LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
MEMBERI LAPORAN KE ZHANG YUN


__ADS_3

"Untuk benda pertama ini, aku rasa yang mulia pasti memiliki nya.."


Ucap Tabib Si Fu pelan.


Ying Zheng menggelengkan kepalanya dan berkata,


Benda itu tidak berada di sini, mutiara di topi ku ini, bukan mutiara yang kamu maksud.."


"Mutiara yang kamu maksud masih tersimpan rapi di istana kuno kota Luo Yang.."


"Nanti saya akan utus orang pergi mendapatkan nya.."


Ucap Ying Zheng.


Si Fu menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak perlu Yang Mulia, berikan saya surat ijin masuk nya, biar saya yang ambil sendiri.."


"Karena untuk mendapatkan benda kedua, yang menjadi pasangan nya, saya akan melewati kota tersebut.."


Ucap Si Fu.


Ying Zheng menatap Si Fu dengan serius dan berkata,


"Benda kedua yang tabib Si maksud adalah..?"


Si Fu menjawab dengan serius,


"Benda kedua itu adalah jantung dan darah phoenix api.."


"Untuk mendapatkannya, aku harus berangkat ke laut timur, ke pulau Peng Lai, kabarnya mahluk legenda itu hidup di gunung Fuji di lautan timur sana ."


"Apa yang kamu butuhkan, untuk perjalanan jauh itu..?"


Ucap Ying Zheng sambil menatap tabib Si.


Tabib Si Fu membalas menatap mata Ying Zheng dengan polos dan berkata,


"Untuk misi itu, aku tentu perlu sebuah kapal besar yang bisa muat 1000 pemuda perjaka dan 1000 pemudi perawan."


"Aku juga perlu 100 orang pandai besi, dan perbekalan makanan untuk 1 sampai 3 tahun kedepannya, seta sebuah tungku obat besar.."


"Selain itu aku perlu 8 orang pemuda pemanah terbaik Qin.."


"Itulah perkiraan gambaran yang aku butuhkan dalam menyukseskan misi ini.."


Ucap Si Fu serius.


Yin Zheng menatap Si Fu dengan sedikit penasaran dan berkata,


"Bisa, aku bisa memenuhinya.."


"Tapi aku butuh penjelasan mengapa harus kamu sendiri yang berangkat kesana..?"


"Mengapa tidak mengutus orang saja pergi menangkap, dan membawa burung legenda itu kemari..?"


Si Fu menjawab dengan tenang, alasan yang sudah dia persiapkan dengan matang.

__ADS_1


Dari awal dia sudah memperkirakan akan ada rentetan pertanyaan Ying Zheng.


Ying Zheng tidak akan dengan mudah menuruti kemauan nya, meski di hati Ying Zheng sangat berharap dengan obat keabadian itu.


"Begini Yang Mulia, aku perlu berangkat sendiri, semua berhubungan dengan persyaratan untuk membuat pil obat itu.."


"Setelah nanti berhasil mendapatkan darah dan jantung Phoenix Api.."


"Benda kedua itu perlu langsung di olah di sana.."


"Karena kedua benda itu, bila lewat satu hari satu malam, benda itu akan segera berubah menjadi batu kristal.."


"Bila itu terjadi, khasiat nya akan berkurang.."


"Akan sangat di sayangkan, bila benda langka itu sampai rusak di perjalanan,.."


"Apalagi bila tidak bisa di pergunakan, itu akan semakin menyia nyiakan benda yang di dapatkan dengan tidak mudah ."


Ucap Tabib Si Fu menjelaskan.


Penjelasannya sangat logis, membuat Ying Zheng yang tidak mengerti dengan jelas khasiat dan cara pengolahannya.


Dia hanya bisa setengah percaya, setengah tidak terhadap permintaan Si Fu.


Tapi semua kecurigaan, hanya dia simpan di dalam hati, sambil dia memikirkan cara pengawasan, yang bisa dia lakukan terhadap Si Fu .."


"Agar dirinya tidak sampai tertipu oleh Si Fu."


Sesaat kemudian Ying Zheng kembali berkata,


"Tabib Si apa keperluan mu atas 1000 perjaka dan1000 perawan..?"


Si Fu mengangguk pelan dan berkata,


"Begini Yang Mulia, aku memerlukan darah mereka, untuk ritual, mengolah senjata yang akan di pergunakan oleh 8 pemanah nantinya, untuk melumpuhkan burung legenda itu.."


"Sedangkan seratus pandai besi, mereka nantinya akan membantu ku menempa senjata yang di perlukan untuk menahlukkan Phoenix Api.."


"Selain itu mereka juga bisa membantu ku, membuat api khusus, untuk mengolah obat di dalam tungku raksasa yang sengaja aku persiapkan itu.."


Ucap Si Fu menutup penjelasannya dengan tenang .


Ying Zheng mengangguk, lalu dia berkata sambil menoleh kearah Zhao Gao,


"Zhao Kung kung, kamu segera kirim surat ke Meng Yu, agar dia segera kembali ke ibukota.."


"Aku ada tugas khusus untuk nya.."


Zhao Kung kung mengangguk dan berkata,


"Baik yang mulia, hamba akan segera melaksanakannya.."


"Apa ada hal lainnya, Yang Mulia..?"


Ying Zheng menggeleng pelan dan berkata,


"Sementara itu saja dulu.."

__ADS_1


"Baik Yang Mulia.."


Jawab Zhao Kung kung dengan penuh hormat.


Setelah itu dia langsung pergi meninggalkan ruangan tersebut, sambil membawa sebuah tabung kecil, berisi surat perintah agar Meng Yu segera kembali ke Xian Yang.


Setelah Zhao kung kung pergi, Ying Zheng pun kembali menatap kearah Si Fu dan berkata,


"Masalah persiapan permintaan mu tadi, kita tunggu Meng Yu kembali baru di persiapkan.."


"Aku akan utus Meng Yu mengawal dan membantu mu melancarkan misi penting ini.."


Tabib Si Fu mengeluh dalam hati, bila di bawah pengawalan Meng Yu.


Tentunya dia akan kesulitan untuk menghindari tugas yang di berikan oleh Ying Zheng.


Mau tidak mau dia harus melakukan eksperimen, pembuatan pil abadi untuk Ying Zheng.


Hanya dengan pancingan obat itu, dia bisa memaksa Meng Yu segera menjauh darinya.


Sehingga dia bebas untuk kabur ke tempat yang sulit di jangkau oleh Ying Zheng.


Di dalam hati tabib Si Fu berpikir dan merancang taktik jitu, untuk meloloskan diri nya dari cengkeraman Ying Zheng.


Tapi di luar dia tetap bersikap tenang dan mengangguk dengan patuh.


Ying Zheng tersenyum puas dan berkata,


"Si Fu selain hal tadi, bila ada hal lain kamu bisa rundingkan saja dengan Meng Yu.."


"Dia akan membantu mu mendapatkannya.."


Si Fu mengangguk dan memberi hormat, kemudian dia segera mengundurkan diri dari tempat yang membuat orang sulit merasa nyaman itu.


Setelah semuanya pergi, Ying Zheng terlihat termenung sejenak.


Lalu dia tersenyum puas, dan kembali melanjutkan membaca laporan di atas mejanya yang terlihat menumpuk.


Di tempat lain nya,di tepi dermaga Wu Hu, Zhang Yun yang menerima kembalinya pasukan yang dia kirimkan untuk melindungi Liu Qin Lung.


Melihat mereka kembali tanpa Liu Qin Lung, di dalam hati Zhang Yun sudah bisa menebak.


Pasti telah terjadi sesuatu yang buruk pada Liu Qin Lung wakilnya itu.


Ada kemungkinan sahabat baiknya itu, tidak akan pernah bisa kembali lagi.


Zhang Yun mengeraskan hati, untuk menerima dan mendengarkan laporan dari kelima komandan bawahannya.


Selesai mendengarkan hingga selesai, Zhang Yun pun berkata,


"Baiklah kalau begitu kita tunggu saja, semoga Jendral Liu bisa kembali dengan selamat dan berkumpul bersama kita lagi.."


"Kalian semua kembalilah ke kamp untuk beristirahat.."


"Besok pagi baru kemari untuk membantu mengevakuasi mayat mayat di sungai.."


Kelima komandan itu mengangguk patuh, setelah memberi hormat.

__ADS_1


Mereka berlima segera meninggalkan tepi dermaga, lalu kembali ke camp militer mereka masing masing.


__ADS_2