
Gongsun Li yang merasa bersalah, dia menatap kearah kakak iparnya dengan wajah memelas, dan harap harap cemas.
Bila hal ini jadi kacau, dia pasti akan kena marah dan dapat hukuman yang tidak ringan..
Guo Yun yang melihat ekspresi Gongsun Li yang seperti itu, hatinya menjadi tidak tega.
Berbeda dengan Guo Yun, pangeran Ji Ao yang masih kesal justru bersikap sebaliknya.
"Guru besar mu mau pamer, dia terima murid spesial nya, itu urusan dia.."
"Maaf aku tidak tertarik dan tidak punya waktu.."
"Ayo,.. Yun er,.. Ba er,.. kita berangkat sekarang.."
ucap pangeran Ji Ao sambil membalikkan badannya hendak naik keatas kereta.
Melihat hal ini wajah Gongsun Li pun pucat, matanya mulai berkaca-kaca, dia hanya bisa meremas dan melinting ujung bajunya sendiri.
Melihat hal ini Guo Yun sudah tidak bisa berdiam diri.
Dia segera menjatuhkan diri berlutut dan berkata,
"Pangeran,.. Yun er sangat ingin melihat siapa murid spesial guru besar Mo Zi.."
"Mohon pangeran sudi mengabulkannya."
"Ehh Yun er,.. kamu..?"
ucap pangeran Ji Ao heran dan sedikit serba salah.
"Paman pangeran, Ba er Ju,..juga sa..sama se.. sependapat dengan kakak Yun.."
ucap Li Ba sambil menjatuhkan diri ikut berlutut.
Guo Yun menoleh kearah Li Ba dan menatap nya dengan penuh rasa terimakasih,
Li Ba tersenyum senang dan menganggukkan kepalanya dengan tegas, menyatakan tekadnya.
Melihat hal ini, Pangeran Ji Ao pun membangunkan kedua anak itu dan berkata,
"Baiklah bila itu mau kalian paman turuti kemauan kalian berdua.."
Pangeran Ji Ao hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil tersenyum tak berdaya.
Dia menoleh kearah Gongsun Li Dan berkata,
"Baiklah Li er, tunjukkan jalan nya.."
Gongsun Li hampir saja bersorak kegirangan, diam diam dia merasa sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Guo Yun.
Tapi di luar Gongsun Li berusaha bersikap normal, dia hanya mengangguk kecil sambil sedikit tersenyum, sebagai tanda ucapan terimakasih nya pada Guo Yun.
Meski cuma sedikit hal kecil yang dia tunjukkan, tapi bagi Guo Yun, hal itu sudah membuatnya merasa sangat girang luar biasa.
Guo Yun langsung membalas anggukkan nya, sambil memberikan senyuman terbaiknya.
__ADS_1
Kalau saja bisa bercermin dulu, mungkin Guo Yun akan berlatih tersenyum dulu di depan cermin, baru dia berikan senyuman nya buat Gongsun Li.
Gongsun Li dengan hati lega, segera mengantar keempat orang itu melewati jalan samping langsung menuju sebuah pondok kecil sederhana, yang rapi bersih dan indah.
Di halaman pondok terlihat sebuah kincir air dan sebuah kolam kecil berair jernih.
Tidak jauh dari sana terlihat tanaman bunga bunga cantik menghiasi halaman depan pondok kecil tersebut.
Mo Zi sendiri langsung keluar dari dalam pondok sederhana nya, sambil tersenyum lebar berkata,
"Ha,..ha,..ha,..!"
"Akhirnya kalian semua datang juga tamu spesial ku.."
"Aku sungguh beruntung hari ini,.."
"Ayo silahkan masuk, mari kita nikmati perjamuan sederhana ini.."
ucap Mo Zi yang terlihat sangat gembira dan antusias menyambut kedatangan ketiga orang itu.
Mo Zi menggandeng tangan sahabatnya dengan akrab mengajaknya masuk kedalam pondok sederhana nya.
Di dalam pondok terlihat sudah di siapkan sebuah meja lengkap dengan 5 kursi dan berbagai jenis masakan sederhana, arak juga tersedia teh wangi.
Semua terlihat telah disiapkan dan ditata dengan rapi.
"Ayo semuanya silahkan duduk jangan sungkan.."
ucap Mo Zi sambil mengajak pangeran Ji Ao untuk duduk.
"Li er kamu juga ikut duduk jangan sungkan.."
ucap Mo Zi sambil tersenyum.
Gongsun Li memberi hormat, lalu dengan sikap agak canggung, dia duduk tepat di sebelah Guo Yun.
Karena memang hanya kursi itulah yang kebetulan kosong.
Duduk dalam posisi begitu dekat untuk pertama kalinya, di mana wangi lembut yang keluar dari tubuh Gongsun Li, hampir saja membuat Guo Yun jantungnya jungkir balik.
Guo Yun yang merasa jantungnya berdebar begitu keras suaranya, dia sampai takut sendiri.
Dia benar'benar takut suara itu akan terdengar oleh Gongsun Li.
Bila sampai terjadi, mau di taruh kemana mukanya kelak, bila nanti mereka harus kembali bertemu.
Pikir Guo Yun cemas.
Untungnya keheningan sudah dipecahkan oleh suara Mo Zi yang berkata,
"Pangeran Ji Ao sahabat ku, hari ini terimalah sulang ku sebagai ucapan terimakasih ku."
"Karena kamu sudah membawa kedua murid spesial ku datang kemari.."
"Padahal bila menurut ramalan ku, peluang kemungkinan kedua murid ku ini datang kemari itu sangat kecil.."
__ADS_1
"Justru peluang mereka pergi ketempat si tua bangka Zhuangzi yang jauh lebih besar.."
ucap Mo Zi sambil menyulangi pangeran Ji Ao, kemudian menghabiskan isi cawan nya.
"Tunggu,..tunggu..apa maksud mu ? dengan kata-kata membawa murid spesial mu kemari,? tolong katakan dengan lebih jelas.."
ucap Pangeran Ji Ao heran.
Sambil tertawa menunjuk sahabatnya Mo Zi berkata,
"Kalian berdua Guo Yun, Li Ba,.. kalian tunggu apalagi,..? mengapa tidak segera berlutut dan memanggilku guru ? apa kalian perlu menunggu aku memohon pada kalian memanggil ku guru..?"
Guo Yun sangat terkejut mendengar hal itu, tapi tanpa berani menunda dan berpikir banyak, dia segera menjatuhkan diri berlutut di hadapan Mo Zi.
Guo Yun juga menarik Li Ba yang masih plonga plongo, untuk ikut berlutut di sisinya.
Li Ba memang percaya penuh pada Guo Yun, apapun yang Guo Yun minta dia tidak pernah menolaknya.
Dia segera ikut berlutut dan mengikuti semua gerakan dan meniru semua kata kata yang Guo Yun ucapkan.
"Murid Guo Yun, memberikan hormat kepada guru.."
ucap Guo Yun sambil membenturkan dahinya tiga kali di atas lantai.
Melihat hal itu Li Ba pun menirunya.
"Murid Li Ba mem,..memberi ho,.. hormat pa..pada guru.."
ucap Li Ba gagap, sambil membenturkan kepalanya di atas lantai sebanyak 3 kali.
"Ha,..ha,..ha,.."
"Bagus,..Bagus,.. kalian berdua bangunlah.."
"Duduklah,.. kalian berdua dengar baik-baik.."
"Nama kalian berdua tidak ada di daftar, kalian pasti penasaran dan heran..bukan ?"
"Begini, guru akan jelaskan, guru sengaja tidak masukkan nama kalian di sana.."
"Karena guru ingin menjadikan kalian sebagai murid guru langsung,.. tidak gabung dengan murid murid Xu Yuan yang lain..'
"Kalian harus tahu murid guru langsung tidak banyak, termasuk kalian kini ada 4.."
"Pertama adalah Ching Ke,.. kalian berdua tentu mengenalnya di acara ujian kemaren bukan..?"
"Nah mulai hari ini, dialah kakak seperguruan pertama kalian, kalian berdua harus hormat dan selalu mendengarkan kata-kata nya, apa kalian mengerti..?"
"Mengerti,.. Guo Yun mengerti guru.."
ucap Guo Yun patuh.
"Aku ha,..hanya men..mendengar kan ka..kakak Yun.."
ucap Li Ba polos.
__ADS_1