
Ling Wu tersenyum kecut dan berkata,
"Sampaikan saja permohonan maafku kepada Yang Mulia Guo Yun.."
"Selamat tinggal..!"
Selesai berkata, dengan cepat Ling Wu meraih mata tombak Zhou Wei yang tajam untuk menggorok lehernya sendiri.
Semua terjadi begitu cepat sangat di luar perkiraan Zhou Wei, sahabatnya akan memilih jalan itu.
Sehingga dia tidak sempat mencegahnya, hanya bisa berdiri terpaku di sana, menatap kearah bagian leher Ling Wu, yang menyemburkan darah seperti keran bocor.
Sesaat kemudian Zhou Wei baru sadar dari lamunannya dan berkata,
"Tolong rawat jasadnya dengan baik, aku akan membawanya untuk di kembalikan ke keluarganya.."
Zhou Wei meski memenangkan duel maut tersebut, tapi dia tidak terlihat gembira.
Sebaliknya dia justru terlihat sangat murung bersedih dan kecewa.
Setelah berulang kali menghela nafas panjang dan terakhir menghapus dua butir air mata nya yang runtuh.
Zhou Wei berkata pelan,
"Selamat jalan sahabatku, "
"Pergilah beristirahat dengan tenang.."
"Keluarga mu, aku pasti akan menjaganya dengan baik.."
Selesai berkata, Zhou Wei pun membalikkan badannya.
Lalu dia memberi kode kepada sisa pasukan nya untuk mengikutinya bergerak mengejar kearah Xiang Yu yang sudah pergi duluan melakukan pengejaran.
Setelah Zhou Wei pergi, di tempat itu hanya tersisa seorang komandan pasukan dan puluhan prajurit harimau hitam.
Mereka memang sengaja di tugaskan oleh Zhou Wei untuk mengurus mayat Ling Wu.
Mereka terlihat bergerak cepat, saling membantu mengurus mayat Ling Wu, sesuai dengan tugas yang di bebankan oleh Zhou Wei ke mereka.
Zhou Wei sendiri dengan pasukannya terus melakukan pengejaran hingga akhirnya tiba di kaki gunung Pai Hu San.
Pai Hu San adalah gunung harimau putih, sebuah gunung kecil yang di penuhi bebatuan gunung, berwarna putih.
Dari kejauhan gunung tersebut terlihat seperti seekor harimau putih sedang tengkurap.
Makanya oleh masyarakat dan penduduk setempat di beri nama gunung Pai Hu San Gunung harimau putih.
Di kaki gunung tersebut,Zhou Wei berhasil menyusul rombongan pasukan Xiang Yu.
Di sana Xiang Yu terlihat sedang berdebat dengan keempat sahabatnya.
Xiang Yu ingin mengejar keatas, tapi keempat sahabatnya tidak setuju.
Karena posisi pengejaran akan sangat membahayakan mereka yang melakukan pengejaran, Jika musuh dari atas menggelontorkan batu besar untuk menyerang mereka.
Bila hal itu terjadi, mereka hanya ada dua pilihan, satu terlindas batu, dua terjatuh kebawah dari lereng gunung harimau putih yang curam dan terjal.
Zhou Wei saat tiba segera menengahinya dan berkata,
__ADS_1
"Jendral Xiang keempat saudara mu benar, tidak ada gunanya kita melakukan pengejaran keatas sana."
"Lebih baik kita mengambil jalan memutari gunung ini, untuk melanjutkan pengejaran."
"Turun dari gunung ini pun, mereka tidak akan bisa melarikan diri.."
"Karena ada paman mu dan Liu Pang yang mencegat jalan mundur mereka.."
"Jadi lebih baik sekarang kita segera susul mereka lewat jalan lain saja.."
Ucap Zhou Wei mencoba meyakinkan Xiang Yu.
Xiang Yu menghela nafas panjang dan berkata,
"Baiklah kita ambil jalan memutar saja.."
Sambil bergerak melakukan pengejaran dengan jalan memutar, Xiang Yu menyempatkan diri bertanya,
"Jendral Zhou bagaimana dengan si penghianat Ling Wu, ?"
"Apa kamu sudah menangkapnya, atau langsung mengeksekusinya..?"
Zhou Wei menghela nafas panjang dan berkata,
"Mengalahkan nya dan menangkap nya, adalah jalan terpaksa yang harus ku lakukan.."
"Dia telah menebus semua dosa nya, dengan nyawanya, jadi dia kini statusnya bukan lagi penghianat.."
Xiang Yu mengangguk paham, dia tidak banyak bertanya lagi.
Mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka.
Di sisi lain Liu Pang yang seharusnya bergerak melingkar membantu Xiang Liang mencegat jalan mundur Zhang Han dan pasukannya.
Dia memutuskan untuk langsung bergerak menuju kota Lang Ya.
Sesegera mungkin mengambilalih kota tersebut.
Di sana dia akan bertahan dan mencegat jalan mundur Zhang Han.
Xiao He yang mendengar keputusan kakaknya, dia segera berkata,
"Kakak Liu, apa tidak sebaiknya kita pergi bergabung dengan Xiang Liang menangkap Zhang Han.."
"Aku khawatir bila sampai terjadi sesuatu dengan Xiang Liang dan Xiang Bo.."
"Xiang Yu tidak akan melepaskan kita.."
"Kita semua juga sudah lihat sendiri, anak itu hanya dengan bermodalkan 20.000 pasukan.."
"Dia berhasil menghancurkan pasukan besar Zhang Han, yang tidak kurang dari 500.000 personil.."
"Bila sampai terjadi perselisihan dengan nya, aku khawatir kita di sini siapapun jangan berharap bisa selamat dari nya.."
Liu Pang menghela nafas panjang dan berkata,
"Xiao He aku mengerti pemikiran mu, tapi misi ini penuh resiko siapapun tahu.."
"Aku rasa Xiang Liang juga tidak akan bodoh, bila dia tidak sanggup menghadapi Zhang Han, dia pasti tidak akan pernah bergerak menyerangnya.."
__ADS_1
"Lagipula meski kita bergabung dengan Xiang Liang, kita juga belum tentu mampu menandingi Zhang Han dan pasukan besarnya."
"Zhang Han dan pasukannya takuti bukan Xiang Liang atau pun kita, yang mereka takuti adalah Xiang Yu dan Zhou Wei.."
"Bila kita dan Xiang Liang memaksakan diri, kita hanya akan celaka semuanya."
"Daripada seperti itu, lebih baik kita mencoba peruntungan dengan sedikit akal.."
"Kita coba rebut kota Lang Ya dan bertahan di sana ."
"Dengan cara itu, kita mungkin akan lebih ada peluang dan hitungan nya, mungkin lebih baik.."
Ucap Liu Pang mencoba mengemukakan dasar pertimbangan nya.
Fan Kuai ikut berpendapat,
"Sudahlah Xiao He, bukankah cuma seorang Xiang Yu yang sama sama seorang manusia, terbuat dari tulang daging dan otot.."
"Sama sama makan nasi, mengapa harus begitu takut dengan nya. "
"Bila dia berani menindas, biar golok jagal ku ini yang mencobanya.."
"Plakkkk ..!"
Terdengar bunyi suara nyaring mampir di kepala Fan Kuai yang sedikit botak.
"Hei apa yang kau lakukan..!?"
teriak Fan Kuai kaget.
Cao Shen lah yang menempiling kepala rekan nya.
Sambil melotot Cao Shen berkata,
"Dasar tukang jagal,..! kamu tahu apa..!?"
"Jangankan melawan dia, mengangkat tongkatnya sekalipun 10 orang Fan Kuai tidak akan sanggup.."
"Jadi berhenti lah berbual dan menyombongkan diri.."
"Kamu hanya akan membuat kita terlihat konyol nantinya.."
"Kau ..!"
Bentak Fan Kuai marah, sambil menunjuk kearah wajah Cao Shen.
"Apa ..!?"
Bentak Cao Shen kembali sambil menepis telunjuk Fan Kuai yang hampir mengenai wajahnya.
Kedua nya hampir terlibat perkelahian, bila masing masing tidak di tahan oleh Xia Hou Ying, dan Zhou Bo.
Liu Pang menggeleng gelengkan kepalanya dan berkata,
"Kalian berdua ini, sudah cukup bikin onarnya..!"
"Cepat hentikan tingkah konyol dan seperti kanak kanak ini.."
"Dengarkan aku,..!"
__ADS_1
"Ayo kita segera berangkat, untuk menahlukkan kota Lang Ya.."
"Xiao He, Cao Shen, sebaiknya kalian berdua pikirkan cara jitu untuk menahlukkan kota tersebut tanpa banyak pertumpahan darah.."