
Cahaya energi pedang gadis berbaju merah, di hancurkan dengan mudah oleh Cahaya emas yang kekuatan langit dan bumi yang Guo Yun lepaskan.
Cahaya emas itu setelah menghancurkan cahaya energi pedang Lin Mei.
Cahaya itu mengejar kearah Lin Mei.
Pertama tama adalah pedang merah di tangan Lin Mei di hancurkan hingga berkeping keping.
Menyusul lengan Lin Mei juga meledak hancur.
"Arggghhh...!!"
teriak Lin Mei melengking, menahan rasa sakit di tangan nya.
Dia ingin bergerak mundur, tapi pergerakan nya terkunci.
Saat tubuhnya di tembus oleh cahaya emas itu.
Seluruh tubuh Lin Mei meledak hancur berkeping-keping di udara, sebelum dia sempat berteriak.
Kini hanya terlihat butiran embun merah yang menyebar kesegala arah.
Juga serpihan pakaian merah yang melayang layang jatuh keatas tanah.
Sesaat setelah Lin Mei tewas, sesosok bayangan berpakaian putih tahu tahu sudah melayang di udara.
Kedua tangannya di letakkan di belakang punggung, sosok itu dari atas sana mengamati Guo Yun dengan tatapan mata tajam.
"Raja Yue, kamu boleh juga.."
"Tapi sesuai ramalan ku, kamu bukanlah putra langit, yang akan memimpin dunia..'
"Kamu hanyalah figuran pengacau, yang menjadi bintang kecil pengacau dunia.."
"Hari ini aku akan membantu langit menjalankan Tao, aku akan memusnahkan bintang pengacau seperti kamu ini.."
Ucap Sosok itu dari angkasa sana.
Guo Yun tersenyum dan berkata,
"Banyak dalih, manusia munafik.."
"aku rasa kamu kan yang di maksud wanita genit, yang menjadi simpanan gurunya itu.?"
"Kamu tentu si munafik Li Mu Bai yang tidak punya malu itu..?"
Ucap Guo Yun membalasnya dengan tenang.
Sepasang mata Li Mu Bai berkilat marah, tapi hanya sebentar saja.
Setelah itu kembali normal lagi.
Li Mu Bai sudah turun keatas tanah berdiri di hadapan Guo Yun.
Sepasang alis nya berwarna putih, begitu pula dengan rambutnya, dan jenggotnya yang di potong rapi.
Wajahnya cukup tampan memikat, terutama senyumnya yang lembut, sangat menggoda dan menghanyutkan.
__ADS_1
Tapi ini semua adalah topeng luarnya saja.
Aslinya dia adalah manusia rakus penuh ambisi dan sangat tidak tahu malu.
Lin Mei adalah salah satu contoh nyata, muridnya sendiri yang dia rusak saat berusia 18 tahun.
Sehingga Lin Mei berubah menjadi sosok wanita yang keji dan genit, selalu haus dengan cinta pemuda tampan.
Dia tadinya ingin menarget Guo Yun tapi salah sasaran, sehingga harus berakhir tragis.
Guo Yun dan Li Mu Bai saling pandang mereka berdua seperti dua ekor ayam jago, yang sedang mengukur kemampuan lawan mereka masing-masing.
"Raja muda, mulut mu yang kotor itu akan mengantar mu ke lubang kubur.."
"Bersiaplah.."
Ucap Li Mu Bai sambil mulai mengerahkan kekuatan hawa pedangnya.
Ribuan bayangan yang membentuk energi pedang, berseliweran di sekitar tubuhnya, .membentuk lintasan elektron yang memancarkan listrik kecil di sekeliling bola cahaya putih yang terpancar dari Li Mu Bai.
Melihat hal ini Guo Yun juga memasang kuda kuda, setengah berjongkok.
Dengan telapak tangan satu menghadap kearah langit,satu lagi menghadap kearah tanah.
Sebuah cahaya biru turun dari langit masuk kedalam telapak tangan Guo Yun yang menghadap ke atas.
Di saat hampir bersamaan juga muncul sesosok cahaya merah, dari dalam tanah.
Masuk kedalam telapak tangan Guo Yun yang menghadap ke bawah.
Bentak Guo Yun, sebelum kemudian menarik kedua telapak tangan nya, yang penuh dengan energi cahaya biru dan merah.
Saat kedua energi tersebut di satukan, membentuk sebuah pusaran energi berbentuk lingkaran di depan dada Guo Yun.
Perlahan kedua cahaya yang di satukan itu, membentuk sebuah bola energi, yang memancarkan warna kehijauan.
Melayang berpusaran di depan dada Guo Yun.
Lalu Guo Yun dorongkan kedepan menyerang kearah Li Mu Bai.
Serangan Guo Yun tertahan oleh cahaya putih seperti bola energi yang terbentuk dan energi pedang yang berputaran disekitar Li Mu Bai.
Bola energi itulah yang menahan dan melindungi tubuh Li Mu Bai dari serangan bola energi kehijauan yang Guo Yun Lesatkan.
"Boooommm..!"
Terjadi Ledakan dahsyat saat kedua energi mereka berbenturan di udara.
Li Mu Bai kuda kudanya tergempur mundur satu depa, tapi energi pedang yang melindunginya masih utuh.
Sedangkan Guo Yun masih tetap pada posisi kuda kuda nya yang setengah berjongkok.
Tidak bergeming sama sekali, terlihat sebuah tulisan energi emas dari langit meluncur turun kebawah.
Kemudian menyatu kedalam tubuh Guo Yun, di susul dengan huruf lain yang muncul dari tanah juga, ikut masuk menyatu kedalam tubuh Guo Yun.
Kedua huruf itu adalah huruf Thian ( Langit ) dan Huruf Ti ( Bumi )
__ADS_1
Setelah kedua energi itu menyatu kedalam tubuh Guo Yun.
Tubuh Guo Yun secara otomatis memancarkan cahaya yang membentuk sebuah kubah pelindung di sekitar tubuhnya.
Sementara itu, Guo Yun sendiri yang masih berdiri dalam posisi kuda kuda nya.
Kedua telapak tangan nya kini muncul dua bola cahaya berwarna biru dan merah.
Bola cahaya itu di tengahnya terlihat ada pusaran energi yang berputar putar pelan.
Sementara itu, Li Mu Bai setelah tergetar mundur se depa jauhnya.
Dia terlihat sedang menghimpun energi pedang yang sedang berputaran di sekitarnya.
Di belakang Li Mu Bai muncul gelombang lautan pedang setinggi 5 meter.
Seiring dengan tubuh Li Mu Bai melesat kedepan, gelombang Lautan pedang itu juga bergerak menerjang kearah Guo Yun mendahului Li Mu Bai.
Gelombang energi pedang itu datang menggulung Guo Yun seperti tsunami energi pedang.
"Wussssh...!!"
Tapi gelombang itu saat melewati Guo Yun, dia terpecah menjadi dua.
Melewati bola cahaya yang terpancar dari tubuh Guo Yun, membentuk kubah perisai di sana.
Dari balik gelombang tsunami energi pedang yang terbelah, akhir nya muncul Li Mu Bai.
Li Mu Bai terlihat sedang bergerak maju dengan jari telunjuk dan tengahnya di rapatkan,. memunculkan setitik sinar cahaya putih melesat menerjang kearah Guo Yun yang terlindungi oleh kubah perisai nya.
Pergerakan tusukan jari Lu Mu Bai yang memancar cahaya putih berkilauan.
Tertahan oleh kubah energi pelindung Guo Yun.
Li Mu Bai terlihat mengerutkan alisnya, dengan mengeluarkan suara bentakan keras.
"Hyaaaaaat..!"
Li Mu Bai menambah kekuatan data serangnya.
"Blaaarrr...!"
Kubah cahaya pelindung Guo Yun berhasil di ledakkan oleh Li Mu Bai.
Dia terus melesat cepat menusukkan jarinya kearah kening Guo Yun.
"Thian Ti Wu Pien..!"
(Langit Dan Bumi Tak Bertepi )
Bentak Guo Yun sambil menyatukan kedua telapak tangan nya yang berisi bola cahaya merah dan biru.
Kemudian dia dorongkan miring kedepan dengan kedua telapak tangan di tangkupkan jadi satu.
Sebuah cahaya hijau terang melesat dari sepasang telapak tangan Guo Yun yang di tangkupkan.
Menyambut serangan jari bercahaya Li Mu Bai.
__ADS_1