka di seluruh tubuh Liu Qin Lung.
Tapi serangan mereka belumlah mampu melukai tubuh Liu Qin Lung.
Serangan mereka semua kandas, tertahan oleh baju perisai Liu Qin Lung, yang memercikkan bunga api saat tergores oleh golok di tangan mereka.
Di saat serangan mereka berdua gagal, Liu Qin Lung melakukan gerakan sapuan cepat di bawah.
"Desss..!"
Desss..!"
Nuhaci dan Temulin yang tidak menyangka kaki mereka akan di sapu dari bawah oleh Liu Qin Lung.
Tubuh kedua nya langsung terjungkal ke belakang.
"Ahhhhhh..!"
Keduanya mengeluarkan jerit tertahan karena kaget.
__ADS_1