
Liu Qin Lung yang tidak menyadarinya, dia terus berlari dan berlari hingga akhirnya dia terpaksa harus mengerem langkahnya.
Bebatuan kecil bergerak jatuh kebawah, terkena serodotan telapak kaki Liu Qin Lung
Liu Qin Lung menghentikan langkahnya, melongok kebawah, di mana hanya terdengar suara air deras yang berdeburan di bawah sana.
Tapi dari atas sana sekali tidak melihat apapun, selain jurang lebar yang gelap gulita.
Liu Qin Lung menghela nafas panjang dan berkata,
"Kelihatannya hari ini aku harus tamat riwayatnya di tempat ini.."
"Tapi meski aku hari ini harus mati, aku akan membuat mereka ikut menemani ku.."
Ucap Liu Qin Lung penuh tekad.
Dia segera menancapkan bagian ujung tumpul tombaknya keatas tanah.
Setelah itu, dia memilih mengencangkan ikat pinggangnya.
Baru mencabut kembali tombak nya, yang di arahkan ke pasukan Qin, yang sedang bergerak mendekatinya dengan langkah pelan dan penuh kewaspadaan.
"Hyaaahhh...!!"
Teriak pasukan Qin menguatkan mental mereka untuk memberanikan diri maju menyerang kearah Liu Qin Lung yang telah terpojok dan terluka.
Bagaikan seekor macan yang terluka dan sedang terpojok, Liu Qin Lung melakukan perlawanan sengit melawan sekumpulan anjing liar yang mengepungnya.
"Trangggg..!"
"Tringg..,!"
"Creebbbb..!"
"Trangggg..!"
"Tringg..,!"
"Creebbbb..!"
"Trangggg..!"
"Tringg..,!"
"Creebbbb..!"
Terdengar suara benturan senjata dan tubuh tubuh prajurit Qin yang tertikam oleh ujung mata tombak.
Setelah menambah koleksi baru, puluhan pasukan Qin, yang merintih rintih diatas tanah tanpa mampu bangkit berdiri.
Liu Qin Lung memutar tombak nya mengelilingi seluruh tubuh nya, seperti putaran baling baling helikopter.
Sambil memutar tombak mencoba memukul mundur pengeroyoknya.
Liu Qin Lung kembali bergerak memberikan tendangan kewajah 5 orang pasukan Qin yang tepat berada di hadapannya.
"Desss..! Desss..! Desss..!"
"Desss..! Desss..! Desss..!"
"Desss..! Desss..! Desss..!"
"Desss..! Desss..! Desss..!"
Pasukan Qin jatuh tunggang langgang tumpang tindih, mendapatkan tendangan keras dari Liu Qin Lung.
__ADS_1
"Hyaaahhh...!!"
Gelombang selanjutnya pasukan Qin kembali datang dengan tombak tombak mereka, berusaha menerjang kearah Liu Qin Lung.
Trangggg..!"
"Hyaaaaaat..!!"
Kini giliran Liu Qin Lung yang berteriak keras melakukan tangkisan dengan tombaknya.
Menahan serangan sambil mendorong puluhan orang yang datang menyerangnya agar tidak memaksa nya mundur kebelakang.
Melihat Liu Qin Lung bertahan, puluhan prajurit Qin lainnya ikut maju menusukkan tombak mereka membantu daya dorong.
Sekali ini sedikit demi sedikit, sepasang telapak kaki Liu Qin Lung mulai terus terseret mundur mendekati pinggiran jurang.
Hingga tanpa terasa ujung kaki kanannya yang bertahan di bagian belakang sudah tinggal satu Cun dari bibir jurang.
"Hyaaaaaat..!"
Tiba-tiba Liu Qin Lung mencelat naik keatas, bersalto satu kali.
Lalu dia menyabet kan tombak nya kearah 30an anggota pasukan Qin yang sedang berusaha menekan nya tadi.
"Sraaat..!!"
"Arggghhh..!"
Tiga puluhan personil pasukan Qin yang tiba tiba kehilangan sasaran.
Tubuh mereka otomatis terdorong kedepan, sabetan kuat tombak Liu Qin Lung yang mengenai punggung mereka.
Membuat mereka semuanya terdorong terjungkal kedalam jurang.
Tapi meski berhasil lolos dan mengalahkan 30 personil pasukan Qin.
Tiga batang anak panah, yang di lepaskan oleh Meng Yu, kembali menancap di punggungnya.
"Creebbbb..!"
"Creebbbb..!"
"Creebbbb..!"
Liu Qin Lung tidak berdaya menangkis maupun menghindari serangan tersebut.
Tubuh Liu Qin Lung terhuyung-huyung kedepan menerima tiga batang anak panah dari Meng Yu tersebut.
Meng Yu kembali memberi kode, agar pasukan Qin lainnya maju untuk kembali menekan Liu Qin Lung yang keadaan nya semakin melemah.
Untuk sekedar berdiri saja Liu Qin Lung harus bertopang pada tombak di tangannya.
Tangan nya sendiri terlihat mulai gemetaran.
Tapi senyum dan tatapan mata Liu Qin Lung yang tajam dan pantang menyerah.
Membuat pasukan Qin sedikit ragu untuk kembali maju menyerang nya
"Serang habisi dia, jangan memberinya kesempatan mengambil nafas..!"
"Ayo jangan ragu dia sudah habis..!"
Bentak Meng Yu sambil mencabut pedang yang tergantung di pinggangnya.
Setelah itu demi membangkitkan keberanian bawahannya, Meng Yu sendiri menerjang maju Menggunakan pedang nya menyerang Liu Qin Lung secara bertubi-tubi.
__ADS_1
"Trangggg..! Tringgg..! Trangggg.!"
"Trangggg..! Tringgg..! Trangggg.!"
"Trangggg..! Tringgg..! Trangggg.!"
Liu Qin Lung terlihat semakin terdesak dan harus kembali main mundur mendekati bibir jurang.
Saat dia harus berusaha menahan serangan pedang Meng Yu yang lincah dan kuat.
Bila dia tidak sedang dalam keadaan seperti saat ini, tentu dia mampu mengalahkan bahkan menghabisi Meng Yu.
Tapi saat ini dalam keadaan begini, apa yg bisa dia lakukan hanyalah sekuat tenaga bertahan.
Liu Qin Lung terus mundur hingga saat dia sudah berada di tepi jurang tidak mampu lagi mundur.
Sebuah tebasan pedang cepat tiba-tiba datang dari arah samping, Liu Qin Lung terpaksa mengangkat tombak nya untuk menangkis.
"Trangggg...!'
Pedang dan tombak berbenturan di udara, menimbulkan percikan bunga api dan suara nyaring benturan logam keras.
Begitu pedang membentur gagang tombak, pedang Meng Yu melejit cepat menebas kearah tangan Liu Qin Lung yang memegang tombak.
Tebasan ini memaksa Liu Qin Lung harus melepaskan pegangan tangannya dari gagang tombak, bila dia masih ingin jari tangan nya selamat dari tebasan pedang Meng Yu.
Begitu pegangan tangan Liu Qin Lung lepas dari tombaknya, dengan gerakan cepat pedang berbelok arah, memukul tombak itu hingga terpental menjauhi Liu Qin Lung.
Di saat bersamaan setelah menyingkirkan tombak Liu Qin Lung.
Pedang meluncur cepat menikam dada Liu Qin Lung.
"Ceeeeessss..!"
Pedang Meng Yu tepat menembus dada Liu Qin Lung, Liu Qin Lung yang tidak punya jalan mundur.
bergerak maju dua tindak, sehingga pedang menembus semaki dalam.
Tapi hampir di saat bersamaan, sebuah kepalan tangan cahaya hijau telah menumbuk dada Meng Yu dengan sangat kuat.
"Bukkkk..!"
"Dessss..!"
Di saat bersamaan Meng Yu juga menyarangkan tendangannya kearah perut Liu Qin Lung.
Memaksakan Liu Qin Lung yang langsung memuntahkan darah segar, tubuhnya terpental kedalam jurang.
Sedangkan Meng Yu terpental kebelakang, hingga tubuh bergulingan diatas tanah.
Saat mencoba untuk bangkit berdiri, Meng Yu berulang kali memuntahkan darah segar dari mulutnya.
Tapi pedang masih tergenggam erat di dalam tangan nya.
Dengan bertopang pada pedangnya.
Meng Yu akhirnya berhasil bangkit berdiri dengan kedua kaki gemetaran dan agak sedikit sempoyongan.
Beberapa saat kemudian,Meng Yu setelah keadaan nya sudah jauh lebih stabil.
Dia segera memimpin sisa pasukan nya, kembali kekota Shoucun, untuk merawat luka luka nya, sambil membentuk kekuatan pertahanan baru di sana..
Sementara Meng Yu sedang kembali ke kota Shoucun merawat diri dari membentuk pertahanan jauh lebih kuat lagi.
Tim dari Qin yang terdiri dari Kasim Zhao, perdana menteri Li Si mereka mulai mencoba mencari cari mayat mayat pasukan Qin yang masih tersangkut di tebing Awan Putih.
__ADS_1