
Raja ZhuangXiang tanpa banyak berpikir berkata.
"Bila saudara Yun dan pangeran Ji Ao setuju, aku tidak akan berkeberatan menerima usulan ini.."
Guo Yun memberi hormat kepada kedua orang itu dan berkata,
"Aku tidak berkeberatan dan sangat berterima kasih kepada Raja ZhuangXiang dan perdana menteri Lu.."
"Tapi kata kata tidak ada bukti, satu detik pun bisa berubah, apalagi Misi ku bukan misi yang bisa di selesaikan dalam waktu cepat.."
ucap Guo Yun santai.
"Lalu apa yang saudara Yun inginkan dari kami..?"
tanya Raja ZhuangXiang sedikit tersinggung.
Guo Yun tidak ambil pusing dengan respon Raja ZhuangXiang, yang terlihat tersinggung.
Dia dengan tenang berkata,
"Setidaknya aku harus memegang titah raja, bagi siapapun yang melanggar, tidak terkecuali raja atau siapapun, akan menerima hukuman yang sama, yaitu penggal kepala.."
"Lancang kamu...!"
teriak Raja ZhuangXiang, sambil berdiri dari tempat duduknya dan menunjuk kearah Guo Yun dengan penuh emosi.
Guo Yun tidak mundur sedikitpun, dia menatap Raja ZhuangXiang dengan tatapan mata tajam.
Seluruh tubuhnya memancarkan aura yang sangat menekan, yang timbul dari efek pengerahan energi 9 langit tingkat puncak.
Tangan kanan Guo Yun pun sudah berada di gagang pedang di pinggangnya.
Setiap saat, dia bisa melepaskan tebasan pemusnah, menghabisi siapapun di sana.
Raja' ZhuangXiang sedikit kaget dan menelan ludahnya sendiri, melihat reaksi Guo Yun yang nekad.
Sebelum Raja ZhuangXiang melakukan sesuatu, Lu Bu Wei sudah maju menengahi di antara Guo Yun dan Raja nya.
Begitu Lu Bu Wei muncul di sana, energi menekan Guo Yun langsung tertolak balik kearah dirinya.
Energi Guo Yun tertolak balik oleh energi lembut, yang terpancar dari tubuh Lu Bu Wei.
Guo Yun sedikit kaget di buatnya, kini dia semakin yakin Lu Bu Wei bukanlah orang sembarangan.
Lu Bu Wei pura pura tidak tahu apa apa dan berkata,
"Kedua belah pihak harap tenangkan diri dulu.."
"Sebaiknya pembicaraan kita hari ini sampai di sini dulu.."
"Bagaimana pun ini baru wacana, mari kita pikirkan pelan pelan dengan tenang.."
"Jangan sampai emosi sesaat, merusak keharmonisan hubungan baik kita selama ini.."
ucap Lu Bu Wei menengahi.
Guo Yun mengangguk menarik kembali kekuatan nya dan berkata,
"Maafkan sikap ku yang kurang sopan, aku permisi dulu.."
Setelah memberi hormat kepada Raja ZhuangXiang dan Lu Bu Wei, dia langsung membalikkan badannya, dengan langkah lebar dia langsung meninggalkan ruangan tersebut.
__ADS_1
Sepeninggal Guo Yun, Raja ZhuangXiang baru bisa menghela nafas lega.
Dia duduk kembali ke kursinya sambil menatap sahabat nya Lu Bu Wei.
"Yi Ren Ahhh,..! mengapa kamu sudah setua ini masih tidak bisa merubah sikap emosi mu itu.."
"Kamu lihat tadi kamu hampir mengacaukan nya.."
"Bukan aku mau menegur mu, kamu lihat tadi, sedikit saja ada salah.."
"Kita berdua mungkin akan mati konyol di tangannya.."
"Raja Chan Yu dari bangsa bar bar pun di habisi nya tanpa berkedip, kamu pikir dia akan mengecualikan mu.."
"Karena ini istana mu, karena ini kerajaan mu dia akan jadi takut.."
"Aku katakan pada mu,.. Yi Ren,.."
"Bila dia takut, aku justru tidak akan memandang tinggi dia, untuk membantu mu menjadi penguasa daratan tengah.."
"Kamu dengar rencananya tadi, sekali tepuk dia ingin berikan Chu Han Song Lu bahkan Qi untuk mu.."
"Orang seperti itu, kamu kira dia akan takut dengan ratusan ribu pasukan mu.."
"Yi Ren Ahhh Yi Ren,..aku malas berdebat dengan mu,."
"Kamu pikirkan saja sendiri baik baik, bila sudah ada jawabannya silahkan hubungi aku.."
"Haishhh,.. siapa suruh aku dulu sudah mengangkat sumpah menjadi saudara mu.."
ucap Lu Bu Wei sambil menghela nafas panjang.
Lalu dia berjalan meninggalkan ruangan itu dengan wajah kesal dan kecewa
teriak Raja' ZhuangXiang merasa menyesal.
Tapi Lu Bu Wei tetap meneruskan langkahnya dan mengangkat tangannya tanpa menoleh.
Dia memberi kode agar sahabatnya itu tidak banyak bicara lagi.
Raja ZhuangXiang, yang tadinya ingin mengatakan sesuatu, akhirnya dia terpaksa membatalkannya.
Dia sangat mengerti sifat sahabatnya itu, bila dia tidak sedang sangat kesal.
Dia tidak akan pernah mungkin berani menegur dan memanggil namanya kecilnya seperti itu.
Selama mereka bergaul hanya 3 kali sahabatnya itu bersikap begini.
Bahkan saat dia mengatakan dia ingin dan tertarik dengan selir sahabatnya itu.
Tanpa pikir panjang, sahabatnya itu langsung memberikan selir kesayangannya itu kepadanya.
Pertama kali sahabatnya itu menegurnya seperti saat ini, adalah saat Lu Bu Wei memaksanya mengambil resiko, melarikan diri dari Zhao.
Kedua adalah saat Lu Bu Wei memaksanya naik tahta menggantikan ayahnya, tanpa memperdulikan respon dari siapapun.
Ketiga adalah sekarang ini, bisa di bayangkan betapa pentingnya rencana ini, sehingga sahabatnya jadi begitu marah..
Setelah berpikir bolak balik dan termenung, memikirkan ulang akan sikapnya tadi.
Akhirnya Raja ZhuangXiang mengeluarkan selembar kain kuning menulis titah raja.
__ADS_1
Lalu dia membubuhkan stempel raja nya di sana, setelah itu dia baru berteriak,
"Wei Kung Kung kamu di mana..!?"
Seorang kakek tua berlari tergopoh-gopoh masuk kedalam ruangan.
Dia menjatuhkan diri berlutut dan menyembah sambil berkata,
"Yang Mulia Panjang umur 10.000 tahun.."
"Hamba yang rendah ada di sini, siap jalankan titah Yang Mulia.."
"Wei Kung Kung tak perlu peradatan, berdirilah.."
ucap Raja ZhuangXiang dengan wajah kusut.
"Kamu kemarilah.."
ucap Raja ZhuangXiang singkat
"Baik Yang Mulia.."
ucap Kasim Wei penuh hormat, sambil melangkah menghampiri Raja ZhuangXiang.
Dia berdiri tepat di sebelah kiri Raja ZhuangXiang, dengan tubuh sedikit membungkuk.
Raja ZhuangXiang menyerahkan sebuah gulungan kain kuning, ke Kasim Wei dan berkata,
"Cepat antarkan langsung ke kediaman Perdana menteri Lu, jangan ada kesalahan.."
"Siap Yang Mulia.."
ucap Kasim Wei sambil menerimanya dengan kedua tangan penuh hormat.
Lalu dia buru-buru mengundurkan diri dari sana, pergi menjalankan tugas nya.
Guo Yun yang kembali ke perkemahannya dengan wajah kusut.
Tidak ada orang yang berani menegur apalagi bertanya.
Baru setelah masuk kedalam kemahnya, Gongsun Li lah yang menyambutnya bertanya pada nya.
"Adik Yun kamu kenapa ? apa yang terjadi ?"
Guo Yun melepaskan topi dan seragamnya, di bantu oleh Gongsun Li.
Setelah selesai, dia baru berkata dengan wajah lesu.
"Kakak Li maafkan aku, aku sungguh tak berguna.."
Gongsun Li memegangi wajah Guo Yun dan berkata,
"Adik Yun kamu tidak pernah seperti ini, katakan ada apa..? cerita lah jangan menyimpan nya seorang diri.."
Guo Yun menatap wajah Gongsun Li dengan senyum pedih, dia lalu berkata,
"Aku bukan pria, bahkan melindungi dan mempertahankan wanita yang ku cintai saja, aku tidak bisa.."
"Aku mana bisa di hitung sebagai pria lagi,..aku..aku.. sungguh tidak berguna.."
"Percuma saja, sia sia aku memiliki semua kemampuan ku ini, bila menjaga dan melindungi mu saja aku tidak mampu.."
__ADS_1
"Aku..aku..."
ucap Guo Yun dengan kesal sambil menendang meja di hadapannya hingga terguling.