
Darah berceceran di sekitar potongan tubuh kuda tunggangan Gongsun Li yang di seret keempat penjuru.
Gongsun Li sendiri yang sudah melayang keudara, meninggalkan punggung tunggangannya, mengeluarkan suara lengkingan marah bercampur kesedihan mendalam.
"Hiaaaahhhh...!!!"
"Mampus kalian semua..!!"
"Booommm..!" "Booommm..!"
Booommm..!" "Booommm..!"
Booommm..!" "Booommm..!"
Booommm..!" "Booommm..!"
Booommm..!" "Booommm..!"
Terjadi ledakan dahsyat beruntun yang mencerai beraikan seluruh pasukan pengepung.
Sebagian besar tergeletak kehilangan nyawa, sebagian lagi tergeletak merintih rintih kesakitan, tidak mampu berdiri.
Gongsun Li dalam kemarahan nya telah memainkan jurus
"Membalikkan langit dan bumi.."
Jurus ini adalah jurus rahasia dari ilmu Tombak pengaduk langit dan lautan.
Gongsun Li jarang menggunakan nya bila sedang tidak dalam keadaan terpaksa.
Jurus ini memilki kekuatan yang sangat dahsyat, tapi efeknya juga akan sangat menguras tenaga
Dalam kemarahan dan kesedihan mendalam, Gongsun Li sudah tidak memikirkan resikonya.
Bagi dia bila hati ini harus gugur di lembah merak api, dia tidak akan pergi sendiri.
Dia akan membawa sebanyak mungkin pasukan Qin ikut dengan nya.
Terutama Li Si dan Meng Yu dua ajar masalah yang dari tadi hanya bersembunyi di kereta.
Gongsun Li tidak akan membiarkan mereka berdua enak enak menonton di sana.
Sambil melayang di udara melepaskan serangan dahsyat nya yang seperti meteor jatuh dari langit.
Menghancurkan apapun yang ada di bawah sana.
Gongsun Li berkomat Kamit, merapalkan jurus pamungkas "Tombak pemusnah semesta.."
Ilmu tombak dahsyat ini, terkait dengan Thian Su, buku rahasia langit warisan gurunya sang Dewi perang.
Bila di lepaskan akan menimbulkan bencana yang tidak kecil.
Selama ini dia tidak pernah berani menggunakan nya, karena ilmu ini memilki daya perusak alam yang sangat mengerikan.
Sekaligus juga membawa efek yang sangat tidak baik bagi pengguna nya.
Awan hitam bergulung gulung angin kencang seperti akan terjadi badai topan menghampiri tempat itu.
Petir sambar menyambar di angkasa raya, menyambar diantara awan gelap yang tebal.
Hujan mulai turun mulai dari gerimis, semakin lama semakin besar.
Seluruh tempat itu berubah menjadi gelap dan agak remang remang, saat awan hitam tiba.
Gongsun Li yang sedang melayang turun dari udara, dengan jubah dan rambut berkibaran .
Terlihat seperti sosok Dewi yang turun dari langit.
Seluruh pasukan Qin terlihat panik dan ketakutan.
Li Si dan Meng Yu juga terpana di tempat melihat kejadian tidak terduga dan sulit di percaya itu.
__ADS_1
Tapi Li Si yang cerdas, langsung sadar dari keterangannya.
"Seluruh pasukan dengarkan perintah,..!!"
"Angkat tameng kalian keatas, bentuk pertahanan..!!"
Teriak Li Si memecahkan suara hujan badai yang sedang berlangsung.
Dia sambil berteriak juga mengibarkan kode bendera untuk bertahan.
Para komandan pasukan yang melihat kode itu, mereka segera bergerak cepat, mengatur barisan pasukan mereka, untuk membentuk pertahanan.
Hujan yang semakin deras akhirnya berubah menjadi batu es yang jatuh dari udara menghantam ke semua orang di bawah sana
Tapi mereka selamat karena terlindung oleh tameng tameng pertahanan, untuk menahan serangan anak panah, yang mereka bentuk dengan rapi.
"Duaaar..! Duaaar..! Duaaar..!"
Duaaar..! Duaaar..! Duaaar..!"
Duaaar..! Duaaar..! Duaaar..!"
Duaaar..! Duaaar..! Duaaar..!"
Duaaar..! Duaaar..! Duaaar..!"
Tapi sambaran petir yang turun dari langit menghantam kebawah.
Membuat pertahanan mereka cerai berai, bahkan kereta yang di tumpangi Li Si dan Meng Yu pun tidak luput dari sambaran petir yang dahsyat itu.
Kereta mereka hancur berkeping keping .
Meng Yu dan Li Si terpental berguling guling di atas tanah yang becek.
Tapi mereka berdua masih berhasil selamat.
Di tempat lain, Gongsun Li yang sedang melayang turun dari udara, dia sudah menebaskan berulang ulang kilau cahaya putih melesat seperti bianglala.
Membelah apapun yang di lewati oleh serangan nya tersebut.
"Wusss..!"
"Wusss..!"
"Wusss..!"
"Wusss..!"
Setiap yang bersentuhan dengan cahaya putih akan meledak hancur berantakan.
Pasukan pertahanan Qin tunggang langgang di buat serangan mematikan dari Gongsun Li.
Gongsun Li setelah melepaskan puluhan tebasan akhirnya tubuh nya jatuh tergeletak lemas tidak berdaya.
Tombak naga putih terlihat sudah terlepas dari pegangan tangannya.
Hujan badai petir dan awan gelap perlahan-lahan sirna, keadaan cuaca tempat itu kembali normal seperti semula.
Li Si terlihat sibuk membenahi pasukan nya yang terlihat porak poranda, ada yang tewas ada yang terluka.
300.000 pasukan kini yang bertahan hanya tersisa 100.000 lebih, sisanya tewas ya tewas, terluka ya terluka.
Mereka perlu perawatan tidak mungkin bisa melanjutkan pertempuran.
Meng Yu dengan pedang di tangan, dia melangkah dengan hati hati menghampiri Gongsun Li yang tergeletak di atas tanah.
Gongsun Li di antara setengah sadar melihat ada bayangan mendekatinya.
Dia hendak mengulurkan tangannya meraih tombak Naga putih.
Apa daya keinginan ada tenaga tidak mencukupi, jangankan memegang tombak.
__ADS_1
Bahkan sekedar di gerakkan pun, tangan nya, tidak mau menuruti jalan pikirannya.
Meng Yu yang menyadari Gongsun Li sudah habis.
Dengan langkah lebar dia maju menghampiri Gongsun Li dan berkata sambil tertawa.
"Ha.ha..ha..ha..!"
"Dewi perang,..! Ratu Yue Yang Mulia..!"
"Kini hanya menjadi kentut anjing saja..!"
"Aku..peiii..!"
Dia dengan kasat meludahi wajah Gongsun Li yang sedang menatap kearah nya dengan penuh kebencian.
"Kenapa tidak suka,..!?"
"Kalau bisa bangunlah,..?!"
"Ayo lawan aku..!"
"Ha..ha..ha..ha..!"
"Rasakan ini..!"
"Dessss..!'
Wajah Gongsun Li di tendang oleh Meng Yu, hingga tergeletak miring kesamping, mencium tanah.
Sambil tersenyum mengejek penuh kemenangan, Meng Yu berteriak,
"Pengawal..!!"
"Pengawal..!!"
Beberapa pengawal terlihat berlari menghampiri Meng Yu dan berkata,
"Ya Jendral.."
"Cepat ringkus sundal sialan ini.."
"Ikat baik baik, dan awasi dengan baik..!"
"Jangan sampai terlepas, hati hati dengan kepala kalian, bila terjadi sesuatu..!"
Bentak Meng Yu memberi peringatan keras.
"Baik baik.. Jendral.."
ucap beberapa pengawal yang hadir di sana.
Dua orang buru buru bergerak meringkus kedua tangan Gongsun Li kebelakang punggung nya.
Mereka kemudian menggunakan tali mengikat kedua tangan dan kaki Gongsun Li.
Gongsun Li hanya bisa diam pasrah, tidak sanggup memberikan perlawanan lagi.
Di saat dua pengawal sedang sibuk mengikat Gongsun Li, dua pengawal yang lain tadi pergi mengambil perlengkapan tahanan.
Kini mereka sudah tiba, mereka segera merantai dan memasang gembok di kaki tangan Gongsun Li.
Bahkan di lehernya masih di pasangi sebuah gembok kayu tebal.
Meng Yu menyita jubah dan sepasang belati tajam Gongsun Li untuk dia gunakan.
Sedangkan baju perisai Gongsun Li yang hanya cocok untuk wanita, dia biarkan begitu saja.
"Bawa dia ke kereta kurungan..!"
ucap Meng Yu, sambil memberi kode agar Gongsun Li di singkirkan dari hadapannya.
__ADS_1
Setelah itu dengan langkah tenang dia berjalan menghampiri Li Si.