
Akhirnya saat yang di tunggu-tunggu oleh Bai Qi tiba.
Di mana pasukan si topeng emas akhirnya tiba, dan mulai mendesak pasukan Lian Po mundur mendekati benteng pertahanan Tong Kuan.
Dari depan Lian Po menghadapi desakan serangan Si topeng Emas yang dahsyat.
Di belakang saat mundur, dia dan pasukannya, menghadapi tembakan anak panah, lemparan batu, siraman minyak panas dari atas tembok Tong Kuan.
Maka lengkaplah sudah penderitaan Lian Po, dengan sisa pasukan nya, yang tinggal 200.000 personil lebih itu.
Lian Po sudah pasrah dengan kiamat, yang akan menimpa dirinya dan pasukannya.
Karena yang musuh inginkan adalah membantai seluruh pasukan Zhao, hingga tak bersisa.
Agar kelak lebih mudah bagi Qin menahlukkan kerajaan Zhao.
Lian Po sebelumnya sudah dapat laporan informasi, di mana pasukan Xiongnu yang terkepung, di bantai sampai habis tanpa sisa.
Begitupula dengan nasib pasukannya, yang di tinggalkan di kota E Yu, Ping Yang dan Wu Cheng, mereka semua juga habis di bantai pasukan Qin tanpa ampun.
Jadi Lian Po sadar menyerah bukanlah pilihan, dia hanya bisa melawan hingga titik darah Terakhir.
Tapi di saat Lian Po sudah pasrah, tiba tiba dari arah pelabuhan Xin Feng, yang tidak jauh dari posisinya berada.
Terus terdengar letusan bola hitam besar, yang berterbangan di udara, mengarah ke pasukan si topeng emas.
Saat bola hitam besar itu mendarat di tengah tengah pasukan Si topeng emas.
"Boooom,..! Boooom,..! Boooom,..!"
"Boooom,..! Boooom,..! Boooom,..!"
"Boooom,..! Boooom,..! Boooom,..!"
"Boooom,..! Boooom,..! Boooom,..!"
Ledakan dahsyat terjadi di mana mana, tubuh pasukan si topeng emas, terpental berhamburan kesegala arah.
Potongan tubuh juga ikut berhamburan saat ledakan terjadi.
Bahkan si topeng emas sendiri yang tidak menyangka, akan ada serangan mendadak, yang di lepaskan dari pelabuhan Xin Feng.
Dia ikut terlempar oleh ledakan dahsyat tersebut.
Tapi topeng emas tidak terpengaruh, bahkan setelah tersadar dari kagetnya, dia segera memberi kode agar pasukan nya bergerak mundur.
Dia seorang diri dengan sepasang telapak tangannya, melepaskan pukulan, yang meledakkan bola hitam di udara, juga melepaskan pukulan yang membekukan bola hitam di udara.
Sehingga saat jatuh keatas tanah tidak akan meledak lagi.
Memanfaatkan situasi di mana Pasukan Qin di tarik mundur, sedangkan Si topeng emas sedang sibuk menahan serangan bola hitam.
Lian Po memimpin sisa pasukannya, melarikan diri kearah pelabuhan Xin Feng.
Di mana di sana terlihat ada pasukan gabungan dari Zhao yang di pimpin oleh Li Mu, di bantu oleh pasukan harimau hitam dari Wu Yue.
__ADS_1
Pasukan Harimau Hitam di bawah pimpinan dua jendral wanita cantik,
Mereka adalah Si Si dan Gongsun Li.
Senjata bola bubuk hitam, yang bisa menimbulkan ledakan dahsyat, adalah hasil karya cipta terbaru Si Si.
Begitu Lian Po dan pasukannya naik keatas perahu, yang menunggu nya ditepi pelabuhan.
Li Mu juga ikut memimpin pasukannya meninggalkan tempat tersebut.
Baru di susul dengan seluruh personil pasukan harimau hitam,, di bawah pimpinan Si Si dan Gongsun Li.
Bergerak meninggalkan pelabuhan Xin Feng, dengan kapal mereka.
Si topeng emas hanya bisa berdiri diam di sana, menatap kepergian rombongan pasukan harimau hitam, dan kedua jendral wanita yang sangat menarik perhatiannya.
Guo Yun bisa saja mengejar dan melakukan serangan balasan, menghabisi lawan tak terduga nya itu.
Tapi dia hanya memilih diam termangu di sana, karena ada perasaan hangat dan akrab, yang melarangnya untuk menyerang rombongan tersebut.
Terutama kedua Jenderal wanita cantik itu, Guo Yun merasa tidak tega mengangkat senjata menghadapi mereka.
Ada perasaan kedekatan, yang sulit di ungkapkan, tapi dia justru tidak ingat siapa mereka.
Sehingga akhirnya dia hanya bisa diam, melepaskan kepergian kedua wanita itu.
Di dalam hati Guo Yun terus bertanya-tanya, siapa sebenarnya kedua jendral wanita itu.
Di tempat lain saat Si Si dan Gongsun Li berada di atas kapal, yang bergerak meninggalkan pelabuhan Xin Feng.
"Kakak pihak Qin kapan mendatangkan jagoan sehebat itu..?"
"Dia bahkan mampu menahan senjata baru ku.."
"Aku rasa sekalipun kita bergabung mengeroyoknya, belum tentu sanggup mengalahkan nya.."
ucap Si Si penasaran.
Gongsun Li mengangguk membenarkan dan berkata,
"Benar sekali Si Si, aku bahkan merasa dia seperti ragu untuk menyerang kita.."
"Dia sengaja melepaskan kita pergi dari sana.."
ucap Gongsun Li sambil termenung, mengingat keadaan yang terjadi sebelumnya.
"Ya kak, aku juga ada merasa seperti itu.."
"Tapi itu terserah dia, itu haknya, yang jelas selama dia tetap berpihak pada Qin."
"Dia tetap termasuk musuh kita.."
"Seumur hidup aku tidak akan pernah lupa, bagaimana mereka dengan keji mencelakai Yun ke ke.."
ucap Si Si sedih, sambil menghapus dua butir airmata nya.
__ADS_1
Gongsun Li yang berdiri disebelah Si Si ikut mengangguk dan berkata,
"Kamu benar Si Si, selama aku masih hidup, aku tidak Sudi hidup di dunia bersama Lu Bu Wei serigala tua itu.."
"Ada aku tidak akan ada dia, begitupula sebaliknya.."
ucap Gongsun Li penuh kebencian.
"Bagaimana dengan dia kak..?"
tanya Si Si sambil tersenyum penuh arti, menggoda Gongsun Li.
"Siapa maksud mu dengan dia..?"
tanya Gongsun Li, yang sebenarnya tahu, tapi dia pura pura tidak tahu.
Karena Si Si memang sering mengolok olok dirinya, di kait kaitkan dengan Ying Zheng.
Si Si sambil menahan tawa berkata,
"Bisa siapa lagi ? tentu saja serigala muda itu.."
Gongsun Li tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, berkata.
"Tentu saja dia juga tidak terlepas dari itu ."
"Terlepas dari apa dulu kak ? yang jelas.."
ucap Si Si sambil menahan tawa.
Gongsun Li menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tentu saja dia tidak terkecuali, aku juga akan membunuhnya suatu hari nanti.."
"Apa kakak tega ? gitu gitu dia dan kakak kan pernah sembahyang menjadi pengantin kakak.."
"Dia juga pernah menjaga dan merawat kakak.."
ucap Si Si sambil menahan tawa.
"Kamu ini ya, paling pintar menggoda ku.."
"Awas,..! lihat bagaimana aku menghukum mu..!"
ucap Gongsun Li sambil mengejar kearah Si Si, yang sambil tertawa-tawa sudah melarikan diri.
"Ampun kak, hi..hi..hi..! geli...! aduh ampun jangan di sana..! hi..hi..hi..!"
Sementara di atas kapal sedang asyik terjadi canda tawa, antara kedua istri Guo Yun.
Di tempat lain Si topeng Emas akhirnya melangkah dengan kepala tertunduk, meninggalkan Tong Kuan.
Menyusul Pasukannya kembali kekota Wu Cheng, untuk kembali memberi laporan pada Lu Bu Wei pamannya, yang sedang menunggu laporan langsung darinya.
"Yun er apa yang terjadi, aku mendapatkan laporan Lian Po dan sisa pasukannya, berhasil melarikan diri.?"
__ADS_1
tanya Lu Bu Wei, begitu Guo Yun kembali menemuinya