
Teriakkan dan teguran gadis cantik itu, menyadarkan Guo Yun.
Guo Yun buru buru menutup wajahnya dengan topeng emas.
Lalu dia dengan santai berjalan pergi mengambil baju tukar yang baru dan mengenakannya.
"Sudah selesai belum kamu berpakaian.. manusia tidak sopan..!"
teriak Putri Min Min menegur Guo Yun.
"Putri bawel, yang tidak sopan itu kamu, bukan aku..?"
"Jelas jelas kamu yang memaksa menerobos kedalam kemah, kenapa aku yang kamu salahkan.."
"Dasar tidak tahu aturan,..!"
balas Guo Yun sambil mengomel pelan.
Melampiaskan rasa jengkelnya, terhadap gadis yang meski sangat cantik tapi tingkah lakunya agak menyebalkan.
"Heiii,..apa kamu bilang,..! berani kamu ya..! Kurang ajar sekali.."
ucap gadis itu marah, sambil hendak membalikkan badannya.
Tapi yang di saksikan nya, malah bagian punggung Guo Yun yang.lebar dan berkulit putih mulus.
Dengan garis garis otot yang kekar terlihat menonjol dengan sangat jelas.
Gadis itu buru buru menutup matanya dan kembali memunggungi Guo Yun.
Seluruh wajahnya terlihat merah padam menahan malu.
Tapi mulutnya tidak berhenti mengoceh, untuk menutupi rasa jengah nya.
"Baru juga menorehkan beberapa jasa kecil, sudah sombong begini..!"
"Tahu kalau si topeng emas adalah manusia sombong begini."
"Aku tidak bakalan sudi mengantar obat kemari..!"
teriak gadis itu kesal.
"Alasan buat apa obat, orang sehat sehat juga.."
ucap Guo Yun mengomel, melampiaskan rasa dongkol nya.
Sambil menyelesaikan berganti baju, dan merapikan rambutnya yang agak kusut.
"Dasar tidak tahu berterima kasih, hati nurani sudah di makan An Jing..!"
"Pantas saja punya wajah tidak berani di pake ketemu orang.."
ucap putri cerewet yang mau menang sendiri itu, tidak mau kalah.
Guo Yun hanya menggelengkan kepalanya, malas berdebat lebih jauh dengan nya.
Setelah rapi dan mengenakan kembali seragam militernya.
Guo Yun tanpa menoleh maupun bicara, hanya menggeleng gelengkan kepalanya.
Langsung berjalan keluar dari kemahnya.
"Maaf jendral, aku.."
ucap pengawal penjaga pintu kemah dengan wajah menyesal.
Guo Yun menatap wajah pengawal itu, yang masih ada bekas jarinya.
Guo Yun merasa kasihan dan berkata,
"Minta yang lain gantikan tugas mu, pergilah ke barak kesehatan untuk dapatkan obat, buat wajah mu.."
__ADS_1
"Terimakasih Jendral, itu tak perlu cuma hal sepele.."
ucap pengawal itu semakin tidak enak hati.
Guo Yun menghela nafas dan berkata,
"Ya sudah terserah kamu, aku mau pergi ke tempat pelatihan dulu.."
"Bila ada yang datang mencari ku, katakan aku ada di sana.."
ucap Guo Yun berpesan.
"Siap Jendral,.."
jawab pengawal itu cepat.
Guo Yun langsung melangkah menuju lapangan pelatihan pasukannya.
Di dalam kemah sendiri putri Min Min saat mencoba membalikkan badannya melihat Guo Yun sudah tidak ada
Malah sedang mengobrol dengan pengawal yang di tampar nya tadi.
Karena berani mencoba menghalangi langkah nya.
Dengan emosi memuncak, dia langsung keluar dari dalam kemah.
Sampai di luar, melihat bayangan Guo Yun sudah tidak terlihat.
Dengan mata melotot marah, seperti mau makan orang, dia melihat kearah pengawal sial tadi.
Pengawal itu buru buru menutupi wajahnya dengan kedua tangannya dan menggelengkan kepalanya.
Putri itu mengangkat tangannya, pura pura ingin menjitak kepala pengawal itu.
Pengawal itu secara reflek langsung mengangkat tangannya untuk melindungi kepalanya.
"Plakkkk..!"
Tapi secara bersamaan, tangan gadis itu yang lainnya, langsung melayang mendarat di pipi pengawal itu yang lainnya.
Keduanya sama di hiasi bekas telapak tangan.
Saat putri itu kembali mengangkat tangannya ingin menjitak kepala pengawal itu.
Pengawal itu buru buru mundur dan menunjuk kearah atasannya si topeng emas pergi.
Putri nakal itu tersenyum puas, lalu sambil berlompatan ringan dia mengejar kearah Guo Yun pergi.
Guo Yun yang mendengar suara langkah kaki orang sedang bergerak mendekat.
Sambil memperbaiki gerakan perwira dan Jendral jendral muda yang sedang berlatih.
Guo Yun menoleh kearah belakang, melihat yang datang adalah putri bawel yang mau menang sendiri.
Guo Yun langsung menggelengkan kepalanya.
dan melanjutkan memberi instruksi.
"Satu...! dua..!". Tiga,..!"
Seluruh perwira dan Jendral muda langsung melakukan serangan gerakan tombak dan bertahan dengan tombak mereka.
Mengikuti aba aba dan instruksi dari Guo Yun.
"Hei urusan kita belum selesai kenapa kamu pergi tanpa pamit..!"
"Dasar tidak sopan..!"
Orang belum sampai suaranya yang nyaring sudah sampai duluan.
Guo Yun pura pura tidak mendengarnya dan berkata,
__ADS_1
"Empat,..! Lima...! enam,..!"
"Bagus, ya seperti itu..!"
"Yang ujung kanan belakang salah, maju kemari..!"
"Ulangi..!"
tegur Guo Yun sambil memberi petunjuk dan pengarahan.
Merasa di cuekin, gadis itu semakin kesal, emosinya semakin memuncak.
Dia melotot kearah Jendral muda dan perwira yang jumlahnya hampir 100 orang lebih.
Di mana mereka sedang mengikuti pelatihan dari Guo Yun.
"Mengapa masih di sini,..!"
"Cepat bubar..!"
"Kembali ketempat masing masing..!"
bentak putri itu sambil berkacak pinggang.
Perwira dan Jendral itu terlihat gelisah dan salah tingkah.
Tidak tahu harus berbuat apa.
Satu sisi mereka tahu persis siapa putri di depan mereka ini, bagaimana sifatnya mereka tidak ada yang tidak tahu.
Tapi di sisi lain, mereka sedang di bawah pelatihan Si Topeng Emas, orang nomer satu dalam pasukan Qin setelah Perdana menteri Lu.
Mereka mana berani sembarangan bergerak, apalagi berani membubarkan diri tanpa perintah.
Mereka semua kini hanya bisa menatap kearah si topeng besi, dengan wajah bingung dan serba salah.
Guo Yun yang menyadari kesulitan anak buahnya, akhirnya dia menganggukkan kepalanya.
Memberi kode, menyetujui mereka bubar.
Begitu mendarat isyarat dari si Topeng Emas, tanpa perlu di minta untuk kedua kalinya.
Sebentar saja lapangan itu kini sudah kosong, tidak ada bayangan siapapun di sana kecuali Guo Yun dan Putri bawel itu.
Guo Yun sambil menghela nafas panjang, dia berjalan menuju sebatang pohon besar berdaun rindang.
Guo Yun berdiri berkacak pinggang, menatap kearah putri bawel itu dengan wajah kesal dan berkata,
"Sebenarnya apa mau mu..!?"
"Mengapa kamu seperti hantu gentayangan terus menganggu ku..!?"
"Apa kamu bentak bentak,.. !?"
"Kamu kira aku bawahan mu..!!?"
"Bisa kamu bentak bentak sesuka hati..!?"
"Apa kamu kira dengan suara keras bisa menakuti ku..!?"
"Kamu pikir aku takut,..! Hahh..!"
teriak Putri bawel itu tidak mau kalah.
Sambil membentak dengan wajah merah dan sepasang mata nya yang indah melotot lebar.
Dia terus melangkah maju, selangkah demi selangkah.
Sedangkan Guo Yun terpaksa melangkah mundur selangkah demi selangkah.
Hingga tanpa terasa, punggungnya sudah mepet ke pohon di belakangnya.
__ADS_1
Dia sudah tidak bisa mundur lagi, kini berganti si putri bawel yang berkacak pinggang.
Guo Yun nya, yang sepasang tangannya kini tergantung kebawah, di kiri kanan tubuhnya.