LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
AKHIR NASIB LIU YANG


__ADS_3

Liu Yang Si Pedang Kilat, saat terjatuh keatas tanah, tubuhnya sudah diam tidak berkutik lagi.


Dua belati Gongsun Li yang sudah mencap hingga ke ujung gagang nya.


Saat Gongsun Li tarik kembali, darah langsung menyembur keluar dari kedua lubang menganga di punggung Liu Yang Si Pedang Kilat.


Tubuhnya pun ikut tersentak, hingga bagian depan tubuh nya, membalik menghadap keatas.


Dengan demikian Gongsun Li bisa melihat dengan jelas wajah Liu Yang Si Pedang Kilat.


Memastikan orang tersebut sudah mati apa belum.


Melihat wajahnya yang pucat pasi dengan dada tidak lagi naik turun, seharusnya orang itu tidak lagi bernyawa, pikir Gongsun Li dalam hati.


Tapi untuk memastikan nya, Gongsun Li yang berhati hati memutuskan untuk memenggal kepala lawannya itu.


Dua belatinya dia lepaskan dengan cepat untuk memotong leher Liu Yang Si Pedang Kilat yang sudah diam tidak bergerak.


"Singggg..!"


"Crackkk..!"


Tubuh Liu Yang Si Pedang Kilat, tiba tiba bisa bergeser menghindar.


Sehingga kedua belati Gongsun Li menemui tempat kosong, menancap di atas tanah tempat Liu Yang Si Pedang Kilat terbaring sebelumnya.


Begitu serangan gagal ribuan jarum halus melesat kearah Gongsun Li.


Untungnya jarak cukup jauh, sehingga Gongsun Li punya kesempatan melompat mundur menjauh.


Lalu dia menarik kembali dua belatinya, yang menancap diatas tanah. Untuk di putar menjadi gulungan sinar, yang menangkis runtuh jarum halus, yang hendak mendekati nya.


"Tringgg..! Tringgg..! Tringgg..!"


"Tringgg..! Tringgg..! Tringgg..!"


"Tringgg..! Tringgg..! Tringgg..!"


"Tringgg..! Tringgg..! Tringgg..!"


Jarum jarum tersapok runtuh semua keatas tanah.


Tapi saat ribuan jarum berhasil Gongsun Li sapu runtuh dengan putaran sepasang belatinya.


Bayangan Liu Yang Si Pedang Kilat, sudah tidak lagi terlihat ada di tempat itu.


"Haiiisss..!"


"Dukkkk..!"


Gongsun Li berdecak kesal, sambil membanting kakinya keatas tanah.


Dia mencoba memperhatikan sekitarnya, saat pendengaran dan penglihatan nya yang tajam tidak menangkap ada pergerakan apapun di sekitar sana.


Gongsun Li pun melayang kembali keatas tebing yang menjadi pos penjagaan ketiganya.


"Kalian sebagian ikut dengan ku ke pos kedua..!"


ucap Gongsun Li tegas.


Lalu dia menoleh kearah komandan pasukan yang berwenang di pos ketiga dan berkata,


"Nyalakan asap untuk meminta bantuan pasukan kemari."

__ADS_1


"Siap Yang Mulia.."


ucap komandan itu dengan penuh hormat.


Gongsun Li segera memimpin 5000 personil bergerak mengejar ke pos kedua lewat jalan rahasia di atas tebing.


Dari pos kedua Gongsun Li bisa melihat jelas rombongan pasukan Qin sedang bergerak mundur.


Meng Thian terlihat sedang mengatur pasukannya bergerak mundur keluar lagi dari wilayah jalan celah sempit.


Liu Yang Si Pedang Kilat tidak terlihat diantara mereka, tapi di sana ada sebuah kereta kuda yang sedang bergerak mundur.


Gongsun Li yakin Keparat itu, pasti sedang berada di dalam kereta mengobati luka lukanya.


Gongsun Li segera memberi kode ke pasukannya, agar mendorong gelondongan kayu, yang masih ada di sana, untuk di jatuhkan ke bawah.


Semua peralatan dan perlengkapan masih bagus, masih bisa di gunakan.


Hanya personilnya saja yang tidak ada, karena sudah di bantai oleh Liu Yang Si Pedang Kilat.


Sebagian lagi mundur dari sana pulang ke kemah utama, untuk melaporkan keadaan dan situasi mereka.


Sesaat kemudian gelondongan kayu terlihat mulai berjatuhan dari atas tebing.


Suara hiruk pikuk kayu yang berjatuhan dari udara.


Membuat pasukan Qin mundur melarikan diri dengan panik.


Mereka saling dorong saling injak berusaha secepatnya ingin menyelamatkan diri.


Mereka bahkan lupa untuk bekerja sama mengangkat tameng, beramai ramai saling melindungi.


Semuanya terlalu ramai dan hiruk pikuk, bahkan perintah Meng Thian dan beberapa komandan pasukan kepercayaannya.


Tidak ada yang menggubris sama sekali.


"Kabur...! Kabur...! Kabur...!"


"Mundur..! Mundur..! Mundur..!"


"Awass..!" Awass..!" Awass..!"


Brakkkk,..! Brukkk..! Duaakkkk..!"


"Booom..! Booom..! Booom..!"


"Arggghhh..!"


Brakkkk,..! Brukkk..! Duaakkkk..!"


"Booom..! Booom..! Booom..!"


Arggghhh..!"


Brakkkk,..! Brukkk..! Duaakkkk..!"


"Booom..! Booom..! Booom..!"


Arggghhh..!"


Terdengar suara teriakan kesakitan hinggar bingar bercampur aduk di sana.


Sehingga mengalahkan suara dan kode komando Meng Thian dan para komandan nya.

__ADS_1


Melihat situasi tersebut yang tidak tertolong lagi.


Meng Thian dan para komandan kepercayaan nya, akhirnya menyusul melarikan diri sambil memukul runtuh gelondongan kayu besar yang menimpa ke arah. nya.


Dengan pukulan udara kosong, milik keluarga Meng.


Dengan cara tersebut akhirnya mereka berhasil juga menyelamatkan diri keluar dari situasi kacau balau itu.


Tapi keadaan sebaliknya, tidak berlaku bagi pasukan mereka.


Hampir setengah dari pasukan nya musnah akibat tertimpa balok kayu, dan saling injak saling dorong sendiri.


Termasuk Liu Yang Si Pedang Kilat yang berada di dalam kereta, kereta nya juga sudah di tinggalkan oleh kusir pengendara kereta, yang telah pergi menyelamatkan diri.


Liu Yang Si Pedang Kilat yang sekujur tubuhnya terluka parah sulit bergerak, seluruh tenaga terakhirnya telah dia gunakan untuk meloloskan diri dari Gongsun Li.


Kini pada akhirnya, dia hanya bisa tersenyum pahit.


Duduk diam menunggu ajal tiba dengan pasrah.


Saat gelondongan kayu menghantam kereta, tempat dia berlindung.


Dia hanya bisa tersenyum pasrah.


"Brakkkk...!"


"Brakkkk...!"


"Brakkkk...!"


"Duaaar...!"


Kereta kuda hancur berkeping keping, kudanya terlihat berlarian berhamburan berusaha meloloskan diri, sambil menyeret sisa sisa puing puing kereta yang tidak ada penghuninya lagi.


Liu Yang Si Pedang Kilat sendiri, dari pinggang kebawah terlihat terjepit oleh tumpukan kayu kayu tiang kereta.


Sehingga dia tidak bisa bergerak sama sekali, saat gelondongan kayu besar datang menerjang kearah nya.


Gelondongan kayu pertama masih berhasil dia pukul runtuh, dengan sisa tenaga dalam nya, lewat pukulan jarak jauh udara kosong.


Tapi gelondongan kayu kedua dan ketiga, Liu Yang Si Pedang Kilat sudah tidak bisa berbuat lebih banyak lagi.


Selain mengeluarkan suara tawa terakhir sambil menatap kearah gelondongan kayu besar itu dengan pasrah.


"Brakkk..!"


Gelondongan kayu menabrak tubuh Liu Yang Si Pedang Kilat yang tak berdaya tanpa ampun.


Darah langsung menyembur membasahi sekitarnya dan gelondongan kayu yang menimpa nya


"Brakkk..!"


Hantaman gelondongan kayu ketiga, membuat Liu Yang Si Pedang Kilat, yang hanya telapak tangannya saja, yang nongol keluar dari balik tumpukan puing puing kayu.


Dari posisi tangan terkepal menjadi terbuka telapak tangan nya.


Itu adalah detik terakhir Liu Yang Si Pedang Kilat menghembuskan nafas terakhir nya secara menyedihkan.


Gongsun Li yang bermata tajam seperti elang, bisa melihat semuanya dengan jelas.


Dia tersenyum dingin, menatap kematian Liu Yang Si Pedang Kilat yang tragis.


Gongsun Li segera berpaling kearah Meng Thian dan menunjuknya.

__ADS_1


"Habisi yang jubah hitam itu, jangan biarkan lolos..!"


teriak Gongsun Li memberi perintah ke bawahannya.."


__ADS_2