
"Sudah sampai Yang Mulia.."
Ucap kusir kereta, sambil membantu membuka kain penutup pintu kereta bagian belakang, beserta pintu keretanya.
"Ayo kita turun.."
Ucap Guo Yun sambil menyimpan kitab yang sedang di baca olehnya.
Lalu dia bergerak turun duluan dari dalam kereta.
Setelah nya dia baru mengulurkan tangannya, dengan maksud ingin membantu Min Min turun dari kereta.
"Terimakasih..aku bisa sendiri.."
Ucap Min Min sambil bergerak turun dari kereta dengan berpegangan pada bagian pinggiran kereta.
Dia memilih mengabaikan uluran tangan Guo Yun.
Bila terjadi kejadian seperti ini, sebelum Guo Yun bertemu dan mendapat pencerahan dari gurunya.
Tentu dia akan merasa kecewa dan bersedih hati, tapi Guo Yun sekarang bukan Guo Yun yang dulu lagi.
Sambil tersenyum sabar Guo Yun menarik kembali tangannya dan berkata pelan,
"Kamu berhati hatilah.."
"Selesai berkata, Guo Yun pun bergerak mundur, dia menunggu hingga Min Min berhasil turun sendiri dengan aman.
Guo Yun baru melanjutkan langkahnya menuju kediaman gubernur Xin Cheng yang di jaga ketat oleh puluhan orang pasukan harimau hitam..
Melihat kedatangan Guo Yun mereka semua segera menjatuhkan diri berlutut,
"Salam hormat Yang Mulia, semoga Yang Mulia Panjang Umur Sehat Sejahtera.."
"Kalian semua berdirilah.."
Ucap Guo Yun pelan.
Setelah itu dia langsung melanjutkan langkahnya, melewati pintu gerbang depan.
Langsung masuk kedalam halaman tengah bangunan besar dan mewah itu.
Min Min hanya berjalan tanpa bicara mengikuti Guo Yun dari belakang.
Saat melewati halaman tengah, Guo Yun langsung di sambut gembira kedatangan nya oleh teriakan gembira ketiga anaknya yang kebetulan sedang bermain disana.
"Ibu...! Ibu..! ayah pulang..! ayah pulang..!"
"Ibu Min Min juga pulang..!'
Teriak ketiga anak itu gembira, sambil berlari mendekat.
Mereka bertiga langsung berlari ingin pergi memeluk Min Min.
Tapi Guo Yun menghalanginya dan berkata,
"Ibu kalian sedang kurang sehat, perlu banyak istirahat.."
"Sebaiknya kalian bersama ayah saja.."
Ucap Guo Yun sambil menggendong dua yang kecil kedalam gendongan nya.
Sedangkan kepalanya, dia gunakan untuk bersentuhan lembut dengan kepala Meng Yun.
Ketiga anak itu tidak membantah, mereka tetap terlihat bergembira.
Tiba tiba Min Min dari belakang Guo Yun berkata,
__ADS_1
"Yun Ta ke biarkan saja mereka bersama ku.."
"Aku baik baik baik saja.."
Guo Yun menoleh kebelakang melihat kearah Min Min untuk mendapatkan kepastian.
Melihat keseriusan di wajah Min Min, Guo Yun pun menurunkan kedua anak di dalam pondongan nya.
Setelah itu dia berkata,
"Meng Yun, ajak lah kedua adik mu, pergilah temui Ibu Min Min."
"Dia ingin berdekatan dengan kalian.."
"Baik ayah.."
Jawab Meng Yun cepat.
"Ibu..! Ibu..! Ibu..!"
Teriak ketiga anak itu gembira sambil berlarian menghampiri Min Min.
Guo Yun tersenyum haru melihat ketiga anaknya dan Min Min kembali berkumpul.
Dari dalam gedung Gongsun Li dan Si Si yang baru saja melangkah keluar dari dalam.
Mereka berdua berdiri mematung, menatap tak percaya kearah Min Min.
"Yun ke ke apa yang terjadi..!?"
"Bagaimana Min Min dia..!?"
Tanya Gongsun Li spontan dengan wajah bingung, menatap Guo Yun menuntut penjelasan.
Guo Yun tersenyum lembut menatap kedua istrinya yang sedang menatapnya dengan penuh tanda tanya.
"Guru Wu Ming Lau Jen lah yang menyelamatkan nyawa Min Min.."
"Hanya saja nyawanya selamat tapi ingatannya tidak.."
"Kini dia sudah tidak ingat semuanya, termasuk terhadap aku dan kita semua.."
"Tapi ini sudah jauh lebih baik, yang penting dia selamat.."
Ucap Guo Yun berbisik pelan pada kedua istri yang berada di dalam pelukannya.
"Apa yang bisa kita lakukan untuk membantu Min Min agar ingatannya cepat pulih kembali..?"
Tanya Si Si sambil menatap kearah Guo Yun.
Guo Yun menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tidak ada yang bisa kita lakukan, biarkan saja berjalan seperti air mengalir.."
"Kemanapun dia ingin pergi biarkanlah dia yang memilih.."
"Dia sekarang ingin bersama anak anak, maka biarkan saja, ayo kita masuk kedalam.."
"Ada beberapa masalah penting yang harus ku bicarakan dengan kalian berdua, sebelum kita berangkat meninggalkan Xin Cheng."
"Yun ke ke sebentar, bagaimana bila dalam kondisi ini, Min Min memutuskan berpisah dari mu..?"
"Apalagi bila nantinya dia lebih memilih pergi bersama pria lain..?"
"Apa yang akan Yun ke ke lakukan, hal ini tidak main main dan bisa jadi masalah besar.."
Ucap Gongsun Li serius.
__ADS_1
Guo Yun tersenyum tenang dan berkata,
"Bila sesuai dengan ucapan mu barusan, berarti takdir dan jodoh kami berdua sudah habis.."
"Aku tentu akan merelakan dan melepaskannya pergi, untuk mencari kebahagian jodoh dan takdir barunya.."
"Aku akan merelakan dan melepaskan kepergiannya, mungkin itulah yang terbaik agar dia bisa menggapai kebahagiaannya sendiri.."
"Yun ke ke yakin tidak akan menyesal dan bersedih..?"
Tanya Si Si pelan.
Guo Yun tersenyum lembut, merangkul pundak kedua istrinya, mengajak mereka masuk kedalam gedung.
Sambil berjalan beriringan Guo Yun berkata,
"Jodoh dan takdir sudah ditentukan, bila sudah tiba waktunya jodoh dan takdir berakhir ."
"Perpisahan, baik saat hidup maupun mati, adalah sesuatu yang tidak bisa di hindari.."
"Bila waktunya tiba ingin menghindar pun tidak akan bisa.."
"Satu satunya jalan adalah menghadapinya dengan merelakan dan melepaskan nya.."
"Hanya dengan cara itu, semuanya bisa hidup dengan lebih baik dan bahagia.."
"Jadi tidak perlu ada yang merasa di kecewakan di buat sedih dan menyesalinya.."
"Tidak ada lagi yang perlu di sesalkan, lepaskan keinginan memiliki ikut berbahagia melihat dia bahagia.."
"Itu baru inti dari arti makna cinta yang sesungguhnya.."
Ucap Guo Yun sambil tersenyum lembut.
Si Si dan Gongsun Li saling pandang, lalu Gongsun Li sambil menahan tawa berkata,
"Yun ke ke mengapa setelah menjadi murid manusia dewa itu,? kamu seperti orang yang baru lahir kembali dan berganti tulang saja..?"
"Ya ku lihat dia lebih mirip pendeta ketimbang suami yang kita kenal..benar tidak..?"
Ucap Si Si sambil tertawa.
Guo Yun hanya tersenyum lembut menanggapi candaan kedua istrinya.
Sesaat setelah mereka bertiga duduk mengelilingi meja makan.
Guo Yun baru berkata,
"Sekarang kita bahas yang serius saja, dulu.."
"Hal tadi kita bahas lain kali saja.."
"Mengenai Min Min kita biarkan saja dia yang memutuskan sendiri, tak perlu pergi menganggunya.."
"Yun ke ke mau bahas apa..?"
Tanya Gongsun Li sambil menatap wajah suaminya dengan serius.
"Aku ingin kalian umumkan kematian ku."
"Mintalah seluruh pasukan kita, saat meninggalkan Xin Cheng nanti, mereka semua wajib menggunakan pakaian berkabung dan mengganti bendera kita dengan bendera berkabung.."
Gongsun Li dan Si Si menatap Guo Yun dengan heran.
"Yun ke ke tidak salah ? ini adalah hal yang sangat tidak baik dan membawa aura kesialan..?"
Tanya Gongsun Li heran.
__ADS_1