LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
KEBESARAN HATI


__ADS_3

Acara ngobrol terpotong oleh datang nya pesanan makanan mereka tadi.


Setelah tersaji semua di atas meja sambil melanjutkan dengan makan makan bersama.


Mereka pun kembali ngobrol ringan.


Si Si yang nakal tiba tiba melirik kearah Gongsun Li yang pendiam


Si Si sambil menahan senyum menutupi mulutnya berkata,


"Kakak Li sia sia dong kamu mengagumi si topeng emas, ternyata dia masih suami lama mu juga.."


"Bukan si serigala muda, suami baru mu itu.."


Guo Yun menoleh menatap kearah Gongsun Li, dengan penasaran dan ingin tahu.


Dengan wajah panik dan gugup Gongsun Li langsung berkata menjelaskan,


"Yun ke ke jangan percaya,..aku tidak..itu Si Si emang paling menyebalkan.."


"Dia suka bicara tidak karuan,..ini tidak serius jangan di dengarkan.."


"Yun Ke ke tahu itu hati dan perasaan ku cuma untuk Yun ke ke seorang.."


"Aku tidak mungkinlah.."


ucap Gongsun Li yang gugup panik bicara nya jadi belepotan.


Si Si di sana sudah tidak bisa menahan diri untuk tertawa, dia menggunakan tangan nya untuk menutupi rongga mulutnya yang terbuka


Min Min juga ikut menahan tawa menggunakan punggung tangan nya menutupi mulut dan sedikit hidung nya.


Guo Yun menatap kearah Gongsun Li yang terlihat gugup dengan curiga dan berkata,


"Li Er kamu tidak biasa nya begitu gugup, apa benar kamu dan dia ada terjadi sesuatu..?"


Gongsun Li malah menoleh kearah Si Si dan mendeliki nya dengan galak.


Setelah itu dia menarik Guo Yun menjauhi meja makan.


Membawanya masuk ke balik ranjang menutupi tirai ranjang.


Lalu dia duduk di hadapan Guo Yun memegangi kedua sisi wajah Guo Yun agar menatapnya.


Lalu dengan lancar dia menceritakan semua yang terjadi antara dia dan Ying Zheng.


Mulai dari saat dia terluka, hingga sembuh hingga malam di mana Guo Yun di celakai, sedang dirinya hampir dipaksa nikah..


Di mana akhirnya dia berhasil kabur, lalu pergi mencari Guo Yun, di kediaman lama nya.


Tapi dia tidak menemukan Guo Yun, hanya bertemu Si Si, akhirnya mereka sadar ada yang tidak beres.


Semua Gongsun Li ceritakan dengan lengkap dan tenang.

__ADS_1


Setelah menutup ceritanya, dia baru berkata sambil menatap Guo Yun dengan serius.


"Yun ke ke kamu harus percaya pada ku, di hati ku selain kamu tidak akan ada lagi yang lain lagi.."


"Mengapa aku terus mati matian berjuang bersama Si Si dan saudara mu yang lainnya mempertahankan Wu Yue,.. ?"


"Jawaban nya cuma satu, itu karena aku tidak pernah bisa melupakan mu.."


"Aku ingin menggunakan itu, untuk menutupi rasa penyesalan ku.."


Saat mengucapkan itu sepasang mata Gongsun Li mulai kembali berkaca kaca.


Guo Yun tersenyum lebar dan berkata,


"Aku tentu percaya dengan mu, aku tidak pernah meragukan sedikitpun tentang mu.."


"Bahkan hingga lupa ingatan pun, aku masih merasa ada perasaan akrab dengan mu.."


"Aku tadi hanya melengkapi permainan Si Si, untuk menggoda mu,"


"Kau maafkanlah aku.."


ucap Guo Yun sambil tersenyum.


Gongsun Li terbengong di tempat, tapi selanjutnya, dia sudah menampar dada Guo Yun dengan kesal.


Lalu menggunakan kedua tangannya menutupi wajahnya yang merah padam, menahan malu.


Gongsun Li memutar badannya memunggungi Guo Yun.


"Udah yuk kita kedepan sana, aku masih belum selesai cerita.."


"Mereka juga sedang menunggu kita."


Bujuk Guo Yun sambil menciumi pipi dan leher Gongsun Li dengan lembut.


Gongsun Li mengangguk kecil, lalu dengan wajah merah, dia mengikuti tarikan tangan Guo Yun meninggalkan ranjang tempat tidur.


Si Si bernafas lega saat melihat keduanya saat keluar baik baik saja.


Tadi dia sempat merasa tidak enak hati, candaan nya hampir menimbulkan masalah.


Sesaat kemudian mereka kembali berkumpul dan meneruskan makan bersama.


Sedangkan Guo Yun kembali melanjutkan ceritanya.


"Setelah aku membantu Lu Bu Wei lolos dari maut melawan kakek mertua Li Kui."


"Suatu hari muncullah dia sebagai putri angkat Lu Bu Wei, mengunjungi perkemahan militer kami.."


Gongsun Li dan Si Si saling pandang sejenak, tai mereka tidak berkata apa-apa.


Mereka bersikap tenang mendengarkan kelanjutan cerita Guo Yun, tidak ada niat untuk menyela nya.

__ADS_1


Guo Yun menatap Gongsun Li dan Si Si secara bergantian lalu berkata,


"Kalian Asti merasa heran dan aneh, mengapa aku malah membawa bawa putri musuh di sisi ku..?"


"Begini, Min Min aslinya adalah cucu keponakan guru baru ku Kui Zi Sian Seng."


"Kakek Min Min adalah adik dari guru ku, Min Min sejak kecil di culik oleh Lu Bu Wei.."


"Ingatan masa kecil Min Min sengaja di hilangkan oleh Lu Bu Wei.."


"Lewat Min Min akhirnya aku tahu, ternyata orang yang selama ini ku bantu dan ku kira paman ku Guo Lu.. ternyata adalah Lu Bu Wei.."


"Orang yang sedang aku cari cari, setelah tahu itu, aku pun menyiapkan rencana untuk menghabisinya.."


"Tapi di luar dugaan Lu Bu Wei ternyata sangat kuat, setelah dia menggunakan bantuan obat dari tabib istana Xu Fu.."


"Aku kalah dan terlempar kedalam jurang, Min Min dia ikut dengan ku melompat kedalam jurang.."


Guo Yun menghentikan sejenak cerita nya, melihat respon dari kedua istrinya.


Melihat mereka bersikap biasa saja, Guo Yun baru kembali melanjutkan ceritanya.


"Guru dan kakek Min Min pernah menjelaskan, tubuh Min Min kebal racun, hanya lewat dia racun ku bisa di bersihkan."


"Tapi kami tetap menjaga batas, hingga aku di dalam jurang sana terluka oleh racun ikan pelangi.."


"Kondisi ku memburuk akhirnya kami pun.."


ucap Guo Yun tidak melanjutkan kata-katanya.


Dia menghela nafas panjang dan berkata,


"Li Er Si Si maafkan aku, ini semua salah ku..aku lah yang bermasalah.."


"Tidak ada hubungannya dengan Min Min, dia hanya ingin membantu ku saja.."


Gongsun Li dan Si Si saling pandang sejenak, lalu mereka berdua mengangguk dan tersenyum.


Gongsun Li maju memegangi tangan Min Min yang sedingin es dan sedikit berkeringat.


"Terimakasih adik Min Min, kamu sudah membantu menyembuhkan Yun ke ke untuk kami.."


"Mungkin ini adalah takdir dari si petualang dan penipu cinta ini, dia harus punya banyak istri.."


'Ini juga sudah suratan nasib kami, marilah bergabung bersama kami.."


"Mari kita bersama sama menikmati jadi korban nya.."


Guo Yun hanya bisa tersenyum canggung, menatap Gongsun Li dengan penuh rasa sesal.


Min Min dengan penuh haru membalas menggenggam tangan Gongsun Li dan Si Si.


"Terimakasih kak, terimakasih atas kebesaran jiwa dan hati kalian.."

__ADS_1


"Maafkan Min Min kak.."


ucap Min Min sambil menatap Gongsun Li dan Si Si dengan sepasang mata berkaca-kaca..


__ADS_2