LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
KESEDIHAN PRAJURIT BERTUBUH KECIL


__ADS_3

Panah berhamburan diarahkan ke kapal yang terus bergerak menjauh.


Tapi tidak ada yang berhasil mencapai sasaran.


Begitupula dengan tubuh Si Topeng Emas yang tercebur kedalam air.


Jendral yang terjun kedalam air menyelam berulang ulang mencarinya.


Tapi dia tidak berhasil menemukan jasad nya, tubuh Si Topeng Emas hilang begitu saja.


Bahkan ketiga Jendral lain dan sebagian prajurit Qin ikut terjun kedalam kanal menyelam, melakukan pencarian tetap saja tidak ketemu.


Pencarian akhir nya terpaksa di hentikan, karena bukan jasad yang di temukan.


Malah kanal menjadi keruh airnya, tapi tetap saja Jasad Si Topeng Emas hilang tanpa jejak.


Dengan lesu keempat Jendral itu, melakukan rembuk akhirnya di putuskan


3 dari mereka kembali ke bukit batu, untuk menjemput pasukan besar mereka, yang masih menunggu disana.


Sedangkan yang satu lagi, langsung menuju kota Wei, untuk mengabarkan kejadian ini ke Wang Ben.


Karena setelah kejadian ini, puncak pimpinan militer kini jatuh ketangan Wang Ben putra Wang Jian.


Guo Yun sendiri setelah terjatuh kedalam sungai, dia menebarkan sebuah bungkusan kecil, yang membuat air di sekitar nya berubah merah.


Lalu dia dengan gerakan cepat, meluncur di dasar sungai, meninggalkan tempat tersebut.


Saat muncul lagi Guo Yun sudah berada di sisi lain kanal, jauh dari lokasi kejadian.


Tanpa di sadari oleh siapapun, Guo Yun sudah melesat dengan kecepatan tinggi.


Menggunakan ilmu ringan tubuh Wu Ying Ru Tian menuju kota Wei.


Guo Yun sudah menyimpan topeng emasnya kedalam cincin jadi tidak ada orang yang mengenalinya saat dia memasuki kota Wei.


Guo Yun langsung berjalan menuju kediaman sementara Wang Ben.


Setelah mengamati beberapa saat lingkungan sekitar kediaman tersebut.


Guo Yun mencari sisi tembok yang sepi, lalu dia melesat cepat dan ringan melintasi tembok.


Setelah berada di balik tembok dan melakukan pengamatan sejenak.


Guo Yun mengenakan topeng emas nya lagi, sambil di lapis topeng besi.


Setelah itu dengan gerakan secepat kilat dari arah belakang dia menangkap tengkuk seorang pelayan yang sedang melintas di sana


"Jangan menoleh, tunjukkan saja di mana kamar Jendral Wang Ben.."


"Cepat antar aku kesana bila ingin selamat."


ucap Guo Yun sambil mengeratkan cengkraman tangannya.


Lemas lah pelayan tersebut, dengan wajah pucat dan tubuh gemetaran.

__ADS_1


Dia buru buru menganggukkan kepalanya dan berkata,


"Ya...ya..tuan, mari lewat sini."


Dengan patuh pelayan itu mengantar Guo Yun hingga tiba di ruang baca Wang Ben.


"Plakkk..!"


Guo Yun menepuk pelan tengkuk pelayan itu, yang langsung klenger tidak sadarkan diri.


Setelah itu dengan tenang Guo Yun menerobos masuk kedalam kamar tersebut.


Wang Ben yang sedang asyik membaca buku strategi militer sangat kaget.


Ada orang yang siang bolong berani menerobos kedalam kediamannya.


Dia langsung meletakkan buku yang sedang di pegang nya, di atas meja.


Dia menatap tajam kearah bayangan punggung orang yang sedang menutup daun pintu itu.


"Siapa kamu,..!? apa yang kamu lakukan di sini..!?"


bentak Wang Ben.


Guo Yun memutar badannya menghadap Wang Ben, dia meletakkan jarinya di depan bibirnya.


Meminta Wang Ben tidak banyak ribut, Guo Yun melepaskan topeng besi nya.


Menyimpannya, sehingga kini muncullah sosok Si Topeng Emas yang paling di hormati oleh seluruh barisan pasukan Qin termasuk Wang Jian maupun Wang Ben pribadi.


Bersama nya, tidak ada kesukaran apapun, untuk menahlukkan kerajaan di manapun di negeri ini.


Wang Ben buru buru maju ingin menjatuhkan diri berlutut, memberi hormat pada Si Topeng Emas.


Tapi dengan gerakan ringan, Guo Yun sudah muncul di hadapan nya menahan nya dan berkata,


"Tak perlu peradatan..lebih baik kita langsung ke intinya saja.."


Guo Yun kemudian mengajak Wang Ben untuk duduk santai, kemudian dia menceritakan secara singkat rencana dan semua kejadian yang terjadi.


Sambil menatap Wang Ben dengan serius Guo Yun berkata,


"Jendral Wang, mulai saat ini dapat seterusnya aku tidak akan muncul.."


"Ini demi keamanan Pan Hong dan Zhang He dua bawahan ku yang kini sedang menyusup ke Da Liang.."


"Agar mereka mendapatkan kepercayaan raja Jia, juga agar pihak kerajaan Zhao lengah.."


"Mereka harus tetap mengira aku sudah tiada.."


"Jadi kamu punya waktu untuk memimpin pasukan kita, menggali dan menghubungkan air dari sungai kuning."


"Agar mengalir masuk ke sungai Sui, sungai Ying dan kanal Hong, untuk membanjiri kota Da Liang, yang sangat terlindung dan sukar di dekati itu.."


"Untuk rencana membanjiri Da Liang berjalan lancar, nanti ada Pan Hong dan Zhang He yang akan membantu mu dari dalam.."

__ADS_1


"Tapi ingat, harus tunggu mereka membawa pasukan Zhao membelot ke kita, pintu air baru boleh di buka.."


"Mengerti..? apa ada pertanyaan lainnya..?"


Wang Ben mengangguk mengerti, dia menatap kearah Si topeng Emas dengan tatapan mata penuh kagum.


Si Topeng Emas tersenyum dan berkata,


"Kamu tak perlu melihat ku seperti itu, semua ini baru wacana.."


"Gagal berhasilnya, aku masih akan bergantung dengan mu.."


"Aku cuma pemalas yang makan tidur di sini, tanpa melakukan apapun juga..'


Baru saja Guo Yun selesai berucap, pintu kamar langsung di gedor dari luar.


"Tok,..! Tok,..! Tok,..! Tok,..!"


"Tuan Jendral,..! ada Jendral Wu ingin bertemu di depan sana."


"Katanya ada berita militer rahasia.."


ucap pengawal Wang Ben dari depan pintu.


Wang Ben menatap kearah Si Topeng Emas, menanti petunjuk.


"Segera temui dia, tapi jangan sampai ada yang tahu, aku masih hidup.."


"Adakan saja acara berkabung dan pemakaman yang meriah, biar semua orang tahu.."


ucap Si Topeng Emas pelan.


Wang Ben mengangguk mengerti.


Lalu dia segera bergegas meninggalkan kamarnya dan berkata,


"Ayo antarkan aku menemuinya.."


Sesaat kemudian terdengar langkah kaki bergerak menjauh dari sana.


Setelah semua orang pergi, Si Topeng Emas memilih duduk setengah berbaring di kursi santai sambil memejamkan matanya.


Dia menggunakan kipas bulu unggas, yang tidak jauh darinya untuk kipas kipas.


Membuat dirinya rileks dan senyaman mungkin, menikmati hidup tenangnya.


Berbagai rencana selanjutnya sudah mulai terbayang di benak nya satu persatu, membuat dirinya memejamkan matanya sambil tersenyum puas.


Guo Yun tidak akan pernah menduga, tindakannya itu, justru membuat seorang prajurit bertubuh kecil.


Melarikan kudanya meninggalkan barisan pasukan di bukit batu, yang sedang bergerak menuju Wei.


Setelah 3 Jendral pasukan itu datang memberikan kabar duka, kematian Si Topeng Emas di kanal Hong.


Dan memimpin barisan pasukan besar itu menuju kota Wei.

__ADS_1


Prajurit kecil itu memacu kudanya seperti di kejar setan, mengambil arah menuju kanal Hong, dengan airmata bercucuran membasahi wajahnya tanpa henti.


__ADS_2