LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
YANG MENINGGAL TIDAK MUNGKIN BISA KEMBALI


__ADS_3

"Mana buah, air minum, dan resep obat anti angin yang di minum nyonya Siao Tie..?"


tanya Min Min dengan alis berkerut.


"Ini resepnya, di sana air minum dan buahnya, bentar saya ambil kan.."


ucap Zhang Yi cepat.


Dia mengeluarkan resep dari kantongnya dan meletakkan diatas meja, lalu dia segera pergi kearah sebuah lemari penyimpanan makanan.


Mengambil buah lengkeng kesukaan istrinya, juga sebuah teko air giok, yang biasa di gunakan oleh dua dan istrinya.


Min Min memperhatikan kandungan obat obat herbal di dalam resep.


Lalu dia kembali menggunakan jarum peraknya mencoba satu persatu beberapa butir lengkeng dan air putih yang disimpan di dalam teko air giok.


"Semuanya tidak beracun, sangat normal.."


ucap Min Min heran.


Sesaat kemudian dengan penasaran dia menggunakan jarum peraknya mencoba ulang beberapa macam masakan dan nasi yang sudah di coba nya tadi.


Lalu dia berpindah mencoba air putih dan buah lengkeng secara bergantian.


Tiba tiba jarum peraknya berubah warna menjadi kebiruan.


Min Min segera menatap kearah Zhang Yi dan berkata,


"Paman Zhang, koki dan pelayan yang pernah bersentuhan dengan makanan kalian harus di tahan dan di periksa.."


"Makanan ini secara terpisah tidak beracun, tapi bila di gabung akan menjadi racun bagi tubuh wanita.."


"Tapi efeknya hanya rasa nyeri di perut, tidak berbahaya, yang berbahaya adalah setelah bercampur obat anti angin, dia akan menjadi racun ganas, yang menimbulkan pendarahan dan mules hebat.."


ucap Min Min menjelaskan.


Wajah Zhang Yi seketika memucat, dan buru buru berkata,


"Yang Mulia Min Min, segeralah tolong istri ku, jangan biarkan sesuatu terjadi padanya.."


Min Min mengangguk dan berkata,


"Mari kita lihat kekamar nyonya Siao Tie..aku akan coba memeriksa dan menolongnya.."


Lalu mereka semua, dengan langkah terburu-buru langsung menuju kamar Siao Tie.


"Zhang Yi pelakunya tidak boleh lolos, kamu harus perintahkan agar koki dan semua pelayan mu, yang berhubungan dengan makanan mu, itu semuanya di tahan.."


ucap Gongsun Li sambil melangkah di samping Min Min.


"Sudah Yang Mulia Ratu, aku dari semalam sudah menahan dan mengisolasi mereka semuanya.."


ucap Zhang Yi cepat.


Gongsun Li mengangguk dan berkata,


"Bagus, sekarang kita fokus menyelamatkan istri dan anak mu, yang di kandungnya dulu.."


"Nanti baru kita urus dan cari tahu, siapa orang yang berbuat keji ini.."


ucap Gongsun Li mantap.

__ADS_1


Zhang Yi menanggapinya dengan anggukan, dia saat ini sudah tidak ada waktu untuk memikirkan hal lain.


Selain keselamatan Siao Tie dan anak dalam kandungan nya.


Baru saja Zhang Yi dan rombongan itu hendak masuk kedalam kamar.


Terlihat bibi yang menangani proses kelahiran, berlari keluar dari dalam kamar dengan baju dan sepasang tangan berlumuran darah.


Melihat Zhang Yi dia langsung berkata dengan wajah cemas dan panik.


"Tuan bayinya sudah lahir,..tapi.


tapi..."


ucap Bibi itu gugup.


Tapi kenapa !?"


bentak Zhang Yi cemas sambil mencengkram kedua bahu bibi itu.


"Aduhhhh..!"


jerit bibi itu kesakitan.


"Zhang Yi tenangkan hati mu.."


tegur Gongsun Li sambil mengetuk punggung telapak tangan Zhang Yi, sehingga pegangan tangannya langsung terlepas.


Zhang Yi segera tersadar dari kekeliruan nya, dengan suara yang masih panik Zhang Yi segera berkata,


"Maaf bibi,.. sekarang coba bibi jelaskan, apa yang terjadi..?"


Tapi bibi setengah tua itu masih dengan wajah agak takut takut segera berkata,


"Tuan Zhang bayi tuan anak laki laki, tapi begitu lahir sudah tidak bernyawa lagi.."


"Istri Tuan kelihatannya hampir tidak sanggup lagi, segeralah jenguk kedalam tuan.."


ucap Bibi itu takut takut.


Zhang Yi sekali ini berdiri mencelos di sana tidak berkata apa apa.


Wajah terlihat semakin pucat dan menyedihkan.


Sesaat kemudian begitu tersadar, dia tanpa menghiraukan semuanya, langsung segera berlari masuk kedalam kamar.


Zhang Yi dengan langkah terburu-buru langsung berlutut di samping kasur istrinya.


Zhang Yi memegangi telapak tangan istrinya yang halus lembut dengan airmata bercucuran membasahi wajahnya.


"Xiao Tie kamu tidak boleh pergi, jangan tinggalkan aku si tua yang tidak berguna ini.."


ucap Zhang Yi sedih.


Xiao Tie yang wajahnya terlihat pucat seperti mayat dengan bibir yang mulai membiru.


Membuka kembali sepasang mata nya yang terpejam, lalu dia menoleh kearah Zhang Yi dan berkata dengan suara terputus putus.


"Suami ku.. jangan.


jangan..terlalu bersedih.."

__ADS_1


"Ini sudah..takdir ku,..aku yang nasibnya tipis,.. tidak..ada rejeki..menikmati kebahagiaan menemani mu hingga tua.."


"Bayi kita,.. sudah pergi duluan,.. juga ada baiknya.."


"Setelah aku..aku pergi...dia..dia.. tidak akan jadi.. beban mu.."


"Istri ku kamu jangan banyak bicara lagi,.."


"Jaga kondisi mu."


"Biar yang Mulia Min Min memeriksa keadaan mu dan menyembuhkan mu.."


ucap Zhang Yi sambil memaksa diri nya untuk tersenyum.


"Suami ku...aku...tahu kondisi ku sendiri.."


"Aku..aku takut tidak punya waktu lagi.."


"Suamiku..aku..aku..aku...Ahhhh.!"


ucapan Xiao Tie terputus ditengah jalan, tangan nya yang menggenggam tangan Zhang Yi terlepas.


Sepasang matanya kembali terpejam, kepalanya terkulai lemah kesamping.


"Siao Tie....! ohh tidak..! jangan...jangan pergi...!"


teriak Zhang Yi sedih dengan airmata bercucuran membasahi wajahnya.


Zhang Yi buru buru menoleh kearah Min Min yang dari awal.terus berusaha memeriksa keadaan Siao Tie.


Min Min dengan sepasang mata basah, sambil mengigit bibirnya sendiri menahan haru.


Dia menggeleng pelan, setelah memeriksa nadi leher pergelangan tangan dan nafas Siao Tie yang telah terhenti.


"Ahhh Siao Tie..


mengapa kamu tega pergi dengan cara seperti ini...!?"


"Ahhhh...!" keluh Zhang Yi sambil menangis sedih di sebelah jasad istrinya.


Gongsun Li dan Si Si ikutan menghapus dua butir air mata mereka yang runtuh, melihat penderitaan dan kesedihan yang dialami oleh Zhang Yi.


"Paman Zhang yang pergi tidak mungkin kembali, jangan terlalu bersedih, lebih baik kita urus pemakamannya.."


"Lalu mencari tahu siapa dalang di balik ini semua.."


ucap Li Ba sambil menepuk pundak Zhang Yi untuk menguatkan pria setengah tua itu.


Zhang Yi mengangguk pelan, berusaha menahan diri untuk tidak terlalu bersedih.


Mencoba merelakan kepergian istri tercintanya, juga putranya yang baru lahir tapi sudah tak bernyawa.


Li Ba membiarkan Zhang Yi bersama istri dan putranya yang sudah meninggal sebentar.


Setelah itu dia segera membimbing Zhang Yi meninggalkan ruangan itu, membiarkan pelayan pelayan Zhang Yi, membereskan sisanya dan mengatur pemakaman, istri dan putra Zhang Yi .


Semua itu diserahkan ke paman Kam kepala pelayan Zhang Yi yang mengurus dan mengatur semuanya.


Li Ba sambil membimbing Zhang Yi meninggalkan ruangan kamarnya, dia kembali berkata,


"Orang yang telah meninggal tidak mungkin bangkit kembali, jangan terlalu bersedih sehingga merusak kesehatan.."

__ADS_1


__ADS_2